QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 168 [QS. 7:168]

وَ قَطَّعۡنٰہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ اُمَمًا ۚ مِنۡہُمُ الصّٰلِحُوۡنَ وَ مِنۡہُمۡ دُوۡنَ ذٰلِکَ ۫ وَ بَلَوۡنٰہُمۡ بِالۡحَسَنٰتِ وَ السَّیِّاٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَرۡجِعُوۡنَ
Waqath-tha’naahum fiil ardhi umaman minhumush-shaalihuuna waminhum duuna dzalika wabalaunaahum bil hasanaati wassai-yi-aati la’allahum yarji’uun(a);

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan, di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian.
Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
―QS. 7:168
Topik ▪ Zuhud ▪ Dunia merupakan tempat ujian ▪ Sabar saat berperang
7:168, 7 168, 7-168, Al A’raaf 168, AlAraaf 168, Al Araf 168, Al-A’raf 168

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 168

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 168. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menguraikan siksaan dan penderitaan mereka yakni mereka dicerai-beraikan di atas bumi ini.
Suatu golongan berada di suatu daerah lain lagi.
Mereka tidak mempunyai negara sendiri sebagai tempat perlindungan mereka semenjak Nebukadnezar menghancurkan mereka.
Judah dan Israil (daerah Palestina sekarang) kira-kira 572 S.M.
Tetapi pengaruh kebudayaan umat manusia merupakan sebagian dari kebudayaan mereka.

Sebagian mereka ada yang menjadi orang-orang yang selalu mengadakan perbaikan dan beriman kepada nabi-nabi, tetapi ada pula yang benar-benar tenggelam dalam kekafiran dan kefasikan hingga membunuh nabi-nabi, memutarbalikkan isi Kitab Taurat dan memusuhi Nabi Muhammad ﷺ.

Orang-orang Yahudi itu tidak pula selalu dalam penderitaan yang tidak putus-putusnya.
Di samping itu, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan pula kepada mereka kesenangan dan kenikmatan.
Mereka yang baik diberi anugerah kebaikan dan kebahagiaan.
Hanyalah kepada mereka yang durhaka diturunkan bencana kesengsaraan.
Semuanya itu cobaan bagi mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di muka bumi ini, Kami telah mengelompokkan mereka menjadi beberapa golongan:
ada yang saleh, yaitu mereka yang beriman dan konsisten dengan keimanannya itu, ada pula yang berada di luar kategori saleh.
Mereka semua Kami uji dengan pelbagai bentuk kebaikan dan keburukan agar mereka bertobat dan menyesali pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami bagi-bagi mereka) Kami pecah-pecah mereka (di dunia menjadi beberapa golongan) terdiri dari beberapa golongan (di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya) ada orang-orang (yang tidak demikian) yaitu menjadi orang-orang kafir dan orang-orang fasik (Dan Kami coba mereka dengan yang baik-baik) yang nikmat-nikmat (dan yang buruk-buruk) dengan bencana-bencana (agar mereka kembali) kepada kebenaran dan tidak mau berbuat fasik lagi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami membagi-bagi Bani Israil menjadi beberapa golongan di bumi, di antara mereka ada yang menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hamba-Nya.
Dan di antara mereka ada yang bersikap teledor dan aniaya terhadap diri mereka sendiri.
Kami menguji mereka dengan kesejahteraan hidup dan keluasan rizki dan Kami juga menguji mereka dengan kehidupan yang sulit dan berbagai musibah agar mereka kembali taat kepada Allah dan bertaubat dari semua kedurhakaan kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan bahwa Dia mencerai-beraikan orang-orang Yahudi di muka bumi ini menjadi berbagai golongan dan sekte, seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, “Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur-baur.” (Al Israa’:104)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian.

Dengan kata lain di antara mereka ada orang orang baik, ada pula yang tidak baik.
Sama pengertiannya dengan apa yang dikatakan oleh jin melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya.
Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
(Al Jin:11}

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan Kami coba mereka.

Maksudnya, Kami uji mereka.

…dengan (nikmat) yang baik dan (bencana) yang buruk-buruk.

Yakni dengan kemakmuran dan kesempitan, dengan kesukaan dan kedukaan dan dengan kesehatan dan penyakit.

…agar mereka kembali (kepada kebenaran).


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 168 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 168 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 168 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:168
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat al araf ayat 168 ▪ Kajian QS Al A\raf ayat 168 ▪ surat al araf 168

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  


:|

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta