QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 24 [QS. 7:24]

قَالَ اہۡبِطُوۡا بَعۡضُکُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ ۚ وَ لَکُمۡ فِی الۡاَرۡضِ مُسۡتَقَرٌّ وَّ مَتَاعٌ اِلٰی حِیۡنٍ
Qaala ihbithuu ba’dhukum liba’dhin ‘aduu-wun walakum fiil ardhi mustaqarrun wamataa’un ila hiinin;

Allah berfirman:
“Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain.
Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.
―QS. 7:24
Topik ▪ Zuhud ▪ Singkatnya umur dunia ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
7:24, 7 24, 7-24, Al A’raaf 24, AlAraaf 24, Al Araf 24, Al-A’raf 24

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 24

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah selesai peristiwa Adam ‘alaihis salam sejak dia membuat kedurhakaan yang menjadikan dia sesat, lalu dia taubat dan taubatnya diterima Allah subhanahu wa ta’ala sehingga menjadilah dia orang pilihan kembali dan mendapatkan pimpinan dari Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana firman-Nya:

Dan durhakalah Adam kepada Tuhan, maka sesatlah ia.
Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
Allah berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama.

(Q.S. Thaa haa [20]: 121, 122 dan 123)

Telah menjadi sunnatullah bahwa setiap perbuatan buruk akan mempunyai akibat yang buruk pula.
Di bumi ini akan terjadilah permusuhan, sebagian akan menjadi musuh dari sebagian yang lain.
Iblis dan kawan-kawannya akan selalu memusuhi anak cucu Adam ‘alaihis salam Sebaliknya anak cucu Adam ‘alaihis salam harus selalu waspada dan tetap memandang dan menjadikan iblis itu musuh yang sangat berbahaya karena kalau tidak mereka akan dijebloskan ke dalam neraka sebagai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu) karena sesungguhnya setan-setan itu hanyalah mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
(Q.S. Faathir [35]: 6)

Mereka akan tinggal dan menetap di bumi dilengkapi dengan sumber penghidupan yang menjadi kesenangannya sampai kepada waktu yang telah ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu pada waktu berakhirnya ajal dan tibanya hari kiamat sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 10)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah berfirman kepada keduanya dan juga kepada setan, “Turunlah kalian, sebagian menjadi musuh bagi yang lain.
Di bumi, kalian akan menemukan ketenangan dan kesenangan sampai datangnya waktu yang telah ditentukan untuk kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah berfirman, “Turunlah kamu sekalian) yakni Adam dan Hawa serta anak-cucu kamu yang masih berada di dalam diri kamu (sebagian kamu) maksudnya sebagian keturunan (menjadi musuh bagi sebagian yang lain) sebagian mereka berlaku aniaya terhadap sebagian yang lainnya.

(Dan kamu di muka bumi mempunyai tempat kediaman) yaitu tempat tinggal (dan kesenangan) tempat bersenang-senang (sampai waktu yang ditentukan.”) apabila ajal kamu telah sampai pada saatnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah berfirman kepada Adam, Hawa dan Iblis :
Turunlah kalian dari langit ke bumi agar sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, bagi kalian di bumi tempat tinggal dan kesenangan sampai ajal kalian habis.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud dengan kata perintah pada firman-Nya:

Turunlah kamu sekalian.

ditujukan kepada Adam, Hawa, iblis, dan ular.
Tetapi di antara mereka ada yang tidak menyebutkan ular.
Pada garis besarnya permusuhan yang ada terjadi antara Adam dan iblis.
Karena itulah dalam surat Thaha disebutkan melalui firman-Nya:

Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama.
(Q.S. Thaa haa [20]: 123), hingga akhir ayat.

Hawa mengikut kepada Adam.
Sedangkan ular, jika kisahnya benar, maka mengikut kepada iblis.

Ulama tafsir menyebutkan nama-nama tempat yang masing-masing pihak dari mereka diturunkan di dunia ini.
Tetapi sumber berita mengenai hal ini berasal dari kisah Israiliyat, hanya Allah yang lebih mengetahui kebenarannya.
Sekiranya penyebutan tempat-tempat itu secara tertentu mengandung faedah dan manfaat bagi orang-orang mukallaf dalam urusan agama dan urusan dunia mereka, niscaya Allah akan menuturkan kisahnya di dalam Kitab-Nya atau melalui Rasul-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan di muka bumi sampai waktu yang ditentukan.

Yakni tempat tinggal dan usia yang telah ditetapkan sampai masa yang ditentukan berdasarkan apa yang telah dicatat oleh Qalam, ditetapkan oleh takdir, serta digariskan di dalam Lauh Mahfuz.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, “Mustaqarrun” bahwa makna yang dimaksud ialah kuburan.

Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas bahwa makna mustaqarrun ialah tempat tinggal di muka bumi dan di bawahnya.
Kedua-duanya diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 24 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 24 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 24 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:24
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.3 (29 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-24









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta