Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 191 [QS. 7:191]

اَیُشۡرِکُوۡنَ مَا لَا یَخۡلُقُ شَیۡئًا وَّ ہُمۡ یُخۡلَقُوۡنَ
Ayusyrikuuna maa laa yakhluqu syai-an wahum yukhlaquun(a);
Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun?
Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.
―QS. Al A’raaf [7]: 191

Do they associate with Him those who create nothing and they are (themselves) created?
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 191]

أَيُشْرِكُونَ apakah mereka mempersekutukan

Do they associate
مَا apa

what
لَا tidak

(can) not
يَخْلُقُ menciptakan

create
شَيْـًٔا sesuatu

anything
وَهُمْ dan mereka

and they
يُخْلَقُونَ mereka diciptakan

are created?

Tafsir

Alquran

Surah Al A’raaf
7:191

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 191. Oleh Kementrian Agama RI


Kemudian Allah dalam ayat ini mencela keras sikap, pikiran dan tingkah laku orang-orang yang menyembah berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun walaupun hanya benda-benda yang rendah nilainya, karena berhalaberhala itu sendiri dibikin oleh tangan manusia.
Tidaklah wajar bagi orang-orang yang punya pikiran menjadikan berhala itu sebagai sembahan, baik dia dipandang sebagai sekutu Allah dalam menerima ibadah ataupun sebagai perantara antara manusia dengan Allah.

Sebab segala pujian atau sembahan kepada selain Allah sedikitpun tidak ada faedahnya.
Firman Allah ﷻ:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ وَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ

Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan.

Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka.

Mereka tidak dapat merebut kembali dari lalat itu.
Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.

(al-Hajj [22]: 73)

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 191. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apakah patut mereka menyekutukan Allah dengan berhalaberhala yang tidak dapat melakukan apa- apa, lebih-lebih lagi mereka sendiri diciptakan oleh Allah?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mengapa orang-orang musyrik itu menyekutukan Allah dengan makhluk-makhluk-Nya dalam ibadah?
Padahal mereka itu tidak dapat menciptakan apa pun, bahkan mereka itu adalah ciptaan-Nya?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apakah mereka mempersekutukan) Allah dalam ibadah


(dengan berhalaberhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun?
Sedangkan berhalaberhala itu sendiri buatan orang).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ayat-ayat ini merupakan sikap ingkar Allah terhadap orang-orang musyrik yang menyembah Allah dan menyembah selain-Nya, yaitu tandingan-tandingan Allah, berhalaberhala dan patung-patung, padahal semuanya itu adalah makhluk Allah, membutuhkan perawatan, dan dibuat oleh manusia, ia sama sekali tidak memiliki sesuatu pun dari urusan itu, tidak dapat membahayakan, tidak dapat memberi manfaat, tidak dapat melihat, dan tidak dapat membela para pengabdinya.
Bahkan berhalaberhala itu sendiri adalah benda mati, tidak dapat bergerak, tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat.
Sesungguhnya para penyembahnya sendiri jauh lebih sempurna ketimbang berhala-berhalanya, karena mereka mempunyai pendengaran, penglihatan, dan kekuatan memukul.
Karena itulah disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhalaberhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun?
Sedangkan berhalaberhala itu sendiri buatan orang.


Artinya, apakah kalian mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun, dan selamanya sembahan-sembahan itu tidak akan mampu melakukan hal tersebut.
Perihalnya sama dengan pengertian yang terdapat di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala, lainnya, yaitu:

Hai manusia telah dibuatkan perumpamaan, maka dengarkanlah oleh kalian perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kalian seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.
Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.
(QS. Al-Hajj [22]: 73-74)

Melalui ayat-ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala, memberitakan bahwa sembahan-sembahan mereka, seandainya dikumpulkan semuanya, niscaya tidak akan dapat menciptakan seekor lalat pun.
Bahkan seandainya lalat itu merebut sesuatu dari mereka —yaitu berupa makanan yang tidak berarti, lalu terbang— niscaya mereka tidak mampu mengambil kembali makanan itu darinya.
Maka barang siapa yang memiliki sifat dan keadaan seperti itu, mana mungkin dapat dijadikan sebagai sembahan untuk dimintai rezeki dan pertolongannya?
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedangkan berhala itu sendiri dibuat orang (QS. Al-Hijr [15]: 20, Al Furqan:
3)

Yakni bahkan berhalaberhala itu dibuat dijadikan oleh orang, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat berikut:

Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu?
(QS. As-Saffat [37]: 95)

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
Adab orang mukmin.
Adab mendengar pembacaan Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 191 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 191 - Gambar 2
Statistik QS. 7:191
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A’raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An’am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
Sending
User Review
5 (1 vote)
Tags:

7:191, 7 191, 7-191, Surah Al A'raaf 191, Tafsir surat AlAraaf 191, Quran Al Araf 191, Al-A'raf 191, Surah Al Araf ayat 191

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 181 [QS. 7:181]

Kalau pada ayat 179 disebutkan tentang siapa yang akan menjadi penghuni neraka dari kalangan manusia dan jin, maka pada ayat ini di-tegaskan, dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada uma … 7:181, 7 181, 7-181, Surah Al A’raaf 181, Tafsir surat AlAraaf 181, Quran Al Araf 181, Al-A’raf 181, Surah Al Araf ayat 181

QS. Al Lahab (Gejolak Api/ Sabut) – surah 111 ayat 5 [QS. 111:5]

5. Bentuk azab yang akan diterimanya di neraka sesuai dengan perilakunya sendiri. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Dengan tali itu Allah menjerat lehernya dan mengangkatnya tinggi-tinggi … 111:5, 111 5, 111-5, Surah Al Lahab 5, Tafsir surat AlLahab 5, Quran Al-Lahab 5, Surah Al Lahab ayat 5

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat

Pendidikan Agama Islam #20

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna … melepaskan membersihkan memberikan memanah mengeluarkan Benar! Kurang tepat! Berikut adalah contoh bahwa

Kuis Agama Islam #31

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan … Aqidah Ilmu kalam Al-Yakiin Tauhid Akhlaq Benar! Kurang

Instagram