Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 65 [QS. 7:65]

وَ اِلٰی عَادٍ اَخَاہُمۡ ہُوۡدًا ؕ قَالَ یٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ اِلٰہٍ غَیۡرُہٗ ؕ اَفَلَا تَتَّقُوۡنَ
Waila ‘aadin akhaahum huudan qaala yaa qaumii’buduullaha maa lakum min ilahin ghairuhu afalaa tattaquun(a);
Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka.
Dia berkata,
“Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia.
Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”
―QS. 7:65
Topik ▪ Pengukuhan kenabian dengan mukjizat
English Translation - Sahih International
And to the ‘Aad (We sent) their brother Hud.
He said,
“O my people, worship Allah;
you have no deity other than Him.
Then will you not fear Him?”
―QS. 7:65

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَإِلَىٰ dan kepada

And to
عَادٍ kaum ‘Ad

Aad
أَخَاهُمْ saudara mereka

(We sent) their brother
هُودًا Hud

Hud.
قَالَ dia berkata

He said,
يَٰقَوْمِ wahai kaumku

“O my people!
ٱعْبُدُوا۟ sembahlah

Worship
ٱللَّهَ Allah

Allah,
مَا tidak

not
لَكُم bagi kalian

for you
مِّنْ dari

any
إِلَٰهٍ Tuhan

god
غَيْرُهُۥٓ selain Dia

other than Him.
أَفَلَا maka mengapa tidak

Then will not
تَتَّقُونَ kamu bertakwa

you fear (Allah)?”

 

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 65

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seperti halnya Kami mengutus Nuh kepada kaumnya untuk mengajak kepada keesaan Tuhan, Kami juga mengutus Hud kepada kaum ‘Ad.
[1] Hud adalah bagian dari mereka.
Hubungannya dengan mereka seperti hubungan persaudaraan.
Hud berkata kepada mereka,
“Wahai kaumku, sembahlah Allah semata.
Tidak ada tuhan yang patut kalian sembah selain Dia.
Itulah cara menjaga diri dari kejahatan dan siksaan.
Sebuah jalan yang lurus.
Mengapa kalian tidak menempuhnya agar terjaga dari kejahatan dan kerusakan?”

[1] Di antara bangsa-bangsa Semit yang paling kuat adalah kaum ‘Ad.
Mereka merupakan generasi pertama dari bangsa Arab (al Ba’idah).
Perkampungan mereka berada di lembah Ahqaf yang disebut di dalam Alquran, surat al-Ahqaf ayat 21.
Para pakar Islam sepakat, meskipun sedikit berbeda dalam hal penentuan tempat, bahwa ahqaf berada di negeri Yaman.
Menurut Yaqut al-Hamawy, letak lembah tersebut ada di antara Oman dan Mahre.
Ibn Ishaq–dengan mengutip pendapat Ibn ‘Abbas–dan Ibn Khaldun mengatakan letaknya berada di daerah pasir antara Oman dan Hadramaut.
Qatadah berpendapat, letaknya di daerah pasir pinggir laut yang ditumbuhi tanaman di negeri Yaman.
Yang juga perlu diingat, menurut sebagian pakar barat, tempat tinggal ‘Ad berada di dataran tinggi Hijaz, tepatnya di daerah Hasma, dekat dengan tempat tinggal Tsamud.
Menurut pendapat manapun, tidak tertutup kemungkinan bahwa kaum ‘Ad pada suatu masa pernah bepergian dari Ahqaf ke daerah tersebut.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) Kami telah mengutus

(kepada kaum Ad) yang pertama

(saudara mereka yaitu Hud.
Ia berkata,
“Hai kaumku, sembahlah Allah) tauhidkanlah Allah

(sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya.
Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”) kamu tidak takut kepada-Nya sehingga kamu mau mengimani-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah mengutus kepada Kamu Ad saudara mereka, yaitu Nabi Hud.
Ketika mereka menyekutukan Allah dengan menyembah berhalaberhala.
Dia (Hud) berkata kepada mereka,
“Beribadahlah hanya kepada Allah, tidak ada Ilah bagi kalian yang berhak disembah kecuali Dia yang Mahaagung lagi Mahatinggi.
Ikhlaskan ibadah kalian hanya pada-Nya.
Mengapa kalian tidak takut pada siksa Allah dan kemurkaan-Nya atas kalian?”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman,
“Sebagaimana Kami utuskan Nuh kepada kaumnya, maka Kami pun mengutus kepada kaum ‘Ad saudara mereka, yaitu Hud.”

Menurut Muhammad ibnu Ishaq, kaum Nabi Hud berasal dari ‘Ad ibnu Iram ibnu Iwad ibnu Sam ibnu Nuhalaihis salam Menurut kami, mereka adalah kaum ‘Ad pertama yang disebut oleh Allah dalam kitabNya.
Mereka adalah keturunan dari ‘Ad ibnu Iram yang bertempat tinggal di gedung-gedung yang tinggi tiang-tiangnya di daerah pedalaman.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya:

Apakah kamu belum memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad?
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.
(QS. Al-Fajr [89]: 6-8)

Demikian itu karena besarnya tubuh mereka dan dahsyatnya kekuatan mereka, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya yang lain:

Adapun kaum ‘Ad, maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata.”Siapakah yang lebih besar kekuatannya daripada kami?”
Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka?
Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.
(QS. Fushshilat [41]: 15)

Tempat tinggal mereka di negeri Yaman adalah di Ahqaf, yakni suatu daerah yang semuanya terdiri atas bukit-bukit pasir.

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abu Sa’id Al-Khuza’i, dari Abut Tufail (yaitu Amir ibnu Wasilah) bahwa ia pernah mendengar Ali berkata kepada seorang lelaki dari Hadramaut,
“Apakah engkau pernah melihat gundukan pasir merah yang dicampuri dengan tanah liat keras yang merah, dan dipenuhi dengan pohon arak dan pohon siar, tepatnya terletak di bagian anu dari kawasan Hadramaut?”
Lelaki itu menjawab,
“Ya saya pernah melihatnya, hai Amirul Mu’minin.
Demi Allah, engkau benar-benar menggambar­kannya seperti orang yang pernah melihatnya.”
Ali r.a. berkata,
“Tidak, tetapi saya pernah diberi tahu oleh hadis tentangnya.”
Lelaki dari Hadramaut itu bertanya lagi,
“Mengapa engkau tanyakan tempat ter­sebut, wahai Amirul Mu’minin?”
Ali r.a. menjawab,
“Padanya terdapat kuburan Hudalaihis salam

Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.
Di dalamnya terkandung informasi yang menyatakan bahwa tempat tinggal kaum Nabi Hud adalah negeri Yaman karena Nabi Hud sendiri dimakamkan di tempat tersebut.

Nabi Hud adalah seorang yang paling mulia keturunannya di antara kaumnya.
Karena sesungguhnya semua rasul diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dari kalangan kabilah yang paling utama dan paling dihormati di kalangan kaumnya.
Tetapi kaum Nabi Hud —sebagaimana tubuh mereka yang besar lagi perkasa, begitu pula hati mereka sangat keras— mereka adalah suatu umat yang paling mendustakan perkara <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >hak.

Karena itulah Allah mengutus kepada mereka Nabi Hudalaihis salam yang menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, taat kepada-Nya, dan bertakwa kepada-Nya.

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al-A’raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
Adab orang mukmin.
Adab mendengar pembacaan Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Qari Internasional

QS. Al-A’raaf (7) : 65 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Al-A’raaf (7) : 65 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Al-A’raaf (7) : 65 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Al-A’raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Al A'raaf ayat 65 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 65 - Gambar 2

Statistik QS. 7:65
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A’raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An’am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
Sending
User Review
4.4 (28 votes)

Tags:

Quran 7:65, 7 65, 7-65, Al A’raaf 65, tafsir surat AlAraaf 65, Al Araf 65, Al-A’raf 65

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #4

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan

Kamus Istilah Islam