Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 184


اَوَ لَمۡ یَتَفَکَّرُوۡا ٜ مَا بِصَاحِبِہِمۡ مِّنۡ جِنَّۃٍ ؕ اِنۡ ہُوَ اِلَّا نَذِیۡرٌ مُّبِیۡنٌ
Awalam yatafakkaruu maa bishaahibihim min jinnatin in huwa ilaa nadziirun mubiinun;

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila.
Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.
―QS. 7:184
Topik ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
7:184, 7 184, 7-184, Al A’raaf 184, AlAraaf 184, Al Araf 184, Al-A’raf 184
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 184. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat ini mencela sikap orang-orang Quraisy yang mendustakan Nabi Muhammad ﷺ.
dan tidak merenungkan kenyataan-kenyataan riwayat Nabi sendiri.
Bahkan karena kejujurannya beliau diberi gelar "Al-Amin" (orang yang dipercaya) oleh mereka sendiri.
Mengapa mereka tidak merenungkan pula inti dakwahnya sebagai bukti kerasulannya dan ayat-ayat Alquran yang menetapkan keesaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala

Sekiranya mereka bersedia merenungkan hal yang demikian, tentulah tampak bagi mereka kebenaran, dan tidaklah keluar dari mulut mereka tuduhan bahwa Nabi Muhammad itu orang gila.
Dia adalah sahabat mereka semenjak kecil, sedikit pun tidak ada tanda-tanda gila padanya sebagaimana mereka saksikan sendiri dalam perkembangan hidupnya.
Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan dalam Alquran tentang tuduhan mereka itu dengan firman-Nya:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?
Atau apakah mereka tidak mengenal Rasul mereka karena itu mereka memungkirinya?
Atau (apakah patut) mereka berkata: "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.

(Q.S Al Mu'minun: 68,69,70)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Alquran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.
(Q.S Al Hijr: 6)

Tuduhan gila kepada Nabi Muhammad ﷺ.
oleh orang kafir Mekah itu sebenarnya adalah menjadi kebiasaan umumnya orang-orang kafir zaman dahulu kepada nabi-nabi mereka, seperti Nabi Nuh, Nabi Musa dan lain-lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah tukang sihir atau orang gila.
(Q.S Az Zariyat: 52)

Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ.
bukanlah orang gila tetapi beliau adalah seorang rasul, seorang yang menyampaikan peringatan kepada manusia tentang azab dan penderitaan yang akan mereka alami jika ingkar kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan menolak agama-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ.
adalah seorang yang menasihatkan kepada mereka, bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat, baik untuk pribadi atau pun masyarakat hanyalah dicapai dengan agama yang dibawanya.

Al A'raaf (7) ayat 184 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 184 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 184 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka terlalu cepat mendustakan dan tidak merenungi apa yang dibawa Rasulullah beserta bukti- buktinya.
Lebih dari itu, mereka bahkan menuduh Rasulullah ﷺ.
telah mengalami gangguan jiwa.
Rasulullah ﷺ.
sama sekali tidak gila! Ia tak lain hanyalah seorang pemberi peringatan akan akibat perbuatan syirik mereka.
Penjelasan yang disampaikannya itu benar-benar jelas dan lugas.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apakah mereka tidak memikirkan) kemudian mereka dapat mengetahui (bahwa teman mereka) yaitu Muhammad ﷺ (tidak berpenyakit gila) bukanlah kurang akal (tidak lain) (dia hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan) yang jelas peringatannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu tidak berpikir dan mengambil pelajaran dengan akal mereka, sehingga mereka mengetahui bahwa Muhammad tidak gila?
Dia (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan bagi mereka dari siksa Allah atas kekufuran mereka apabila mereka tidak beriman terhadap-Nya.
Dan dia adalah seorang pemberi nasihat yang nyata.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan.

Maksudnya mereka yang mendustakan ayat-ayat Kami.

bahwa teman mereka tidaklah

Yang dimaksud dengan teman mereka ialah Nabi Muhammad ﷺ,

...berpenyakit gila.

Yakni dia tidak berpenyakit gila, bahkan dia benar-benar utusan Allah yang menyerukan kepada kebenaran.

Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.

Hal ini akan kelihatan jelas oleh orang yang mempunyai hati sanubari, memikirkan dan menyadarinya, perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain:

Dan teman kalian (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.
(At-Takwir: 22)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Katakanlah, "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepada kalian suatu hal saja, yaitu supaya kalian menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri kemudian kalian pikirkan (tentang Muhammad).
Tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawan kalian itu.
Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kalian sebelum (menghadapi) azab yang keras.” (Saba':46)

Artinya, sesungguhnya aku hanya menuntut kalian agar kalian menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas hanya kepada Dia, tanpa ada rasa fanatisme dan keingkaran.
Hal ini dapat kalian lakukan sendiri-sendiri atau berdua-dua, yakni secara berkelompok atau terpisah-pisah.
Kemudian kalian pikirkan tentang orang yang datang kepada kalian ini dengan membawa risalah dari Allah, apakah dia gila ataukah tidak?
Karena sesungguhnya jika kalian melakukan hal tersebut, niscaya akan tampak jelas bagi kalian bahwa dia adalah benar utusan Allah dengan sebenar-benarnya.

Qatadah ibnu Di'amah telah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa Nabi Allah ﷺ pada suatu saat sedang berada di atas Bukit Safa.
Lalu beliau menyeru kaum Quraisy, dalam seruannya itu beliau menyebutkan nama-nama pemimpin mereka seorang demi seorang.
Beliau mengatakan, "Hai Fulan bin Fulan." Beliau ﷺ mem­peringatkan mereka akan siksa Allah dan hari kiamat.
Maka ada salah seorang di antara mereka yang mengatakan, "Sesungguhnya teman kalian ini benar-benar gila, dia terus berkoar-koar semalaman hingga pagi hari, atau hingga waktu subuh." Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
menurunkan firman-Nya:

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila.
Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.
(Al A'raf:184)

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al A'raaf (7) Ayat 184

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syaikh yang bersumber dari Qatadah, bahwa Nabi ﷺ berdiri di atas Bukit Shafa menyeru kaum Quraisy dengan menyebut nama-nama suku bangsanya, dan memberi peringatan akan siksa Allah yang pernah dan akan terjadi.
Berkatalah di antara mereka: “Sesungguhnya temanmu ini gila, semalam suntuk ia bicara terus.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-A’raaf: 184) yang menegaskan bahwa Muhammad itu Rasulullah.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 184 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 184



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (11 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku