Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 130 [QS. 7:130]

وَ لَقَدۡ اَخَذۡنَاۤ اٰلَ فِرۡعَوۡنَ بِالسِّنِیۡنَ وَ نَقۡصٍ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَذَّکَّرُوۡنَ
Walaqad akhadznaa aala fir’auna bissiniina wanaqshin minats-tsamaraati la’allahum yadz-dzakkaruun(a);

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.
―QS. 7:130
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
7:130, 7 130, 7-130, Al A’raaf 130, AlAraaf 130, Al Araf 130, Al-A’raf 130

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 130

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 130. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat yang lalu telah disebutkan bahwa Nabi Musa a.s.
telah mengharapkan bagi kaumnya semoga Allah subhanahu wa ta’ala membinasakan musuh-musuh mereka dan menjadikan mereka khalifah di bumi-Nya, dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan taraf-taraf permulaan bagi pembinasaan terhadap Firaun dan para pengikut yang setia kepadanya, sebagai akibat dari kekafiran dan pendustaan mereka terhadap utusan Allah.
Azab yang disebutkan dalam ayat ayat ini merupakan pendahuluan, sebelum datangnya azab terakhir yang menyebabkan kehancuran total bagi mereka.

Musim kemarau yang panjang, yang mengakibatkan timbulnya kesulitan hidup bagi mereka, seharusnya menimbulkan keinsafan dalam hati mereka.
Kekuatan dan kekuasaan yang mereka miliki selama ini bukanlah merupakan kekuatan dan kekuasaan tertinggi, masih ada kekuatan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Yang Kuasa mendatangkan azab yang tidak dapat mereka atasi.
Jika ada keinsafan semacam itu dalam hati mereka tentulah mereka akan memperoleh perubahan dalam sikap dan perbuatan, terutama kepada Bani Israil.
Di samping itu pastilah mereka menerima seruan Nabi Musa serta meninggalkan keingkaran mereka terhadap Allah subhanahu wa ta’ala

Azab yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya senantiasa mengandung pelajaran dan pendidikan.
Sebab, pada saat-saat manusia menghadapi kesulitan dan kesukaran hidup, hatinya akan menjadi lembut, akan menghadapkan wajahnya kepada Allan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang untuk memohon pertolongan dan belas kasih-Nya.
Di samping itu, Ia akan berusaha untuk memperbaiki tingkah lakunya dengan melakukan perbuatan yang diridai Allah.

Akan tetapi, bila kesulitan dan kesukaran itu tidak merubah sikap dan tingkah lakunya, tetap ingkar kepada Allah serta senantiasa berbuat kemaksiatan, maka teranglah bahwa mereka benar-benar orang yang merugi dan amat sesat karena kesulitan yang mereka hadapi tidak menimbulkan keinsyafan bagi mereka, bahkan sebaliknya menambah keingkaran dan kedurhakaan mereka terhadap Allah subhanahu wa ta’ala Demikianlah keadaan Firaun dan para pengikutnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh kami telah memberi hukuman kepada Fir’aun dan kaumnya dengan mendatangkan kemarau panjang, musim paceklik dan sulitnya penghidupan karena kurangnya bahan-bahan pangan dan buah- buahan, dengan harapan agar mereka mengakui betapa lemahnya kekuasaan tiran mereka jika dibandingkan dengan kekuatan Allah.
Semoga mereka dapat mengambil pelajaran dan tidak kembali menganiaya Bani Israil serta mengikuti ajakan Musa a.
s.
Karena, sesungguhnya, kesulitan dan bencana itu biasanya dapat mencegah orang berlaku sombong, membersihkan diri untuk menerima kebenaran, dan mendorong untuk mengharap perkenan Tuhan semesta alam dan tunduk kepada-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah menghukum Firaun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang) musim paceklik (dan kekurangan buah-buahan supaya mereka mengambil pelajaran) menjadikannya sebagai pelajaran bagi mereka kemudian mereka mau beriman karenanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan sungguh Kami telah menguji Fir aun dan kaumnya dengan kekeringan yang panjang dan kekurangan buah-buahan hasil bumi mereka agar mereka mau mengambil pelajaran dan sadar dari kesesatan mereka, serta kembali bertaubat kepada Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya.

Maksudnya, Kami telah menguji dan mencoba serta menimpakan musibah kepada mereka.

…dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang.

Yakni tahun-tahun yang kering, paceklik yang berkepanjangan, dan kelaparan karena minimnya tetumbuhan.

…dan kekurangan buah-buahan.

Mujahid mengatakan bahwa keparahan ini masih di bawah keparahan yang pertama.
Abi Ishaq mengatakan dari Raja ibnu Haiwah bahwa masa-masa itu pohon kurma hanya membuahkan sebiji buahnya.

…supaya mereka mengambil pelajaran.
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran.

Yaitu berupa kesuburan dan rezeki yang banyak.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Al A'raaf (7) ayat 130 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al A'raaf (7) ayat 130 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al A'raaf (7) ayat 130 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 206 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.7
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/7-130









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta