QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 137 [QS. 2:137]

فَاِنۡ اٰمَنُوۡا بِمِثۡلِ مَاۤ اٰمَنۡتُمۡ بِہٖ فَقَدِ اہۡتَدَوۡا ۚ وَ اِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنَّمَا ہُمۡ فِیۡ شِقَاقٍ ۚ فَسَیَکۡفِیۡکَہُمُ اللّٰہُ ۚ وَ ہُوَ السَّمِیۡعُ الۡعَلِیۡمُ
Fa-in aamanuu bimitsli maa aamantum bihi faqadi ihtadau wa-in tawallau fa-innamaa hum fii syiqaaqin fasayakfiika-humullahu wahuwassamii’ul ‘aliim(u);

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu).
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka.
Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
―QS. 2:137
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Sikap bangsa Yahudi terhadap Islam
2:137, 2 137, 2-137, Al Baqarah 137, AlBaqarah 137, Al-Baqarah 137

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 137

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 137. Oleh Kementrian Agama RI

Pengakuan iman Ahli Kitab berbeda dengan pengakuan iman kaum Muslimin.
Ahli Kitab hanya beriman kepada nabi-nabi terdahulu yang diutus kepada mereka saja dari ras Bani Israil, tidak beriman kepada nabi-nabi Allah yang lain.
Iman mereka dipengaruhi oleh hawa nafsu sendiri.
Karena itu mereka berani menambah, dan mengurangi agama Allah.
Orang-orang yang beriman dan mengikuti hawa nafsu mereka adalah orang-orang yang berada dalam permusuhan dengan kaum Muslimin.

Dari perkataan “sesungguhnya berada dalam permusuhan dengan kamu” dapat dipahami bahwa di kalangan Ahli Kitab ada perasaan tidak menyukai Rasulullah ﷺ Perasaan itu bukan karena mereka tidak menyukai agama yang dibawa Nabi Muhammad, tetapi karena rasul terakhir itu tidak diangkat dari golongan mereka.
Perkataan “Allah akan memelihara kamu dari mereka” merupakan janji Allah kepada Muhammad ﷺ dan kaum Muslimin bahwa Allah pasti akan memelihara dan memenangkan mereka dalam perjuangan menegakkan agama Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalau mereka beriman sebagaimana kalian beriman, maka sesungguhnya mereka telah mendapatkan petunjuk.
Akan tetapi, jika mereka tetap bersikeras membangkang dan berpaling, maka mereka akan selamanya berseteru dan berselisih dengan kalian.
Allah akan melindungimu, wahai Nabi, dan mengamankanmu dari permusuhan mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan mereka lagi Maha Mengetahui rahasia yang tersimpan dalam hati mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka jika mereka beriman) yakni orang-orang Yahudi dan Kristen tadi (dengan) ‘mitsli’ atau ‘seperti’ hanya sebagai tambahan (apa yang kamu imani, maka mereka telah memperoleh petunjuk dan jika mereka berpaling) dari keimanan itu, (berarti mereka dalam permusuhan) denganmu.

(Maka Allah akan memeliharamu dari permusuhan mereka itu) hai Muhammad! (Dan Allah Maha Mendengar) ucapan-ucapan mereka (lagi Maha Mengetahui) semua keadaan mereka.

