Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 12


قَالَ مَا مَنَعَکَ اَلَّا تَسۡجُدَ اِذۡ اَمَرۡتُکَ ؕ قَالَ اَنَا خَیۡرٌ مِّنۡہُ ۚ خَلَقۡتَنِیۡ مِنۡ نَّارٍ وَّ خَلَقۡتَہٗ مِنۡ طِیۡنٍ
Qaala maa mana’aka alaa tasjuda idz amartuka qaala anaa khairun minhu khalaqtanii min naarin wakhalaqtahu min thiinin;

Allah berfirman:
“Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?”
Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya:
Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
―QS. 7:12
Topik ▪ Jin ▪ Penciptaan jin ▪ Sifat ahli surga
7:12, 7 12, 7-12, Al A’raaf 12, AlAraaf 12, Al Araf 12, Al-A’raf 12
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala bertanya kepada iblis: “Apakah gerangan yang menyebabkan kamu membangkang perintah Kami, enggan sujud kepada Adam ketika Kami memerintahkan yang demikian itu?”
Dengan penuh kesombongan dia menjawab: “Saya tidak pantas sujud kepada Adam untuk menghormatinya karena saya lebih tinggi dan lebih mulia dari Adam.
Saya diciptakan dari api sedang Adam diciptakan dari tanah.” Iblis menganggap api itu lebih mulia dari tanah.

Al A'raaf (7) ayat 12 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 12 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 12 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah berfirman sebagai penolakan atas keingkarannya, “Apakah yang membuatmu tidak hormat kepadanya, padahal Kami telah memerintahmu untuk itu?”
Dengan angkuhnya Iblis menjawab, “Aku lebih baik daripada Adam.
Sebab Engkau telah menciptakanku dari api sedangkan dia dari tanah.
Dan api lebih mulia daripada tanah.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah berfirman,) Maha Tinggi Allah, (“Apakah yang menghalangimu untuk) huruf laa adalah tambahan (bersujud di waktu) tatkala (Aku menyuruhmu.” Menjawab iblis, “Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah berfirman kepada Iblis mengingkari sikapnya yang tidak mau bersujud kepada Adam :
Mengapa kamu tidak sujud, padahal Aku telah memerintahkan kepadamu?
Iblis menjawab :
Aku adalah ciptaan-Mu yang lebih mulia dari padanya, karena aku diciptakan dari api, sedangkan dia (Adam) diciptakan dari tanah.
Dia (Iblis) berpendapat bahwa api lebih mulia daripada tanah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ulama ahli nahwu dalam menganalisis firman-Nya:
Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?

Huruf la dalam ayat ini adalah zaidah (tambahan).
Sedangkan menurut sebagian dari mereka, huruf la ini ditambahkan untuk mengukuhkan keingkaran.
Perihalnya sama dengan pengertian yang terdapat di dalam perkataan seorang penyair:

Sesungguhnya aku tidak pernah melihat dan tidak pernah pula mendengar semisalnya.

Maka huruf in dimasukkan sebelum ma nafiyah untuk mengukuhkan makna nafinya.
Mereka mengatakan bahwa demikian pula pengertiannya dalam ayat ini, yaitu firman-Nya:

Apakah yang menghalangimu untuk bersujud

Padahal sebelumnya telah disebutkan melalui firman-Nya:

Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

yang mengandung pengertian ketiadaan bersujud.

Kedua pendapat di atas diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan keduanya disanggahnya.
Ibnu Jarir sendiri memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna mana’aka’ mengandung pengertian kata kerja lain yang bentuk lengkapnya adalah seperti berikut, “Apakah yang mencegahmu, menindasmu, dan memaksamu untuk tidak bersujud di saat Aku perintahkan kamu untuk melakukannya,” atau pengertian yang semisal.
Pendapat ini cukup baik dan kuat.

Ucapan iblis yang mengatakan:

Saya lebih baik daripadanya (Adam).

Alasan iblis merupakan sesuatu hal yang lebih besar daripada dosanya, seakan-akan iblis membangkang —tidak mau taat— karena tidak ada perintah yang menganjurkan seseorang yang memiliki keutamaan bersujud kepada orang yang lebih rendah keutamaannya daripada yang diperintah.
Seakan-akan iblis la’natullah mengatakan, “Saya lebih baik daripadanya, maka mengapa Engkau perintahkan saya untuk bersujud kepadanya?”

Kemudian iblis mengatakan, dikatakan dirinya lebih baik karena ia diciptakan dari api, sedangkan api itu lebih baik daripada apa yang diciptakan-Nya dari tanah liat.
Iblis yang laknat dalam alasannya mengacu kepada asal unsur kejadian, tidak mengacu kepada kemuliaan yang besar yang ada pada diri Adam.
Yaitu Allah menciptakan Adam dengan tangan kekuasaan-Nya sendiri dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaan)-Nya.

Iblis melakukan analogi yang tidak benar, berlawanan dengan nas firman Allah subhanahu wa ta’ala.
yang mengatakan:

maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.
(Al Hijr:29, Shad: 72)

Iblis memisahkan diri di antara malaikat karena tidak mau bersujud.
Karena itulah maka dia terusir dari rahmat dan putus asa dari rahmat.
Iblis la’natultah keliru dalam analogi dan pengakuannya yang mengatakan bahwa api lebih mulia daripada tanah.

Padahal sesungguhnya tabiat tanah liat itu ialah kuat, sabar, tenang, dan kokoh.
Tanah merupakan tempat bagi tetumbuhan, pengembangan, penambahan, dan perbaikan, sedangkan api mempunyai watak membakar, liar, dan cepat.
Karena itulah iblis berkhianat terhadap unsur kejadian dirinya, sedangkan Adam mendapat manfaat dari unsur kejadiannya, yaitu selalu ingat kepada Allah, kembali kepada-Nya, tenang, taat dan berserah diri kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala., mengakui dosa dan memohon tobat serta ampunan.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui Siti Aisyah r.a.
bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Malaikat diciptakan dari nur (cahaya), dan iblis diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah digambarkan kepada kalian.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdullah ibnu Mas’ud, telah menceritakan kepada kami Na’im ibnu Hammad, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Allah menciptakan malaikat dari nur Arasy, dan menciptakan jin dari nyala api, serta menciptakan Adam dari apa yang digambarkan kepada kalian.
Saya (perawi) bertanya kepada Na’im ibnu Hammad, “Di manakah engkau mendengar hadis ini dari Abdur Razzaq?”
Na’im menjawab, “Di Yaman.”

Menurut lafaz lain dari hadis ini yang tidak sahih disebutkan seperti berikut:

Dan Aku menciptakan bidadari yang bermata jeli dari za’faran.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Kasir, dari Ibnu Syauzab, dari Matar Al-Waraq, dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan Engkau ciptakan dia dari tanah.
Bahwa iblis melakukan analogi, dialah yang mula-mula melakukan analogi (kias).
Sanad asar berpredikat sahih.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Malik, telah menceritakan kepadanya Yahya ibnu Salim At-Taifi, dari Hisyam ibnu Sirin yang telah mengatakan bahwa iblislah yang mula-mula melakukan kias (analogi), dan tidak sekali-kali matahari dan rembulan disembah melainkan karena adanya kias tersebut.
Sanad asar ini berpredikat sahih pula.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 12 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 12



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (21 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku