Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 65


وَ اِلٰی عَادٍ اَخَاہُمۡ ہُوۡدًا ؕ قَالَ یٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ اِلٰہٍ غَیۡرُہٗ ؕ اَفَلَا تَتَّقُوۡنَ
Waila ‘aadin akhaahum huudan qaala yaa qaumii’buduullaha maa lakum min ilahin ghairuhu afalaa tattaquun(a);

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud.
Ia berkata:
“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya.
Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”
―QS. 7:65
Topik ▪ Pengukuhan kenabian dengan mukjizat
7:65, 7 65, 7-65, Al A’raaf 65, AlAraaf 65, Al Araf 65, Al-A’raf 65
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus kepada kaum `Ad Nabi Hud dari kalangan mereka sendiri dan memerintahkan kepadanya untuk menyeru kaumnya supaya menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan segala sesuatu yang dituhankan mereka karena selain Allah bukanlah Tuhan, karenanya tidak patut disembah, karena segala ibadat haruslah diperuntukkan kepada Allah sendiri dan tidaklah bagi lain-Nya.
Oleh sebab itu Nabi Hud a.s.
menganjurkan kepada mereka supaya bertakwa kepada Allah dan meninggalkan segala sesuatu yang dimurkai-Nya untuk menghindarkan diri daripada siksaan-Nya.
Pada waktu dan kesempatan yang lain beliau menyilahkan kepada kaumnya agar mereka menggunakan akal pikirannya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud.
Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.
Kamu hanyalah mengada-adakan saja.
Hai kaumku, aku tidak minta upah kepadamu bagi seruanku ini.
Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku.
Maka tidakkah kamu memikirkannya?

(Q.S Hud: 50-51)

'Ad adalah anak Iram bin Aus bin Sam bin Nuh.
Demikian diterangkan oleh Muhammad bin Ishak.
Menurut Ibnu Ishak, Al-Kalbi berkata: Kaum `Ad itu adalah penyembah berhala sebagaimana halnya kaum Nabi Nuh yang mematungkan orang-orang yang dipandang keramat setelah mati.
Kemudian ditingkatkan patung-patung itu sebagai tuhan.
Kaum `Ad pun membuat patung-patung, mereka namakan Samud dan yang lain lagi mereka namakan Al-Hatar.
Kaum `Ad itu bertempat tinggal di Yaman di daerah Ahqaf antara Amaan dan Hadramaut.
Mereka adalah kaum yang berbuat kerusakan di bumi ini karena mereka berbangga dengan kekuatan fisik yang tidak dimiliki oleh kaum yang lain.

Mereka memperlakukan penduduk bumi ini sekehendak mereka secara zalim.
Karena itu Allah mengutus Nabi Hud dari kalangan mereka sebab sudah menjadi kebijaksanaan Allah pengutusan rasul-rasul itu diambil dari kaumnya sendiri yang lebih mengerti tentang kaumnya dan lebih dapat diterima seruannya karena mengetahui kepribadiannya.
Akan tetapi ketika Nabi Hud menjalankan risalahnya yaitu menyeru kaumnya supaya menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan perbuatan yang zalim, seruan Nabi Hud tersebut mereka dustakan dan malahan mereka menentangnya sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah yaitu:

Adapun kaum 'Ad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?"
Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatannya dari mereka?
Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.

(Q.S Fussilat: 15)

Al A'raaf (7) ayat 65 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seperti halnya Kami mengutus Nuh kepada kaumnya untuk mengajak kepada keesaan Tuhan, Kami juga mengutus Hud kepada kaum 'Ad.
[1] Hud adalah bagian dari mereka.
Hubungannya dengan mereka seperti hubungan persaudaraan.
Hud berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sembahlah Allah semata.
Tidak ada tuhan yang patut kalian sembah selain Dia.
Itulah cara menjaga diri dari kejahatan dan siksaan.
Sebuah jalan yang lurus.
Mengapa kalian tidak menempuhnya agar terjaga dari kejahatan dan kerusakan?"

[1] Di antara bangsa-bangsa Semit yang paling kuat adalah kaum 'Ad.
Mereka merupakan generasi pertama dari bangsa Arab (al Ba'idah).
Perkampungan mereka berada di lembah Ahqaf yang disebut di dalam Al Quran, surat al-Ahqaf ayat 21.
Para pakar Islam sepakat, meskipun sedikit berbeda dalam hal penentuan tempat, bahwa ahqaf berada di negeri Yaman.
Menurut Yaqut al-Hamawy, letak lembah tersebut ada di antara Oman dan Mahre.
Ibn Ishaq--dengan mengutip pendapat Ibn 'Abbas--dan Ibn Khaldun mengatakan letaknya berada di daerah pasir antara Oman dan Hadramaut.
Qatadah berpendapat, letaknya di daerah pasir pinggir laut yang ditumbuhi tanaman di negeri Yaman.
Yang juga perlu diingat, menurut sebagian pakar barat, tempat tinggal 'Ad berada di dataran tinggi Hijaz, tepatnya di daerah Hasma, dekat dengan tempat tinggal Tsamud.
Menurut pendapat manapun, tidak tertutup kemungkinan bahwa kaum 'Ad pada suatu masa pernah bepergian dari Ahqaf ke daerah tersebut.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) Kami telah mengutus (kepada kaum Ad) yang pertama (saudara mereka yaitu Hud.
Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah) tauhidkanlah Allah (sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya.
Maka mengapa kamu tidak bertakwa?") kamu tidak takut kepada-Nya sehingga kamu mau mengimani-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah mengutus kepada Kamu Ad saudara mereka, yaitu Nabi Hud.
Ketika mereka menyekutukan Allah dengan menyembah berhala-berhala.
Dia (Hud) berkata kepada mereka :
Beribadahlah hanya kepada Allah, tidak ada Ilah bagi kalian yang berhak disembah kecuali Dia yang Mahaagung lagi Mahatinggi.
Ikhlaskan ibadah kalian hanya pada-Nya.
Mengapa kalian tidak takut pada siksa Allah dan kemurkaan-Nya atas kalian?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman, "Sebagaimana Kami utuskan Nuh kepada kaumnya, maka Kami pun mengutus kepada kaum 'Ad saudara mereka, yaitu Hud."

Menurut Muhammad ibnu Ishaq, kaum Nabi Hud berasal dari ‘Ad ibnu Iram ibnu Iwad ibnu Sam ibnu Nuh 'alaihis salam Menurut kami, mereka adalah kaum 'Ad pertama yang disebut oleh Allah dalam Kitab­Nya.
Mereka adalah keturunan dari 'Ad ibnu Iram yang bertempat tinggal di gedung-gedung yang tinggi tiang-tiangnya di daerah pedalaman.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya:

Apakah kamu belum memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad?
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.
(89:6-8)

Demikian itu karena besarnya tubuh mereka dan dahsyatnya kekuatan mereka, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya yang lain:

Adapun kaum 'Ad, maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata.”Siapakah yang lebih besar kekuatannya daripada kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka?
Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.
(Al Fushilat:15)

Tempat tinggal mereka di negeri Yaman adalah di Ahqaf, yakni suatu daerah yang semuanya terdiri atas bukit-bukit pasir.

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abu Sa’id Al-Khuza'i, dari Abut Tufail (yaitu Amir ibnu Wasilah) bahwa ia pernah mendengar Ali berkata kepada seorang lelaki dari Hadramaut, "Apakah engkau pernah melihat gundukan pasir merah yang dicampuri dengan tanah liat keras yang merah, dan dipenuhi dengan pohon arak dan pohon siar, tepatnya terletak di bagian anu dari kawasan Hadramaut?"
Lelaki itu menjawab, "Ya saya pernah melihatnya, hai Amirul Mu’minin.
Demi Allah, engkau benar-benar menggambar­kannya seperti orang yang pernah melihatnya." Ali r.a.
berkata, "Tidak, tetapi saya pernah diberi tahu oleh hadis tentangnya." Lelaki dari Hadramaut itu bertanya lagi, "Mengapa engkau tanyakan tempat ter­sebut, wahai Amirul Mu’minin?"
Ali r.a.
menjawab, "Padanya terdapat kuburan Hud 'alaihis salam"

Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.
Di dalamnya terkandung informasi yang menyatakan bahwa tempat tinggal kaum Nabi Hud adalah negeri Yaman karena Nabi Hud sendiri dimakamkan di tempat tersebut.

Nabi Hud adalah seorang yang paling mulia keturunannya di antara kaumnya.
Karena sesungguhnya semua rasul diutus oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dari kalangan kabilah yang paling utama dan paling dihormati di kalangan kaumnya.
Tetapi kaum Nabi Hud —sebagaimana tubuh mereka yang besar lagi perkasa, begitu pula hati mereka sangat keras— mereka adalah suatu umat yang paling mendustakan perkara hak.

Karena itulah Allah mengutus kepada mereka Nabi Hud 'alaihis salam yang menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, taat kepada-Nya, dan bertakwa kepada-Nya.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 65 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 65



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.8
Rating Pembaca: 4.4 (28 votes)
Sending