QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 200 [QS. 7:200]

وَ اِمَّا یَنۡزَغَنَّکَ مِنَ الشَّیۡطٰنِ نَزۡغٌ فَاسۡتَعِذۡ بِاللّٰہِ ؕ اِنَّہٗ سَمِیۡعٌ عَلِیۡمٌ
Waimmaa yanzaghannaka minasy-syaithaani nazghun faasta’idz billahi innahu samii’un ‘aliimun;

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah
―QS. 7:200
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Perintah tidak mengikuti orang musyrik
7:200, 7 200, 7-200, Al A’raaf 200, AlAraaf 200, Al Araf 200, Al-A’raf 200

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 200

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 200. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang kemungkinan Nabi Muhammad ﷺ.
digoda setan lalu dia tidak dapat melaksanakan prinsip di atas.
Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasul-Nya agar selalu memohonkan perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala jika godaan setan datang dengan membaca “ta`awuz”,

Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mendengar segala permohonan yang diucapkan dan Maha Mengetahui apa yang dalam jiwa seseorang yang dapat mendorong dia berbuat kejahatan atau kesalahan.
Jika doa itu dibaca orang yang tergoda itu dengan hati yang ikhlas dan penghambaan diri yang tulus kepada Allah subhanahu wa ta’ala maka Allah subhanahu wa ta’ala akan mengusir setan dari dirinya, serta akan melindungi dari godaan setan itu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apabila kamu membaca Alquran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.

(Q.S. An-Nahl [16]: 98,99)

Sabda Rasulullah ﷺ:

Tidak seorang pun di antara kamu sekalian melainkan didampingi temannya dari jenis jin.
Berkatalah para sahabat: “Kamu juga hai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Juga.
Hanya Allah menolong aku menghadapinya maka selamatlah aku daripadanya.”
(H.R. Muslim dari ‘Aisyah ra dan Ibnu Mas’ud)

Meskipun dalam ayat ini diperintahkan kepada Rasul, namun maksudnya ialah meliputi keseluruhan dari umatnya yang ada di dunia ini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila kamu mendengar bisikan setan untuk meninggalkan apa yang diperintahkan Allah kepadamu–seperti saat dirimu murka karena hujatan-hujatan jahat mereka–mohonlah perlindungan Allah, niscaya Dia akan mengusir bisikan-bisikan itu.
Karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Melihat apa pun yang terjadi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika) lafal immaa merupakan gabungan antara in syarthiah dan maa zaidah atau tambahan (kamu ditimpa suatu godaan setan) dimaksud jika setan memalingkan kamu dari apa yang kamu diperintahkan untuk melakukannya dengan suatu godaan (maka berlindunglah kepada Allah) sebagai jawab syarath sedangkan jawab amarnya dibuang, yaitu guna menolak setan daripada dirimu (sesungguhnya Allah Maha Mendengar) semua perkataan (lagi Maha Mengetahui) semua pekerjaan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jika kamu (wahai Nabi) ditimpa godaan setan atau kamu merasa ada bisikan agar berpaling dari kebaikan atau hasutan untuk melakukan kejahatan, maka kembalilah kepada Allah dengan memohon perlindungan kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar setiap perkataan lagi Maha Mengetahui semua perbuatan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Sedangkan dalam surat ini (yakni Al-A’raf) disebutkan pula hal yang sama, yaitu melalui firman-Nya:

Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

ketiga ayat ini berada di dafam surat Al-A’raf, Al-Mu’minun, dan Ha-mim Sajdah, tidak ada lainnya lagi.
Melaluinya Allah subhanahu wa ta’ala.
memberikan petunjuk tentang tata cara menghadapi orang yang berbuat maksiat, yaitu menghadapinya dengan cara yang baik, karena dengan cara inilah jbinalannya dalam berbuat maksiat dapat dihentikan dengan seizin Hah subhanahu wa ta’ala.
Karena itulah dalam surat Fushshilat disebutkan:

maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah teman yang setia.
(Q.S. Fushshilat [41]: 34)

Kemudian Allah memberikan petunjuk untuk meminta perlindungan ,pada-Nya dari godaan setan yang tidak kelihatan, karena sesunguhnya setan tidak senang bila kita berbuat kebaikan.
Dan sesungguhnya setan itu hanya bertujuan untuk menghancurkan dan membinasakan kita cara keseluruhan.
Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata igi kita dan bagi kakek moyang kita jauh sebefum kita (yakni Nabi dam).

Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan tafsir firman-Nya:

Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan…
yaitu jika setan menggodamu dengan perasaan marah yang karena itu kamu tidak mampu berpaling dari orang yang bodoh, dan justru kamu terdorong untuk memberinya pelajaran.

…maka berlindunglah kepada Allah.
maksudnya, mintalah perlindungan kepada Allah dari godaannya.

Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Allah Maha Mendengar terhadap kebodohan orang yang berbuat kebodohan terhadap dirimu, dan Maha Mendengar terhadap permintaan perlindunganmu dari godaan setan serta lain-lainnya yang berupa obrolan orang lain.
Tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya, Dia Maha mengetahui semua urusan makhluk-Nya, termasuk godaan setan yang telah merasuki hatimu.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam telah mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh Maka Nabi ﷺ bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimanakah dengan amarah?”
Maka Allah menurunkan firman-Nya: Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Ajlah Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Menurut kami, pada permulaan pembahasan mengenai isti’azah (memohon perlindungan kepada Allah) telah disebutkan sebuah hadis tentang dua orang lelaki yang saling mencaci di hadapan Nabi ﷺ Kemudian salah seorangnya marah, sehingga hidungnya mekar karena emosinya.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suatu kalimat, seandainya dia mengucapkannya, niscaya akan lenyaplah dari dirinya emosi yang membakarnya, yaitu: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.Ketika disampaikan kepada lelaki itu apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ, maka si lelaki yang emosi itu menjawab, “Saya tidak gila.”

Asal makna dari lafaz an-nazgu ialah kerusakan, penyebabnya adakalanya karena marah (emosi) atau lainnya.
Sehubungan dengan pengertian ini disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).
Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.
(Q.S. Al Israa [17]: 53)


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 200 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 200 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 200 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:200
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.5
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Al Arof 160

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta