Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 163 [QS. 7:163]

Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Pertolongan Allah Ta'ala kepada orang mukmin
وَ سۡـَٔلۡہُمۡ عَنِ الۡقَرۡیَۃِ الَّتِیۡ کَانَتۡ حَاضِرَۃَ الۡبَحۡرِ ۘ اِذۡ یَعۡدُوۡنَ فِی السَّبۡتِ اِذۡ تَاۡتِیۡہِمۡ حِیۡتَانُہُمۡ یَوۡمَ سَبۡتِہِمۡ شُرَّعًا وَّ یَوۡمَ لَا یَسۡبِتُوۡنَ ۙ لَا تَاۡتِیۡہِمۡ ۚۛ کَذٰلِکَ ۚۛ نَبۡلُوۡہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَفۡسُقُوۡنَ
Waasalhum ‘anil qaryatillatii kaanat haadhiratal bahri idz ya’duuna fiissabti idz ta’tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurra’an wayauma laa yasbituuna laa ta’tiihim kadzalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun(a);
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka.
Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
―QS. Al A’raaf [7]: 163

And ask them about the town that was by the sea – when they transgressed in (the matter of) the sabbath – when their fish came to them openly on their sabbath day, and the day they had no sabbath they did not come to them.
Thus did We give them trial because they were defiantly disobedient.
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 163]

وَسْـَٔلْهُمْ dan tanyakan kepada mereka

And ask them
عَنِ dari/tentang

about
ٱلْقَرْيَةِ negeri

the town
ٱلَّتِى yang

which
كَانَتْ adalah

was
حَاضِرَةَ dekat

situated
ٱلْبَحْرِ laut

(by) the sea,
إِذْ ketika

when
يَعْدُونَ mereka melanggar aturan

they transgressed
فِى pada

in
ٱلسَّبْتِ hari Sabtu

the (matter of) Sabbath,
إِذْ ketika

when
تَأْتِيهِمْ datang kepada mereka

came to them
حِيتَانُهُمْ ikan-ikan mereka

their fish
يَوْمَ pada hari

(on the) day
سَبْتِهِمْ Sabtu mereka

(of) their Sabbath
شُرَّعًا permukaan air

visibly
وَيَوْمَ dan hari

and (on the) day
لَا tidak

not
يَسْبِتُونَ hari sabtu

they had Sabbath
لَا tidak

(they did) not
تَأْتِيهِمْ datang kepada mereka

come to them.
كَذَٰلِكَ demikianlah

Thus
نَبْلُوهُم Kami mencoba mereka

We test them
بِمَا dengan apa/disebabkan

because
كَانُوا۟ adalah mereka

they were
يَفْسُقُونَ mereka berbuat fasik

defiantly disobeying.

Tafsir

Alquran

Surah Al A’raaf
7:163

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 163. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini diturunkan di Mekah, pada saat agama Islam mulai disiarkan dan disampaikan Nabi Muhammad ﷺ, yang waktu itu beliau belum pernah berhubungan langsung dengan ulamaulama Yahudi, dan beliau adalah seorang yang tidak tahu menulis dan membaca, sebagaimana firman Allah ﷻ :

وَمَا كُنْتَ تَتْلُوْا مِنْ قَبْلِهٖ مِنْ كِتٰبٍ وَّلَا تَخُطُّهٗ بِيَمِيْنِكَ اِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُوْنَ

Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Quran) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu;
sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkari.
(al-Ankabut [29]: 48)


Ayat ini menunjukkan kemukjizatan Al-Quran yang menerangkan berita, peristiwa, atau kejadian yang telah terjadi pada masa yang lalu, tanpa seorang pun yang memberikan beritanya, selain dari Tuhan Yang Mahatahu.


Ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad agar beliau menerangkan kepada orang Yahudi di Madinah pada waktu itu, tentang tindakan yang telah dilakukan oleh nenek-moyang mereka, yang selalu mengingkari seruan para Nabi, walau bukti-bukti apa pun yang telah dikemukakan kepada mereka.
Yang menceritakan tentang tindakan dan sikap nenek-moyang mereka itu adalah Nabi Muhammad seorang Nabi yang buta huruf, belum pernah berhubungan dengan orang-orang Yahudi pada waktu menerima ayat ini.

Apakah hal ini tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah?


Qaryah yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah sebagai berikut:
ada yang menyebut Ailah, ada juga yang menyebutkan Tobaiah dan ada juga yang menyebut kota lain.Pada masa dahulu nenek-moyang Bani Israil yang berdiam di Ailah, suatu kota di pantai Laut Merah antara kota Madyan dan Sinai yang bermata pencaharian menangkap ikan, pernah diuji dan dicoba oleh Allah, untuk menguji keimanan dan ketaatan mereka.

Mereka diperintahkan melakukan ibadah pada tiap Sabtu, dan dilarang menangkap ikan pada hari itu.
Ketika ikan banyak bermunculan di permukaan air (laut) pada hari Sabtu yang nampak jinak dan mudah ditangkap, mereka melanggar larangan Allah pada hari tersebut untuk menangkap ikan dan tidak melakukan ibadah sebagaimana yang diperintahkan Allah pada hari itu.


Demikianlah Allah memberi ujian dan cobaan kepada Bani Israil.
Mereka tidak tahan dan tidak tabah menghadapinya, bahkan mereka melanggar larangan Allah dan tidak melaksanakan perintah-Nya.

Karena sikap dan tindakan mereka, maka bagi mereka berlaku Sunnatullah (ketentuan Allah), yaitu barang siapa yang menaati perintah Allah dan menghentikan larangan-Nya akan dianugerahi kenikmatan hidup di dunia dan di akhirat.
Sebaliknya barang siapa yang ingkar kepada-Nya akan sengsara hidupnya di dunia, sedangkan di akhirat mereka mendapat azab yang pedih.

Tentu Sunnatullah ini berlaku pula terhadap orang-orang yang fasik dan orang-orang Yahudi yang berada di Madinah, seperti yang berlaku pada nenek-moyang mereka.

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 163. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tanyakanlah, wahai Muhammad, kepada orang-orang Yahudi–guna mencela perbuatan nenek-moyang mereka–tentang ihwal penduduk negri Eilah yang terletak di tepi laut, ketika mereka melanggar aturan Allah dengan menangkap ikan pada hari Sabtu, dan ketika pada hari Sabtu itu ikan-ikan besar justru berdatangan dan terapung-apung di atas air–sebagai salah satu bentuk cobaan dari Allah–sementara di hari lain ikan-ikan itu tidak ada.
Melalui cobaan-cobaan di atas, Kami akan terus menguji mereka dengan bentuk lain, karena mereka selalu berbuat fasik.


Melalui cobaan-cobaan seperti itulah akan dapat dipilah mana yang baik dan mana yang jahat."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan tanyakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang Yahudi itu tentang berita penduduk negeri yang tidak jauh dari laut Merah, ketika para penduduknya melanggar hukumhukum Allah pada hari Sabtu, di mana Allah memerintahkan mereka untuk mengagungkan hari Sabtu dan tidak berburu ikan (pada hari itu).
Lalu Allah mencoba dan menguji mereka dengan mendatangkan banyak ikan-ikan pada hari Sabtu di permukaan air laut.


Apabila hari Sabtu berlalu, ikan-ikan itu pergi dan tidak pernah tampak lagi, sehingga mereka tidak melihat apa pun di laut pada hari itu.
Mereka menunggu ikan-ikan itu pada hari Sabtu di lubang-lubang yang disediakan, kemudian mereka manangkap ikan-ikan itu setelah hari Sabtu.


Sebagaimana Kami sebutkan kepada kalian bahwa penampakan ikan-ikan di permukaan air pada hari di haramkannya berburu dan menyembunyikan ikan-ikan itu pada hari dihalalkannya berburu, termasuk ujian dan cobaan, maka begitulah Kami menguji mereka disebabkan kefasikan dan ketidaktaatan mereka terhadap Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan tanyakanlah kepada Bani Israel) hai Muhammad, sebagai celaan


(tentang negeri yang terletak di dekat laut) di pinggir laut Qalzum yaitu kota Aylah, yang dipertanyakan ialah tentang apa yang terjadi atas penduduknya


(ketika mereka melanggar aturan) saat mereka melakukan pelanggaran


(pada hari Sabtu) di mana mereka berburu ikan yang pada hari itu mereka dilarang melakukannya


(di waktu) merupakan zharaf dari lafal ya’duuna


(datang kepada mereka ikan-ikan pada hari Sabtunya dengan terapung-apung pada pinggirannya) yang tampak di permukaan air


(dan di hari-hari yang bukan Sabtu) maksudnya di mana mereka sudah tidak lagi terikat dengan pengagungan hari Sabtu, atau dengan kata lain ialah hari-hari selain hari Sabtu


(ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka) sebagai ujian dari Allah.


(Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik) dan tatkala mereka hendak berburu ikan para penduduk kota terbagi suaranya menjadi tiga bagian, sebagian berpendapat ikut berburu bersama orang-orang yang berburu, sebagian lainnya mencegah mereka melakukannya dan sebagian lainnya bersikap abstain, tidak ikut dan juga tidak melarang.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Konteks ayat ini merupakan penjabaran dari apa yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah kalian ketahui orang-orang yang melanggar di antara kalian pada hari sabtu.
(QS. Al-Baqarah [2]: 65), hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman kepada Nabi-Nya:

Dan tanyakanlah kepada mereka (Bani Israil).

Artinya, tanyakanlah kepada orang-orang Yahudi yang ada di dekatmu tentang kisah teman-teman mereka yang menentang perintah Allah subhanahu wa ta’ala, lalu mereka ditimpa siksa Allah yang mengejutkan akibat dari perbuatan mereka, pelanggaran mereka, dan tipu daya mereka dalam menentang perintah-Nya.
Allah juga memperingatkan mereka agar jangan menyembunyikan sifat Nabi ﷺ yang mereka jumpai dalam kitabkitab mereka, agar mereka tidak ditimpa oleh siksaan yang pernah menimpa teman-teman mereka yang terdahulu.

Kota yang dimaksud ialah kota Ailah, terletak di tepi Laut Qalzum (Laut Merah).

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Daud ibnul Husain, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang kota yang terletak di dekat laut.
(QS. Al-A’raf [7]: 163)
Kota tersebut dikenal dengan nama Ailah, terletak di antara kota Madyan dan Bukit Tur.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, Qatadah, dan As-Saddi.

Abdullah ibnu Kasir Al-Qari‘ mengatakan,
"Kami mendengarnya disebut Ailah, tetapi menurut pendapat yang lain ada yang menyebutnya Madyan, menurut riwayat yang lain dari Ibnu Abbas."

Ibnu Zaid mengatakan bahwa nama kota tersebut adalah Ma’ta, terletak di antara Madyan dan Ainuna.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu.

Maksudnya, mereka melakukan’ pelanggaran di hari Sabtu dan menentang perintah Allah yang mengharuskan mereka agar menjaga kesuciannya di masa itu.

di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air pada hari Sabtunya.
(QS. Al-A’rif:
163)

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna syurra’an ialah terapung-apung di permukaan air.
Menurut Al-Aufi, dari Ibnu Abbas juga, makna yang dimaksud ialah ikan-ikan itu bermunculan dari semua tempat (di laut itu).

Ibnu Jarir telah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini:

…dan di hari-hari bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka.
Demikianlah Kami mencoba mereka.

Yakni Kami mencoba mereka dan menguji mereka dengan memuncul­kan ikan-ikan itu bagi mereka terapung-apung di permukaan air pada hari larangan melakukan perburuan.
Kemudian Kami lenyapkan ikan-ikan itu dari mereka pada hari-hari lainnya yang membolehkan mereka melakukan’ perburuan.

…Demikianlah Kami mencoba mereka.

yaitu Kami menguji mereka.

…disebabkan mereka berlaku fasik.
Artinya, karena kedurhakaan maka mereka tidak mau taat kepada Allah dan membangkang terhadap perintah-Nya.
Mereka adalah suatu kaum yang menggunakan hailah (tipu muslihat) untuk melanggar hal-hal yang diharamkan oleh Allah, yaitu dengan cara menggunakan sarana-sarana fisik yang pengertiannya secara tidak langsung menunjukkan pelanggaran terhadap hal yang diharamkan.

Imam Abu Abdullah ibnu Buttah —seorang ulama fiqih— mengata­kan bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Salam, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabbah Az-Za’farani, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Janganlah kalian melakukan pelanggaran seperti pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, karenanya kalian akan menghalalkan hal-hal yang diharamkan Allah dengan sedikit kilah (tipu muslihat).

Sanad hadis ini berpredikat jayyid (baik), karena sesungguhnya Ahmad ibnu Muhammad ibnu Salam ini disebutkan oleh Al-Khatib di dalam kitab Tarikh-nya, bahwa dia orangnya siqah.
Sedangkan perawi lainnya berpredikat masyhur lagi siqah Imam Turmuzi menilai sahih kebanyak­an sanad dengan kriteria seperti ini.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A’raaf (7) Ayat 163

ZABUUR
زَبُور

Zabuur dari segi bahasa berarti tulisan atau kitab yang ditulis dengan baik.
Umumnya disandarkan pada kitab nabi Daud.

Asy Syaukani berkata,
"Asal maknanya at tauthiq yaitu pengukuhan, perjanjian dan kepercayaan, sebuah kitab yang di namakan zabur karena kuatnya pegangan padanya.

Al Kafawi berkata,
setiap kitab yang tebal tulisannya dikatakan az zabur.

Disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
An Nisaa (7), ayat 163;
Al Israa (17), ayat 55;
-Al Anbiyaa (21), ayat 105.
Dalam Tafsir Al Manaar, makna az zabuur adalah mazbuur.

Hamzah dan Khalf membacanya dengan zubuur berdasarkan wazannya seperti ‘araq (keringat) jamaknya ‘uruq atau kitab (buku) dan maktub (tulisan atau yang ditulis).
Zabuur adalah kitab khas yang diberikan kepada Nabi Daud dan juga ahli kitab.

Menurut Cyril Glasse, zabuur ialah nama Arab kitab Mazmun kepunyaan nabi Daud.
Kata ini berasal dari bahasa Hebrew, zamir (nyanyian) dan mizmor (melodi).
Kedua-duanya digunakan untuk menunjukkan pada mazmur kepunyaan nabi Daud.

Zabuur digambarkan di dalam Al Qur’an sebagai wahyu yang diberikan oleh Allah kepada nabi Daud.

Allah berfirman:

وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

yang bermaksud, "Dan kepada Daud kami menganugerahkan zabuur"

Hal ini berarti zabuur diakui oleh Islam sebagai kitab suci yang diwahyukan bersama dengan Taurat dan Injil." Kata "menganugerahkan" dan bukan "mewahyukan" seperti kepada nabi yang disebut sebelum beliau membawa isyarat kitab suci itu adalah diwahyukan kepada beliau dalam bentuk kitab.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 257

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
mukmin.
Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 163 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 163 - Gambar 2
Statistik QS. 7:163
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A’raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An’am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
Sending
User Review
4.6 (28 votes)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

7:163, 7 163, 7-163, Surah Al A'raaf 163, Tafsir surat AlAraaf 163, Quran Al Araf 163, Al-A'raf 163, Surah Al Araf ayat 163

▪ Qs al araaf 163
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Pilihan

Pada hari kiamat orang punya urusan yang cukup menyibukkan.
Banyak muka pada hari itu berseri, tertawa & gembira, dan banyak (pula) muka tertutup debu, ditutup lagi oleh kegelapan.
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.
QS. ‘Abasa [80]: 37-42

Apa tempat kembali seperti ini, yang dijanjikan untuk orang kafir merupakan tempat yang baik? Ataukah surga yang kenikmatannya abadi & telah dijanjikan untuk orang Mukmin yang bertakwa sbg pahala & tempat kembali setelah kebangkitan & perhitungan?
QS. Al-Furqan [25]: 15

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Siapa yang mempersekutukan Allah,
maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
QS. An-Nisa’ [4]: 48

Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk.
QS. Al-Isra’ [17]: 32

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Instagram