Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 191


وَ اقۡتُلُوۡہُمۡ حَیۡثُ ثَقِفۡتُمُوۡہُمۡ وَ اَخۡرِجُوۡہُمۡ مِّنۡ حَیۡثُ اَخۡرَجُوۡکُمۡ وَ الۡفِتۡنَۃُ اَشَدُّ مِنَ الۡقَتۡلِ ۚ وَ لَا تُقٰتِلُوۡہُمۡ عِنۡدَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَرَامِ حَتّٰی یُقٰتِلُوۡکُمۡ فِیۡہِ ۚ فَاِنۡ قٰتَلُوۡکُمۡ فَاقۡتُلُوۡہُمۡ ؕ کَذٰلِکَ جَزَآءُ الۡکٰفِرِیۡنَ
Waaqtuluuhum haitsu tsaqiftumuuhum waakhrijuuhum min haitsu akhrajuukum wal fitnatu asyaddu minal qatli walaa tuqaatiluuhum ‘indal masjidil haraami hatta yuqaatiluukum fiihi fa-in qaataluukum faaqtuluuhum kadzalika jazaa-ul kaafiriin(a);

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu.
Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka.
Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
―QS. 2:191
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Ayat yang menaskhkan ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
2:191, 2 191, 2-191, Al Baqarah 191, AlBaqarah 191, Al-Baqarah 191
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 191. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang mukmin diperintahkan memerangi orang-orang musyrik yang memerangi mereka di mana saja orang-orang kafir itu dijumpai, baik di tanah halal maupun di tanah haram (Mekah dan sekitarnya).
Dasarnya Mekah dan sekitarnya menjadi tanah haram ialah sebagaimana dalam sebuah hadis sahih pula:

Dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah pada hari penaklukan kota Mekah bersabda, bahwa negeri ini menjadi tanah haram semenjak Allah menciptakan langit dan bumi sampai hari kiamat nanti.
Tidak pernah dihalalkan kecuali pada saat di siang hari ini dan saat itu ialah saatku ini.
Tanah haram Mekah itu menjadi tanah haram sampai hari kiamat tidak boleh dipotong/dijebol tanam-tanaman dan tidak boleh dirusak padang luasnya.
Jika ada seorang memperkenankan berperang di Mekah dengan alasan bahwa Rasulullah pernah melakukan serupa itu, katakanlah kepadanya, bahwa Allah mengizinkan hal itu kepada Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kepada kamu.

Orang-orang mukmin diperintahkan pula mengusir kaum musyrikin dari Mekah, karena Orang-orang musyrikin itu pernah mengusir mereka dari sana, dan tetapnya orang-orang musyrikin di Mekah (tanah haram) berbahaya bagi kemurnian agama dan akan menimbulkan fitnah yang lebih besar bahayanya daripada berperang di tanah haram.
Yang dimaksud dengan fitnah di sini ialah penganiayaan oleh kaum musyrikin terhadap kaum muslimin dengan pengusiran, penyiksaan, perampasan harta, serta merintangi pelaksanaan ibadah dan sebagainya.
Jika demikian maka orang mukmin diperintah untuk membalasnya dengan peperangan juga.
Demikianlah balasan yang harus diberikan kepada kaum musyrikin.
Akan tetapi jika kaum musyrikin itu menghentikan peperangan dan akhirnya menjadi kaum mukmin, maka mereka tidak boleh diganggu, karena soal-soal yang menyebabkan mereka harus diperangi tidak ada lagi, Allah subhanahu wa ta’ala Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Al Baqarah (2) ayat 191 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 191 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 191 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan perangilah di mana saja kalian jumpai mereka yang lebih dulu memerangi dan mengusir kalian dari Mekah, tanah tumpah darah kalian.
Jangan kalian merasa ragu melakukan hal itu, karena tindakan mereka itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan di al-Masjid al-Haram.
Mereka telah berusaha memfitnah agar orang-orang Mukmin keluar dari agama Islam dengan cara menyiksa, hingga mereka terpaksa lari dari tanah air dengan membawa agama mereka.
Meskipun demikian, al-Masjid al-Haram memiliki kehormatan tersendiri.
Karenanya, jangan kalian nodai kehormatan itu kecuali jika mereka lebih dulu menodainya dengan memerangi kalian di dalamnya.
Jika mereka menyerang kalian, maka perangilah mereka.
Dengan karunia Allah, kalian akan mendapat kemenangan.
Demikianlah balasan yang menimpa orang-orang kafir:
mereka akan diperlakukan seimbang dengan perlakuan mereka terhadap orang lain.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menjumpai mereka, serta usirlah mereka di mana mereka mengusir kamu) artinya Mekah, dan ini telah dilakukan nabi terhadap mereka pada tahun pembebasan (sedangkan fitnah itu), artinya kesyirikan mereka (lebih berat), maksudnya lebih berbahaya (dari pembunuhan) terhadap mereka, yakni di tanah suci atau sewaktu ihram yang mereka hormati itu.
(Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam), maksudnya di tanah suci, (sebelum mereka memerangi kamu di tempat itu.
Jika mereka memerangi kamu) di sana, (maka bunuhlah mereka).
Menurut satu qiraat tanpa alif pada kata kerja yang tiga, ‘wala taqtuluuhum, hatta yaqtuluukum fiih, dan fa-in qataluukum’.
(Demikianlah), maksudnya pembunuhan dan pengusiran (menjadi balasan bagi orang-orang kafir).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bunuhlah orang-orang yang memerangi kalian, yaitu orang-orang musyrikin di mana pun kalian menemukan mereka, usirlah mereka dari tempat di mana mereka telah mengusir kalian darinya, yaitu kota Makkah.
Fitnah, yaitu kekufuran, kesyirikan dan membendung jalan Islam, lebih besar daripada pembunuhan kalian terhadap mereka.
Jangan memulai mereka dengan berperang di Masjidil Haram demi menjaga kehormatannya sehingga mereka yang memulai dengan memerangi kalian di dalamnya.
Bila mereka yang memulai memerangi kalian di Masjidil Haram, maka balaslah perlakuan mereka.
Balasan bagi orang-orang kafir adalah balasan yang membuat mereka jera.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam ayat selanjutnya disebutkan:

Dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan.

Menurut Abu Malik, makna ayat ini ialah bahwa apa yang sedang kalian hadapi itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan.

Abul Aliyah, Mujahid, Qatadah, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…Dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan.
Artinya, musyrik itu bahayanya lebih besar daripada pembunuhan.

Firman-Nya:

…dan janganlah kalian memerangi mereka di Masjidil Haram.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan:

Sesungguhnya kota ini telah disucikan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, maka dia tetap suci karena disucikan Allah sampai hari kiamat dan tidak pernah dihalalkan kecuali sesaat untukku di waktu siang hari, dia tetap suci karena disucikan Allah sampai hari kiamat, pepohonannya tidak boleh ditebang, rerumputannya tidak boleh dicabut.
Jika ada seseorang membolehkan karena alasan Rasulullah ﷺ pernah melakukan perang padanya, maka katakanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya Allah hanya mengizinkan bagi Rasul-Nya dan Dia tidak mengizinkan bagi kalian.

Yang dimaksud ialah peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ terhadap penduduknya ketika hari kemenangan atas kota Mekah, karena sesungguhnya beliau ﷺ membukanya dengan paksa, dan sebagian dari kaum lelaki di antara mereka ada yang terbunuh di Khandamah.

Tetapi menurut pendapat yang lain, Nabi ﷺ membuka kota Mekah secara damai, karena berdasarkan kepada sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Barang siapa yang menutup pintunya, maka dia aman, dan barang siapa yang masuk ke dalam Masjidil Haram, maka dia aman, dan barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, maka dia aman.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…kecuali jika mereka memerangi kalian di tempat itu.
Jika mereka memerangi kalian (di tempat itu), maka bunuhlah mereka.
Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

Dengan kata lain, janganlah kalian memerangi mereka di Masjidil Haram (Mekah) kecuali bila mereka memulai memerangi kalian padanya, maka saat itu kalian boleh memerangi mereka untuk membela diri.
Sebagaimana.
yang dilakukan oleh para sahabat ketika mengucapkan baiat (janji setia) kepada Nabi ﷺ pada hari Hudaibiyyah di bawah sebuah pohon.
Mereka berjanji setia untuk membela Nabi ﷺ, yaitu di saat semua suku Quraisy dan para pendukungnya dari kalangan suku Saqif dan orang-orang Habsyah pada tahun itu bersekutu untuk memerangi Nabi ﷺ Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mencegah pcperangan di antara mereka.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kalian dan (menahan) tangan kalian dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kalian atas mereka.
(Al Fath:24)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pula:

Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kalian ketahui, bahwa kalian akan membunuh mereka yang menyebabkan kalian ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan kalian (tentulah Allah tidak akan menahan tangan kalian dari membinasakan mereka).
Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya.
Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azob yang pedih.
(Al Fath:25)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 191

FITNAH
فِتْنَة

Arti asal kata fitnah adalah memasukkan emas ke dalam api untuk menguji kualitasnya. Kata ini biasa diartikan dengan ujian dan cobaan. Kadang-kadang fitnah ini datangnya dari Allah dan kadang-kadang pula dari manusia, seperti sakit, musibah, kematian, azab dan kejadian-kejadian yang tidak disukai lainnya.

Kata fitnah dalam Al Qur’an diulang tiga puluh empat kali, yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 191, 217, 102, 193;
-Ali Imran (3), ayat 7;
-An Nisaa (4), ayat 91;
-Al Maa’idah (5), ayat 41, 71;
-Al An’aam (6), ayat 23;
-Al A’raaf (7), ayat 155;
-Al Anfaal (8), ayat 25, 28, 38, 73;
-At Taubah (9), ayat 47, 48, 49;
-Yunus (10), ayat 85;
-Al Israa’ (17), ayat 60;
-Al Anbiyaa’ (21), ayat 35, 111;
-Al Hajj (22), ayat 11, 53;
-An Nuur (24), ayat 63;
-Al Furqaan (25), ayat 20;
-Al Ankabut (29), ayat 10;
-Al Ahzab (33), ayat 14;
-Ash Shaffaat (37), ayat 63;
-Az Zumar (39), ayat 49;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 14;
-Al Qamar (54), ayat 27;
-Al Mumtahanah (60), ayat 5;
-At Taghaabuun (64), ayat 15;
-Al Muddatstsir (74), ayat 31.

Sedangkan kata futunyang merupakan jamak dari fitnah diulang sekali surah Tha Ha (20), ayat 40. Begitu juga dengan kata faatiniin diulang sekali surah Ash Shaffaat (37), ayat 162. Dan kata maftuun juga diulang sekali surah Al Qalam (68), ayat 6.

Menurut Al Husayn bin Muhammad Ad Daamaghani, kata fitnah dan juga kata-kata yang seakar dengannya dalam Al Qur’an digunakan untuk sebelas pemakaian, yaitu:
(1). Kemusyrikan;
(2). Kekafiran;
(3). Azab; (4);
(4).Ujian dan cobaan;
(5). Dibakar dengan api;
(6). Pembunuhan;
(7). Dihalang-halangi dari jalan yang benar;
(8). Kesesatan dan kebingungan;
(9). Uzur;
(10). Kesukaran;
(11). Gila.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:439-440

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 191 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 191



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku