Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 111 [QS. 7:111]

قَالُوۡۤا اَرۡجِہۡ وَ اَخَاہُ وَ اَرۡسِلۡ فِی الۡمَدَآئِنِ حٰشِرِیۡنَ
Qaaluuu arjih waakhaahu waarsil fiil madaa-ini haasyiriin(a);

Pemuka-pemuka itu menjawab:
“Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir),
―QS. 7:111
Topik ▪ Kelebihan yang diberikan Allah untuk bangsa Yahudi
7:111, 7 111, 7-111, Al A’raaf 111, AlAraaf 111, Al Araf 111, Al-A’raf 111

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 111

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 111. Oleh Kementrian Agama RI

Oleh karena Firaun meminta saran kepada para pemukanya, maka mereka mengajukan saran agar Musa dan saudaranya (yaitu Nabi Harun) ditahan dan penyelesaian masalahnya ditangguhkan buat sementara.
Di samping itu Firaun mengirim beberapa utusan yang terdiri dari polisi dan tentara ke kota-kota lain dalam kekuasaannya untuk mengumpulkan para ahli sihir yang dapat menandingi mukjizat Nabi Musa a.s yang menurut anggapan mereka adalah sihir semata.

Adanya saran mereka untuk menangguhkan persoalan Nabi Musa, menunjukkan bahwa Firaun telah berniat untuk membunuh Nabi Musa dan saudaranya Harun.
Lalu para pembesar menyarankan, supaya Firaun tidak tergesa-gesa melaksanakan pembunuhan itu, melainkan ditangguhkan dan sementara itu diuji kebenarannya dengan dihadapkan kepada ahli-ahli sihir yang pandai, sehingga persoalan menjadi jelas bagi orang banyak.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para pembesar itu pun menjawab, “Berilah tempo kepadanya dan saudaranya yang menjadi tangan kanannya.
Kerahkanlah beberapa bala tentara ke kota-kota yang berada di bawah kekuasaanmu untuk mengumpulkan ahli-ahli sihir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pemuka-pemuka itu menjawab, “Beri tangguhlah dia dan saudaranya) tangguhkanlah perkara keduanya (serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan ahli-ahli sihir) yang menghimpun para ahli sihir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Salah seorang yang hadir dari pemuka kaum Fir aun berkata :
Tangguhkanlah Musa dan saudaranya Harun, lalu utuslah beberapa orang ke seluruh penjuru kota negeri Mesir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya.
”Arjih” bahwa artinya ialah ‘beri tangguhlah dia.
Sedangkan menurut Qatadah artinya adalah ‘tahanlah dia’.

…dan kirimlah ke kota-kota beberapa orang.

Artinya, utuslah beberapa orang ke seluruh penjuru kota yang berada di bawah kekuasaanmu.

…yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir).

Yakni beberapa orang yang akan mengumpulkan para ahli sihir untukmu dari semua penjuru kota negerimu.

Di masa itu kebanyakan orang pandai memainkan sihir, dan sihir merupakan hal yang populer serta diyakini.
Karena itulah ada sebagian dari mereka yang menduga bahwa apa yang dikeluarkan oleh Musa ‘alaihis salam termasuk ke dalam permainan sihir mereka.
Maka mereka mengumpulkan semua ahli sihir menghadap Raja Fir’aun guna melawan Musa, yaitu untuk melawan mukjizat Musa yang pernah mereka lihat sebelumnya dengan sihir mereka yang menurut dugaan mereka sama dengan permainan sihirnya.
Hal ini diungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya, mengutip apa yang dikatakan oleh Fir’aun, yaitu:

Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa?
Dan kami pun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu.
Maka buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) kamu, di suatu tempat yang pertengahan (letaknya).” Berkata Musa, “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kalian itu ialah di hari raya, dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalah naik ” Maka Fir’aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang.
(Thaahaa:57-60)


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Al A'raaf (7) ayat 111 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al A'raaf (7) ayat 111 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al A'raaf (7) ayat 111 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 206 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.6
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/7-111









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta