QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 151 [QS. 2:151]

کَمَاۤ اَرۡسَلۡنَا فِیۡکُمۡ رَسُوۡلًا مِّنۡکُمۡ یَتۡلُوۡا عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِنَا وَ یُزَکِّیۡکُمۡ وَ یُعَلِّمُکُمُ الۡکِتٰبَ وَ الۡحِکۡمَۃَ وَ یُعَلِّمُکُمۡ مَّا لَمۡ تَکُوۡنُوۡا تَعۡلَمُوۡنَ
Kamaa arsalnaa fiikum rasuulaa minkum yatluu ‘alaikum aayaatinaa wayuzakkiikum wayu’allimukumul kitaaba wal hikmata wayu’allimukum maa lam takuunuu ta’lamuun(a);

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
―QS. 2:151
Topik ▪ Ganjaran sabar
2:151, 2 151, 2-151, Al Baqarah 151, AlBaqarah 151, Al-Baqarah 151

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 151

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 151. Oleh Kementrian Agama RI

Di antara penyempurnaan nikmat itu ialah dengan mengutus seorang rasul, yaitu Muhammad ﷺ, yang membacakan ayat-ayat Allah, membebaskan umat dari penyakit syirik dan kejahatan-kejahatan jahiliyah, mengajarkan Al-Qur’an serta hikmah, dan mengajarkan apa yang belum mereka ketahui, sehingga umat Islam menjadi umat yang memimpin manusia ke arah kemajuan dan kebahagiaan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Meyampaikan perintah yang Kami tujukan pada orang-orang yang beriman untuk menjadikan Ka’bah sebagai kiblat salat adalah di antara tujuan Kami mengutus Rasul.
Ia akan membacakan kepada kalian nikmat yang telah Kami sempurnakan dengan karunia turunnya Al Quran.
Menyucikan jiwa kalian dari noda-noda kemusyrikan, kerendahan moral dan tradisi, mengajak kalian berdialog secara ilmiah tentang kandungan Al Quran, ilmu pengetahuan yang berguna serta mengajarkan pada kalian segala yang tidak kalian ketahui.
Sebelum itu kalian semua berada dalam jurang kebodohan dan kesesatan yang membutakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang rasul dari golonganmu) berhubungan dengan lafal ‘utimma’, yakni untuk menyempurnakan sebagaimana sempurnanya utusan Kami, yaitu Nabi Muhammad ﷺ (yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami) Alquran, (menyucikan kamu) membersihkan kamu dari kesyirikan, (mengajari kamu Alkitab) Alquran (dan hikmah) yakni hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, (serta mengajari kamu apa-apa yang belum kamu ketahui).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sebagaimana Kami telah memberikan nikmat kepada kalian berupa perubahan kiblat ke Kabah, Kami juga mengutus seoorang Rasul dari kalangan kalian sendiri, di mana dia membacakan ayat-ayat Allah yang menjelaskan kebenaran dan kebathilan kepada kalian, menyucikan kalian dari kotoran syirik dan akhlak yang buruk, mengajarkan Al-Quran dan sunnah serta hukum-hukum syariat kepada kalian dan mengajarkan berita-berita para Nabi kepada kalian serta kisah-kisah para umat sebelumnya yang, tadinya kalian belum mengetahuinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin akan nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka, yaitu diutus-Nya seorang Rasul —yakni Nabi Muhammad ﷺ— untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang jelas, menyucikan serta membersihkan mereka dari akhlak-akhlak yang rendah, jiwa-jiwa yang kotor, dan perbuatan-perbuatan Jahiliah, mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya, mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an dan sunnah, serta mengajarkan kepada mereka banyak hal yang sebelumnya tidak mereka ketahui.
Di zaman Jahiliah mereka hidup dalam kebodohan yang menyesatkan.
Akhirnya berkat barakah risalah Nabi ﷺ dan misi yang diembannya, mereka menjadi orang-orang yang dikasihi oleh Allah, berwatak sebagai ulama, dan menjadi orang-orang yang berilmu paling mendalam, memiliki hati yang suci, paling sedikit bebannya, dan paling jujur ungkapannya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 164), hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta’ala mencela orang yang tidak menghargai nikmat ini.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?
(Q.S. Ibrahim [14]: 28)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan nikmat ini ialah nikmat yang berupa diutus-Nya Nabi Muhammad ﷺ kepada mereka.
Karena itulah maka Allah menyerukan kepada orang-orang mukmin agar mengakui nikmat ini dan membalasnya dengan banyak berzikir menyebut asma-Nya dan bersyukur kepada-Nya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 152)


Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 151 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 151 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 151 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 150-152 - Wibi Moekti (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 150-152 - Wibi Moekti (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 286 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 2:151
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah 2
Nama Surah Al Baqarah
Arab البقرة
Arti Sapi Betina
Nama lain Fasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 87
Juz Juz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku' 40 ruku'
Jumlah ayat 286
Jumlah kata 6156
Jumlah huruf 26256
Surah sebelumnya Surah Al-Fatihah
Surah selanjutnya Surah Ali 'Imran
4.5
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al baqarah 151

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta