Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 120


وَ لَنۡ تَرۡضٰی عَنۡکَ الۡیَہُوۡدُ وَ لَا النَّصٰرٰی حَتّٰی تَتَّبِعَ مِلَّتَہُمۡ ؕ قُلۡ اِنَّ ہُدَی اللّٰہِ ہُوَ الۡہُدٰی ؕ وَ لَئِنِ اتَّبَعۡتَ اَہۡوَآءَہُمۡ بَعۡدَ الَّذِیۡ جَآءَکَ مِنَ الۡعِلۡمِ ۙ مَا لَکَ مِنَ اللّٰہِ مِنۡ وَّلِیٍّ وَّ لَا نَصِیۡرٍ
Walan tardha ‘ankal yahuudu walaannashaara hatta tattabi’a millatahum qul inna hudallahi huwal huda wala-iniittaba’ta ahwaa-ahum ba’dal-ladzii jaa-aka minal ‘ilmi maa laka minallahi min walii-yin walaa nashiirin;

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah:
“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”.
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
―QS. 2:120
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
2:120, 2 120, 2-120, Al Baqarah 120, AlBaqarah 120, Al-Baqarah 120
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 120. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menyatakan keinginan ahli kitab yang sebenarnya sehingga mereka melakukan tindakan-tindakan terhadap orang-orang yang beribadat di masjid Allah, merobohkan masjid itu, menyerikatkan-Nya, mengingkari seruan Nabi Muhammad ﷺ., nabi terakhir.

Mereka tidak akan berhenti melakukan tindakan itu sehingga Nabi Muhammad ﷺ.
dan pengikutnya menganut agama yang mereka anut, yaitu agama yang berasal dari agama-agama yang dibawa para nabi yang terdahulu, tetapi ajaran-ajarannya sudah banyak diubah-ubah oleh mereka.

Karena itu hendaklah kaum muslimin waspada terhadap sikap ahli kitab itu, janganlah ragu-ragu mengikuti petunjuk Allah, yaitu petunjuk yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya, bukan petunjuk yang berasal dari keinginan dan terutama keinginan dan hawa nafsu orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani melakukan tindakan-tindakan itu setelah pengetahuan datang pada mereka, yaitu pengetahuan tentang agama yang diridai Allah dan ajaran-ajaran dari agama itu, yaitu agama Islam.

Menurut zahirnya ayat ini langsung ditujukan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
yaitu berupa ancaman dan peringatan yang keras seandainya Nabi ﷺ.
mengikuti kemauan mereka padahal Nabi ﷺ.
telah dijamin Allah terpelihara dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah.
Di dalam Alquran banyak terdapat ayat-ayat yang seperti ini, yaitu suatu ayat yang akhirnya ditujukan kepada Nabi ﷺ., tetapi yang dimaksud ialah umat nabi Muhammad ﷺ.
Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan dengan ayat ini agar kaum muslimin berhati-hati terhadap sikap para ahli kitab kepada agama Islam dan kaum muslimin itu.

Al Baqarah (2) ayat 120 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 120 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 120 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Janganlah kamu menyusahkan dirimu demi memuaskan para pembangkang dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi rela.
Sungguh mereka itu tidak akan merelakanmu sehingga kamu mau menjadi pengikut agama yang dalam pandangan mereka itu berisi petunjuk.
Katakan kepada mereka, “Tidak ada yang lebih benar daripada petunjuk yang diturunkan Allah dalam Islam.” Barangsiapa tergoda untuk mengikuti kehendak hawa nafsu mereka setelah mengetahui kebenaran yang Kami turunkan kepadamu, maka sungguh mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong dari azab neraka selain Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang Yahudi dan Kristen tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka) maksudnya agama mereka.
(Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah) yaitu agama Islam (itulah petunjuk) yang sesungguhnya, sedangkan yang selainnya hanyalah kesesatan belaka.
(Sesungguhnya, jika) ‘lam’ menunjukkan sumpah (kamu ikuti keinginan mereka) yakni apa-apa yang mereka anjurkan (setelah datangnya pengetahuan kepadamu) maksudnya wahyu dari Allah (maka Allah tidak lagi menjadi pelindung) yang akan melindungimu (dan tidak pula menolong.”) yang akan menghindarkanmu dari bahaya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepadamu wahai Rasl kecuali bila kamu meninggalkan agamamu dan mengikuti agama mereka.
Katakanlah kepada mereka, Sesungguhnya agama islam adalah agama yang shahih.
Bila kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah kedatangan wahyu-Ku kepadamu, niscaya kamu tidak akan mempunyai pembela di sisi Allah yang bisa memberimu manfaat, dan tidak memiliki penolong yang bisa membentumu.
Sekalipun ayat ini ditunjukkan kepada Nabi secara khusus, namun ia berlaku untuk beliau dan untuk umatnya juga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan tafsir firman-Nya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
(Al Baqarah:120) Orang-orang Yahudi —juga orang-orang Nasrani itu— hai Muhammad, selamanya tidak akan senang kepadamu.
Karena itu, tinggalkanlah upaya untuk membuat mereka senang dan suka kepadamu.
Sekarang hadapkanlah dirimu untuk memohon rida Allah karena engkau telah mengajak mereka untuk mengikuti perkara hak yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).”

Yakni, katakanlah hai Muhammad, “Sesungguhnya petunjuk yang diturunkan oleh Allah kepadaku adalah petunjuk yang sebenarnya.” Dengan kata lain, petunjuk tersebut merupakan agama yang lurus, benar, sempurna, dan bersifat umum.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)” (Al Baqarah:120), bahwa kalimat ini merupakan cara membantah yang diajarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya untuk mendebat orang-orang yang sesat.

Selanjutnya Qatadah mengatakan, telah sampai kepada kami sebuah hadis yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Segolongan orang dari kalangan umatku masih terus-menerus berperang dalam rangka membela perkara yang hak, tiada membuat mereka mudarat orang-orang yang menentang mereka hingga datang perintah Allah (hari kiamat)

Menurut kami (penulis) hadis ini diketengahkan pula di dalam kitab sahih melalui Abdullah ibnu Amr.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Di dalam ayat ini terkandung makna ancaman dan peringatan yang keras bagi umat Nabi ﷺ agar mereka jangan sekali-kali mengikuti jalan-jalan kaum Yahudi dan kaum Nasrani, sesudah mereka mempunyai pengetahuan dari Al-Qur’an dan sunnah, na’uzubillah min zalik.
Khitab ayat ini ditujukan kepada Rasul ﷺ, tetapi perintahnya ditujukan kepada umatnya.

Kebanyakan ulama fiqih menyimpulkan dalil dari firman-Nya: hingga kamu mengikuti agama mereka.
(Al Baqarah:120) Bahwa kekufuran itu dengan berbagai macam alirannya merupakan satu agama, karena di dalam ayat ini lafaz millah diungkapkan dalam bentuk mufrad (tunggal).
Perihalnya sama dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain, yaitu:

Untuk kalian agama kalian, dan untukkulah agamaku.
(Al-Kafirun: 6)

Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan bahwa antara orang-orang muslim dan orang-orang kafir tidak boleh ada saling mewaris, dan masing-masing dari kalangan orang-orang kafir boleh mewaris saudara sekafirnya, baik seagama ataupun tidak, karena sekalipun mereka terdiri atas berbagai aliran, semuanya dianggap sebagai satu agama, yaitu agama kafir.
Demikianlah menurut mazhab Imam Syafii, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayat yang bersumber darinya.
Sedangkan dalam riwayat yang lainnya Imam Ahmad mengatakan pendapat yang sama dengan pendapat Imam Malik, yaitu tidak boleh saling mewaris di antara berbagai macam agama, seperti yang telah dijelaskan di dalam hadis.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 120

Diriwayatkan oleh ats-Tsa’labi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa kaum Yahudi Madinah dan kaum Nasrani Najran mengharap agar Nabi ﷺ shalat menghadap kiblat mereka.
Ketika Allah membelokkan kiblat ke arah Ka’bah, mereka merasa keberatan.
Mereka berkomplot dan berusaha supaya Nabi ﷺ menyetujui kiblat sesuai dengan agama mereka.
Maka turunlah ayat ini (al-Baqarah: 120), yang menegaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada Nabi Muhammad walaupun keinginannya dikabulkan.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 120

AHWAA
أَهْوَآء

Lafaz ini adalah jamak dari al hawa yang berarti kerinduan (al-‘isyq) dan kemauan baik itu dalam kebaikan ataupun kejahatan, kemauan diri dan kecenderungannya kepada apa yang mengasyikkannya. Ia juga bermakna kasih sayang dan kecenderungan diri kepada syahwat. Dikatakan seperti itu bagi jiwa atau diri yang cenderung kepada syahwat sebagaimana Allah menyatakan, walaa tat tabi’ul hawaa (Dan janganlah engkau mengikuti hawa [kecenderungan diri kepada syahwat]).

Oleh karena itu, seseorang yang disebut mengikut hawanya berarti mengikut keaiban atau kehinaannya. Seseorang ahlal ahwa’ dikatakan sebagai orang yang sesat dari jalan yang patut diteladani atau ia termasuk ahli bidaah. Dan orang seperti itu dicela Allah

Lafaz ahwaa’ disebut sebanyak 17 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah
-Al Baqarah (2), ayat 120, 145;
-Al Maa’idah (5), ayat 48, 49, 77;
-Al An’aam (6), ayat 56, 119, 150;
-Ar Ra’d (13), ayat 37;
-Al Mu’minuun (23), ayat 71;
-Al­ Qashash (28), ayat 50;
-Ar Rum (30), ayat 29;
-Asy Syuura (42), ayat 15;
-Al Jatsiyah (45), ayat 18;
-Muhammad (47), ayat 14, 16;
-Al Qamar (54), ayat 3.

Al Qurtubi mengatakan lafaz ahwaa’, bentuk jamak dari al hawa, apabila disandarkan kepada individu yang beragama memiliki maksud nafsu atau syahwatnya. Oleh karena itu, beliau menafsirkan al hawa dalam surah Muhammad, ayat 14 dengan isytaha (kemahuan mereka atau hawa nafsu).

Al­ Fayruz Abadi berkata,
penggunaan lafaz jamak ahwaa’ di dalam Al Qur’an bertujuan mengingatkan setiap individu memiliki kemauan yang berbeda dengan kemauan yang lain. Namun, kemauan setiap individu itu tidak ada penghujungnya. Apabila nabi mengikuti kemahuan mereka, natijahnya adalah kesesatan dan keraguan.

Kesimpulannya, al ahwaa bermakna ke­mauan dan hawa nafsu yang membawa kepada kesesatan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:33-34

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 120 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 120



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.4
Rating Pembaca: 4.8 (8 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku