Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 157 [QS. 2:157]

اُولٰٓئِکَ عَلَیۡہِمۡ صَلَوٰتٌ مِّنۡ رَّبِّہِمۡ وَ رَحۡمَۃٌ ۟ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُہۡتَدُوۡنَ
Uula-ika ‘alaihim shalawaatun min rabbihim warahmatun wa-uula-ika humul muhtaduun(a);
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
―QS. Al Baqarah [2]: 157

Those are the ones upon whom are blessings from their Lord and mercy.
And it is those who are the (rightly) guided.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 157]

أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those
عَلَيْهِمْ atas mereka

on them
صَلَوَٰتٌ kehormatan/keberkatan

(are) blessings
مِّن dari

from
رَّبِّهِمْ Tuhan mereka

their Lord
وَرَحْمَةٌ dan rahmat

and Mercy.
وَأُو۟لَٰٓئِكَ dan mereka itu

And those
هُمُ mereka

[they]
ٱلْمُهْتَدُونَ orang-orang yang mendapat petunjuk

(are) the guided ones.

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:157

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 157. Oleh Kementrian Agama RI


Kabar gembira itu ialah berita bahwa orang yang sabar itu mendapat berkat, ampunan, rahmat dan pujian dari Allah, dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk kepada jalan yang benar.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 157. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang bersabar dan beriman kepada Allah akan menerima berita yang baik berupa pengampunan Tuhan dan karunia-Nya.
Mereka itulah yang diberi petunjuk menuju jalan kebaikan dan kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang sabar tersebut mendapatkan sanjungan dari Rabb mereka, rahmat yang besar dari-Nya.
Mereka adalah orang-orang yang mendapatkkan bimbingan ke jalan yang lurus.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka itulah yang mendapat selawat) artinya ampunan


(dari Tuhan mereka serta rahmat) atau nikmat


(dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk) ke arah yang benar.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah:

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya.


Maksudnya, mendapat pujian dari Allah subhanahu wa ta’ala Sedangkan menurut Sa’id ibnu Jubair, yang dimaksud ialah aman dari siksa Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Amirul Muminin Umar ibnul Khattab r.a. pernah mengatakan bahwa sebaik-baik kedua jenis pahala ialah yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya.

Kedua jenis pahala tersebut adalah berkah dan rahmat yang sempurna.
Dan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

adalah pahala tambahannya, yang ditambahkan kepada salah satu dari kedua sisi timbangan hingga beratnya bertambah.
Demikian pula keadaan mereka, mereka diberi pahala yang setimpal berikut tambahannya.

Sehubungan dengan pahala membaca istirja’ di saat tertimpa musibah, banyak hadishadis yang menerangkannya.
Yang dimaksud dengan istirja’ ialah ucapan Inna lillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kita semua dikembalikan).

Antara lain ialah apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Lais (yakni Ibnu Sa’d), dari Yazid ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Usamah ibnul Had, dari Amr ibnu Abu Amr, dari Al-Muttalib, dari Ummu Salamah yang menceritakan bahwa pada suatu hari Abu Salamah datang kepadanya sepulang dari Rasulullah ﷺ Lalu Abu Salamah berkata,
"Aku telah mendengar langsung dari Rasulullah ﷺ suatu ucapan yang membuat hatiku gembira karenanya."
Beliau ﷺ telah bersabda:
Tidak sekali-kali seorang muslim tertimpa suatu musibah, lalu ia membaca istirja’ ketika musibah menimpanya, kemudian mengucapkan,
"Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah buatku yang lebih baik daripadanya,"
melainkan diberlakukan kepadanya apa yang dimintanya itu.
Ummu Salamah melanjutkan kisahnya,
"Maka aku hafal doa tersebut darinya.
Ketika Abu Salamah meninggal dunia, maka aku ber-istirja” dan kuucapkan pula, ‘Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini, dan berilah daku ganti yang lebih baik daripada dia.’ Kemudian aku berkata kepada diriku sendiri, ‘Dari manakah aku mendapatkan suami yang lebih baik daripada Abu Salamah?’ Tatkala masa idahku habis, Rasulullah ﷺ meminta izin untuk menemuiku, ketika itu aku sedang menyamak selembar kulit milikku.
Maka aku mencuci kedua tanganku dari cairan qaraz (bahan penyamak), dan aku izinkan beliau ﷺ masuk, lalu aku letakkan sebuah bantal kulit yang berisikan sabut, kemudian Rasulullah ﷺ duduk di atasnya dan mulailah beliau ﷺ melamarku.
Setelah Rasulullah ﷺ selesai dari ucapannya, aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak menyangka kalau engkau mempunyai hasrat kepada diriku, sedangkan diriku ini adalah seorang wanita yang sangat pencemburu, maka aku merasa khawatir bila kelak engkau akan melihat dari diriku sesuatu hal yang menyebabkan Allah akan mengazabku karenanya.
Aku juga seorang wanita yang sudah berumur serta mempunyai banyak tanggungan anak-anak.’ Maka Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Adapun mengenai cemburu yang kamu sebutkan, mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala akan melenyapkannya dari dirimu.
Dan mengenai usia yang telah kamu sebutkan, sesungguhnya aku pun mengalami hal yang sama seperti yang kamu alami (berusia lanjut).
Dan mengenai anak-anak yang kamu sebutkan tadi, sesungguhnya anak-anak tanggunganmu itu nanti akan menjadi tanggunganku pula’."
Ummu Salamah melanjutkan kisahnya,
"Maka aku memasrahkan diriku kepada Rasulullah ﷺ"
Kemudian Rasulullah ﷺ mengawininya.
Sesudah itu Ummu Salamah mengatakan,
"Allah subhanahu wa ta’ala telah menggantikan Abu Salamah dengan orang yang lebih baik daripada dirinya, yaitu Rasulullah ﷺ"


Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Ummu Salamah.
Ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Tidak sekali-kali seorang hamba tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan,
"Inna lillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami hanya kepada-Nyalah dikembalikan).
Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah kepadaku yang lebih baik daripadanya,"
melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya itu dan menggantikan kepadanya apa yang lebih baik daripadanya.
Ummu Salamah melanjutkan kisahnya,
"Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku mengucapkan doa seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ itu.
Maka Allah memberikan gantinya kepadaku dengan yang lebih baik daripada Abu Salamah, yaitu Rasulullah ﷺ sendiri."


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid dan Abbad ibnu Abbad.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami ibnu Abu Hisyam, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Ziad, dari ibunya, dari Fatimah bintil Husain, dari ayahnya Al-Husain ibnu Ali, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tidak sekali-kali seorang lelaki atau perempuan muslim tertimpa suatu musibah, lalu ia mengingatnya, sekalipun waktunya telah berlalu —Abbad mengatakan,
"Sekalipun waktunya telah silam"—, kemudian ingatannya itu menggerakkannya untuk membaca istirja’, melainkan Allah memperbarui untuknya saat itu dan memberikan kepadanya pahala yang semisal dengan pahala ketika di hari ia tertimpa musibah.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq As-Sailahini, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Samalah, dari Abu Sinan yang menceritakan,
"Aku baru menguburkan salah seorang anakku yang meninggal dunia.
Ketika aku masih berada di pekuburan, tiba-tiba tanganku dipegang oleh Abu Talhah Al-Aulani, lalu ia mengeluarkan aku dari pekuburan itu dan berkata kepadaku, ‘Maukah engkau aku sampaikan berita gembira kepadamu?’ Aku menjawab, ‘Tentu saja mau’."
Abu Talhah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya Ad-Dahhak ibnu Abdur Rahman ibnu Auzab, dari Abu Musa yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Allah berfirman,
"Hai malaikat maut, engkau telah mencabut anak hamba-Ku, engkau telah mencabut nyawa penyejuk mata dan buah hatinya!"
Malaikat maut menjawab,
"Ya."
Allah subhanahu wa ta’ala bertanya,
"Lalu apa yang dikatakannya?"
Malaikat maut menjawab,
"Dia memuji dan ber-istirja’ kepada-Mu."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Bangunkanlah buatnya sebuah gedung di dalam surga dan namailah gedung itu dengan sebutan Baitul Hamdi (rumah pujian)."

Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Ali ibnu Ishaq, dari Abdullah ibnul Mubarak, lalu ia mengetengahkannya.
Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Imam Turmuzi, dari Suwaid ibnu Nasr, dari Ibnul Mubarrak.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa predikat hadis ini hasan garib.
Nama asli Abu Sinan ialah Isa ibnu Sinan.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 157 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 157 - Gambar 2
Statistik QS. 2:157
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.5 (27 votes)
Tags:

2:157, 2 157, 2-157, Surah Al Baqarah 157, Tafsir surat AlBaqarah 157, Quran Al-Baqarah 157, Surah Al Baqarah ayat 157

▪ qs 2: 157
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 42 [QS. 42:42]

42. Sesungguhnya jalan untuk menyatakan kesalahan dan perbuatan dosa hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa mengindahkan kebenaran. Mereka … 42:42, 42 42, 42-42, Surah Asy Shyuura 42, Tafsir surat AsyShyuura 42, Quran Asy Syura 42, Asy-Syura 42, Surah Asy Syura ayat 42

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 40 [QS. 17:40]

Setelah mengingatkan umat Islam agar tidak mengikuti perkataan dan perbuatan yang tidak diketahui kebenarannya, pada ayat ini Allah menjelaskan kesalahan kaum musyrik yang menyembah patung-patung seba … 17:40, 17 40, 17-40, Surah Al Israa 40, Tafsir surat AlIsraa 40, Quran Al Isra 40, Al-Isra’ 40, Surah Al Isra ayat 40

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Benar! Kurang tepat!

Yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz ...

Benar! Kurang tepat!

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Ka’bah Padang Arafat Masjid Al Haram Gua Hira Madinah Benar!

Pendidikan Agama Islam #21

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini …

Pendidikan Agama Islam #27

Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun. 13 23 10 20 22 Benar! Kurang tepat! Surah yang terpendek dalam Alquran

Instagram