Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 136


قُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا بِاللّٰہِ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡنَا وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلٰۤی اِبۡرٰہٖمَ وَ اِسۡمٰعِیۡلَ وَ اِسۡحٰقَ وَ یَعۡقُوۡبَ وَ الۡاَسۡبَاطِ وَ مَاۤ اُوۡتِیَ مُوۡسٰی وَ عِیۡسٰی وَ مَاۤ اُوۡتِیَ النَّبِیُّوۡنَ مِنۡ رَّبِّہِمۡ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَیۡنَ اَحَدٍ مِّنۡہُمۡ ۫ۖ وَ نَحۡنُ لَہٗ مُسۡلِمُوۡنَ
Quuluu aamannaa billahi wamaa unzila ilainaa wamaa unzila ila ibraahiima waismaa’iila waishaaqa waya’quuba wal asbaathi wamaa uutiya muusa wa’iisa wamaa uutiyannabii-yuuna min rabbihim laa nufarriqu baina ahadin minhum wanahnu lahu muslimuun(a);

Katakanlah (hai orang-orang mukmin):
“Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.
Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.
―QS. 2:136
Topik ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi
2:136, 2 136, 2-136, Al Baqarah 136, AlBaqarah 136, Al-Baqarah 136
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 136. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini memberi petunjuk cara mengemukakan bantahan dan dalil-dalil dalam bertukar pikiran, yaitu dengan membandingkan antara azas suatu agama dengan agama lain dan sebagainya.

Al-Asbat ialah anak cucu nabi Yakub a.s.
Yang dimaksud dengan beriman kepada nabi-nabi yang tersebut di atas ialah beriman bahwa nabi-nabi itu adalah nabi Allah, dan telah diperintahkan mengajak orang-orang di masanya beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala Prinsip-prinsip pokok agama yang dibawa oleh nabi itu adalah sama, yaitu ketauhidan.

Perkataan “kami tunduk patuh kepada-Nya” merupakan sindiran yang tajam yang ditujukan kepada orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik Mekah.
Karena mereka mengatakan dan mengakui diri mereka pengikut Ibrahim as sedang Ibrahim a.s.
tidak mensekutukan Allah, sebagai yang telah mereka lakukan.

Al Baqarah (2) ayat 136 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 136 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 136 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan kepada mereka, “Kami beriman kepada Allah dan ajaran yang diturunkan kepada kami dalam Al Quran sebagaimana kami beriman pada apa yang diturunkan atas Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucu mereka.
Kami beriman pada Tawrat asli (yang belum mengalami perubahan) yang diturunkan Allah kepada Musa, dan beriman pada Injil (yang belum mengalami perubahan) yang diturunkan Allah kepada ‘Isa dan semua yang diwahyukan Allah kepada nabi-nabi-Nya.
Kami tidak membeda-bedakan mereka antara satu dengan yang lain sehingga kami mempercayai yang satu dan ingkar pada yang lain.
Dalam persoalan ini kami semua tunduk kepada Allah.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah,) ucapan ini ditujukan kepada orang-orang beriman (“Kami beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kami) yakni Alquran (dan pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim) yakni shuhuf, yaitu lembaran-lembaran yang sepuluh (kepada Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya) (dan apa yang diberikan kepada Musa) berupa Taurat (dan Isa) yakni Injil (begitu juga yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka) baik berupa kitab maupun ayat.
(Tidaklah kami beda-bedakan seorang pun di antara mereka) sehingga mengakibatkan kami beriman kepada sebagian dan kafir kepada sebagian yang lain sebagaimana halnya orang-orang Yahudi dan Kristen, (dan kami hanya tunduk kepada-Nya semata.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ucaplah wahai orang-orang mukmin kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, Kami beriman kepada Allah yang Maha Esa yang berhak untuk disembah.
Kami juga beriman kepada Al-Quran yang Allah turunkan kepada kami sebagai wahyu melalui Nabi dan Rasul-Nya Muhammad.
Kami juga beriman kepada suhuf-suhuf yang Allah turunkan kepada Ibrahim dan kedua anaknya:
Ismail dan Ishaq, kepada Yaqub dan Asbath (mereka adalah para Nabi dari anak keturunan Yaqub yang berasal dari kabilah-kabilah Bani Israil yang berjumlah dua belas).
Kami juga beriman kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, yaitu Taurat dan Injil.
Kami juga beriman kepada apa yang diberikan kepada para Nabi seluruhnya berupa wahyu dari Rabb mereka, kami tidak membedakan diantara mereka dalam perkara iman, dan kami tunduk kepada Allah dengan menaati-Nya dan beribadah kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Melalui ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk beriman kepada Al-Qur’an secara rinci yang diturunkan kepada mereka melalui Rasul-Nya (yaitu Nabi Muhammad ﷺ) dan beriman kepada semua kitab yang pernah diturunkan kepada para nabi terdahulu secara ijmal (globalnya).
Dalam ayat ini disebutkan orang-orang yang tertentu dari kalangan para rasul, sedangkan yang lainnya disebutkan secara global.
Hendaknya mereka tidak membeda-bedakan seorang pun di antara para rasul itu, bahkan mereka beriman kepada semua rasul.
Janganlah mereka seperti orang-orang yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan mereka bermaksud memperbedakan antara Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada yang sebagian (dari rasul-rasul itu), dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain),” serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (lain) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.
(An Nisaa:150-151), hingga akhir ayat.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Amrah, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Mubarak, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, dari Abu Hurairah r.a.
yang menceritakan bahwa orang-orang ahli kitab acapkali membacakan kitab Taurat dengan bahasa Ibrani, lalu mereka menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab kepada orang-orang Islam.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Janganlah kalian percaya kepada ahli kitab, jangan pula kalian mendustakannya, melainkan katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada kitab yang diturunkan Allah.”

Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam Nasai meriwayatkan melalui hadis Usman ibnu Hakim, dari Sa’id ibnu Yasar, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa kebanyakan bacaan yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dalam dua rakaat sebelum salat Subuh ialah firman-Nya: Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami.
(Al Baqarah:136), hingga akhir ayat.
Sedangkan dalam rakaat yang keduanya adalah firman-Nya: Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).
(Ali Imran:52)

Abul Aliyah, Ar-Rabi’, dan Qatadah mengatakan bahwa Asbat adalah anak-anak Nabi Ya’qub, semuanya berjumlah dua belas orang, masing-masing orang menurunkan suatu umat, maka mereka dinamakan Asbat.

Khalil ibnu Ahmad dan lain-lainnya mengatakan bahwa Asbat menurut istilah orang-orang Bani Israil sama halnya dengan istilah kabilah menurut kalangan Bani Ismail (orang-orang Arab).

Az-Zamakhsyari di dalam tafsir Kasysyaf-nya mengatakan bahwa Asbat adalah cucu-cucu Nabi Ya’qub alias keturunan dari anak-anaknya yang dua belas orang.
Ar-Razi menukil pendapat ini darinya, dan ia tidak menyangkalnya.

Imam Bukhari mengatakan bahwa Asbat adalah kabilah-kabilah Bani Israil.
Hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan Asbat adalah suku-suku Bani Israil.
Yang dimaksud dengan apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari kalangan mereka ialah kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada mereka, seperti yang dikatakan oleh Musa ‘alaihis salam kepada mereka (Bani Israil) melalui firman-Nya:

Ingatlah kalian nikmat Allah atas kalian ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kalian, dan dijadikan-Nya kalian orang-orang merdeka.
(Al Maidah:20), hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku.
(Al A’raf:160)

Al-Qurtubi mengatakan, mereka dinamakan Asbat yang diambil dari kata sibt artinya berturut-turut (bertumpuk-tumpuk), maka mereka merupakan sebuah jamaah yang besar.

Menurut pendapat yang lain, bentuk asalnya adalah sabat yang artinya pohon.
Karena jumlah mereka yang banyak, maka keadaan mereka diserupakan dengan pohon (yang banyak cabangnya), bentuk tunggalnya adalah sabatah.

Az-Zujaj mengatakan, pengertian tersebut dijelaskan oleh sebuah asar yang diceritakan kepada kami oleh Muhammad ibnu Ja’far Al-Anbari, telah menceritakan kepada kami Abu Najid Ad-Daqqaq, telah menceritakan kepada kami Al-Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Sammak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa seluruh nabi dari kalangan Bani Israil kecuali sepuluh orang nabi, yaitu Idris, Nuh, Hud, Saleh, Syu’aib, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Ismail, dan Muhammad, semoga salawat dan salam Allah terlimpahkan kepada mereka semua.

Al-Qurtubi mengatakan, as-sibt artinya jamaah dan kabilah yang berasal dari satu keturunan.

Qatadah mengatakan, Allah memerintahkan kaum mukmin untuk beriman kepada-Nya dan membenarkan kitab-kitab-Nya serta seluruh rasul-Nya.

Sulaiman ibnu Habib mengatakan, sesungguhnya kita hanya di-perintahkan beriman kepada kitab Taurat dan kitab Injil, tetapi tidak diperintahkan untuk mengamalkan apa yang ada di dalamnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muhammad ibnu Mus’ab As-Suwari, telah menceritakan kepada kami Muammal, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Abu Humaid, dari Abul Malih, dari Ma’qal ibnu Yasar yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Imanlah kepada Taurat, Zabur, dan Injil, dan amalkanlah Al-Qur’an oleh kalian.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Baqarah (2) ayat 136
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar Telah mengabarkan kepada kami Ali Al Mubarak dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ra. berkata,
Orang-orang ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah ﷺ bersabda:

Janganlah kalian mempercayai ahli kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah, Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (QS. Al Baqarah: 136).

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur’an – Nomor Hadits: 4125

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 136

ASBAATH
أَسْبَاط

Lafaz ini adalah jamak dari ash sibth, artinya anak dari anak yaitu cucu dan biasanya cucu dari anak perempuan, lawan bagi al-hafid atau cucu dari anak lelaki. Ia dipetik dari ash sabath atau asy syajarah (pohon) yang memiliki dahan yang banyak. Asbaath bagi Yahudi berarti seperti kabilah-kabilah Arab.

Lafaz asbaath disebut sebanyak lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah
-Al Baqarah (2) ayat 136, 140;
-Ali Imran (3), ayat 84;
-An Nisaa (4), ayat 163;
-Al A’raaf (7), ayat 160.

Al Qurtubi berkata,
Asbaath dalam surah Al Baqarah, ayat 136 dan 140 bermakna anak Ya’qub yaitu 12 orang. Setiap dari mereka melahirkan keturunan yang menjadi umat manusia. Al-sibth pada Bani Israil seperti kedudukan kabilah pada anak Ismail dan dinamakan asbaath dari al-sabath berarti at tatabbu’ (berurutan), yaitu mereka sebuah kelompok yang bergenerasi, jemaah dan kabilah yang bersumberkan pada satu sumber.

Abu lshaq Az Zujjaj berkata,
“Hal ini dijelaskan dengan pandangan yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Al Anbari dari Abu Nujayd, dari Al Aswad bin ‘Amir, dari lsra’il bin Samak, dari ‘Ikrimah, dari lbn ‘Abbas, beliau berkata,
“Kesemua nabi-nabi dari keturunan Bani Israil kecuali sepuluh yaitu Nuh, Syu’aib, Hud, Salih, Lut, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Ismail dan Muhammad, tidak ada pada setiap mereka dua nama kecuali ‘Isa dan Ya’qub. Dalam surah Ali Imran Sa’id Hawwa berkata,
“Ia bermaksud anak-anak Ya’qub dan keturunan mereka dari para nabi.”

Ibn Katsir berkata,
“Ia adalah bangsa, umat atau kaum Bani Israil dan siapa yang diturunkan wahyu oleh Allah kepada mereka dari nabi-nabi, sebagaimana yang terdapat dalam perkataan Nabi Musa kepada mereka (surah Al Maa’idah):

“wadzkuruu ni’matallaahi ‘alaikum idz ja’ala fiikum…..”

Kesimpulannya dipetik dari pendapat Muhammad Rasyid Rida dimana makna asbaath ialah anak-anak Ya’qub, kelompok-kelompok atau kaum yang 12 yang terpecah dan bercabang dari mereka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:69-70

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 136 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 136



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.8
Rating Pembaca: 5 (1 vote)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku