Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 204


وَ مِنَ النَّاسِ مَنۡ یُّعۡجِبُکَ قَوۡلُہٗ فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا وَ یُشۡہِدُ اللّٰہَ عَلٰی مَا فِیۡ قَلۡبِہٖ ۙ وَ ہُوَ اَلَدُّ الۡخِصَامِ
Waminannaasi man yu’jibuka qauluhu fiil hayaatiddunyaa wayusyhidullaha ‘ala maa fii qalbihi wahuwa aladdul khishaam(i);

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.
―QS. 2:204
Topik ▪ Zuhud ▪ Perhatian terhadap dunia ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
2:204, 2 204, 2-204, Al Baqarah 204, AlBaqarah 204, Al-Baqarah 204
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 204. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang munafik bernama Al-Akhnas bin Syariq As-Saqafi.
Setiap bertemu dengan Nabi ﷺ.
ia memuji-muji dan menyanjung-nyanjung beliau dan ditonjolkan hal-hal yang menunjukkan seakan-akan ia beriman.
Ini dilakukan hanya untuk memperoleh sesuatu tujuan tertentu sesuai dengan tuntutan hidupnya di dunia, sampai-sampai ia berani bersumpah dengan nama Allah untuk dapat meyakinkan orang bahwa apa yang diucapkannya itu, benar-benar sesuai dengan isi hatinya.

Sebagian dari manusia, kata-kata dan ucapannya tentang kehidupan dunia menarik sekali, sehingga banyak orang terpedaya.
Ia pintar dan pandai menyusun kata-kata dengan gaya yang menawan.
Ia senantiasa tersenyum, memperlihatkan kesungguhannya, malah ia berani bersumpah mengucapkan "demi Allah",
untuk dapat meyakinkan bahwa apa yang diucapkannya itu sekan-akan benar-benar dari lubuk hatinya, dan bukanlah sesuatu yang dibikin-bikin, padahal dia adalah musuh besar, seorang munafik yang selalu menentang agama Islam.

Dengan ayat ini Allah memberitahukan bahwa orang yang seperti Al-Akhnas ini adalah pendusta, tidak dapat dipercaya, dan bahwa ia adalah musuh Islam dan penentang yang keras terhadap Muhammad ﷺ.

Al-Akhnas ini dan orang-orang lain yang sama halnya, ingin mengelabui dan melakukan makar terhadap umat manusia dengan tiga macam hal:

1.Dengan kata-kata dan ucapan yang menarik, sehingga orang-orang yang mendengarnya terpesona dan terpengaruh, hatinya tertawan, tidak ragu-ragu sedikit pun tentang kebenaran ucapannya itu.

2.Bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menunjukkan kebenarannya dan seakan-akan ia bermaksud baik.

3.Gigih dalam berdebat dan berhujah menghadapi lawan penentangnya.

Al Baqarah (2) ayat 204 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 204 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 204 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Karena tolok ukur kebajikan adalah ketakwaan kepada Allah, maka merugilah sekelompok orang yang ucapannya berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya.
Mereka ini selalu membumbui ucapannya dengan kata-kata manis sehingga menimbulkan kekaguman.
Padahal mereka melakukan itu hanya untuk mendapatkan kemaslahatan dunia.
Bahkan, untuk menyembunyikan kebohongan yang mereka ucapkan, mereka tidak segan-segan mengatakan bahwa Allah mengetahui ketulusan hati mereka.
Mereka inilah musuh yang paling keras dan berbahaya bagi kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Di antara manusia ada seorang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu) tetapi sebaliknya tidak demikian halnya tentang kehidupan akhirat karena berbeda dengan pandangan dan keyakinannya (dan dipersaksikannya kepada Allah atas isi hatinya) bahwa itu benar-benar cocok dengan apa yang diucapkannya (padahal ia adalah musuh yang paling keras) baik bagimu maupun bagi pengikut-pengikutmu disebabkan permusuhannya denganmu itu.
Orang ini namanya Akhnas bin Syuraiq, seorang munafik yang manis mulut terhadap Nabi ﷺ Ia bersumpah bahwa ia seorang mukmin dan cinta kepada Nabi ﷺ lalu mendekati majelisnya.
Maka kepalsuannya ini dibukakan Allah dan suatu waktu ia pernah lewat di pertanian dan peternakan seorang sahabat, maka dibakarnya tanaman dan disembelihnya hewan-hewan milik sahabat itu di waktu malam, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Perkataan fasih sebagian manusia, yaitu orang-orang munafik, menakjubkanmu wahai Rasul, padahal dengan perkataan tersebut mereka hendak mendapatkan bagian dunia bukan akhirat.
Dia berani bersumpah dengan menyebut nama Allah sebagai saksi atas apa yang ada didalam hatinya bahwa dia mencintai Islam.
Apa yang dilakukannya tersebut merupakan kelancangan yang luar biasa terhadap Allah, padahal yang bersangkutan sangat memusuhi dan membenci Islam dan kaum muslimin.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-Akhnas ibnu Syuraiq As-Saqafi yang datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu menampakkan keislamannya, sedangkan di dalam batinnya memendam kebalikannya.

Dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang-orang munafik yang membicarakan perihal Khubaib dan teman-temannya yang gugur di Ar-Raji', orang-orang munafik tersebut mencela mereka.
Maka Allah menurunkan firman-Nya yang mencela sikap orang-orang munafik dan memuji sikap Khubaib dan teman-temannya, yaitu: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah.
(Al Baqarah:207)

Menurut pendapat yang lain, ayat ini mengandung celaan terhadap semua orang munafik secara keseluruhan, dan mengandung pujian kepada orang-orang mukmin secara keseluruhan.
Pendapat ini dikemukakan oleh Qatadah, Mujahid, dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lainnya, pendapat inilah yang sahih.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Al-Lais ibnu Sa'd, dari Khalid ibnu Yazid, dari Sa'id ibnu Abu Hilal, dari- Al-Qurazi, dari Nauf (yakni Al-Bakkali, ahli dalam membaca kitab-kitab terdahulu) yang pernah mengatakan: Sesungguhnya aku menjumpai suatu sifat dari segolongan umat ini di dalam Kitabullah yang telah diturunkan, ada suatu kaum melakukan tipu muslihat dengan agama untuk meraih keduniawian, lisan mereka lebih manis daripada madu, telapi kalbu mereka lebih pahit daripada jazam (kina), mereka menampilkan dirinya di mata orang lain dengan berpakaian bulu kambing, padahal hati mereka adalah hati serigala.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Mereka berani terhadap diri-Ku dan mencoba menipu-Ku.
Aku bersumpah atas nama-Ku, Aku benar-benar akan menimpakan kepada mereka suatu fitnah yang membuat orang yang penyantun (dari kalangan mereka) menjadi kebingungan." Selanjutnya Al-Qurazi mengatakan, "Setelah kupikirkan dan kubaca di dalam Al-Qur'an, ternyata kujumpai mereka yang bersifat demikian adalah orang-orang munafik," sebagaimana tertera di dalam firman-Nya: Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya., hingga akhir ayat.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Ma'syar, telah menceritakan kepadaku Abu Ma'syar (yakni Nujaih) yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Sa'id Al-Maqbari melakukan muzakarah bersama Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi.
Maka Sa'id mengatakan, "Sesungguhnya di dalam salah satu kitab-kitab terdahulu disebutkan bahwa sesungguhnya ada segolongan hamba-hamba yang lisan mereka lebih manis daripada madu, tetapi hati mereka lebih pahit daripada kina.
Mereka menampilkan dirinya di mata orang-orang dengan pakaian bulu domba yang kelihatan begitu lembut, mereka menjual agama dengan duniawi.
Allah berfirman, 'Kalian berani kurang ajar terhadap-Ku dan mencoba menipu-Ku.
Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menimpakan kepada mereka suatu fitnah yang akan membuat orang yang penyantun dari kalangan mereka kebingungan'." Maka Muhammad ibnu Ka'b mengatakan, "Ini terdapat di dalam Kitabullah (Al-Qur'an)." Sa'id bertanya, "Di manakah hal ini terdapat di dalam Kitabullah!" Muhammad ibnu Ka'b menjawab bahwa hal tersebut terkandung di dalam firman-Nya: Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu., hingga akhir ayat.
Sa'id mengatakan, "Sesungguhnya aku telah mengetahui berkenaan dengan siapakah ayat ini diturunkan." Maka Muhammad ibnu Ka'b menjawab, "Sesungguhnya ayat ini memang diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki, kemudian maknanya umum sesudah itu."

Apa yang dikatakan oleh Al-Qurazi ini hasan lagi sahih.

Adapun mengenai firman-Nya:

...dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya.

Ibnu Muhaisin membacanya wayasyhadullahu dengan huruf ya yang di-fathah-kan dan lafzul jalalah yang di-dammah-kan, sehingga maknanya menjadi seperti berikut: "Dan Allah menyaksikan apa yang sesungguhnya terkandung di dalam hatinya." Dengan kata lain, sekalipun hal ini dapat menipu mata kamu, tetapi Allah mengetahui orang yang di dalam hatinya mengandung keburukan.
Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya:

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, "Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
(Al Munafiqun:1)

Sedangkan menurut bacaan jumhur ulama, huruf ya dibaca dammah, dan lafzul jalalah dibaca nasab, yaitu:

...dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) di hatinya.

Makna yang dimaksud ialah bahwa dia menampakkan keislamannya di mata manusia, sedangkan Allah mengetahui kekufuran dan kemunafikan yang dipendam di dalam hatinya.
Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya:

Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah.
(An Nisaa:108), hingga akhir ayat.

Demikianlah menurut makna yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas.

Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah apabila dia ingin menampakkan keislamannya di mata orang-orang, maka ia bersumpah dan memakai nama Allah dalam sumpahnya itu untuk mendapat kepercayaan dari mereka bahwa apa yang diucapkan lisannya bersesuaian dengan apa yang ada dalam hatinya.
Pengertian inilah yang sahih, dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid Aslam dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
Pendapat ini dinisbatkan sampai kepada Ibnu Abbas, dan Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui Mujahid.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...padahal ia adalah penantang yang paling keras.

Al-aladd menurut istilah bahasa artinya yang paling menyimpang (membangkang).
Pengertiannya sama dengan yang terdapat di dalam firman-Nya:

dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
(Maryam:97)

Makna yang dimaksud ialah menyimpang (membangkang).
Demikianlah keadaan seorang munafik dalam perdebatannya, ia selalu berdusta dan melakukan pengelabuan terhadap perkara yang hak serta menyimpang dari jalan yang benar, bahkan seorang munafik itu selalu membuat-buat kedustaan dan melampaui batas.
Seperti apa yang disebutkan di dalam hadis sahih dari Rasulullah ﷺ yang pernah bersabda:

Pertanda orang munafik itu ada tiga: Apabila berbicara, dusta, apabila berjanji, ingkar, dan apabila bersengketa, curang.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qubaisah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Siti Aisyah dengan predikat marfu', yaitu: Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci oleh Allah ialah penantang yang paling keras.

Imam Bukhari mengatakan bahwa Abdullah ibnu Yazid mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Siti Aisyah, dari Nabi ﷺ yang pernah bersabda: Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci oleh Allah ialah penantang yang keras.

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abdur Razzaq:

dari Ma'mar sehubungan dengan makna firman-Nya: padahal ia adalah penantang yang paling keras.
(Al Baqarah:204) Dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Siti Aisyah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya lelaki yang paling dimurkai oleh Allah ialah penantang yang paling keras.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 204

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa ketika pasukan kaum Muslimin (di antaranya terdapat ‘Ashim dan Murtsid) terdesak, berkatalah dua orang munafik: “Celakalah mereka yang terpedaya oleh ajakan Muhammad sehingga terbunuh dan akibatnya tidak merasakan hidup tentram lagi bersama keluarganya, ataupun melanjutkan tuntunan agamanya.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Baqarah: 204) sebagai peringatan kepada kaum Muslimin agar tidak tertarik oleh bujukan manis tentang kehidupan dunia.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi.
Bahwa al-Akhnas bin Syariq (seorang anggota komplotan Zukhra yang memusuhi Rasulullah) datang kepada Nabi ﷺ mengutarakan maksudnya untuk masuk Islam dengan bahasa yang sangat menarik sehingga Nabi sendiri mengaguminya.
Di kala pulang dari rumah Rasulullah, ia melewati kebun dan ternak kaum Muslimin.
Ia membakar tanamannya dan membunuh ternak-ternaknya.
Maka turunlah ayat ini (al-Baqarah: 204), mengingatkan kaum Muslimin akan bahaya tipu daya mulut manis.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa' (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur'an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai "Fusthaathul-Qur'an" (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da'wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, 'iddah, thalak, khulu', ilaa'
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 204 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 204



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.4
Rating Pembaca: 4.4 (8 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ tafsir al misbah surat al baqoroh ayat 204, tafsir kataalbaqarah 204, asbabun nuzul qs al baqarah 204, tafsiran al misbah surat al baqoroh ayat 204