Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 53


ہَلۡ یَنۡظُرُوۡنَ اِلَّا تَاۡوِیۡلَہٗ ؕ یَوۡمَ یَاۡتِیۡ تَاۡوِیۡلُہٗ یَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ نَسُوۡہُ مِنۡ قَبۡلُ قَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِالۡحَقِّ ۚ فَہَلۡ لَّنَا مِنۡ شُفَعَآءَ فَیَشۡفَعُوۡا لَنَاۤ اَوۡ نُرَدُّ فَنَعۡمَلَ غَیۡرَ الَّذِیۡ کُنَّا نَعۡمَلُ ؕ قَدۡ خَسِرُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ وَ ضَلَّ عَنۡہُمۡ مَّا کَانُوۡا یَفۡتَرُوۡنَ
Hal yanzhuruuna ilaa ta’wiilahu yauma ya’tii ta’wiiluhu yaquulul-ladziina nasuuhu min qablu qad jaa-at rusulu rabbinaa bil haqqi fahal lanaa min syufa’aa-a fayasyfa’uu lanaa au nuraddu fana’mala ghairal-ladzii kunnaa na’malu qad khasiruu anfusahum wadhalla ‘anhum maa kaanuu yaftaruun(a);

Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu.
Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu:
“Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”.
Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.
―QS. 7:53
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Azab orang kafir
7:53, 7 53, 7-53, Al A’raaf 53, AlAraaf 53, Al Araf 53, Al-A’raf 53
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bagaimana keadaan orang-orang yang tidak mau mengambil Alquran sebagai petunjuk dan pedoman dalam hidupnya untuk mencapai hidup bahagia di dunia dan di akhirat.
Mereka lebih mempercayai ajaran nenek moyang yang sesat itu daripada mempercayai ajaran Alquran yang nyata benarnya dan disampaikan oleh Rasulullah ﷺ yang benar pula.
Perbuatan mereka yang seperti itu hanyalah menunggu datangnya hukuman Allah saja yang akhirnya mendatangkan penyesalan.
Pada hari kiamat, apa yang mereka tunggu-tunggu itu menjadi kenyataan semuanya.
Bahwa apa yang dijanjikan dan yang diancamkan oleh Rasul-rasul Allah kepada mereka itu akan terbukti, yaitu siapa yang beriman akan berbahagia dan siapa yang kafir akan sengsara dan mendapat hukuman yang berat.
Pada hari itu, orang-orang yang lupa kepada Allah semasa hidupnya dan tidak mau percaya kepada rasul-rasul yang diutus Allah, mereka mengaku bahwa rasul-rasul Allah itu telah membawa kebenaran dan petunjuk, tetapi kami juga yang ragu dan menentangnya.
Pantaslah pada hari ini kami mendapat hukuman yang berat.
Tak ada daya mereka pada hari itu, selain dan mengangan-angankan yang tak mungkin terjadi.
Mereka berangan-angan kalau-kalau ada pertolongan dari orang-orang yang semasa hidupnya di dunia pernah dibesarkan dan disembahnya, atau dari berhala-berhala yang mereka pernah mengabdi kepadanya, atau pun dari nenek moyang mereka yang pernah mereka bertaklid buta kepadanya.
Mereka juga berangan-angan kalau dapat dikembalikan hidup ke dunia, mereka akan bekerja dan beramal, tidak seperti yang dahulu lagi, tetapi berjanji akan bekerja dan beramal hanya semata-mata mencari keridaan Allah.
Angan-angan mereka seperti itu tidak mungkin akan terjadi.
Yang bisa menolong mereka hanyalah iman yang benar dan amal yang saleh.
Tidak mungkin mereka akan dapat kembali hidup ke atas dunia, sebab alam dan seluruh isinya telah hancur dengan datangnya hari kiamat, maka di akhir ayat ini dijelaskan, bahwa mereka telah merugi.
Di dunia mereka merugi karena telah mengotori dirinya dengan syirik dan mengerjakan bermacam-macam maksiat.
Tidak mereka pergunakan waktu hidup mereka untuk membersihkan diri dengan tauhid dan mengerjakan amal saleh.

Sedang pada hari kiamat mereka merugi, karena semua yang mereka kerjakan di dunia adalah sesat tidak membawa keuntungan sedikit pun.
Hilang dan lenyaplah dari pandangan mereka apa yang mereka ada-adakan selama ini.
Mereka mengharapkan syafaat dari segala sesuatu yang mereka sembah.
Syafaat yang diharap-harapkan itu hilang lenyap dan tak kunjung datang.
Akhirnya timbul penyesalan dan kerugian, disangka akan masuk surga, kiranya dibenam dalam neraka.

Al A'raaf (7) ayat 53 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 53 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 53 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sekali-kali mereka tidak meyakininya.
Yang mereka tunggu hanyalah saat kembali yang telah dijelaskan oleh Allah untuk orang yang ingkar kepada-Nya.
Ketika saat itu datang, yaitu hari kiamat, orang-orang yang meninggalkan perintah dan bukti nyata dari Allah serta orang yang melalaikan kewajiban mengimaninya, mengakui dosa-dosa mereka dengan mengatakan, “Telah datang rasul-rasul dari Sang Pencipta dan Pemelihara kami dengan menyeru kepada kebenaran yang dibawanya.
Tetapi kami mengingkarinya.” Mereka bertanya-tanya apakah ada pemberi pertolongan yang dapat menolong mereka.
Tidak satu pun mereka dapati.
Mereka juga bertanya-tanya, apakah mungkin mereka dikembalikan lagi ke dunia untuk dapat beramal saleh.
Tidak ada jawaban untuk mereka.
Mereka telah menghilangkan amal perbuatan dengan terpesona pada keindahan duniawi.
Tuhan-tuhan yang mereka akui dan sembah selain Allah telah lenyap dari mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tiadalah mereka menunggu-nunggu) mereka tidak menunggu (kecuali terlaksananya kebenaran Alquran itu) akibat dari apa yang ada di dalamnya.
(Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Alquran itu) yaitu hari kiamat (berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu,) mereka tidak mau beriman kepada Alquran (“Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat kepada kami atau) dapatkah (kami dikembalikan) ke dunia (sehingga dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”) kami akan mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan.
Kemudian dikatakan kepada mereka, “Tidak dapat.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, (Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri) sebab mereka menjadi binasa (dan lenyaplah) maksudnya hilanglah (dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan) sebagai sekutu Allah yang mereka buat-buat sendiri.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir itu tidak menunggu-nunggu, kecuali terlaksananya bukti kebenaran yang telah dijanjikan di dalam al-Qur an, yaitu siksa yang akan mereka terima.
Pada hari ketika hisab (perhitungan), pembalasan dan siksa pada Hari Kiamat terjadi, orang-orang kafir yang meninggalkan dan mengingkari al-Qur an di dunia itu berkata :
Sekarang telah sangat jelas bagi kami bahwa Rasul-rasul Rabb kami telah datang dengan membawa kebenaran dan nasihat kepada kami.
Adakah bagi kami teman-teman dan pemberi syafaat yang bisa memberikan syafaat kepada kami di sisi Rabb kami, atau kami dapat dikembalikan lagi ke dunia sehingga kami dapat melakukan amal-amal yang diridhai oleh Allah?
Sungguh mereka merugi dengan dimasukkan ke dalam neraka dan kekal di dalamnya.
Sekutu-sekutu yang dahulu mereka sembah selain Allah telah meninggalkan mereka, dan apa yang mereka ada-adakan di dunia dari hal-hal yang dijanjikan oleh setan telah lenyap.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaitu apa yang telah dijanjikan kepada mereka, berupa azab, pembalas­an, surga, dan neraka.
Demikianlah menurut Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Sedangkan menurut Imam Malik, makna yang dimaksud dengan takwil dalam ayat ini ialah balasan atau pahalanya.

Ar-Rabi’ mengatakan bahwa takwil Al-Qur’an masih terus akan berlanjut hingga hari hisab (perhitungan amal) selesai, ahli surga telah masuk surga, dan ahli neraka telah masuk neraka.
Maka pada saat itu sempurnalah takwil Al-Qur’an.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur’an itu.

Yakni pada hari kiamat, menurut pendapat Ibnu Abbas.

…berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu.

Maksudnya, orang-orang yang tidak mau beramal untuk menyambut hari kiamat dan mereka dengan sengaja melupakannya ketika hidup di dunia.

“Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa perkara yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami.

Yakni untuk menyelamatkan kami dari nasib yang menimpa kami sekarang ini.

…atau dapatkah kami dikembalikan.

Yaitu ke dalam kehidupan di dunia.

…sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain, yaitu melalui firman-Nya:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,” (tentulah kamu melihat sesuatu peristiwa yang mengharukan).
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya.
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
(Al An’am:27-28)

Sedangkan dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.

Artinya, mereka merugikan diri mereka sendiri karena pada akhirnya mereka dimasukkan ke dalam neraka dan mereka kekal di dalamnya.

..dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.

Yakni lenyaplah apa yang dahulu mereka sembah selain Allah, sembah-an-sembahan mereka tidak dapat memberikan syafaat kepada mereka, tidak dapat menolong mereka, dan tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab yang mereka alami.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 53 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 53



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (20 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku