Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 202


وَ اِخۡوَانُہُمۡ یَمُدُّوۡنَہُمۡ فِی الۡغَیِّ ثُمَّ لَا یُقۡصِرُوۡنَ
Waikhwaanuhum yamudduunahum fiil ghai-yi tsumma laa yuqshiruun(a);

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
―QS. 7:202
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Sifat orang munafik
7:202, 7 202, 7-202, Al A’raaf 202, AlAraaf 202, Al Araf 202, Al-A’raf 202
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 202. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang jahil dan kafir membantu setan dalam menyesatkan dan berbuat kerusakan.
Sebab orang-orang jahil itu selalu dipengaruhi setan dan tidak ingat kepada Allah.
Jika timbul dalam diri mereka dorangan nafsu hewani, mereka melampiaskannya dalam bentuk tindakan dan perbuatan hewani.
Tidak ada kekuatan jiwa yang membendung nafsu hewani itu.
Karena itu mereka terus menerus melakukan kerusakan dan bergelimang dalam kesesatan.

Al A'raaf (7) ayat 202 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 202 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 202 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sementara pengikut-pengikut setan dari kalangan orang-orang kafir semakin lama semakin terjerumus dalam kesesatan oleh bisikan dan rayuannya.
Selamanya mereka tidak akan meninggalkan kesesatan karena kesadaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan teman-teman mereka) yaitu teman-teman setan terdiri dari orang-orang kafir (membantu mereka) setan-setan itu (dalam menyesatkan kemudian) mereka (tidak henti-hentinya) di dalam menyesatkan dengan sikap penuh hati-hati sebagaimana orang-orang yang takwa pun berhati-hati terhadap godaan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan teman-teman setan, yaitu orang-orang yang durhaka dari kalangan manusia yang sesat dibantu oleh setan dari kalangan jin untuk menyesatkan dan membinasakan manusia.
Sesungguhnya setan-setan dari kalangan jin tidak memiliki kemampuan untuk membantu setan-setan dari kalangan manusia dalam kesesatan, dan setan-setan dari kalangan manusia pun tidak memiliki kemampuan untuk membantu mengerjakan kejahatan setan-setan dari kalangan jin.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan.

Yakni teman-teman setan dari kalangan umat manusia, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.
(Al Israa':27)

Yang dimaksud dengan teman-teman setan ialah orang-orang yang mengikuti setan, mendengar perkataan setan, dan menaati semua perintahnya.

...membantu setan-setan dalam menyesatkan.

Artinya, setan-setan membantu mereka dalam berbuat maksiat dan memudahkan perbuatan-perbuatan maksiat bagi mereka serta menghiasinya bagi mereka hingga mereka tertarik untuk mengerjakannya.
Ibnu Kasir mengatakan bahwa makna al-maddu artinya menambah, yakni setan-setan itu menambahkan kebodohan dan kedunguan kepada mereka.

...dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah 'sesungguhnya setan-setan itu membantu manusia (dalam mengerjakan maksiat) dan tidak akan menghentikan perbuatan mereka', seperti yang diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan teman-teman mereka membantu mereka dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
Ibnu Abbas mengatakan bahwa manusia itu tidak hentinya melakukan apa yang mereka kerjakan, dan setan pun tidak pernah berhenti dari menggoda mereka.

Menurut pendapat lainnya lagi, makna yang dimaksud ialah seperti apa yang diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan teman-teman mereka membantu mereka dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
Mereka adalah jin yang memberikan ilham kepada teman-temannya dari kalangan manusia, kemudian tidak henti-hentinya menyesatkan mereka.
Yang dimaksud dengan layuasirun ialah tidak bosan-bosannya menyesatkan mereka.

Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi dan lain-lainnya, bahwa setan-setan selalu membantu teman-temannya dari kalangan manusia untuk berbuat maksiat dan tiada bosan-bosannya membantu mereka dalam kejahatan, karena hal tersebut sudah merupakan watak dan pembawaan setan.
dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
Artinya, tidak pernah berhenti dalam menggoda dan tidak pernah bosan melancarkan rayuannya.
Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tidakkah kamu lihat bahwa Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh (Maryam:83)

Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan, setan-setan itu menggoda manusia untuk berbuat kemaksiatan dengan godaan yang sebenar-benarnya.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 202 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 202



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku