Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 126 [QS. 7:126]

Topik ▪ Perumpamaan kufur dan menyekutukan Allah
وَ مَا تَنۡقِمُ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنۡ اٰمَنَّا بِاٰیٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتۡنَا ؕ رَبَّنَاۤ اَفۡرِغۡ عَلَیۡنَا صَبۡرًا وَّ تَوَفَّنَا مُسۡلِمِیۡنَ
Wamaa tanqimu minnaa ilaa an aamannaa biaayaati rabbinaa lammaa jaa-atnaa rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran watawaffanaa muslimiin(a);
Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.”
(Mereka berdoa),
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”
―QS. Al A’raaf [7]: 126

And you do not resent us except because we believed in the signs of our Lord when they came to us.
Our Lord, pour upon us patience and let us die as Muslims (in submission to You)."
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 126]

وَمَا dan tidak

And not
تَنقِمُ kamu membalas dendam

you take revenge
مِنَّآ dari kami

from us
إِلَّآ kecuali

except
أَنْ bahwa

that
ءَامَنَّا kami beriman

we believed
بِـَٔايَٰتِ dengan ayat-ayat

in (the) Signs
رَبِّنَا Tuhan kami

(of) our Lord
لَمَّا setelah/ketika

when
جَآءَتْنَا datang kepada kami

they came to us.
رَبَّنَآ ya Tuhan kami

Our Lord!
أَفْرِغْ limpahkan

Pour
عَلَيْنَا kepada kami

upon us
صَبْرًا kesabaran

patience
وَتَوَفَّنَا dan wafatkan kami

and cause us to die
مُسْلِمِينَ orang-orang yang menyerahkan diri

(as) Muslims."

Tafsir

Alquran

Surah Al A’raaf
7:126

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 126. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menceritakan ucapan selanjutnya dari para pesihir kepada Firaun.
Mereka menyingkapkan kejahatan Firaun terhadap mereka, yaitu bahwa Firaun ingin membalas dendam kepada mereka dengan menyiksa mereka secara kejam.

Dan semuanya itu hanyalah karena mereka telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan ketika ayat-ayat tersebut datang kepada mereka.


Ucapan mereka ini mengandung arti bahwa Firaun tidak akan mempengaruhi mereka, karena keimanan kepada Allah adalah suatu yang amat berharga dan sesuai dengan fitrah manusia yang asli, dan menjadi pokok bagi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat kelak.


Firaun mencela para pesihir sebab mereka telah sujud dan beriman kepada Allah tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Firaun.
Di samping itu, Firaun telah menuduh mereka berkomplot dengan Nabi Musa untuk merebut kekuasaan dari tangannya, dan untuk mengusir bangsa Mesir dari tanah air mereka.

Akhirnya Firaun mengancam untuk memotong tangan dan kaki mereka.
ditambah dengan siksaan berupa penyaliban.

Semua itu pada hakikatnya merupakan kemurkaan Firaun terhadap mereka.
Sesudah itu Firaun berusaha melakukan balas dendam dengan perbuatan mereka dan siapa saja yang beriman kepada Allah serta memenuhi seruan Nabi Musa.

Usaha apapun yang dilakukan oleh Firaun tetap tidak mendatangkan hasil baginya.
Bahkan sebaliknya, Firaun bersama para pembesarnya akan menemui nasib yang amat buruk.


Dalam ayat lain disebutkan firman Allah kepada Nabi Musa dan Harun sebagai berikut:

اَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغٰلِبُوْنَ

"Kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang."
(al-Qashas [28]: 35)


Selanjutnya Allah menceritakan tentang para pesihir tersebut, bahwa setelah mereka memberikan jawaban yang tegas seperti di atas, mereka lalu berdoa kehadirat Allah, semoga mereka diberi kesabaran, dan apabila Allah mewafatkan mereka hendaklah dalam keadaan berserah diri kepada-Nya.
Doa mereka kepada Allah agar diberi kesabaran menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dalam setiap perjuangan, terutama perjuangan melawan kezaliman.


Kesabaran tidak hanya berarti kemampuan menahan diri mereka dari kemarahan, akan tetapi juga berarti mawas diri, mengendalikan hawa nafsu, serta tangguh menghadapi segala rintangan dan penderitaan.


Orang yang sabar, tidak akan membalas dendam, walaupun ia mampu untuk melakukannya.
Orang yang sabar senantiasa dapat memelihara pertimbangan akal yang sehat, sehingga ia tidak akan terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang dapat merugikan dirinya dan perjuangan umatnya.


Jalan untuk mencapai kesabaran ialah iman yang kokoh kepada Allah dan hari akhirat.
Hal ini telah dibuktikan oleh kenyataan sejarah umat manusia, yaitu bahwa umat yang kuat imannya adalah merupakan umat yang paling sabar dan tangguh dalam perjuangan dan mempunyai keberanian yang tinggi.
Karena kesabaran serta keberanian itu, timbullah ide dan usaha-usaha pada sementara pimpinan angkatan perang pada beberapa negara, untuk menggalakkan pendidikan agama dan binaan rohani bagi para prajurit dan perwira angkatan perang, agar mereka memiliki iman yang kokoh yang akan membuahkan sifat kesabaran dan keberanian.


Dalam pada itu, Allah berulang kali dalam firman-Nya menjanjikan pertolongan-Nya bagi orang-orang yang sabar, dan ia memberikan petunjuk agar manusia senantiasa bersabar dan menganjurkan orang lain untuk bersabar.
Allah ﷻ berfirman:

الَّذِيْنَ صَبَرُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

(Yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
(an-Nahl [16]: 42)


Firman-Nya lagi:

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran, dan menasihati untuk kesabaran.
(al-Ashr [103]: 3)


Ajaran tentang kesabaran ini sangat dipentingkan agama Islam, sehingga dalam Al-Quran terdapat sekitar 100 kali disebutkan, baik berupa perintah tentang bersabar, maupun berupa pujian bagi orang-orang yang bersabar, ataupun janji kemenangan, keberuntungan dan pertolongan Allah bagi orang-orang yang bersabar.
Dan seringkali kata-kata sabar itu digandengkan dengan kata-kata iman, takwa, tawakal, kebenaran, perjuangan, kekuatan tekad dan sebagainya.


Dalam hadishadis Rasulullah pun banyak terdapat ajaran tentang kesabaran.
Mengenai hubungan antara kesabaran dan keberanian beliau bersabda:


"Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat membanting orang, tetapi orang kuat adalah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika dia sedang marah".
(Riwayat Imam Bukhari, dari Abu Hurairah ra)


Orang yang sabar senantiasa tenang dan mempunyai pikiran terang, sehingga segala ucapan dan tindak tanduknya dapat dikendalikan dengan baik.
Pendiriannya tidak tergoyahkan oleh ancaman dan bujukan bagaimana pun juga.
Oleh sebab itu, dalam suatu hadis yang lain Rasulullah ﷺ bersabda


"Kesabaran itu adalah sinar yang terang."
(Riwayat Muslim, at-Tirmidzi, dan lain-lain)


Sebaliknya orang yang tidak sabar tentu akan kehilangan akal sehat, serta mudah dipengaruhi setan, sehingga ucapan dan tindakannya tidak dapat dikendalikannya.
Hal ini akan membawa kepada akibat yang jelek dan akan menimbulkan kerugian dan penyesalan.
Oleh sebab itu Rasulullah ﷺ memperingatkan dengan sabdanya :



"Sifat tergesa-gesa itu perbuatan setan." (Riwayat at-Tirmidzi)


Karena pentingnya sifat kesabaran itu, maka tidaklah mengherankan mengapa orang-orang yang telah beriman kepada Nabi Musa as dalam kisah tersebut memohon kepada Allah agar dilimpahi kesabaran yang banyak, sehingga iman mereka tidak akan digoyahkan oleh ancaman Firaun dan pembesar-pembesarnya.

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 126. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sebenarnya kamu tidak berbuat ingkar dan menyiksa kami kecuali karena kami telah percaya kepada Musa dan tunduk kepada ayat-ayat Tuhan kami yang jelas dan benar."
Kemudian mereka tunduk kepada Allah dan berdoa,
"Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami agar kami dapat menanggung cobaan ini.


Wafatkanlah kami dalam Islam tanpa tergoda oleh ancaman Fir’aun.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan kamu (Fir’aun) tidak dapat menyalahkan dan mencela kami karena kami telah beriman dan percaya terhadap bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang dibawa oleh Musa dari Rabb kami, kamu dan juga orang selain kamu tidak akan kuasa membuat bukti-bukti atau keterangan-keterangan yang sama dengan itu, kecuali Allah yang menguasai langit dan bumi.
Para ahli sihir itu berdoa:
"Wahai Rabb kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran yang besar dan keteguhan, wafatkanlah kami dalam keadaan tunduk terhadap perintah-Mu dan mengikuti Rasul-Mu."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan kamu tidak membalas dendam) maksudnya kamu tidak mengingkari


(dengan menyiksa kami melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami."
Mereka berdoa,
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami) tatkala dilaksanakannya apa yang diancamkan oleh Firaun agar kami tidak kembali menjadi orang-orang kafir


(dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.")

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Yakni curahkanlah kepada kami kesabaran dalam membela agama-Mu, dan teguhkanlah hati kami padanya.

…dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).

Maksudnya dalam keadaan mengikuti Nabi-Mu, yaitu Musaalaihis salam Dan mereka mengatakan kepada Fir’aun, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan.
Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.
Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami.
agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya.
Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)."
Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam.
Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia) (Thaha :
72-75)

Pada pagi harinya mereka masih sebagai ahli sihir, tetapi pada akhirnya di petang hari mereka adalah para syuhada yang berbakti.

Ibnu Abbas, Ubaid ibnu Umair, Qatadah, dan Ibnu Juraij mengata­kan bahwa mereka pada permulaan siang hari sebagai ahli sihir, kemudian pada petang harinya menjadi para syuhada.

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
mukmin.
Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 126 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 126 - Gambar 2 Surah Al A'raaf ayat 126 - Gambar 3
Statistik QS. 7:126
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A’raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An’am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
Sending
User Review
4.9 (9 votes)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

7:126, 7 126, 7-126, Surah Al A'raaf 126, Tafsir surat AlAraaf 126, Quran Al Araf 126, Al-A'raf 126, Surah Al Araf ayat 126

▪ qs al arof 126 ▪ Tafsir Al-A’raf: 126
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Pilihan

Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,
QS. An-Nisa’ [4]: 107

…,
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia,
sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat lalai.

QS. Ar-Rum [30]: 6-7


maka ingatlah nikmat-nikmat Allah & janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
QS. Al-A’raf [7]: 74

Bila mereka dilempar ke tempat yang sempit di Neraka itu dengan dibelenggu, mereka mengharap kebinasaan.
(Akan dikatakan kepada mereka):
“Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan,
melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”
QS. Al-Furqan [25]: 13-14

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Instagram