Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 66 [QS. 7:66]

قَالَ الۡمَلَاُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡ قَوۡمِہٖۤ اِنَّا لَنَرٰىکَ فِیۡ سَفَاہَۃٍ وَّ اِنَّا لَنَظُنُّکَ مِنَ الۡکٰذِبِیۡنَ
Qaalal malal-ladziina kafaruu min qaumihi innaa lanaraaka fii safaahatin wa-innaa lanazhunnuka minal kaadzibiin(a);

Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata:
“Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta”.
―QS. 7:66
Topik ▪ Hewan melata
7:66, 7 66, 7-66, Al A’raaf 66, AlAraaf 66, Al Araf 66, Al-A’raf 66

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa para pemuka kaum Hud yang tetap dalam kekufuran dan tetap menentang kerasulan Hud bukan saja menolak seruannya malahan mereka menegaskan bahwa mereka berada dalam agama yang benar dan mereka memandang bahwa Nabi Hud itulah yang berada dalam kesesatan disebabkan ia meninggalkan agama mereka dan menghina orang-orang yang terkemuka di kalangan kaumnya yang mereka anggap suci.
Orang-orang yang dianggap suci itu setelah mati mereka keramatkan dalam bentuk patung guna mendapatkan syafaatnya dan keberkatan dari mereka.
Nabi Hud a.s.
menentang paham mereka itu.
Karena itu mereka menuduh bahwa Nabi Hud adalah pendusta berada dalam kesesatan sebagaimana halnya rasul-rasul dahulu juga didustakan oleh kaumnya, disebabkan mereka berlawanan paham dengan kaumnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para tokoh dan pemuka mereka berkata, “Kami memandangmu dalam keadaan lemah akal karena menyerukan hal semacam itu.
Kami sangat yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang bohong.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal) yaitu bodoh (dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.”) di dalam kerasulanmu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para pemuka kafir dari kaum Hud berkata :
Sungguh kami mengetahui kamu dan seruanmu kepada kami agar kami meninggalkan sembahan-sembahan kami menuju ibadah hanya kepada Allah adalah perbuatan orang yang kurang akal, dan kami yakin bahwa kamu termasuk orang yang berdusta atas nama Allah dengan ucapanmu itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata.

Al-Mala’, pembesar dan pemuka dari kalangan suatu kaum.

“Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.”

Maksudnya, kalian berada dalam kesesatan, karena kamu menyeru kami untuk meninggalkan berhala-berhala kami, dan menyeru kami untuk menyembah Allah semata.
Perihal mereka sama dengan apa yang dilakukan oleh pemuka-pemuka Quraisy terhadap seruan yang disampaikan oleh Nabi ﷺ yang mengajak mereka kepada menyembah Allah semata.
Seperti yang dinyatakan oleh firman-Nya:

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Maha Esa?
(Shaad:5), hingga akhir ayat.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Al A'raaf (7) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al A'raaf (7) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al A'raaf (7) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 206 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/7-66







Pembahasan ▪ kandungan surah alaraf ayat 66

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta