Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 80


وَ لُوۡطًا اِذۡ قَالَ لِقَوۡمِہٖۤ اَتَاۡتُوۡنَ الۡفَاحِشَۃَ مَا سَبَقَکُمۡ بِہَا مِنۡ اَحَدٍ مِّنَ الۡعٰلَمِیۡنَ
Waluuthan idz qaala liqaumihi ata’tuunal faahisyata maa sabaqakum bihaa min ahadin minal ‘aalamiin(a);

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya).
(Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka:
“Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”
―QS. 7:80
Topik ▪ Pahala Iman
7:80, 7 80, 7-80, Al A’raaf 80, AlAraaf 80, Al Araf 80, Al-A’raf 80
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Lut untuk menyampaikan amanat Tuhan kepada kaumnya supaya menyembah-Nya dan kemudian secara mengejek Nabi Lut berkata kepada mereka dengan kata-kata: "Benarkah kamu melakukan perbuatan yang sangat buruk itu, perbuatan yang belum pernah seorang pun dari manusia pada masa sebelum kamu melakukannya?"
Ucapan Nabi Lut seperti itu adalah untuk menyadarkan mereka bagaimana buruknya melakukan perbuatan itu dari kalangan lain, berarti mereka itulah pelopor dalam melakukan kelakuan buruk ini dan mereka berserikat dalam dosa yang dibuat oleh pengikut mereka sampai akhir zaman.
Hal ini sejalan dengan hadis Nabi sebagai berikut:

Barang siapa mengajak kepada jalan yang benar, maka dia mendapat ganjaran sama banyaknya dengan ganjaran yang diberikan kepada pengikut-pengikutnya dan tidak sedikit pun mengurangi ganjaran mereka itu.
Dan barang siapa yang mengajak berbuat kejahatan, maka ia mendapat dosa sama banyaknya dengan dosa pengikut-pengikutnya dan tidak mengurangi sedikit pun dari dosa mereka itu.
(H.R Bukhari)

Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan maksud memperkembangbiakkan umat manusia guna memakmurkan alam ini karena Allah menjadikan perempuan dengan fungsi wadah memperanakkan bibit yang ditanam oleh lelaki.
Untuk itu Allah menjadikan pada masing-masing nafsu birahi yang mendorong kebutuhan bertemunya antara kedua jenis tersebut selaku jalan untuk pembiakan umat manusia.
Karena Allah tidak menciptakan laki-laki semata atau perempuan semata tetapi Allah menciptakan Adam dan Hawa.

Perempuan dalam bentuk kejadiannya adalah indah, halus dan menarik.
Namun antara keduanya saling tarik-menarik laksana tarikan antara positif dan negatif.
Jika demikian hal kejadian manusia itu alangkah ganjilnya bila ada golongan manusia yang menyimpang dari ketentuan Allah itu.
Alangkah besarnya pelanggaran terhadap kemanusiaan yang dilakukan seseorang laki-laki dengan menggauli laki-laki yang tidak berfungsi untuk meneruskan keturunan.

Jika dipandang oleh masyarakat bunuh-membunuh adalah perbuatan yang sangat rendah, maka tidaklah ada perbuatan yang menjauhkan derajat manusia dari kemanusiaan lebih rendah dari itu malahan lebih rendah daripada makhluk hewan karena di kalangan hewan tidak ada yang bercampur jantan dengan jantan.
Jelas hal demikian itu menunjukkan bahwa lelaki itu untuk perempuan dan perempuan untuk laki-laki dan itulah sunnatullah.
Tetapi kaum Lut bukan saja mereka ingkar kepada Allah dan tidak bersyukur kepada nikmat-Nya bahkan lebih dari itu, mereka melakukan homoseksual yang juga akhirnya mendorong para wanita melakukan lesbian.
Kepada kaum yang seperti ini Allah mengutus Nabi Lut untuk menyampaikan amanat Tuhan supaya kembali kepada agama yang benar dengan meninggalkan pekerjaan yang bertentangan dengan sunnatullah.
Setelah mereka menolak seruan Lut, maka Allah membinasakan kaum tersebut.

Nabi Lut adalah anak Haran.
Bapak Haran adalah saudara Nabi Ibrahim a.s.
Lut dilahirkan di daerah tepian timur dari selatan Irak yang dahulunya dinamakan Babilon.
Atas kehendak Nabi Ibrahim, Lut berdiam di kota Sodom salah satu kota di daerah Yordania.
Lut wafat di sekitar Yordan dahulu terkenal dengan nama Laut Lut.

Al A'raaf (7) ayat 80 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami telah mengutus Luth kepada kaumnya.
Ia mengajak mereka kepada tauhid.
Ia juga mengingatkan mereka agar meninggalkan perbuatan yang paling jelek dengan berkata, "Apakah kalian melakukan sesuatu yang sangat keji dan keluar dari fitrah, yang kalian ciptakan berkat kelainan seksual yang kalian derita dan tidak ada seorang pun yang mendahului kalian melakukan hal seperti itu?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (Luth) kemudian disebutkan badalnya yaitu, (tatkala dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu) yakni mendatangi dubur/anus laki-laki (yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun di dunia ini sebelummu?") dari kalangan manusia dan jin.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan ingatlah (wahai Rasul) Nabi Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya :
Mengapa kalian melakukan perbuatan mungkar yang sangat keji?
Perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Lut.

Bentuk lengkapnya ialah: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Lut.
Atau dan ingatlah Lut, ketika ia berkata kepada kaumnya.

Lut adalah Ibnu Haran ibnu Azar, yaitu anak saudara lelaki Nabi Ibrahim Al-Khalil 'alaihis salam Dia telah beriman bersama Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan hijrah ke tanah Syam bersamanya.
Kemudian Allah mengutus Nabi Lut kepada kaum Sodom dan daerah-daerah sekitarnya untuk menyeru mereka agar menyembah Allah subhanahu wa ta'ala., memerintahkan mengerjakan kebajikan, dan melarang mereka melakukan perbuatan mungkar.
Saat itu kaum Sodom tenggelam di dalam perbuatan-perbuatan yang berdosa, hal-hal yang diharamkan, serta perbuatan fahisyah yang mereka adakan sendiri dan belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan Bani Adam dan juga oleh lainnya, yaitu mendatangi jenis laki-laki, bukannya jenis perempuan (homoseks).
Perbuatan ini merupakan suatu hal yang belum pernah dilakukan oleh Bani Adam, belum dikenal dan belum pernah terbetik dalam hati mereka untuk melakukannya selain penduduk Sodom, semoga laknat Allah tetap menimpa mereka.

Amr ibnu Dinar telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?
(Al A'raf:80) Amr ibnu Dinar berkata, "Tidak ada seorang lelaki pun yang menyetubuhi lelaki lain kecuali kaum Nabi Lut yang pertama-tama melaku­kannya."

Al-Walid ibnu Abdul Malik —Khalifah Umawiyah, pendiri masjid Dimasyq (Damaskus)— mengatakan, "Sekiranya Allah subhanahu wa ta'ala.
tidak menceritakan kepada kita mengenai berita kaum Nabi Lut, niscaya saya tidak percaya bahwa ada lelaki menaiki lelaki lainnya."

Karena itulah maka Nabi Lut mengatakan kepada kaumnya, seperti yang disitir oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 80 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 80



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (29 votes)
Sending