Misalnya kamu telah ditolong-Nya dengan pembunuhan Bani Quraizhah, pengusiran Bani Nadhir dan pembebanan upeti atas mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila orang-orang kafir dari kalangan orang-orang Yahudi, Nasrani dan selain mereka beriman pula kepada apa yang kalian imani dan beriman pula kepada apa yang dibawa oleh Rasul maka telah mendapat hidayah kepada kebenaran.
Namun bila mereka berpaling maka mereka terjatuh kedalam khilaf (perselisihan) yang keras, maka Allah akan mencukupkanmu wahai Rasul dari keburukan mereka dan menolongmu atas mereka.
Dia maha mendengan perkataanmu dan Maha Mengetahui keadaanmu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(137-138) Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka jika mereka beriman,” yakni orang-orang kafir dan ahli kitab serta lain-lainnya mau beriman, “kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya,” hai orang-orang mukmin, yakni mereka beriman kepada semua kitab dan rasul Allah, serta tidak membedakan seorang pun di antara mereka, “sungguh mereka telah mendapat petunjuk,” yakni mereka telah menempuh jalan yang hak dan mendapat bimbingan ke arahnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan jika mereka berpaling,” yakni dari jalan yang benar dan menempuh jalan yang batil, sesudahnya hujah mematahkan alasan mereka, “sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu), maka Allah akan memelihara kamu dari mereka,” yakni Allah akan menolongmu dalam menghadapi mereka dan Dia akan memberikan kemenangan kepada kalian atas mereka, “Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus ibnu Abdul A’la telah membacakan kepada kami, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Nafi’ ibnu Abu Na’ im yang menceritakan bahwa mushaf Usman ibnu Affan dikirimkan kepada sebagian khulafa untuk dikoreksi.
Ziad melanjutkan kisahnya, “Maka aku bertanya kepadanya (Nafi’ ibnu Abu Na’im), ‘Sesungguhnya orang-orang mengatakan bahwa mushaf (kopi asli Usman ibnu Affan) berada di atas pangkuannya ketika ia dibunuh, lalu darahnya menetesi mushaf yang ada tulisan firman-Nya: Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka.
Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 137)

Nafi’ mengatakan, “Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri darah itu ada yang menetes pada ayat ini, tetapi agak pudar karena berlalunya masa.”


Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 137

SYIQAAQ
شِقَاق

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya syuqqah. Ia dalam bentuk mashdar dari kata syaqqa – yusyaqqu.

Syaqqar rajula berarti dia menentang dan berselisih pendapat dengan lelaki itu serta memusuhinya.

Syaqqal manzil berarti rumah itu retak dan kelihatan pecah dan berlubang.

Makna lafaz asy syuqqah ialah bahagian sesuatu yang retak.

Menurut pendapat Ar Razi ia juga bermakna perjalanan yang jauh.

Lafaz syiqaaq disebut tujuh kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 137, 176;
-An Nisaa (4), ayat 35;
-Al Hajj (22), ayat 53;
-Shad (38), ayat 2;
-Fushshilat (41), ayat 52;
-Hud (11), ayat 89.

Sedangkan lafaz syuqqah disebut sekali yaitu dalam surah At Taubah(9), ayat 42.

Ar Razi menerangkan, Asy syiqaaq bermakna perbedaan, perselisihan dan permusuhan.

Menurut Al Husain Ad Daamaghani, lafaz syiqaaq yang terdapat dalam Al Qur’an mengandung tiga makna

1. Ia bermakna kesesatan seperti dalam ayat Allah dalam surah Al Hajj.

وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ

Muqatil bin Hayyan menerangkan, Orang-orang yang zalim dalam ayat ini adalah orang-orang Yahudi.

Tafsirannya, mereka dalam kesesatan, menyimpang dan jauh dari kebenaran.

2. Ia bermakna perselisihan dan perbedaan pendapat sebagaimana ayat Allah dalam surah An Nisaa.

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا

Asy Syawkani berkata,
ayat ini ditujukan kepada para pembesar dan hakim.

Dalam Safwah Al Tafaasir, makna syiqaaq dalam ayat ini adalah mukhalafah (persengketaan) dan ‘adawah yaitu pertengkaran.

Tafsirannya, ”Apabila kamu kuatir wahai para pembesar dan hakim berlaku persengketaan dan permusuhan antara mereka berdua (suami dan isteri)”

3. Lafaz syiqaaq bermakna permusuhan, seperti dalam ayat surah Hud:

وَيَٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِىٓ

Diriwayatkan oleh Ibn Al Mundzir dari Mujahid, beliau berkata,
syiqaaq bermakana ‘adawati yaitu permusuhan kamu terhadapku atau kata lain “memusuhiku.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:315-316

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 137 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 137 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 137 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 286 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 2:137
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah 2
Nama Surah Al Baqarah
Arab البقرة
Arti Sapi Betina
Nama lain Fasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 87
Juz Juz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku' 40 ruku'
Jumlah ayat 286
Jumlah kata 6156
Jumlah huruf 26256
Surah sebelumnya Surah Al-Fatihah
Surah selanjutnya Surah Ali 'Imran
4.9
Ratingmu: 4.9 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim