Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 133 [QS. 7:133]

فَاَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِمُ الطُّوۡفَانَ وَ الۡجَرَادَ وَ الۡقُمَّلَ وَ الضَّفَادِعَ وَ الدَّمَ اٰیٰتٍ مُّفَصَّلٰتٍ ۟ فَاسۡتَکۡبَرُوۡا وَ کَانُوۡا قَوۡمًا مُّجۡرِمِیۡنَ
Faarsalnaa ‘alaihimuth-thuufaana wal jaraada wal qummala wadh-dhafaadi’a waddama aayaatin mufash-shalaatin faastakbaruu wakaanuu qauman mujrimiin(a);
Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.
―QS. Al A’raaf [7]: 133

Daftar isi

So We sent upon them the flood and locusts and lice and frogs and blood as distinct signs, but they were arrogant and were a criminal people.
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 133]

فَأَرْسَلْنَا maka Kami kirimkan
So We sent
عَلَيْهِمُ atas/kepada mereka
on them
ٱلطُّوفَانَ taufan
the flood
وَٱلْجَرَادَ dan belalang
and the locusts
وَٱلْقُمَّلَ dan kutu
and the lice
وَٱلضَّفَادِعَ dan katak
and the frogs
وَٱلدَّمَ dan darah
and the blood
ءَايَٰتٍ bukti-bukti
(as) signs
مُّفَصَّلَٰتٍ terperinci/jelas
manifest,
فَٱسْتَكْبَرُوا۟ maka mereka menyombongkan diri
but they showed arrogance
وَكَانُوا۟ dan adalah mereka
and they were
قَوْمًا kaum
a people,
مُّجْرِمِينَ orang-orang yang berdosa
criminal.

Tafsir Al-Quran

Surah Al A’raaf
7:133

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 133. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini diceritakan bahwa sebagai akibat dari keingkaran, kekufuran dan kezaliman mereka, maka Allah menurunkan azab yang lebih dahsyat kepada mereka berupa topan yang melanda rumah dan pohon-pohonan, kebun dan sawah-sawah mereka, kemudian datang lagi hama belalang yang membinasakan tanaman-tanaman mereka, dan akhirnya muncul wabah lain yang menjadikan air minum mereka berubah rasa, berubah bau, dan berubah warnanya seperti darah yang tidak dapat mereka minum.


Meskipun lima macam azab yang ditimpakan Allah bertubi-tubi kepada Firaun dan kaumnya.

Mereka tetap menyombongkan diri dan berbuat dosa, dan itu merupakan sifat mereka yang paling menonjol.


Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 133. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Maka Allah menimpakan kepada mereka lebih banyak lagi bencana dan malapetaka.
Dimulai dalam bentuk angin topan yang meluluhlantakan tempat-tempat tinggal mereka, datangnya belalang dalam jumlah besar yang menggerogoti tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, serangan hama dan kuman yang membinasakan ternak dan tanaman, tersebarnya katak yang dapat memperkeruh kehidupan mereka dan melalui
"bencana darah"
yang mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti pendarahan pada beberapa organ tubuh, terkontaminasinya darah, naiknya tekanan darah yang mengakibatkan kelumpuhan (stroke), kencing darah akibat menderita dan sejenisnya, atau berupa berubahnya air yang dibutuhkan dalam keseharian menjadi lautan darah, dan sebagainya.


Allah telah mendatangkan pelbagai malapetaka seperti yang disebutkan tadi, tetapi itu semua tidak membuat mereka sadar.
Watak mereka memang keras dan hati mereka pun membatu.


Mereka enggan beriman dan kembali kepada kebenaran.
Mereka, seperti biasanya, merupakan sekelompok manusia yang terlalu sering melakukan kejahatan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka Kami kirimkan kepada mereka banjir yang besar sehingga menenggelamkan ladang pertanian dan buah-buahan.
Kami kirimkan belalang sehingga memakan tanaman, buah-buahan, pintu-pintu rumah, atap-atap dan pakaian-pakaian mereka.


Kami kirimkan kutu-kutu yang merusak buah-buahan, hewan ternak dan tanaman-tanaman.
Kami kirimkan katak-katak sehingga memenuhi peralatan rumah tangga, makanan dan tempat-tempat tidur mereka.


Kami juga mengirimkan darah sehingga sungai-sungai dan sumur-sumur mereka menjadi darah, mereka tidak bisa mendapatkan air bersih untuk diminum.
Ini adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang menjelaskan antara satu ayat dengan ayat yang lain, tidak ada yang dapat melakukan itu, kecuali Dia.


Akan tetapi, mereka tetap sombong tidak beriman kepada Allah.
Mereka adalah kaum yang bermaksiat kepada Allah dan fasik disebabkan kekufuran mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan) yaitu air bah yang memasuki rumah-rumah mereka sehingga mencapai setinggi tempat pesanggrahan duduk mereka selama tujuh hari


(belalang) kemudian belalang itu memakan persawahan dan buah-buahan milik mereka, demikian pula


(kutu) ulat atau sejenis serangga yang memakan apa yang ditinggalkan oleh belalang


(katak) kemudian katak itu memenuhi rumah-rumah mereka dan juga makanan-makanan mereka


(dan darah) di dalam air milik mereka


(sebagai bukti-bukti yang jelas) yang terang


(tetapi mereka tetap menyombongkan diri) tidak mau beriman kepada bukti-bukti tersebut


(dan mereka adalah kaum yang berdosa).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan.

Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makna topan ini.


Dari Ibnu Abbas, dalam salah satu riwayat darinya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan topan ini adalah hujan besar yang menenggelamkan dan merusak semua tanaman dan buah-buahan.
Hal yang sama dikatakan oleh Ad-Dahhak ibnu Muzahim.

Dalam riwayat lainnya lagi Ibnu Abbas menyebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah banyaknya kematian.
Hal yang sama dikatakan oleh Ata.


Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan topan ialah air bah dan penyakit ta’un (kolera).

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Hisyam Ar-Rifa’i, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Yaman, telah menceritakan kepada kami Al-Minhal ibnu Khalifah, dari Al-Hajjaj, dari Al-Hakam ibnu Mina, dari Siti Aisyah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Topan artinya kematian.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih melalui hadis Yahya ibnu Yaman dengan lafaz yang sama, tetapi hadis ini garib.

Dalam riwayat lainnya Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan topan ialah azab dari Allah yang meliputi mereka.
Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:
lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
(QS. Al-Qalam [68]: 19)

Adapun mengenai al-jarad atau belalang, sudah dikenal, yaitu sejenis serangga yang dapat dimakan, karena berdasarkan apa yang telah disebutkan di dalam hadis Sahihain dari Abu Ya’fur yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Abdullah ibnu Abu Aufa tentang belalang.
Maka Abdullah ibnu Abu Aufa menceritakan:

Kami pernah ikut berperang bersama Rasulullah ﷺ sebanyak tujuh kali peperangan, makanan kami adalah belalang.

Imam Syafii dan Imam Ahmad ibnu Hambal serta Imam Ibnu Majah telah meriwayatkan melalui hadis Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Ibnu Umar, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

Dihalalkan bagi kita dua jenis bangkai dan dua jenis darah, yaitu ikan, belalang, hati, dan limpa.

Abul Qasim Al-Bagawi telah meriwayatkannya dari Daud ibnu Rasyid, dari Suwaid ibnu Abdul Aziz, dari Abu Tamam Al-Aili, dari Zaid ibnu Aslam, dari Ibnu Umar secara marfu dengan lafaz yang semisal.

Abu Daud telah meriwayatkan dari Muhammad ibnul Faraj, dari Muhammad ibnu Zabarqan Al-Ahwazi, dari Sulaiman At-Taimi, dari Abu Usman, dari Salman yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai belalang.
Maka beliau ﷺ bersabda:
Balatentara Allah yang paling banyak jumlahnya.
Aku tidak memakannya, tidak pula mengharamkannya.

Sesungguhnya Rasulullah ﷺ tidak mau memakannya hanyalah karena tidak suka, sebagaimana beliau yang mulia tidak suka makan biawak, tetapi mengizinkannya untuk dimakan.

Disebutkan bahwa Amirul Mukminin Umaribnul Khattab r.a. sangat menyukai belalang.


Telah diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa Khalifah Umar pernah ditanya mengenai belalang.
Maka ia menjawab,
"Aduhai, sekiranya pada kita terdapat setumpuk atau dua tumpuk darinya untuk kita makan."

Ibnu Majah telah meriwayatkan bahwa Ahmad ibnu Mani’ telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Abu Sa’d Sa’id ibnul Mirzaban Al-Baqqal yang pernah mendengar Anas ibnu Malik mengatakan."Dahulu istri-istri Nabi ﷺ saling berkirim hadiah belalang di antara sesama mereka yang dikirimkan dengan memakai piring besar."

Abul Qasim Al-Bagawi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Rasyid, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah ibnul Walid, dari Yahya ibnu Yazid Al-Qa’nabi, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Sada ibnu Ajian, dari Abu Umamah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya Maryam binti Imranalaihis salam pernah memohon kepada Tuhannya agar Dia memberinya makan daging yang tidak ada darahnya.
Maka Allah memberinya makan belalang, dan Maryam berdoa,
"Ya Allah, berilah ia kehidupan tanpa menyusu (yakni lsa), dan lahirkaanlah ia tanpa bersuara."

Menurut Numair, syiya’ artinya suara tangisan.

Abu Bakar ibnu Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Baqi Hisyam ibnu Abdul Malik Al-Muzani, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah ibnul Walid, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ayyasy, dari pamdam ibnu Zur’ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Abu Zuhair An-Numatri yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Janganlah kalian membunuh belalang, karena sesungguhnya belalang itu adalah balatentara Allah yang sangat besar.

Hadis ini berpredikat garib sekali.

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala, Maka Kami kirimkan kepada mereka topan dan belalang.
(QS. Al-A’raf [7]: 133)
Bahwa belalang-belalang itu memakan habis semua paku pintu-pintu mereka tanpa memakan kayunya.

Ibnu Asakir telah meriwayatkan melalui hadis Ali ibnu Zaid Al-Kharaiti, dari Muhammad ibnu Kasir, ia pernah mendengar Al-Auza’i mengatakan bahwa ia pernah keluar menuju Padang Sahara, tiba-tiba ia melihat seorang lelaki di dalam kumpulan belalang di langit.
Ternyata lelaki itu menaiki seekor belalang dari kumpulan belalang yang ada bersamanya, sedangkan lelaki itu menyandang senjatanya.
Setiap kali lelaki itu mengisyaratkan tangannya (seperti ini), maka pasukan belalangnya mengarah ke tujuan yang diisyaratkan oleh tangannya.
Sedangkan lelaki itu tiada hentinya mengatakan,
"Dunia ini batil, batillah semua yang ada padanya.
Dunia ini fana, fanalah semua yang ada padanya.
Dunia ini batil, dan batillah semua yang ada padanya."’

Al-Hafiz Abul Faraj Al-Mu’afa Ibnu Zakaria Al-Hariri mengatakan, mengatakan dan menceritakan kepada kami Al Hasan Ibnu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdur Rahim, telah menceritakan kepada kami Waki, dari Al-A’masy, telah menceritakan kepada kami Amir yang mengatakan bahwa Syuraih Al-Qadi pernah ditanya mengenai belalang.
Maka ia menjawab,
"Semoga Allah memburukkan belalang, padanya terdapat tujuh ciri khas makhluk yang angkuh, kepalanya mirip kepala kuda, lehernya mirip leher banteng, dadanya mirip dada harimau (singa), sayapnya mirip sayap burung elang, kakinya mirip kaki unta, jantan, ekornya mirip ekor ular, dan perutnya mirip perut kalajengking."


Dalam tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang lalu, yaitu:

Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kalian dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 96)

telah disebutkan hadis Hammad ibnu Salamah, dari Abul Mihzam, dari Abu Hurairah yang di dalamnya disebutkan,
"Kami berangkat bersama Rasulullah ﷺ untuk menunaikan ibadah haji atau umrah.
Maka kami bersua dengan sekumpulan belalang.
Lalu kami memukulinya dengan tongkat-tongkat yang ada pada kami, sedangkan kami dalam keadaan ihram.
Kemudian kami bertanya kepada Rasulullah ﷺ (tentang perbuatan kami itu), maka beliau ﷺ menjawab:

‘Tidak mengapa dengan binatang buruan laut’."

Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Harun Al-Hamani, dari Hisyam ibnul Qasim, dari Ziyad ibnu Abdullah ibnu Ilasah dan dari Musa ibnu Muhammad ibnu Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya, dari Anas dan Jabir, dari Rasulullah ﷺ Disebutkan bahwa apabila Rasulullah ﷺ berdoa dalam menghadapi wabah belalang, beliau mengucapkan:
Ya Allah, binasakanlah yang besar-besarnya, matikanlah yang kecil-kecilnya, rusakkanlah telur-telurnya, hancurkanlah keturunannya serta hindarkanlah mulutnya dari tempat penghidupan kami dan dari rezeki kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Memperkenankan doa.
Maka Jabir bertanya kepadanya,
"Wahai Rasulullah, apakah engkau mendoakan untuk kebinasaan suatu pasukan dari balatentara Allah agar mereka dihancurkan?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya belalang itu bersumber dari apa yang disebarkan oleh ikan di laut.

Hisyam mengatakan, telah menceritakan kepadanya Ziyad.
Ziyad mendapat berita dari seseorang yang pernah melihat ikan menyebarkan belalang, bahwa belalang itu disebarkan oleh ikan di laut.
Ziyad melanjutkan perkataannya,
"Sesungguhnya ikan itu apabila bertelur di tepi pantai, lalu airnya mengalami surut sehingga telur-telur itu terkena sinar mentari, maka semuanya menetaskan belalang yang langsung terbang."

Dalam tafsir firman-Nya yang mengatakan:

melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.
(QS. Al-An’am:38)

Telah disebutkan hadis Umar r .a., bahwa Allah subhanahu wa ta’ala, telah menciptakan seribu umat, enam ratus di antaranya di laut, sedangkan yang empat ratusnya hidup di daratan.
Dan sesungguhnya umat yang mula-mula dibinasakan (punah) adalah belalang.

Adapun mengenai kutu, maka disebutkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan kutu ialah semacam ulat yang keluar dari biji gandum.
Dari Ibnu Abbas pula disebutkan bahwa kutu adalah belalang kecil yang tidak bersayap.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, dan Qatadah.
Disebutkan pula dari Al-Hasan serta Sa’id ibnu Jubair bahwa kutu ialah hewan kecil lagi hitam.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, al-qummal artinya nyamuk kecil.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa al-qummal adalah bentuk jamak, sedangkan bentuk tunggalnya ialah qumlah, artinya sejenis serangga yang menyerupai kutu yang suka menyedot darah unta.
Menurut berita yang sampai kepadaku, serangga inilah yang dimaksud­kan oleh Al-A’sya dalam syairnya yang mengatakan:

Mereka adalah suatu kaum yang anak-anaknya sedang menang­gulangi wabah kutu, dan rantai-rantai besi serta pintu yang terkunci.

Sebagian ahli nahwu dari kalangan ulama Basrah menduga bahwa qummal menurut orang Arab artinya sama dengan hamnan yang bentuk tunggalnya ialah hamnanah, artinya sejenis serangga yang bentuknya seperti kera, lebih besar sedikit daripada kutu.

Imam Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Ya’qub Al-Qummi, dari Ja’far ibnu Abul Mugirah, dari Sa’id ibnu Jubair yang menceritakan bahwa ketika Musaalaihis salam datang kepada Fir’aun, Musaalaihis salam berkata kepadanya,
"Lepaskanlah kaum Bani Israil untuk pergi bersamaku."
Lalu Allah mengirimkan topan, yakni hujan yang sangat lebat kepada Fir’aun dan kaumnya.
Dan ketika sesuatu dari hujan itu menimpa mereka, mereka merasa khawatir bila hujan itu merupakan azab.
Lalu mereka berkata kepada Musaalaihis salam"Doakanlah buat kami kepada Tuhanmu agar Dia menghentikan hujan ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu."
Lalu Nabi Musaalaihis salam berdoa kepada Tuhannya (hingga hujan itu berhenti), tetapi mereka tidak mau beriman dan tidak melepaskan kaum Bani Israil bersamanya.
Maka pada tahun itu juga Allah subhanahu wa ta’ala, menumbuhkan tetumbuhan, rerumputan, dan buah-buahan yang banyak, sebelum itu belum pernah terjadi demikian.
Maka mereka berkata,
"Inilah yang selalu kami dambakan."
Lalu Allah mengirimkan belalang kepada mereka yang merusak semua tetumbuhan mereka.
Ketika mereka melihat kerusakan yang diakibatkan oleh belalang itu, maka mereka mengetahui bahwa tiada sesuatu pun dari tanaman mereka yang selamat.
Mereka berkata,
"Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu buat kami agar Dia mengusir belalang ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan akan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu."
Nabi Musaalaihis salam berdoa kepada Tuhannya, maka Allah mengusir belalang itu dari mereka, tetapi mereka tidak mau beriman dan tidak melepaskan kaum Bani Israil pergi bersama Musa.
Dan mereka ber­lindung masuk ke dalam rumah-rumah mereka, lalu mereka berkata,
"Kami telah berlindung."
Maka Allah mengirimkan kutu, yakni ulat yang keluar dari bebijian, kepada mereka.
Tersebutlah bahwa seseorang lelaki bila keluar dengan membawa sepuluh karung biji gandum ke tempat penggilingannya, maka begitu ia sampai ke tempat penggilingannya tiada yang tersisa kecuali hanya tiga genggam gandum saja (semuanya berubah menjadi ulat).
Mereka berkata,
"Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia melenyapkan kutu ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu."
Nabi Musaalaihis salam berdoa kepada Tuhannya, maka lenyaplah kutu itu dari mereka.
Tetapi mereka menolak, tidak mau melepaskan kaum Bani Israil pergi bersama Musa.
Ketika Musaalaihis salam sedang duduk di hadapan Raja Fir’aun, tiba-tiba terdengarlah suara katak.
Lalu Musa berkata kepada Fir’aun,
"Apakah yang kamu dan kaummu jumpai dari katak ini?"
Fir’aun berkata,
"Barangkali ini pun merupakan tipu muslihat yang lain."
Maka tidak lama kemudian —yakni pada petang harinya— tiada seorang pun yang duduk melainkan seluruh negeri penuh dengan katak sampai mencapai dagunya.
Dan bila seseorang hendak berkata, begitu ia membuka mulutnya, maka pasti ada katak yang masuk ke dalam mulutnya.
Kemudian mereka berkata,
"Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia melenyapkan katak-katak ini dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan nfelepaskan kaum Bani Israil bersamamu."
(Setelah katak lenyap) mereka tetap tidak juga mau beriman.
Lalu Allah mengirimkan darah kepada mereka, sehingga tidak sekali-kali mereka mengambil air minum —baik dari sungai ataupun dari sumur-sumur— melainkan mereka menjumpai air itu dalam wadahnya berubah menjadi merah, yakni berubah menjadi darah segar.
Lalu mereka mengadu kepada Fir’aun,
"Sesungguhnya kami telah dicoba dengan darah, dan kami tidak lagi mempunyai air minum."
Fir’aun berkata,
"Sesungguhnya dia (Musa) telah menyihir kalian."
Mereka berkata,
"Mana mungkin dia menyihir kami, tidak sekali-kali kami menjumpai air dalam wadah-wadah kami melainkan kami menjumpai­nya berubah menjadi darah yang segar."’ Mereka datang kepada Musa dan berkata kepadanya,
"Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia melenyapkan darah ini dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan kami akan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu."
Musa berdoa kepada Tuhannya, maka Allah melenyapkan darah itu dari mereka, tetapi mereka tetap tidak mau beriman, tidak mau pula melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamanya.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, As-Saddi, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf, bahwa masing-masing telah menceritakan hal tersebut.

Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar telah mengatakan bahwa musuh Allah —yaitu Fir’aun— kembali kepada kekufurannya ketika para ahli sihirnya telah beriman dalam keadaan kalah dan terhina.
Ia tetap tidak mau beriman, melainkan hanya menetapi kekufurannya serta tenggelam ke dalam kejahatannya.
Maka Allah mengirimkan berbagai tanda (mukjizat-mukjizat) kepada Fir’aun.
Maka pada awal mulanya Fir’aun dan kaumnya mengalami musim paceklik yang panjang, kemudian menyusul topan, lalu belalang, kutu, katak, dan darah serta berbagai mukjizat lainnya yang terinci.
Allah mengirimkan topan dalam bentuk air bah yang memenuhi semua permukaan tanah, sehingga mereka tidak dapat lagi bercocok tanam, juga tidak dapat berbuat sesuatu pun, akhirnya mereka kelaparan.
Ketika keadaan mereka sangat kritis, maka disebutkan oleh firman-Nya:
Mereka berkata,
"Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan (perantaraan) kendbianyang diketahui Allah ada pada sisimu.
Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dari kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."
(QS. Al-A’raf [7]: 134)
Maka Musaalaihis salam berdoa kepada Tuhannya, dan Allah melenyapkan azab itu dari mereka, tetapi mereka tidak memenuhi sesuatu pun dari apa yang telah mereka janjikan.
Karena itu, Allah mengirimkan belalang kepada mereka.
Menurut berita yang disampaikan kepadaku, belalang itu memakan semua pepohonan, hingga memakan pula semua paku pintu-pintu dan kusen-kusen rumah mereka, padahal paku-paku tersebut terbuat dari besi.
Pada akhirnya rumah dan tempat tinggal mereka ambruk semua.
Maka mereka mengatakan pula kepada Musa seperti apa yang disebutkan di dalam ayat di atas.
Nabi Musa berdoa kepada Tuhannya agar melenyapkan azab itu dari mereka.
Tetapi setelah azab dilenyapkan, mereka tidak memenuhi sesuatu pun dari apa yang telah mereka janjikan.
Lalu Allah mengirimkan kutu kepada mereka.
Menurut kisah yang sampai kepadaku, Nabi Musaalaihis salam diperintahkan oleh Allah untuk ber­jalan menuju sebuah bukit pasir, lalu memukulnya dengan tongkatnya.
Kemudian Nabi Musaalaihis salam berjalan menuju bukit pasir Uhail yang sangat besar, lalu ia memukulnya dengan tongkatnya, maka berhamburanlah kutu-kutu itu menuju mereka, hingga memenuhi rumah-rumah dan makanan mereka.
Mereka tidak dapat tidur dan tidak dapat menetap dengan tenang.
Ketika keadaan mareka sangat kritis, maka mereka mengatakan kepada Musa seperti apa yang mereka katakan semula.
Musaalaihis salam berdoa kepada Tuhannya, memohon agar bencana itu dilenyapkan.
Maka Allah melenyapkan azab itu dari mereka, tetapi mereka tidak memenuhi sesuatu pun dari apa yang telah mereka janjikan.
Kemudian Allah mengirimkan katak kepada mereka, akhirnya katak memenuhi rumah, makanan, dan semua wadah milik mereka.
Sehingga tidak sekali-kali seseorang membuka tempat pakaian dan makanan melainkan ia menjumpai katak, katak benar-benar telah memenuhinya Ketika hal tersebut membuat mereka benar-benar dalam keadaan kritis, lalu mereka mengatakan kepada Musaalaihis salam seperti perkataan mereka sebelumnya.
Maka Musaalaihis salam memohon kepada Tuhannya, dan Allah melenyapkan azab dari mereka, tetapi ternyata mereka tidak memenuhi sesuatu pun dari apa yang telah mereka janjikan itu.
Maka Allah mengirimkan darah kepada mereka, sehingga semua air keluarga Fir’aun berubah menjadi darah.
Mereka tidak dapat minum baik dari sungai ataupun dari sumur, dan tidak sekali-kali mereka menciduk air dari tempatnya melainkan air itu berubah menjadi darah segar.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mansur Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami An-Nadr, telah menceritakan kepada kami Israil, telah menceritakan kepada kami Jabir ibnu Yazid, dari Ikrimah, dari Ubaidillah ibnu Amr yang mengatakan,
"Janganlah kalian membunuh katak, karena sesungguhnya ketika katak dikirimkan kepada kaum Fir’aun, maka ada seekor katak darinya yang menjatuhkan diri ke dalam pemanggangan roti yang ada apinya.
Katak itu melakukan demikian demi memperoleh rida Allah.
Maka Allah menggantikan panasnya api itu dengan kesejukan yang lebih daripada kesejukan air yang pernah ia rasakan, dan Allah menjadikan suaranya sebagai tasbih."

Telah diriwayatkan pula melalui jalur Ikrimah, dari Ibnu Abbas, hal yang semisal.
Zaid ibnu Aslam mengatakan, yang dimaksud dengan darah ialah seperti darah mimisan.
Demikian menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A’raaf (7) Ayat 133

JARAAD
جَرَاد

Lafaz jaraad artinya serangga kecil yang dapat terbang, mempunyai kaki dan merusak tanaman.

Kata jaraad disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al A’raaf (7), ayat 133;
Al Qamar (54), ayat 7.

Diterangkan dalam ayat itu Fir’aun dan kaumnya menentang Nabi Musa walaupun sekiranya Nabi Musa sanggup mendatang kan bukti yang kuat mengenai kenabiannya mereka tetap tidak beriman.

Dan dalam surah Al A’raaf (7), ayat 133 diceritakan, Allah akhirnya mengirim azab kepada Fir’aun dan kaumnya yang berupa angin taufan, belalang(jaraad), kutu, katak dan darah (air minum mereka berubah menjadi darah). Allah mengirim belalang memakan tanaman-tanaman mereka sehingga terjadilah kekurangan bahan makanan.
Ini semua menjadi bukti yang jelas (bahwa) Nabi Musa adalah utusan Allah tetapi mereka tetap sombong diri dan tidak mau beriman kepada Nabi Musa.

Adapun kata jaraad dalam surah Al Qamar (54), ayat 7 digunakan sebagai perumpamaan keadaan manusia setelah bangkit dari kubur.
Pada saat dibangkitkan dari kubur, manusia bangun dengan menundukkan pandangannya karena takut dan bingung.
Selain itu, mereka datang dari berbagai arah, bergabung antara satu dengan lainnya dan berlari-lari menuju tempat perhitungan amal memenuhi panggilan yang menyuruh mereka berkumpul.
Keadaan manusia seperti ini digambarkan di dalam Al Qur’an bagaikan belalang yang berterbangan di udara.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:146

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
Adab orang mukmin.
Adab mendengar pembacaan Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio Murottal

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 133 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 133 - Gambar 2
Statistik QS. 7:133
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A’raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An’am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
Sending
User Review
4.8 (16 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
7:133, 7 133, 7-133, Surah Al A'raaf 133, Tafsir surat AlAraaf 133, Quran Al Araf 133, Al-A'raf 133, Surah Al Araf ayat 133
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 7:133

More Videos

Kandungan Surah Al A’raaf

۞ QS. 7:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:3 Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 7:4 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 7:5 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman

۞ QS. 7:6 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:7 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:8 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 7:13 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:14 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:15 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:16 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:17 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:18 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:20 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:21 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:22 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 7:23 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 7:25 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 7:27 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:28 • Mendustai Allah • Dosa-dosa besar

۞ QS. 7:29 Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Shalat rukun Islam • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 7:30 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:33 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 7:34 • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 7:35 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:36 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:37 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Syirik adalah dosa terbesar • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:38 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 7:39 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 7:40 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 7:41 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:42 • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Toleransi Islam • Keutamaan iman • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 7:43 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 7:44 • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:45 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 7:46 • Batas antara surga dan neraka • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:47 Ar Rabb (Tuhan) • Golongan Al A’raf • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:48 • Golongan Al A’raf • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:49 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Memasuki surga • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:50 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 7:51 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 7:52 • Keluasan ilmu Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:53 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Beriman ketika datang hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 7:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid RububiyyahArsy • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 7:55 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:57 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 7:58 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:59 Tauhid Uluhiyyah • Kedahsyatan hari kiamat • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:60 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:61 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 7:62 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:63 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:65 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:67 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:68 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:69 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:70 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:71 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 7:72 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:73 Tauhid UluhiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:74 Dalil Allah atas hambaNya

۞ QS. 7:75 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:77 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:78 • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:79 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:83 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 7:84 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:85 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:86 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:87 Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:88 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:89 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:91 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:92 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:93 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:94 Hukum alam

۞ QS. 7:95 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:96 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keutamaan iman •

۞ QS. 7:97 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:98 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:99 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:100 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:101 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 7:102 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:103 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:104 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:105 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:110 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:111 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:113 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 7:116 Hakikat sihir

۞ QS. 7:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:118 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:121 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:122 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:125 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:128 • Pahala iman • Minta tolong kepada Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kekuatan umat Islam di dunia •

۞ QS. 7:129 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:130 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:131 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Meramal nasib

۞ QS. 7:134 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:136 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:137 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:139 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 7:140 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 7:141 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:142 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:143 • Gunung akan hancur bila Allah menampakkan diri di atasnya • Sifat Kalam (berfirman) • Allah tidak dapat dilihat di dunia • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 7:144 • Sifat Kalam (berfirman) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:145 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:146 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:147 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 7:148 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:149 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:150 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:151 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 7:152 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:153 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:154 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:155 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:156 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:157 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Islamnya ahli kitab • Islam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 7:158 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:159 • Islamnya ahli kitab

۞ QS. 7:161 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:162 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:163 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:164 Ar Rabb (Tuhan) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:165 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Siksaan Allah sangat pedih • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:166 • Siksaan Allah sangat pedih • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:167 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:169 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 7:170 • Pahala iman • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah •

۞ QS. 7:171 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:172 Tauhid RububiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama fitrah

۞ QS. 7:174 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:175 • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:176 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 7:177 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:178 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:179 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 7:180 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Mengingkari nama-nama Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:182 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:183 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:185 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian •

۞ QS. 7:186 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:187 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 7:188 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 7:189 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:190 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 7:191 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:192 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:193 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:194 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:195 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:196 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:197 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:198 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:200 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 7:201 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Lemah iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 7:202 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:203 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:205 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:206 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

Ayat Pilihan

Hanya Engkaulah yang kami sembah,
dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
QS. Al-Fatihah [1]: 5

Hai Bani Israil,
ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu & Aku telah melebihkan kamu atas segala umat yang lain di alam ini.
QS. Al-Baqarah [2]: 122

Apabila kamu membaca Alquran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

[ucapkan a`uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim] ― QS. An-Nahl [16]: 98

Dialah yang turunkan air hujan,
lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuhan itu tanaman yang hijau.
Sungguh pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman
QS. Al-An’am [6]: 99

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

Zhihar

Apa itu Zhihar? Secara bahasa, zhihar berarti punggung. Sedang menurut istilah syariat, zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya, ‘Bagiku kamu seperti punggung ibuku’, dengan maksud dia hend...

Al Mu’izz

Apa itu Al Mu’izz? Allah itu Al-Mu’izz . Allah itu Al-Mu’izz yaitu yang Maha Memuliakan makhluk-Nya. Dia bisa memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki sesuai dengan kebijaksanaan-Ny...

mengislamkan

Apa itu mengislamkan? meng.is.lam.kan (1) menjadikan beragama Islam; para wali telah mengislamkan penduduk negeri itu; (2) mengkhitankan; ia hendak mengislamkan anaknya pada akhir bulan ini … ...