Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 74


وَ اذۡکُرُوۡۤا اِذۡ جَعَلَکُمۡ خُلَفَآءَ مِنۡۢ بَعۡدِ عَادٍ وَّ بَوَّاَکُمۡ فِی الۡاَرۡضِ تَتَّخِذُوۡنَ مِنۡ سُہُوۡلِہَا قُصُوۡرًا وَّ تَنۡحِتُوۡنَ الۡجِبَالَ بُیُوۡتًا ۚ فَاذۡکُرُوۡۤا اٰلَآءَ اللّٰہِ وَ لَا تَعۡثَوۡا فِی الۡاَرۡضِ مُفۡسِدِیۡنَ
Waadzkuruu idz ja’alakum khulafaa-a min ba’di ‘aadin wabau-waakum fiil ardhi tattakhidzuuna min suhuulihaa qushuuran watanhituunal jibaala buyuutan faadzkuruu aalaa-allahi walaa ta’ tsau fiil ardhi mufsidiin(a);

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi.
Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
―QS. 7:74
Topik ▪ Tauhid Rububiyyah
7:74, 7 74, 7-74, Al A’raaf 74, AlAraaf 74, Al Araf 74, Al-A’raf 74
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 74. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah Nabi Saleh mengajak kaumnya menyembah Allah dan menasihati mereka supaya berbuat baik kepada unta itu mulailah Nabi Saleh mengingatkan mereka kepada nikmat-nikmat Allah yang mereka peroleh antara lain mereka diberi kekuasaan dan kekuatan untuk memakmurkan bumi ini sebagai pengganti kaum `Ad.
Mereka diberi oleh Allah subhanahu wa ta’ala kecakapan dan kesanggupan membuat istana-istana dan pengetahuan membuat bahan-bahan bangunan seperti batu bata, kapur, dan genteng dan keahlian serta ketabahan dalam memahat bukit-bukit dan gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah kediaman dan tempat tinggal mereka pada musim dingin menjadikan bukit dan gunung sebagai bungalow untuk menghindarkan bahaya hujan dan dingin dan barulah mereka keluar dari bukit itu pada musim-musim lain guna pertanian dan pekerjaan-pekerjaan yang lain.
Nabi Saleh menyeru mereka supaya mengingati nikmat-nikmat Allah tersebut agar mereka bersyukur kepada-Nya dengan hanya menyembah kepada-Nya dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang merusak di atas bumi ini antara lain perbuatan yang tidak diridai oleh Allah berupa kekufuran dan kemusyrikan serta kezaliman.

Al A'raaf (7) ayat 74 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 74 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 74 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah ketika Allah menjadikan kalian pewaris-pewaris negeri ‘Ad.
Dia menurunkan kalian di sebuah negeri sebagai tempat tinggal yang indah.
Tanah-tanahnya yang datar kalian jadikan istana-istana yang megah.
Gunung-gunungnya kalian pahat untuk dijadikan rumah-rumah.
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah ketika Dia menempatkan kalian di negeri seperti itu.
Janganlah kalian berlaku semena-mena di muka bumi ini dengan menjadi perusak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti) di bumi ini (sesudah kaum Ad dan memberikan tempat bagimu) yakni menempatkan kamu (di bumi.
Kamu dirikan istana-istana di atas tanah-tanah yang datar) sebagai tempat tinggalmu di musim panas (dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah) yang kamu tempati di musim dingin, dinashabkannya lafal buyuutan menjadi hal dari lafal yang tersimpan (maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan ingatlah nikmat Allah atas kalian, yaitu ketika Dia menjadikan kalian sebagai penerus orang-orang sebelum kalian di muka bumi, setelah kaum Ad dibinasakan, dan memberikan kepada kalian tempat di tanah yang baik.
Kalian dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar, kalian bisa pahat gunung-gunungnya sehinga menjadi rumah-rumah.
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah atas kalian dan janganlah kalian berjalan di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 74

AALAA
ءَالَآء

Lafaz ini adalah jamak dari alan, ilyun dan ilan maknanya ialah nikrnat.

Al Kafawi berkata,
ia bermakna nikmat yang zahir atau nampak.

Menurut Al Baghawi, mufradnya adalah ilyun dan ilan seperti mi’an dan am’a, wiqfan dan aqfa’. Ayat yang sama arti dengannya adalah aanaa allail yang mana mufradnya adalah inan dan inyun, ia (ala’) bermakna nikmat-nikmat Allah dan ini sesuai dengan pendapat Al Alusi.

Lafaz aala disebut sebanyak 34 kali di dalam A Quran, yaitu pada surah:
Al A’raf (7), ayat 69, 74;
An Najm (53), ayat 55;
Ar Rahmaan (55), ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77.

Aalaa’ adalah tanda kekuasaan dan keesaan Allah yang mana ia mencakup segala nikmat berupa menolak bala, menunda azab, mengekalkan makhluk kepada saat binasanya, menunda azab kepada orang yang berbuat maksiat, nikmat diatas pegaturan Nya terhadap alam ini, mengatur musim panas dan musim hujan, memberikan berbagai­ bagai nikmat yang tidak terhitung seperti menstabilkan udara, perbedaan musim-musim dan sebagainya.

Di dalam Tafsir Al Khazin dijelaskan, lafaz ini diulang 31 kali dalam surah Ar Rahmaan untuk menegaskan nikmat supaya selalu mengingatnya, memberikan kefahaman dan supaya manusia mengakui nikmat-nikmat lni.

Menurut Al Fakhr Ar Razi, dalam ayat,

فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

terdapat dua perkara:

Pertama, dalam ayat ini ada perkara yang tersembunyi (idmar). Perkara itu adalah, “Ingatlah nikmat- nikmat Allah dan kerjakanlah amalan yang sesuai dengan nikmat-nikmat itu semoga kamu beruntung. Perintah beramal (al-‘amal) tidak disebutkan dalam ayat ini karena keshalehan yang membawa kemenangan dan ganjaran tidak tercapai hanya dengan mengingat saja, tetapi perlu dengan amalan.

Kedua, Ibn Abbas berkata,
Alaa allah berarti nikmat-nikmat Allah atasmu.

Kesimpulannya, makna aalaa ialah segala bentuk nikmat Allah terhadap manusia.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:43

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 74 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 74



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (13 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku