QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 42 [QS. 7:42]

وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَا نُکَلِّفُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَہَاۤ ۫ اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ الۡجَنَّۃِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ
Waal-ladziina aamanuu wa’amiluush-shaalihaati laa nukallifu nafsan ilaa wus’ahaa uula-ika ashhaabul jannati hum fiihaa khaaliduun(a);

dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
―QS. 7:42
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
7:42, 7 42, 7-42, Al A’raaf 42, AlAraaf 42, Al Araf 42, Al-A’raf 42

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 42

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 42. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh sesuai dengan kemauannya, mereka akan menjadi penghuni surga.
Balasan mempercayai Allah dan membenarkan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.
yang telah menyampaikan wahyu Allah dan ajaran agamanya, serta dengan penuh ketaatan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya ialah masuk surga, mereka tidak akan dikeluarkan dari dalamnya dan tidak akan dicabut dari mereka segala kenikmatan yang ada buat selama-lamanya.

Allah tidak akan memikulkan kewajiban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya.
Maka semua perintah dan larangan Allah, tidak berat dan memberatkan, tetapi sesuai dengan amal-amal saleh yang akan menjadikan seseorang penghuni surga adalah mudah saja, tidak sulit dan tidak susah.
Jelaslah bahwa agama Islam ini adalah agama yang mudah mengerjakannya, bukanlah agama yang berat.
Mudah dikerjakan oleh laki-laki dan perempuan, mudah dikerjakan muda dan tua, dan mudah dikerjakan oleh orang sehat dan orang sakit.
Malahan mudah dikerjakan oleh semua lapisan masyarakat, di mana saja mereka berada.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang Kami beri tugas-tugas yang dapat dilaksanakan, adalah penghuni surga.
Mereka bersenang-senang dan kekal abadi di dalamnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh) menjadi mubtada, sedangkan firman Allah subhanahu wa ta’ala (Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya) sesuai kemampuannya dalam beramal, ini adalah jumlah mu’taridhah antara mubtada dan khabarnya, sedangkan khabarnya ialah (mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan beramal shalih sesuai dengan kemampuan mereka, Allah tidak akan membebankan kewajiban kepada seseorang, kecuali ia mampu menjalankannya, mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya dan tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah Allah subhanahu wa ta’ala menuturkan keadaan orang-orang yang celaka, maka penuturan-Nya beralih menceritakan keadaan orang-orang yang berbahagia.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh.

Yaitu hatinya beriman dan seluruh anggota tubuhnya mengerjakan amal-amal yang saleh.
Ayat ini merupakan lawan kata dari apa yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala.
sebelumnya, yaitu: Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya.
(Al A’raf:40)


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 42 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 42 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 42 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:42
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta