QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 132 [QS. 7:132]

وَ قَالُوۡا مَہۡمَا تَاۡتِنَا بِہٖ مِنۡ اٰیَۃٍ لِّتَسۡحَرَنَا بِہَا ۙ فَمَا نَحۡنُ لَکَ بِمُؤۡمِنِیۡنَ
Waqaaluuu mahmaa ta’tinaa bihi min aayatin litasharanaa bihaa famaa nahnu laka bimu’miniin(a);

Mereka berkata:
“Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu”.
―QS. 7:132
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
7:132, 7 132, 7-132, Al A’raaf 132, AlAraaf 132, Al Araf 132, Al-A’raf 132

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 132

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 132. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan keingkaran mereka itu walaupun Nabi Musa telah memberikan keterangan-keterangan dan bukti yang jelas tentang kerasulannya.
Mereka berkata kepada Nabi Musa, “Bagaimanapun kamu telah mendatangkan keterangan-keterangan itu, namun kami sekali-kali tidak akan beriman kepada kamu”.

Mereka menganggap bahwa semua keterangan-keterangan yang telah dikemukakan Nabi Musa kepada mereka yang membuktikan kerasulannya, mereka anggap seperti sihir untuk mempengaruhi mereka, supaya meninggalkan agama nenek moyang mereka serta melakukan kelaliman terhadap Bani Israil.
Kemudian mereka tegaskan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan membenarkan semua keterangan dan bukti-bukti tersebut.
Ini berarti bahwa mereka tidak akan menerima agama Allah yang disampaikan kepada Nabi Musa untuk mereka semuanya.
Tetapi mereka tetap melakukan kelaliman terhadap Bani Israil dan kaum Nabi Musa ‘alaihis salam

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Karena adanya asumsi yang salah seperti inilah, mereka senantiasa tetap mempertahankan kemungkaran.
Dan mereka–saat menyaksikan bukti-bukti kebenaran Musa a.
s.–berkata, “Meskipun kamu ketengahkan seluruh bukti dengan berbagai macam coraknya agar kami meninggalkan keyakinan kami dan tidak memperbudak kalian, kami tetap tidak akan percaya dan patuh kepadamu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata,) kepada Musa (“Bagaimana kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.”) kemudian Musa berdoa agar mereka diberi pelajaran.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kaum Fir aun berkata kepada Musa :
Ayat,bukti dan keterangan apa pun yang kamu bawa kepada kami agar kami berpaling dari agama Fir aun, kami tidak akan percaya dan beriman kepadamu (Musa).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Demikianlah kisah dari Allah subhanahu wa ta’ala.
mengenai keingkaran Fir’aun dan kaumnya, kekerasan dan kesombongan mereka terhadap perkara yang hak, serta tenggelamnya mereka dalam kebatilan.
Hal ini dapat dipahami dari ucapan mereka yang dikisahkan oleh firman-Nya:

Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.

Mereka mengatakan bahwa mukjizat apa pun yang kamu datangkan kepada kami, dan dalil serta hujah apa pun yang kamu tegakkan terhadap kami niscaya kami tolak mentah-mentah.
Kami tidak akan menerimanya dan tidak akan beriman kepadamu, tidak pula kepada ajaran yang kamu sampaikan.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 132 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 132 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 132 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:132
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.7 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim