Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 138


صِبۡغَۃَ اللّٰہِ ۚ وَ مَنۡ اَحۡسَنُ مِنَ اللّٰہِ صِبۡغَۃً ۫ وَّ نَحۡنُ لَہٗ عٰبِدُوۡنَ
Shibghatallahi waman ahsanu minallahi shibghatan wanahnu lahu ‘aabiduun(a);

Shibghah Allah.
Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah?
Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
―QS. 2:138
Topik ▪ Takwa ▪ Kewajiban hamba pada Allah ▪ Orang Islam sebagai saksi Allah terhadap manusia
2:138, 2 138, 2-138, Al Baqarah 138, AlBaqarah 138, Al-Baqarah 138
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 138. Oleh Kementrian Agama RI

Iman yang sebenarnya ialah iman yang tidak dicampuri oleh unsur-unsur syirik.

Berkata Ibnu Jarir: “Sesungguhnya orang-orang Nasrani bila dilahirkan untuk mereka seorang anak, maka mereka datang kepada pendeta pada hari yang ketujuh, mereka memandikannya dengan air yang disebut “Al-Ma’mudi” untuk membaptisnya.
Mereka mengatakan, “Ini adalah kesucian pengganti khitan.” Maka apabila mereka telah mengerjakannya jadilah anak itu seorang Nasrani yang sebenarnya.
Maka Allah menurunkan ayat ini.

Sibgah Allah berarti celupan Allah. Maksudnya ialah iman kepada Allah yang tidak disertai sedikit pun dengan kemusyrikan.
Hal ini ditegaskan oleh perkataan “dan hanya kepada-Nyalah kami menyembah” tidak kepada yang lain.

Hal ini ditegaskan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

(Q.S Ar Rum: 30)

Ayat ini menerangkan bahwa dalam menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan agama haruslah digunakan kaidah-kaidah atau dalil-dalil agama, tidak boleh didasarkan kepada hawa nafsu dan keinginan manusia.

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa manusia tidak dapat menghapus atau membersihkan dosa manusia yang lain, atau menerima taubatnya seperti yang dilakukan orang-orang Nasrani dengan membaptis anak-anak mereka.
Yang membersihkan dan menghapus dosa seseorang ialah usaha orang itu sendiri sesuai dengan petunjuk Allah, dan hanya Allah saja yang dapat menerima taubat seseorang.

Al Baqarah (2) ayat 138 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 138 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 138 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, “Tuhan telah memberikan petunjuk-Nya kepada kami dan menuntun kami kepada hujjah- Nya.
Adakah yang lebih baik petunjuk dan hujjahnya daripada Allah?
Sungguh kami tidak akan tunduk kepada selain Allah dan tidak akan mengikuti kecuali petunjuk dan tuntunan-Nya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Celupan Allah) ‘mashdar’ yang memperkuat ‘kami beriman’ tadi.
Mendapat baris di atas sebagai maf`ul muthlak dari fi`il yang tersembunyi yang diperkirakan berbunyi ‘Shabaghanallaahu shibghah’, artinya “Allah mencelup kami suatu celupan”.
Sedang maksudnya ialah agama-Nya yang telah difitrahkan-Nya atas manusia dengan pengaruh dan bekasnya yang menonjol, tak ubah bagai celupan terhadap kain.
(Dan siapakah) maksudnya tidak seorang pun (yang lebih baik celupannya dari Allah) shibghah di sini menjadi ‘tamyiz’ (dan hanya kepada-Nya kami menyembah).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Berpeganglah kepada agama Allah di mana Dia telah memfitrahkan kalian diatasnya, tiada yang lebih baik daripada fitrah Allah di mana Dia telah menfiitrahkan manusia di atasnya.
Maka peganglah ia dan katakanlah, Kami tunduk dan patuh kepada Rabb kami dengan mengikuti agama Ibrahim,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Sibgah Allah.”

Menurut Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan sibgah ialah agama Allah.
Hal yang semakna telah diriwayatkan pula dari Mujahid, Abul Aliyah, Ikrimah, Ibrahim, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Abdullah ibnu Kasir, Atiyyah Al-Aufi, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Saddi.

Lafaz sibgah dibaca nasab, yakni sibgatallahi, adakalanya karena sebagai igra’ (anjuran), seperti pengertian yang terkandung di dalam firman lainnya, yaitu:

(tetaplah atas) fitrah Allah.
(Ar Ruum:30)

Dengan demikian, berarti makna sibgatallahi ialah tetaplah kalian pada sibgah (agama) Allah itu.

Ulama yang lain mengatakan bahwa lafaz sibgah dibaca nasab karena berkedudukan sebagai badal dari firman-Nya: (kami mengikuti) agama Ibrahim.
(Al Baqarah:135)

Menurut Imam Sibawaih, lafaz sibgah dibaca nasab karena menjadi masdar mu’akkid dari fi’il yang terkandung di dalam firman-Nya: Kami beriman kepada Allah.
(Al Baqarah:136), Perihalnya sama dengan firman-Nya: Allah telah membuat suatu janji.
(An Nisaa:122)

Telah disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Murdawaih melalui riwayat Asy’as ibnu Ishaq, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya orang-orang Bani Israil pernah bertanya, “Wahai utusan Allah, apakah Tuhanmu melakukan celupan?”
Musa ‘alaihis salam menjawab, “Jangan kalian sembarangan, bertakwalah kepada Allah! Maka Tuhannya menyerunya, “Hai Musa, apakah mereka menanyakan kepadamu bahwa benarkah Tuhanmu melakukan celupan?
Katakanlah, Benar, Aku mencelup berbagai warna, ada yang merah, ada yang putih, dan ada yang hitam, semuanya adalah hasil celupan-Ku.” Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan kepada Nabi-Nya ayat berikut, yaitu firman-Nya:

Sibgah Allah.
Dan siapakah yang lebih baik sibgah-nya daripada Allah!

Demikianlah menurut apa yang disebutkan di dalam riwayat Ibnu Murdawaih secara marfu’, sedangkan sanad ini menurut riwayat Ibnu Abu Hatim berpredikat mauquf, tetapi sanad Ibnu Abu Hatim lebih dekat kepada predikat marfu’ jika sanadnya sahih.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 138

SHIBGAH
صِبْغَة

Arti shibghah ialah sesuatu yang diguna­kan untuk mewarnai. Ia juga bermakna bentuk atau keadaan asal sesuatu. Ayat shibghatallah bermakna dengan agama Allah, syariat Allah atau ciptaan Allah.

Di dalam Al Qur’an, lafaz shibghah disebut dua kali yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 138 sebanyak dua kali. Dalam ayat itu, Allah memerintahkan manusia berpegang teguh kepada shibghah Allah yaitu agama Allah.

Imam Asy Syawkani menegaskan, yang dimaksudkan dengan shibghah Allah ialah penyucian Allah pada jiwa manusia. Hanya dengan beriman kepadanya, manusia menyucikan jiwanya dari dosa-dosa.

Ahli tafsir menerangkan, orang Nasrani apabila hendak meresmikan anak mereka se­bagai Nasrani, mereka selalunya mencelup­kan anak-anak mereka itu ke dalam air. Setelah itu, mereka mengatakan anak­ anak itu suci dan secara resmi memasuki agama Nasrani.

Amalan ini biasanya disebut pembaptisan. Kemudian, Allah menolak pe­mahaman mereka itu dengan menegaskan penyucian manusia dari dosa adalah dengan cara berpegang teguh kepada agama Islam yang diistilahkan sebagai shibghah Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:322-323

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 138 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 138



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (12 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku