QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 1 [QS. 2:1]

الٓـمّٓ ۚ
Alif laam miim;

Alif Lam Mim.
―QS. 2:1
Topik ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
2:1, 2 1, 2-1, Al Baqarah 1, AlBaqarah 1, Al-Baqarah 1
English Translation - Sahih International
Alif, Lam, Meem.
―QS. 2:1

 

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 1

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Alif Lam Mim.
Ayat pertama surah Al-Baqarah ini terdiri dari huruf-huruf lepas.
Sebagaimana pada surah-surah Makkiyah banyak yang dibuka dengan huruf-huruf lepas seperti Alif Lam Ra, Alif Lam Mim Ra, ha Mim, ta Ha, Kaf Ha Ya ‘Ain sad, dan lain-lain.

Surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf singkatan (muqattha’ah) semuanya berjumlah 29 surah.
Selengkapnya sebagai berikut:
al-Baqarah dengan Alif Lam Mim, Ali ‘Imran dimulai dengan Alif Lam Mim, al-A’raf dimulai dengan Alif Lam Mim sad, Yunus dengan Alif Lam Ra, Hud dengan Alif Lam Ra, ar-Ra’d dengan Alif Lam Mim Ra;
Ibrahim dengan Alif Lam Ra;
al-hijr dengan Alif Lam Ra;
Maryam dengan Kaf Ha Ya ‘Ain sad;
taha dengan ta ha;
asy-Syu’ara’ dengan ta Sin Mim;
an-Naml dengan ta Sin;
al-Qasas dengan ta Sin Mim;
al-‘Ankabut dengan Alif Lam Mim;
ar-Rum dengan Alif Lam Mim, Luqman dengan Alif Lam Mim, as-Sajdah dengan Alif Lam Mim, Yasin dengan Ya Sin;
Shad dengan Shad;
al-Mu’min dengan Ha Mim;
Fushshilat dengan Ha Mim;
asy-Syura dengan ha Mim;
az-Zukhruf dengan ha Mim;
ad-Dukhan dengan ha Mim;
Al-Jastiyah dengan Ha Mim;
Al-Ahqaf dengan Ha Mim;
Qaf dengan Qaf;
dan Al-Qalam dengan Nun.
Huruf yang disebutkan ini berjumlah 14 huruf, yaitu setengah dari huruf hijaiyah.
Huruf-huruf ini adalah huruf-huruf yang banyak terpakai dalam bahasa Arab.
Huruf-huruf ini ada yang disebutkan berulang-ulang.

Ada dua hal yang perlu dibicarakan tentang huruf-huruf abjad yang disebutkan pada permulaan beberapa surah dari Alquran itu, yaitu apa yang dimaksud dengan huruf ini, dan apa hikmahnya menyebutkan huruf-huruf ini.

Tentang soal pertama, maka para mufasir berlainan pendapat:

1. Ada yang menyerahkan saja kepada Allah, dengan arti mereka tidak mau menafsirkan huruf-huruf itu.
Mereka berkata,
“Allah saja yang mengetahui maksudnya.”
Mereka menggolongkan huruf-huruf itu ke dalam golongan ayat-ayat mutasyabihat.

2. Ada yang menafsirkannya.
Mufasir yang menafsirkannya ini berlain-lain pula pendapat mereka:

a.Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah isyarat (singkatan dari kata-kata), umpamanya Alif Lam Mim.
Maka Alif adalah singkatan dari
“Allah”,
Lam singkatan dari
“Jibril”,
dan Mim singkatan dari Muhammad, yang berarti bahwa Alquran itu datangnya dari Allah, disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad.
Pada Alif Lam Ra, Alif singkatan dari
“Ana”,
Lam singkatan dari
“Allah”
dan Ra singkatan dari
“ar-Rahman”,
yang berarti
“Aku Allah Yang Maha Pengasih.”

b.
Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama dari surah yang dimulai dengan huruf-huruf itu.

c.
Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan huruf-huruf abjad ini adalah huruf-huruf abjad itu sendiri.
Maka yang dimaksud dengan Alif adalah
“Alif”,
yang dimaksud dengan Lam, adalah
“Lam”,
yang dimaksud dengan Nun adalah
“Nun”,
dan begitu seterusnya.

d.
Huruf-huruf abjad itu untuk menarik perhatian.
Ada mufasir yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad ini didatangkan oleh Allah pada permulaan beberapa surah Alquran untuk menarik perhatian.
Memulai pembicaraan dengan huruf-huruf abjad adalah suatu cara yang belum dikenal oleh Bangsa Arab pada waktu itu, karena itu maka hal ini menarik perhatian mereka.

e.
Untuk tantangan.
Menurut para mufasir ini, huruf-huruf singkatan itu disebut Allah pada permulaan beberapa surah dari Alquran, hikmahnya adalah untuk
“menantang”.
Tantangan itu bunyinya kira-kira begini:
Alquran itu diturunkan dalam bahasa Arab, yaitu bahasa kamu sendiri, yang tersusun dari huruf-huruf singkatan, seperti Alif, Lam Mim Ra, Kaf Ha Ya ‘Ain sad, Qaf, ta Sin dan lain-lain.
Maka kalau kamu tidak percaya bahwa Alquran datangnya dari Allah dan kamu mendakwakan datangnya dari Muhammad, yakni dibuat oleh Muhammad sendiri, maka cobalah kamu buat ayat-ayat yang seperti ayat Alquran ini.
Kalau Muhammad dapat membuatnya tentu kamu juga dapat membuatnya”

Maka ada
“penantang”,
yaitu Allah, dan ada
“yang ditantang”,
yaitu bangsa Arab, dan ada
“alat penantang”,
yaitu Alquran.
Sekalipun mereka adalah orang-orang yang fasih berbahasa Arab, dan mengetahui pula seluk beluk bahasa Arab menurut naluri mereka, karena di antara mereka itu ada pujangga-pujangga, penyair-penyair dan ahli-ahli pidato, namun demikian mereka tidak bisa menjawab tantangan Alquran dengan membuat ayat-ayat seperti Alquran.
Ada juga di antara mereka yang memberanikan diri untuk menjawab tantangan Alquran itu, dengan mencoba membuat kalimat-kalimat seperti ayat-ayat Alquran itu, tetapi sebelum mereka ditertawakan oleh orang-orang Arab itu, lebih dahulu mereka telah ditertawakan oleh diri mereka sendiri.













Iklan



Ikuti RisalahMuslim