Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 surah 2 ayat 255 juga bisa langsung diakses di URL risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 11


وَ اِذَا قِیۡلَ لَہُمۡ لَا تُفۡسِدُوۡا فِی الۡاَرۡضِ ۙ قَالُوۡۤا اِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُوۡنَ
Wa-idzaa qiila lahum laa tufsiduu fiil ardhi qaaluuu innamaa nahnu mushlihuun(a);

Dan bila dikatakan kepada mereka:
“Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”.
Mereka menjawab:
“Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”.
―QS. 2:11
Topik ▪ Sifat orang munafik
2:11, 2 11, 2-11, Al Baqarah 11, AlBaqarah 11, Al-Baqarah 11
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Bila mereka dinasihati agar meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut, mereka membuat dalih dan alasan dengan mengatakan bahwa mereka sebenarnya berusaha mengadakan perbaikan dan perdamaian antara kaum muslimin dengan golongan lainnya.
Mereka mengatakan bahwa tindakan-tindakan mereka yang merusak itu sebagai suatu usaha perbaikan untuk menipu kaum muslimin.

Al Baqarah (2) ayat 11 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 11 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 11 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila salah seorang yang telah diberi petunjuk oleh Allah berkata kapada orang-orang munafik, “Janganlah kalian berbuat kerusakan di atas bumi dengan menghalang-halangi orang yang berjuang di jalan Allah, menyebarkan fitnah dan memicu api peperangan,” mereka justru mengklaim bahwa diri mereka bersih dari perusakan.
Mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang melakukan perbaikan.” Itu semua adalah akibat rasa bangga diri mereka yang berlebihan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika dikatakan kepada mereka,) maksudnya kepada orang-orang munafik tadi (“Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi!”) yakni dengan kekafiran dan menyimpang dari keimanan.
(Jawab mereka, “Sesungguhnya kami ini berbuat kebaikan.”) dan tidak dijumpai pada perbuatan kami hal-hal yang menjurus pada kebinasaan.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman sebagai sanggahan atas ucapan mereka itu:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila mereka di nasihati agar menghentikan pengrusakan di muka bumi dengan kekufuran dan kemaksiatan, membeberkan rahasia orang-orang mukmin dan memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir, maka mereka akan membantah secara dusta, Sesungguh nya kami adalah orang-orang yang memperbaiki .

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

As-Saddi di dalam kitab Tafsirnya meriwayatkan dari Abu Malik dan dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, juga dari Murrah At-Tabib Al Hamdani, dari Ibnu Mas’ud, dan dari sejumlah sahabat Nabi ﷺ sehubungan dengan firman-Nya,

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan’, “bahwa mereka adalah orang-orang munafik.
Sedangkan yang dimaksud dengan kerusakan di muka bumi ialah melakukan kekufuran dan perbuatan maksiat.

Abu Ja’far meriwayatkan dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abul Aliyah sehubungan dengan firman-Nya, Waiza qila lahum la tufsidu fil ard artinya janganlah kalian berbuat maksiat di muka bumi. Kerusakan yang mereka timbulkan disebabkan perbuatan maksiat mereka terhadap Allah.
Karena orang yang durhaka kepada Allah di muka bumi atau memerintahkan kepada kedurhakaan (kemaksiatan) berarti telah menimbulkan kerusakan di muka bumi, mengingat kebaikan bumi dan langit adalah karena perbuatan taat.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Ar-Rabi’ ibnu Anas dan Qatadah.

Ibnu Juraij meriwayatkan dari Mujahid tentang makna firman-Nya, “Waiza qila lahum la tufsidufil ardi.” Menurutnya, apabila mereka mengerjakan maksiat, dikatakan kepada mereka, “Janganlah kalian melakukan maksiat ini dan maksiat itu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami berada di jalan hidayah dan sebagai orang-orang yang mengadakan perbaikan.”

Waki’, Isa ibnu Yunus, dan Assam ibnu Ali mengatakan dari Al-A’masy, dari Minhal ibnu Amr ibnu Abbad ibnu Abdullah Al-Asadi, dari Salman Al-Farisi, sehubungan dengan firman-Nya:

Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi.” Mereka menjawab, Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”
Menurut Salman Al-Farisi, orang-orang yang dimaksud oleh ayat ini masih belum ada (di masanya).

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Usman ibnu Hakim, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Syarik, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Al-A’masy, dari Zaid ibnu Wahb dan lain-lainnya, dari Salman Al-Farisi sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa mereka masih belum ada.

Ibnu Jarir mengatakan, barangkali Salman r.a.
bermaksud bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang disebut dalam ayat ini melakukan kerusakan yang jauh lebih besar daripada mereka yang memiliki sifat yang sama di zaman Nabi ﷺ Makna yang dikemukakannya bukan berarti bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut masih belum ada.

Ibnu Jarir mengatakan pula, orang munafik adalah mereka yang melakukan kerusakan di muka bumi karena perbuatan maksiat mereka terhadap Tuhannya dan pelanggaran-pelanggaran yang mereka kerjakan terhadap hal-hal yang dilarang oleh Tuhan.
Mereka pun menyia-nyiakan hal-hal yang difardukan-Nya, mereka ragu terhadap agama Allah yang tidak mau menerima amal seorang pun kecuali dengan beriman kepadanya dan meyakini hakikatnya.
Selain itu mereka berdusta terhadap kaum mukmin melalui pengakuan mereka yang me-yatakan bahwa dirinya beriman, padahal di dalam batin mereka dipenuhi oleh keraguan dan kebimbangan.
Mereka juga membantu orang-orang yang mendustakan Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan kekasih-kekasih-Nya bila mereka menemukan jalan ke arah itu.
Yang demikian itulah kerusakan yang dilakukan oleh orang-orang munafik di muka bumi, dan mereka menduga bahwa perbuatan mereka itu dinamakan perbaikan di muka bumi.
Makna inilah yang dimaksud oleh Hasan, bahwa sesungguhnya termasuk menimbulkan kerusakan di muka bumi bila orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung mereka, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain.
Jika kalian (hai kaum muslim) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.
(Al Anfaal:73)

Maka Allah memutuskan (meniadakan) saling tolong antara kaum mukmin dan orang-orang kafir, sebagaimana yang ditegaskan di dalam firman-Nya yang lain, yaitu:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian)?
(An Nisaa:144)

Kemudian dalam ayat berikutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada bagian yang paling bawah dari neraka, dan kalian tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.
(An Nisaa:145)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 11

ARDH
أَرْض

Ardh adalah lafaz mufrad dan mu’annats, maknya adalah aradhun, urudh, dan aradhi, maknanya ialah bola bumi yang bergerak yang manusia berada di atasnya yaitu salah satu planet yang ada dan urutannya ketiga pada porosnya yang mengelilingi matahari dan planet yang didiami manusia. Ia juga lawan lautan yaitu tanah atau daratan. Apabila dikatakan ibn al-ardh artinya anak yang tidak diketahui bapak dan ibunya. Apabila disandarkan kepada sesuatu atau sandal artinya di bawahnya.

Lafaz ardh disebut sebanyak 130 kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah
-Al­ Baqarah (2), ayat 11, 22, 27, 29, 30, 33, 36, 60, 61, 71, 107, 116, 117, 164, 164, 164, 168, 205, 251, 255, 255, 267, 273, 284;
-Ali Imran (3), ayat 5, 29, 83, 91, 109, 129, 133, 137, 156, 180, 189, 190, 191;
-An Nisaa (4), ayat 42, 97, 97, 100, 101, 126, 131, 131, 132, 170, 171;
-Al­ Maa’idah (5), ayat 17, 18, 21, 26, 31, 32, 32, 33, 33, 36, 40, 64, 97, 106, 120;
-Al An’aam (6), ayat 1, 3, 6, 11, 12, 14, 35, 38, 59, 71, 75, 101, 116, 165, 73, 79;
-Al A’raaf (7), ayat 10, 24, 54, 56, 73, 74, 74, 85, 96, 100, 110, 127, 128, 129, 137, 146, 158, 164, 176, 185, 187;
-Al Anfaal (8), ayat 26, 63, 67, 73;
-At Taubah (9), ayat 2, 25, 36, 38, 74, 116, 188;
-Yunus (10), ayat 3, 6, 14, 18, 23, 24,24,31, 54, 55, 61, 66, 78, 83, 99, 101;
-Hud (11), ayat6, 7, 20, 44, 61, 64, 85, 107, 108,116, 123;
-Yusuf(l2), ayat 9, 21, 55, 56, 73, 80, 101, 105, 109;
-Ar Ra’d (13), ayat 3, 4, 15, 16, 17, 18, 25, 31, 33, 41;
-Ibrahim (14), ayat 2, 8, 10, 13, 14, 19, 26, 32, 38, 48, 48;
-Al Hijr (15), ayat 19, 39, 85;
-An Nahl (16), ayat 3, 13, 15, 36, 45, 49, 52, 65, 73, 77;
-Al Israa (17), ayat 4, 37, 37, 44, 55, 76, 90, 95, 99, 102, 103, 104;
-Al Kahfi (18), ayat 7, 14, 26, 45, 47, 51, 84, 94;
-Maryam (19), ayat 40, 65, 90, 93;
-Tha Ha (20), ayat 4, 6, 53, 57, 63;
-Al Anbiyaa (21), ayat 4, 16, 19, 21, 30, 31, 44, 56, 71, 81, 105;
-Al Hajj (22), ayat 5, 18, 41, 46, 63, 64, 65, 65, 70;
-Al Mu’minuun (23), ayat 18, 71, 79, 84, 112;
-An Nuur (24), ayat 35, 41, 42, 55, 57, 64;
-Al Furqaan (25), ayat 2, 6, 59, 63;
-Asy Syu’araa (26), ayat 7, 24, 35, 152, 183;
-An Naml (27), ayat 25, 48, 60, 61, 62, 64, 65, 69, 75, 82, 87;
-Al Qashash (28), ayat 4, 5, 6, 19, 39, 57, 77, 81, 83;
-Al ‘Ankaabut (29), ayat 20, 22, 36, 39, 40, 44, 52, 56, 61, 63;
-Ar Rum (30), ayat 3, 8, 9, 18, 19, 22, 24, 25, 25, 26, 27, 42, 50;
-Luqman (31), ayat 10, 16, 18, 20, 25, 26, 27, 34;
-As Sajadah (32), ayat 4, 5, 10, 27;
-Al­ Ahzab (33), ayat 27, 27, 72;
-Saba (34), ayat 1, 2, 3, 9, 9, 14, 22, 24;
-Faathir (35), ayat 1, 3, 9, 38, 39, 40, 43, 44, 44;
-Yaa Siin (36), ayat 33, 36, 81;
-Ash Shaffaat (37), ayat 5;
-Shad (38), ayat 10, 26, 27, 28, 66;
-Az Zumar (39), ayat 5, 10, 21, 38, 44, 46, 47, 63, 67, 69, 74;
-Al Mu’min (40), ayat 21, 21, 26, 29, 57, 64, 68, 75, 82, 82;
-Fussilat (41), ayat 9, 11, 15, 39;
-Asy Syura (42), ayat 4, 5, 11, 12, 27, 29, 31, 42, 49, 53;
-Az Zukhruuf (43), ayat 9, 10, 60, 82, 84, 85;
-Ad Dukhaan (44), ayat 7, 29, 38;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 3, 5, 13, 22, 27, 36, 37;
-Al Ahqaaf (46), ayat 3, 4, 20, 32, 33;
-Muhammad (47), ayat 4, 7, 14;
-Al Hujurat (49), ayat 16, 18;
-Qaf (50), ayat 4, 38, 44, 50;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 20, 23, 48;
-Ath Thuur (52), ayat 36;
-An Najm (53), ayat 31, 32;
-Al Qamar (54), ayat 12;
-Ar Rahman (55), ayat 10, 29, 33;
-Al Waqi’ah (56), ayat 4;
-Al Hadid (57), ayat 1, 2, 4, 5, 10, 21, 22, 17;
-Al Mujadalah (58), ayat 7;
-Al Hasyr (59), ayat 1, 24;
-Ash Shaff (61), ayat 1;
-Al Jumu’ah (62), ayat 1, 10;
-Al Munaafiquun (63), ayat 7;
-At Taghaabun (64), ayat 1, 3, 4;
-Ath­ Thalaaq (65), ayat 12;
-Al Mulk (67), ayat 15, 16, 24;
-Al Haaqqah (69), ayat 14;
-Al Ma’arij (70), ayat 14;
-Nuh (71), ayat 9, 17, 26;
-Al Jinn (72), ayat 10, 12;
-Al Muzzammil (73), ayat 14, 20;
-Al Mursalat (77), ayat 25;
-An Naba’ (78), ayat 6, 37;
-An Naazi’at (79), ayat 30;
-‘Abasa (80), ayat 26;
-Al Insyiqaaq (84), ayat 3;
-Al Buruuj (85), ayat 9;
-Ath Thaariq (86) ayat 12;
-Al Ghaasyiyah (88), ayat 20;
-Al Fajr (89), ayat 21;
-Asy Syams (91), ayat 6;
-Al Zalzalah (99), ayat 1, 2.

Dalam Al Qur’an, lafaz ardh mempunyai enam makna.

Pertama, bermakna bumi Palestina, Damsyik dan sebahagian Jordan, karena ia dikaitkan dengan al-muqaddasah (al-ardh al-muqaddasah). Makna ini diberikan oleh Ibn Qutaibah. Az Zamakhsyari berkata,
“Al-ardh al-muqaddasah ialah ardh bait al­ muqaddasah (bumi rumah yang suci), di mana ia adalah tempat para nabi dan orang Islam.”

Diriwayatkan oleh Mujahid dari Ibn ‘Abbas, “Ia adalah Tursina dan sekelilingnya.”

Qatadah berpendapat ia adalah Syam.

Sedangkan riwayat Ibn Zaid, As Suddi dan Ikrimah dari Ibn Abbas menyatakan ia adalah Ariha.

At Tabari berkata,
“Ia adalah ardh al­ muqaddasah sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Musa adalah bumi seperti bumi lain, tidak diketahui hakikat kebenarannya kecuali dengan khabar. Tidak ada khabar mengenainya yang benar-benar dapat di­ pastikan. Namun, ia tidak keluar dari bumi antara Sungai Al Furat (Euphart) dan Mesir sebagaimana yang disepakati oleh para ahli tafsir, sejarawan dan ulama.”

Kedua, ia bermakna bumi yang manusia diami sekarang sebagaimana mayoritas maksud dari ayat-ayat di atas.

Ketiga, ia bermaksud selain bumi yang tidak pada sifatnya yang dikenal atau bumi di hari akhirat sebagaimana yang terdapat dalam surah Ibrahim, ayat 48.

Dalam Sahih Bukhari dan Muslim terdapat hadits dari Ibn Hazim yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, katanya Rasulullah berkata,
“Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat di atas bumi yang amat putih bagaikan roti yang bulat dan pipih lagi putih, tidak terdapat di dalamnya penolong bagi seseorang.”
Dalam riwayat lain dijelaskan manusia berjalan di atas jambatan atau Ash Shiraath.

Keempat, bermakna tempat, sebagai­ mana pada surah Yusuf, ayat 9. Al Qurtubi menafsirkannya dengan tempat yang jauh dari ayahnya.” Begitu juga dengan penafsiran At Tabari, yang dimaksudkan dengan bumi di sini ialah suatu tempat dari bumi.

Kelima, bermakna bumi Mesir, yaitu yang terdapat dalam surah Al A’raaf, ayat 110; Tha Ha, ayat 57; 63, Asy Syu’araa, ayat 35; Ibrahim, ayat 13. Ini sebagaimana penafsiran yang dikemukakan oleh Asy Syawkani’ dan As­ Sabuni.’

Keenam, bermakna bumi Makkah yaitu yang terdapat dalam surah Al Qashash, ayat 57. Ayat ini mengabarkan kepada manusia tentang alasan kafir Quraisy yang tidak mengikuti petunjuk. Mereka berkata kepada Rasulullah, “Sekiranya kami menyertaimu menurut petunjuk yang engkau bawa itu, kami takut disakiti dan diperangi oleh mereka (kafir Quraisy) yang lain serta diusir dari negeri kami.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:63-65

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

QS 2 Al-Baqarah (8-20) - Indonesian - Dian Sastrowardoyo
QS 2 Al-Baqarah (8-20) - Arabic - Dian Sastrowardoyo


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 11 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 11



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (11 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku