Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 57 [QS. 7:57]

وَ ہُوَ الَّذِیۡ یُرۡسِلُ الرِّیٰحَ بُشۡرًۢا بَیۡنَ یَدَیۡ رَحۡمَتِہٖ ؕ حَتّٰۤی اِذَاۤ اَقَلَّتۡ سَحَابًا ثِقَالًا سُقۡنٰہُ لِبَلَدٍ مَّیِّتٍ فَاَنۡزَلۡنَا بِہِ الۡمَآءَ فَاَخۡرَجۡنَا بِہٖ مِنۡ کُلِّ الثَّمَرٰتِ ؕ کَذٰلِکَ نُخۡرِجُ الۡمَوۡتٰی لَعَلَّکُمۡ تَذَکَّرُوۡنَ
Wahuwal-ladzii yursilurriyaaha busyran baina yadai rahmatihi hatta idzaa aqallat sahaaban tsiqaaalan suqnaahu libaladin mai-yitin faanzalnaa bihil maa-a faakhrajnaa bihi min kullits-tsamaraati kadzalika nukhrijul mauta la’allakum tadzakkaruun(a);
Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu.
Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan.
Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
―QS. Al A’raaf [7]: 57

Daftar isi

And it is He who sends the winds as good tidings before His mercy until, when they have carried heavy rainclouds, We drive them to a dead land and We send down rain therein and bring forth thereby (some) of all the fruits.
Thus will We bring forth the dead;
perhaps you may be reminded.
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 57]

وَهُوَ dan Dia
And He
ٱلَّذِى yang
(is) the One Who
يُرْسِلُ mengirim/meniup
sends
ٱلرِّيَٰحَ angin
the winds
بُشْرًۢا berita gembira
(as) glad tidings
بَيْنَ diantara
from
يَدَىْ hadapan
before
رَحْمَتِهِۦ rahmatNya
His Mercy,
حَتَّىٰٓ sehingga
until,
إِذَآ apabila
when
أَقَلَّتْ membawa
they have carried
سَحَابًا awan
clouds –
ثِقَالًا tebal/berat
heavy,
سُقْنَٰهُ Kami halau dia
We drive them
لِبَلَدٍ ke negeri/tanah
to a land,
مَّيِّتٍ mati/tandus
dead,
فَأَنزَلْنَا lalu Kami turunkan
then We send down
بِهِ dengannya
from it
ٱلْمَآءَ air/hujan
the water
فَأَخْرَجْنَا maka Kami keluarkan
then We bring forth
بِهِۦ dengannya
from it
مِن dari
(of)
كُلِّ setiap
all (kinds)
ٱلثَّمَرَٰتِ buah-buahan
(of) fruits.
كَذَٰلِكَ seperti demikianlah
Thus
نُخْرِجُ Kami keluarkan/bangkitkan
We will bring forth
ٱلْمَوْتَىٰ orang yang telah mati
the dead
لَعَلَّكُمْ agar kalian
so that you may
تَذَكَّرُونَ kamu mengambil pelajaran
take heed.

Tafsir Al-Quran

Surah Al A’raaf
7:57

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 57. Oleh Kementrian Agama RI


Dengan kedua ayat ini Allah menegaskan bahwa salah satu karunia besar yang dilimpahkan kepada hamba-Nya ialah menggerakkan angin sebagai tanda bagi kedatangan nikmat-Nya yaitu angin yang membawa awan tebal yang dihalaunya ke negeri yang kering yang telah rusak tanamannya karena ketiadaan air, kering sumurnya karena tak ada hujan dan penduduknya menderita karena haus dan lapar.
Lalu Dia menurunkan di negeri itu hujan yang lebat sehingga negeri yang hampir mati itu menjadi subur kembali dan sumur-sumurnya penuh berisi air dengan demikian hiduplah penduduknya dengan serba kecukupan dari hasil tanaman-tanaman itu yang berlimpah-ruah.


Mengenai peran hujan yang
"menghidupkan"
lahan yang
"mati"
yang disebutkan dalam Alquran sudah dianalisa oleh para pakar ilmu pengetahuan karena hujan, di samping membawa butiran air, suatu materi yang penting untuk kehidupan semua mahluk hidup di dunia, ternyata butiran air hujan juga membawa serta material yang berfungsi sebagai pupuk.
Saat air laut yang menguap dan mencapai awan, ia mengandung sesuatu yang dapat merevitalisasi daratan yang mati.

Butiran air hujan yang mengandung bahan-bahan revitalisasi tersebut biasa dikenal dengan nama
"surface tension droplets".
Bahan-bahan ini diperoleh dari lapisan permukaan laut yang ikut menguap.

Pada lapisan tipis dengan ketebalan kurang dari seper-sepuluh milimeter dan biasa disebut
"lapisan mikro"
oleh para ahli biologi ini, ditemukan banyak serasah organik yang berasal dari dekomposisi algae renik dan zooplankton.
Beberapa serasah ini mengumpulkan dan menyerap beberapa elemen, seperti fosfor, magnesium dan potasium, yang jarang diperoleh di dalam air laut.

Serasah ini juga menyerap logam berat seperti tembaga, zink, cobalt dan lead.
Tanaman di daratan akan memperoleh sebagian besar garam-garam mineral dan elemen lainnya yang diperlukan untuk pertumbuhannya bersamaan dengan datangnya air hujan.


Garam-garam yang turun bersama air hujan, merupakan suatu miniatur dari pupuk yang biasa digunakan dalam pertanian (Natrium, Potasium, Kalium dan sebagainya).
Logam berat di udara akan membentuk elemen yang akan meningkatkan produktivitas pada saat pertumbuhan dan pembuahan tanaman.

Dengan demikian, hujan adalah sumber pupuk yang sangat penting.
Dengan pupuk yang dikandung pada butiran hujan saja, dalam waktu 100 tahun, tanah yang miskin hara dapat mengumpulkan semua elemen yang diperlukan untuk tumbuhnya tanaman.
Hutan juga tumbuh dan memperoleh keperluan hidupnya dari semua bahan kimia yang berasal dari laut.


Dengan cara demikian, setiap tahun sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi.
Tanpa mekanisme ini, maka mungkin jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui saat ini dan kemungkinan ketidak seimbangan ekologi dapat juga terjadi.


Memang tidak semua negeri yang mendapat limpahan rahmat itu, tetapi ada pula beberapa tempat di muka bumi yang tidak dicurahi hujan yang banyak, bahkan ada pula beberapa daerah dicurahi hujan tetapi tanah di daerah itu hilang sia-sia tidak ada manfaatnya sedikit pun.
Mengenai tanah-tanah yang tidak dicurahi hujan itu Allah ﷻ berfirman:


اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُزْجِيْ سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهٗ ثُمَّ يَجْعَلُهٗ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ جِبَالٍ فِيْهَا مِنْۢ بَرَدٍ فَيُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَصْرِفُهٗ عَنْ مَّنْ يَّشَاۤءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهٖ يَذْهَبُ بِالْاَبْصَارِ

Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki.
Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
(an-Nur [24]: 43)


Menurut ayat ini hujan lebat yang disertai hujan es itu tidak tercurah ke seluruh pelosok di muka bumi, hanya Allah-lah yang menentukan di mana hujan akan turun dan di mana pula awan tebal itu sekadar lewat saja sehingga daerah itu tetap tandus dan kering.


Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 57. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hanya Allahlah yang mengirim angin sebagai pembawa berita datangnya rahmat melalui hujan yang menumbuhkan tanaman dan menyiraminya.
Angin itu membawa awan[1] yang berisikan air.


Kami giring awan tersebut ke suatu daerah yang tidak ditumbuhi tanaman seperti orang mati yang tidak berkehidupan.
Hujan pun lalu turun.


Dengan ayat itu Allah menumbuhkan berbagai macam buah-buahan.
Seperti halnya daerah tersebut dihidupkan dengan ditumbuhkannya tanaman, begitulah Kami menjadikan orang-orang yang telah mati, hidup kembali.


Semoga dengan kejadian ini kalian ingat kekuasaan Allah dan yakin dengan adanya hari kebangkitan.


[1] Ayat ini membenarkan sebuah penemuan ilmiah yang belum diketahui saat Alquran diturunkan, yaitu angin mengandung uap air.


Ketika dihembus, angin akan berkumpul di suatu tempat dan menjadi awan.
Awan inilah yang kemudian menurunkan hujan setelah berkumpul dan menebal.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Allah-lah yang meniupkan angin yang baik dan lembut, yang membawa berita gembira, yaitu hujan yang turun dengan izin Allah.
Kemudian, manusia merasa senang dengan rahmat Allah.


Apabila langit itu membawa awan yang penuh dengan air hujan, Allah mengirimnya untuk menghidupkan suatu negeri yang telah tandus tanahnya dan kering pohon-pohon dan tanaman-tanaannya.
Allah turunkan hujan dengan awan itu di daerah yang kering dan tandus.


Kemudian Dia menumbuhkan bermacam-macam pohon dan tanaman sehingga pohon-pohon itu kembali berbuah.
Begitulah Kami mengeluarkan orang-orang mati dari kubur mereka dalam keadaan hidup setelah mati, seperti Kami menghidupkan negeri yang mati dengan air hujan agar mereka dapat mengambil pelajaran dan menjadikannya petunjuk untuk mengesakan Allah dan beriman kepada kuasa-Nya untuk membangkitkan kembali.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya) yakni terpencar-pencar sebelum datangnya hujan.
Menurut suatu qiraat dibaca dengan takhfif, yaitu syin disukunkan, dan menurut qiraat lainnya dengan disukunkan syinnya kemudian memakai nun yang difatahkan sebagai mashdar.
Menurut qiraat lainnya lagi dengan disukunkan syinnya kemudian didamahkan huruf sebelumnya sebagai pengganti dari nun, yakni mubsyiran.
Bentuk tunggal


(dari yang pertama ialah nusyuurun seperti lafal rasuulun, sedangkan bentuk tunggal yang kedua ialah basyiirun


(sehingga apabila angin itu membawa) maksudnya meniupkan


(mendung yang tebal) yaitu hujan


(Kami halau mendung itu) mega yang mengandung air hujan itu.
Di dalam lafal ini terkandung makna iltifat `anil ghaibiyyah


(ke suatu daerah yang tandus) daerah yang tidak ada tetumbuhannya guna menyuburkannya


(lalu Kami turunkan di daerah itu) di kawasan tersebut


(hujan, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan.
Seperti itulah) cara pengeluaran itulah


(Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati) dari kuburan mereka dengan menghidupkan mereka kembali


(mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran) kemudian kamu mau beriman.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam pembahasan di atas disebutkan bahwa Allah-lah yang mencipta­kan langit dan bumi, dan Dialah Yang Mengatur, Yang Memutuskan, Yang Memerintah, dan Yang Menundukkannya.
Dia memberikan petunjuk kepada mereka agar berdoa kepada-Nya karena Dia Mahakuasa atas semua yang dikehendaki-Nya.
Kemudian dalam pembahasan ayat ini disebutkan bahwa Allah mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dialah yang memberi mereka rezeki, dan bahwa kelak Dia akan membangkitkan orang-orang yang telah mati di hari kiamat.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira.

Yakni angin yang bertiup menyebar membawa awan yang mengandung hujan.
Di antara ahli qiraat ada yang membacanya dengan bacaan yang semakna dengan apa yang dikandung oleh firman-Nya:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengi­rimkan angin sebagai pembawa berita gembira.
(QS. Ar-Rum [30]: 46)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…sebelum kedatangan rahmat-Nya.

Maksudnya, sebelum kedatangan hujan.
Sama pengertiannya dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.
Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
(QS. Asy Shyuura [42]: 28)

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati.
Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati.
Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(QS. Ar-Rum [30]: 50)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung.

Yakni angin tersebut membawa awan yang mengandung air hujan yang ciri khasnya gelap karena berat, penuh dengan air, dan tidak jauh dari permukaan bumi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Kami halau ke suatu daerah yang tandus.

Yakni ke suatu daerah yang kering dan tandus tidak ada tanam-tanamannya.
Ayat ini semakna dengan ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi mati, Kami hidupkan bumi itu.
(QS. Yasin [36]: 33), hingga akhir ayat.

Karena itulah dalam ayat ini —yakni firman selanjutnya— disebutkan:

…maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan.
Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati.


Yaitu sebagaimana Kami hidupkan bumi yang telah mati itu sesudah matinya, demikian pula Kami hidupkan jasad-jasad sesudah tulang belulangnya hancur kelak di hari kiamat.
Di hari kiamat nanti Allah menurunkan hujan dari langit, hujan itu menyirami bumi selama empat puluh hari.
Maka tumbuhlah dari bumi semua jasad dari kuburnya masing-masing seperti tumbuhnya bebijian dari dalam tanah.


Pengertian seperti ini banyak didapat di dalam Alquran.
Diungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebagai perumpamaan kejadian hari kiamat, Allah meng­ungkapkannya dengan contoh Dia menghidupkan bumi yang telah mati.
Karena itulah di akhir ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

…mudah-mudahan kalian mengambil pelajaran.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A’raaf (7) Ayat 57

TSIQAAL
ثِقَال

Lafaz tsiqaaal adalah jamak, mufradnya adalah tsaqil. Mu’annatsnya tsaqilah dan jamaknya tsaqiilaat.

Kata tsaqiil mengandung makna lawan dari khafif (ringan), bekalan para musafir, susah dibawa atau digerakkan baiki itu secara materi maupun maknawi seperti nawmuhu tsaqiil.
Ia juga berarti keadaan yang sukar, bahaya dan genting.

Tsaqilus sam’i berarti pendengarannya sukar.

Tsaqiilul fahm bermakna bodoh dan sebagainya

Lafaz tsiqaal disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al A’raaf (7), ayat 57;
At Taubah (9), ayat 41;
• Ar Rad (13), ayat 12.
Lafaz tsiqaal mengandung dua makna berdasarkan konteks ayat yaitu :
• Sahaaban tsiqaalan seperti dalam surah Al A’raaf

تَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ

Sahaaban bermakna awan dan tsiqaal berarti berat.

Sa’id Hawwa menyatakan, sahaaban tsiqaalan ialah air.

Muhammad Rasyid Rida mengungkapkan, sahaab ialah awan, sedangkan ats tsiqaal minhu (berat dengannya) disebabkan oleh terhimpunnya air yang menguap atau naik ke atas, maksudnya awan yang tebal hasil dari uap air yang naik.

Tafsirannya, Allah yang mentadbir semua urusan makhluknya yang mengirimkan angin untuk membentuk awan yang tebal dan menurunkan air hujan bagi hamba-hamba Nya sebagai rahmat buat mereka.

Allah berfirman,

ٱنفِرُوا۟ خِفَافًا وَثِقَالًا

Lafaz tsiqaal pada ayat ini berkenaan dengan perkara jihad.

Dalam Tafsir Al Maraghi, tsiqaal dalam ayat ini bermakna pergilah berjihad dalam keadaan yang berat seperti dalam keadaan sakit, sedikit harta, sibuk, miskin, sedikit anak, malas, tua, kurus dan sebagainya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:122-123

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

▪ Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
▪ Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
▪ Adab orang mukmin.
▪ Adab mendengar pembacaan Alquran dan berzikir.
▪ Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
▪ Dakwah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio Murottal

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 57 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 57 - Gambar 2
Statistik QS. 7:57
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A’raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An’am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
Sending
User Review
4.4 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
7:57, 7 57, 7-57, Surah Al A'raaf 57, Tafsir surat AlAraaf 57, Quran Al Araf 57, Al-A'raf 57, Surah Al Araf ayat 57
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 7:57

More Videos

Kandungan Surah Al A’raaf

۞ QS. 7:2 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:3 • Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 7:4 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 7:5 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Syirik adalah kezaliman

۞ QS. 7:6 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:7 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:8 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 7:13 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:14 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:15 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:16 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:17 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:18 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:20 • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:21 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:22 • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 7:23 • Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 7:25 • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 7:27 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:28 • Mendustai Allah • Dosa-dosa besar

۞ QS. 7:29 • Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Shalat rukun Islam • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 7:30 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Siksa orang kafir •

۞ QS. 7:33 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 7:34 • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 7:35 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:36 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:37 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Syirik adalah dosa terbesar • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:38 • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 7:39 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 7:40 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 7:41 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:42 • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Toleransi Islam • Keutamaan iman • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 7:43 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 7:44 • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:45 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 7:46 • Batas antara surga dan neraka • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:47 • Ar Rabb (Tuhan) • Golongan Al A’raf • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir •

۞ QS. 7:48 • Golongan Al A’raf • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:49 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Memasuki surga • Golongan Al A’raf •

۞ QS. 7:50 • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 7:51 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 7:52 • Keluasan ilmu Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:53 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Beriman ketika datang hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 7:54 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Arsy • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 7:55 • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:57 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 7:58 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:59 • Tauhid Uluhiyyah • Kedahsyatan hari kiamat • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:60 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:61 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 7:62 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:63 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir •

۞ QS. 7:65 • Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:67 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:68 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:69 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:70 • Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:71 • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 7:72 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:73 • Tauhid Uluhiyyah • Dalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:74 • Dalil Allah atas hambaNya

۞ QS. 7:75 • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:77 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:78 • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:79 • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:83 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 7:84 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:85 • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:86 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:87 • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:88 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:89 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:91 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:92 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:93 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:94 • Hukum alam

۞ QS. 7:95 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:96 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keutamaan iman •

۞ QS. 7:97 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:98 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:99 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:100 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:101 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 7:102 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:103 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:104 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:105 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:110 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:111 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:113 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 7:116 • Hakikat sihir

۞ QS. 7:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:118 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:121 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:122 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:125 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:126 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:128 • Pahala iman • Minta tolong kepada Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kekuatan umat Islam di dunia •

۞ QS. 7:129 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:130 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:131 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Meramal nasib

۞ QS. 7:134 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:136 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:137 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ar Rabb (Tuhan) • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:139 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 7:140 • Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 7:141 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:142 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:143 • Gunung akan hancur bila Allah menampakkan diri di atasnya • Sifat Kalam (berfirman) • Allah tidak dapat dilihat di dunia • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 7:144 • Sifat Kalam (berfirman) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:145 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:146 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:147 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 7:148 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:149 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:150 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:151 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 7:152 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:153 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:154 • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:155 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:156 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:157 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Islamnya ahli kitab • Islam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 7:158 • Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:159 • Islamnya ahli kitab

۞ QS. 7:161 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:162 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:163 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:164 • Ar Rabb (Tuhan) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:165 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Siksaan Allah sangat pedih • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:166 • Siksaan Allah sangat pedih • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:167 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:169 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 7:170 • Pahala iman • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah •

۞ QS. 7:171 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:172 • Tauhid Rububiyyah • Dalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama fitrah •

۞ QS. 7:174 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:175 • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:176 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 7:177 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:178 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:179 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir •

۞ QS. 7:180 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Mengingkari nama-nama Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:182 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:183 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:185 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian •

۞ QS. 7:186 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:187 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 7:188 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 7:189 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:190 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 7:191 • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:192 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:193 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:194 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:195 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:196 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:197 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:198 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:200 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 7:201 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Lemah iman • Sifat-sifat orang mukmin •

۞ QS. 7:202 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:203 • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:205 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:206 • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

Ayat Pilihan

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,
dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
QS. Al-Infitar [82]: 13-15

…,
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia,
sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat lalai.
QS. Ar-Rum [30]: 6-7

Hai orang-orang yang beriman,
makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu & bersyukurlah kepada Allah,
jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
QS. Al-Baqarah [2]: 172

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Correct! Wrong!

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Correct! Wrong!

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

sufisme

Apa itu sufisme? su.fis.me nama umum bagi berbagai aliran sufi dalam agama Islam ۞ Variasi nama: sufi … • sufi

Musyrik

Apa itu Musyrik? Musyrik (Arab: المشرك ) menurut syariat Islam adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan apa pun, merupakan kebalikan dari ajaran ketauhidan, yang memiliki arti Mengesakan Allah...

khurafat

Apa itu khurafat? Khurafat, menurut Ibnul Mandzur, والخُرافةُ الحديثُ الـمُسْتَمْلَحُ من الكذِبِ. وقالوا: حديث خُرافةَ Khurafat adalah berita ...