Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 135


وَ قَالُوۡا کُوۡنُوۡا ہُوۡدًا اَوۡ نَصٰرٰی تَہۡتَدُوۡا ؕ قُلۡ بَلۡ مِلَّۃَ اِبۡرٰہٖمَ حَنِیۡفًا ؕ وَ مَا کَانَ مِنَ الۡمُشۡرِکِیۡنَ
Waqaaluuu kuunuu huudan au nashaara tahtaduu qul bal millata ibraahiima haniifan wamaa kaana minal musyrikiin(a);

Dan mereka berkata:
“Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”.
Katakanlah:
“Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus.
Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.
―QS. 2:135
Topik ▪ Ilmu manusia sedikit
2:135, 2 135, 2-135, Al Baqarah 135, AlBaqarah 135, Al-Baqarah 135
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 135. Oleh Kementrian Agama RI

Berkata Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan sikap pemuka-pemuka Yahudi di Madinah, yaitu Ka’ab bin Asyraf, Malik bin Saif, Abu Yasir bin Akhtab dan sikap pemuda Nasrani penduduk Najran.
Sesungguhnya mereka telah menentang kaum muslimin sehubungan dengan agama mereka.
Tiap-tiap golongan dari mereka mendakwakan: Sesungguhnya golongan mereka yang lebih berhak dengan agama Allah dari golongan yang lain.
Maka berkata golongan Yahudi, “Nabi kami Musa adalah nabi yang paling utama dan kitab kami Taurat adalah kitab yang paling utama yang melebihi Isa dan Injil serta Muhammad dan Alquran.” Berkata pula golongan Nasrani, “Nabi kami Isa adalah nabi yang paling utama, kitab kami Injil adalah kitab yang paling utama.
Agama kami adalah agama yang paling utama melebihi Muhammad dan Alquran.” Tiap-tiap golongan itu berkata kepada orang-orang mukmin, “Jadilah kamu sekalian pemeluk agama kami, tidak ada agama selain agama kami” Mereka mengajak memasuki agama mereka.
Maka turunlah ayat ini sebagai jawaban atas perkataan, pengakuan dan ajakan mereka itu.

Hanif berarti yang lurus tidak cenderung kepada yang batil.
Agama yang hanif ialah agama yang benar, agama yang mencapai jalan yang benar, jalan kebahagiaan dunia dan akhirat bahkan agama yang belum dicampuri oleh sesuatu pun, tidak bergeser sedikit pun dari asalnya.

Ayat ini seolah-olah menyuruh Rasulullah ﷺ mengatakan: “Hai, orang-orang Yahudi, Nasrani dan musyrik Mekah, kami tidak mengikuti agamamu, di dalamnya tidak ada petunjuk ke jalan yang benar dan karena agama itu telah banyak dicampuri oleh tangan-tangan manusia, tetapi kami akan mengikuti agama Ibrahim yang kamu bangga-banggakan itu, karena di dalam agama itu memurnikan ketaatan hanya kepada Allah saja, dan karena agama itu belum dicampuri oleh tangan manusia sedikit pun.

Disebut kaum muslimin mengikuti agama Ibrahim yang hanif adalah untuk menyadarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari perbuatan-perbuatan mereka.
Mereka menyatakan keturunan Ibrahim a.s.
tetapi mereka tidak bersikap, berbudi pekerti dan berpikir seperti Ibrahim a.s.
Mereka menyatakan pengikut agama Ibrahim, tetapi mereka telah merubah-rubahnya, dan tidak meliharanya seperti yang dilakukan Ibrahim a.s.

Dari ayat ini dapat dipahami, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan umat Muhammad ﷺ.
agar selalu waspada terhadap agama mereka dan selalu berpedoman kepada Alquran dan Sunah Nabi, jangan sekali-kali mengikuti hawa nafsu sehingga berani merubah, menambah dan mengurangi agama Allah.

Dari perkataan dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang-orang musyrik dapat dipahami bahwa agama Ibrahim itu adalah agama tauhid, agama yang mengakui keesaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (ingatlah) ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadat, dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”
(Q.S Al Hajj: 26)

Al Baqarah (2) ayat 135 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 135 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 135 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Akan tetapi mereka tetap mempertahankan sikap keras kepala mereka dan masing-masing kelompok menganggap bahwa agamanyalah yang paling benar.
Orang-orang Yahudi berkata kepadamu, “Jadilah kamu penganut agama Yahudi agar kalian mendapat petunjuk.” Sementara itu, orang-orang Nasrani berkata, “Jadilah penganut agama Nasrani agar kalian mencapai kebenaran.” Sanggahlah pernyataan mereka dan katakan, “Kami tidak akan menjadi pengikut agama Yahudi atau Nasrani, sebab kedua agama itu telah diubah, dan diselewengkan dari pokok-pokok ajaran yang sesungguhnya dan dicemari oleh kesyirikan sehingga amat jauh dari agama Ibrahim.
Kami hanya akan menjadi pengikut agama Islam yang menghidupkan ajaran Ibrahim secara murni dan suci.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kata mereka, “Jadilah kamu sebagai penganut agama Yahudi atau Kristen, niscaya kamu mendapat petunjuk.”) ‘Au’ yang berarti ‘atau’ berfungsi sebagai pemisah.
Yang pertama diucapkan oleh orang-orang Yahudi Madinah, sedangkan yang kedua oleh kaum Kristen Najran.
(Katakanlah) kepada mereka (tidak, bahkan) kami akan mengikuti (agama Ibrahim yang lurus) yang bertentangan dengan agama lain dan berpaling menjadi agama yang lurus dan benar.
‘Hanifa’ ini menjadi ‘hal’ dari Ibrahim.
(Dan bukanlah dia dari golongan orang-orang musyrik).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yahudi berkata kepada umat Muhammad, Masuklah kalian ke dalam agama Yahudi niscaya kalian akan mendapatkan hidayah.
Orang-orang Nasrani juga berkata yang sama kepada mereka.
Jawablah mereka wahai Rasul, Tidak, karena hidayah adalah hendaknya kita semua mengikuti agama Ibrahim, yang menjauhi semua agama yang batil kepada agama yang benar, dan Ibrahim bukan termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Jubair atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Suria Al-A’war pernah berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Tiadalah petunjuk itu melainkan agama yang kami peluk.
Maka ikutlah kami, hai Muhammad, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Dan orang-orang Nasrani mengatakan hal yang serupa, maka Allah menurunkan firman-Nya: Dan mereka berkata, “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” (Al Baqarah:135)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah, “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus.”

Yakni kami tidak mau mengikuti agama Yahudi dan agama Nasrani yang kalian serukan kepada kami agar kami mengikutinya, melainkan kami hanya mengikuti agama Nabi Ibrahim yang lurus.
Hanifah artinya lurus menurut Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi dan Ais ibnu Jariyah, tetapi menurut Khasif, dari Mujahid, artinya ikhlas.

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna hanifan ialah hajjan (yang berhaji).
Hal yang sama diriwayatkan pula dari Al-Hasan, Ad-Dahhak, Atiyyah, dan As-Saddi.

Abul Aliyah mengatakan bahwa al-hanif artinya orang yang menghadap ke arah Baitullah dalam salatnya, dan ia berpendapat bahwa melakukan haji ke Baitullah hanyalah diwajibkan bila orang yang bersangkutan sanggup mengadakan perjalanan kepadanya.

Mujahid dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa hanifan artinya orang yang diikuti tuntunannya.

Abu Qilabah mengatakan bahwa al-hanif artinya orang yang beriman kepada semua rasul, dari rasul yang pertama hingga rasul yang terakhir.

Qatadah mengatakan, al-hanifiyyah ialah suatu kesaksian yang menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, termasuk ke dalam ajaran ini ialah haram menikahi ibu, anak perempuan, bibi dari pihak ibu maupun dari pihak ayah, dan semua hal lainnya yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Termasuk ajaran agama al-hanif ialah berkhitan.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 135

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa Ibnu Shuriya berkata kepada Nabi ﷺ: “Petunjuk itu tidak lain kecuali apa yang kami anut, maka ikutilah kami hai Muhammad, agar tuan mendapat petunjuk.” Kaum Nasrani pun berkata seperti itu juga.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Baqarah: 135) yang menegaskan bahwa agama Ibrahim adalah agama yang bersih dari perubahan yang menimbulkan syirik.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 135 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 135



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku