QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 145 [QS. 7:145]

وَ کَتَبۡنَا لَہٗ فِی الۡاَلۡوَاحِ مِنۡ کُلِّ شَیۡءٍ مَّوۡعِظَۃً وَّ تَفۡصِیۡلًا لِّکُلِّ شَیۡءٍ ۚ فَخُذۡہَا بِقُوَّۃٍ وَّ اۡمُرۡ قَوۡمَکَ یَاۡخُذُوۡا بِاَحۡسَنِہَا ؕ سَاُورِیۡکُمۡ دَارَ الۡفٰسِقِیۡنَ
Wakatabnaa lahu fiil alwaahi min kulli syai-in mau’izhatan watafshiilaa likulli syai-in fakhudzhaa biquu-watin wa’mur qaumaka ya’khudzuu biahsanihaa sauriikum daaral faasiqiin(a);

Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu, maka (Kami berfirman):
“Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.
―QS. 7:145
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Kebodohan orang kafir
7:145, 7 145, 7-145, Al A’raaf 145, AlAraaf 145, Al Araf 145, Al-A’raf 145

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 145

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 145. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan dalam ayat ini bahwa Dia telah menurunkan kepada Musa ‘alaihis salam beberapa keping lauh yang berisi petunjuk-petunjuk dan pengajaran-pengajaran, janji dan ancaman pokok-pokok agama berupa pokok-pokok akidah, budi pekerti dan hukum-hukum.

Pendapat para ahli berbeda-beda tentang yang dimaksud dengan lauh itu termasuk bagian Kitab Taurat, dan ada yang berpendapat bahwa lauh diturunkan sebelum Kitab Taurat diturunkan.
Dari pendapat-pendapat itu yang kuat ialah pendapat yang mengatakan bahwa lauh itu adalah wahyu pertama diturunkan kepada Musa ‘alaihis salam karena itu ia memuat hukum-hukum, akidah, dan keterangan-keterangan yang bersifat umum dan global.
Kemudian diturunkan wahyu lain untuk menjelaskan secara berangsur-angsur sesuai dengan keperluan, keadaan masa, dan tempat.

Dalam pada itu para ahli tafsir berbeda pendapat pula tentang jumlah lauh yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam Ada yang mengatakan sepuluh dan sebagainya.
Tidak ada suatu nas yang tegas menerangkan jumlah lauh yang diturunkan itu.

Di dalam Al-Kitab, Wasiat Lama, Kitab Keluaran, diterangkan keadaan lauh dan jumlahnya yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar Musa berpegang teguh dengan pokok-pokok agama yang telah diturunkan kepadanya, melaksanakan segala petunjuk-petunjuk dan hukum-hukumnya agar berbahagia hidup di dunia dan di ahirat nanti.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar Musa dan kaumnya berpegang teguh kepada ajaran-ajaran, petunjuk-petunjuk, dan hukum-hukum yang ada di dalam lauh itu.
Dengan demikian Bani Israil akan baik budi-pekertinya, baik ibadatnya sehingga tertutuplah pintu-pintu tempat pengaruh syirik.
Jika kamu dan kaummu tidak mengambil dan memegang teguh apa yang telah Kami turunkan dengan sesungguhnya, maka kamu akan menjadi fasik seperti yang telah dialami oleh kaum `Ad, Samud, dan kaum Firaun dan sebagainya, atau Kami akan memperlihatkan kelak apa yang dialami orang-orang yang tidak mau taat kepada-Ku.
Dari ayat-ayat di atas dapat diambil iktibar-iktibar sebagai berikut:

1.
Wajib menyampaikan ajaran-ajaran dengan sesungguh-sungguhnya sesuai dengan risalah yang dibawa Rasul agar dengan demikian tercapailah pembentukan umat yang baru, penuh kedamaian di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun.
Hal ini dapat dilihat pada perbuatan Rasulullah ﷺ sendiri.
Beliau merupakan suri teladan bagi umatnya dalam mengamalkan perintah-perintah Allah.
Hal ini dapat dilihat pada perkataan, perbuatan-perbuatan, dan tindakan-tindakannya.
Karena itu orang Arab tertarik kepada agama yang dibawanya sehingga dalam waktu yang sangat pendek, penduduk Jazirah Arab telah menganut agama Islam.
Cara-cara yang dilakukan oleh Rasulullah ini telah dilakukan pula oleh para sahabat dan beberapa khalifah yang terkenal dalam sejarah, maka mereka pun telah berhasil pula sebagaimana Rasulullah telah berhasil.
Dalam pada itu ada pula di antara kaum muslimin yang telah berbuat kesalahan.

2.
Kita lihat dalam sejarah bahwa Bani Israil menjadi bangsa yang besar dan berkuasa di saat mereka melaksanakan dengan baik agama Allah, dan mereka menjadi bangsa terjajah, hidup sengsara di saat mereka memandang enteng dan mengingkari agama Allah.

3.
Demikianlah halnya kaum Muslimin, menjadi kuat dan besar di saat mereka melaksanakan dengan baik agama Allah, di saat timbul persaudaraan yang kuat sesama kaum Muslimin, dan mereka menjadi lemah di saat mereka tidak mengacuhkan lagi agama Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di kepingan-kepingan Tawrat itu, Kami jelaskan kepada Musa segala sesuatu yang berkaitan dengan ajaran-ajaran dan aturan-aturan terperinci yang dibutuhkan umat manusia dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Kami serukan kepadanya, “Ambillah kepingan-kepingan ini dengan teguh dan kuat.
Perintahkanlah kaummu untuk mengamalkan hal-hal yang utama yang dikandungnya, seperti mendahulukan sikap memaafkan ketimbang kisas, membebaskan utang ketimbang menangguhkannya, dan mengutamakan yang mudah dari yang sulit.
Dalam Tawrat itu juga Aku tunjukkan negeri orang-orang yang melanggar perintah- perintah Allah dan kehancuran yang akan diderita, agar menjadi pelajaran bagi kalian.
Maka janganlah kalian langgar aturan-aturan Allah, hingga kalian terhindar dari bencana yang menimpa mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lempengan-lempengan) lempengan-lempengan kitab Taurat yang terdiri dari dedaunan surga, atau dari zabarjad atau dari tujuh jenis atau sepuluh jenis zamrud (segala sesuatu) yang diperlukan di dalam menyampaikan agama (sebagai pelajaran dan penjelasan) keterangan (bagi segala sesuatu) menjadi badal dari jar dan majrur sebelumnya.

(Maka berpeganglah kepadanya) sebelumnya terdapat kalimat Kami berfirman yang ditakdirkan/yang diperkirakan keberadaannya (dengan teguh) dengan sungguh-sungguh dan dengan segala kemampuan (dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik) yakni Firaun beserta para pengikutnya, yaitu negeri Mesir, supaya kamu mengambil pelajaran darinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan telah Kami tulis untuk Musa di dalam Taurat, hukum-hukum yang ia butuhkan untuk mendakwahkan agama-Nya sebagai nasihat untuk memberi peringatan, pelajaran dan penjelasan terhadap hukum halal dan haram, perintah dan larangan, kisah-kisah, akidah-akidah, berita-berita dan hal-hal yang ghaib.
Allah berfirman kepadanya (Musa) :
Ambillah dengan teguh, yakni ambilah kitab Taurat itu dengan teguh dan sungguh-sungguh, perintahkanlah kaummu untuk mengerjakan apa yang telah Allah syariatkan di dalamnya.
Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka maupun selain mereka berlaku syirik, akan ditunjukkan kepadanya negeri orang-orang fasik di akhirat, yaitu neraka Allah yang telah disiapkan untuk musuh-musuh-Nya yang tidak taat kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Berpeganglah kepadanya dengan teguh.

Yakni dengan tekad yang bulat untuk taat.

…dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) yang sebaik-baiknya.

Sufyan ibnu Uyaynah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’b, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam diperintahkan (oleh Allah) untuk memegang teguh perintah-perintah yang paling berat yang ia anjurkan kepada kaumnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.

Yaitu kamu akan melihat akibat orang-orang yang menentang perintah­Ku dan menyimpang dari jalan ketaatan kepada-Ku, bagaimanakah kehancuran dan kebinasaan serta kerusakan yang akan mereka alami.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa sesungguhnya dikatakan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.
Hal ini perumpamaannya sama dengan perkataan seseorang kepada lawan bicaranya, “Besok saya akan memperlihatkan kepadamu apa yang akan dialami oleh orang yang menentang perintahku,” mengandung nada ancaman dan peringatan terhadap orang yang membangkang dan menentang perintahnya.
Kemudian dinukil pula hal yang semisal dari Mujahid dan Al-Hasan Al-Basri.

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud oleh firman-Nya:

…nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik
Yakni penduduk negeri Syam, dan Aku akan memberikannya kepadamu.

Sedangkan menurut pendapat lainnya lagi, negeri yang dimaksud ialah negeri tempat tinggal kaum Fir’aun.
Tetapi pendapat yang pertamalah yang lebih utama, karena hal ini terjadi setelah Musa dan kaumnya meninggalkan negeri Mesir, sedangkan khitab ini ditujukan kepada kaum Bani Israil sebelum mereka memasuki Padang Tih


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 145 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 145 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 145 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:145
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.4
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta