Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 10 [QS. 7:10]

وَ لَقَدۡ مَکَّنّٰکُمۡ فِی الۡاَرۡضِ وَ جَعَلۡنَا لَکُمۡ فِیۡہَا مَعَایِشَ ؕ قَلِیۡلًا مَّا تَشۡکُرُوۡنَ
Walaqad makkannaakum fiil ardhi waja’alnaa lakum fiihaa ma’aayisya qaliilaa maa tasykuruun(a);
Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu.
(Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
―QS. Al A’raaf [7]: 10

And We have certainly established you upon the earth and made for you therein ways of livelihood.
Little are you grateful.
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 10]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And certainly
مَكَّنَّٰكُمْ Kami telah menempatkan kamu

We established you
فِى di

in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth
وَجَعَلْنَا dan Kami telah menjadikan

and We made
لَكُمْ bagi kalian

for you
فِيهَا didalamnya

in it
مَعَٰيِشَ penghidupan

livelihood.
قَلِيلًا sedikit

Little
مَّا sekali

(is) what
تَشْكُرُونَ kalian bersyukur

you (are) grateful.

Tafsir

Alquran

Surah Al A’raaf
7:10

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menegaskan sebagian dari sekian banyak karunia yang telah dianugerahkan kepada hamba-Nya yaitu bahwa Dia telah menyediakan bumi ini untuk manusia tinggal dan berdiam di atasnya, bebas berusaha dalam batas-batas yang telah digariskan, diberi perlengkapan kehidupan.
Kemudian disempurnakan-Nya dengan bermacam-macam perlengkapan lain agar mereka dapat hidup di bumi dengan senang dan tenang, seperti tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam macamnya, binatang-binatang, baik yang boleh dimakan maupun yang tidak, burung baik di udara atupun di darat, ikan baik di laut, di danau maupun di tempat-tempat pemeliharan ikan lainnya, air tawar untuk diminum, dipergunakan mencuci pakaian dan keperluan lainnya, minuman dan makanan yang bermacam rasa dan aromanya untuk memenuhi selera masing-masing.

Bahkan semua yang ada di bumi ini adalah diperuntukkan bagi manusia, sebagaimana firman Allah:


هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا

Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu.
(al-Baqarah [2]: 29)


Untuk memenuhi keperluan hidup seseorang tentu tidak akan bisa terus menetap di satu tempat, tetapi ia berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain, untuk itu disediakan bagi mereka alat pengangkutan dan perhubungan yang bermacam-macam yang berkembang dan maju sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dipergunakan mereka seperti mobil dengan segala macam bentuk dan keindahannya, kapal terbang, kapal laut, dan kapal selam, kereta api dan lain sebagainya yang tak terhitung banyaknya.

Tidak seorang pun manusia yang dapat memberi angka pasti tentang banyaknya karunia itu sekalipun dengan komputer.
Allah ﷻ berfirman:


وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.

(Ibrahim [14]: 34)


Semua karunia dan nikmat tersebut di atas adalah untuk memenuhi keperluan hidup jasmani baik secara perorangan maupun secara berkelompok yang akan dijadikan batu loncatan untuk memenuhi dan menjaga kesejahteraan hidup rohani guna kesucian diri dan mempersiapkan diri untuk hidup kekal di akhirat nanti serta memperoleh nikmat dan kebahagian abadi yang tak berkesudahan.
Atas semua karunia dan nikmat yang tak terhitung banyaknya itu maka wajiblah manusia bersyukur, mensyukuri penciptanya, yaitu Allah ﷻ, dan janganlah sekali-kali dia mengingkarinya, sebagaimana firman Allah:


وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.

(al-Baqarah [2]: 152)


Alangkah sedikitnya manusia yang dapat menyadari dan menginsyafi hal tersebut.
Pada umumnya manusia menganggap bahwa yang dicapai dan diperolehnya itu adalah hasil dari kecerdasan otaknya, kesungguhan usahanya, bukan dari Allah dan sedikit dari mereka yang bersyukur:


وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.

(Saba‘ [34]: 13)


Bersyukur kepada Allah tidak cukup dengan hanya mengucapkan Alhamdulillah wasysyukru lillah;
tetapi harus diiringi dengan amal perbuatan yaitu dengan cara mendayagunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang diridai dan disukai Allah, bermanfaat bagi sesama manusia serta menaati segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Kami telah menempatkan kalian di muka bumi.
Lalu Kami berikan kalian kekuatan untuk dapat mengeksploitasi dan mendaya-gunakannya.


Kami juga menyediakan sarana-sarana kehidupan.
Akan tetapi sangat sedikit yang bersyukur di antara kalian, dan kalian akan mendapatkan balasan dari itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan sungguh Kami telah menempatkan kalian (wahai manusia) di bumi.
Kami jadikan bumi tempat tinggal bagi kalian, dan Kami jadikan makanan-makanan dan minuman sebagai sumber kehidupan di dalamnya.


Akan tetapi, hanya sedikit di antara kalian yang bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian) hai anak-anak Adam


(di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu sumber-sumber penghidupan) dengan memakai huruf ya, yakni sarana-sarana untuk kamu bisa hidup.
Ma`ayisy jamak dari kata ma’isyah


(amat sedikitlah) untuk mengukuhkan keminiman


(kamu bersyukur) terhadap kesemuanya itu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman, mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya perihal karunia yang telah Dia berikan kepada mereka, yaitu Dia telah menjadi­kan bumi sebagai tempat tinggal mereka, dan Dia telah menjadikan padanya pasak-pasak (gunung-gunung) dan sungai-sungai, serta menjadikan padanya tempat-tempat tinggal dan rumah-rumah buat mereka.
Dia memperbolehkan mereka untuk memanfaatkannya, dan menundukkan awan buat mereka untuk mengeluarkan rezeki mereka dari bumi.
Dia telah menjadikan bagi mereka di bumi itu penghidupan mereka, yakni mata pencaharian serta berbagai sarananya sehingga mereka dapat berniaga padanya dan dapat membuat berbagai macam sarana untuk penghidupan mereka.
Tetapi kebanyakan mereka amat sedikit yang mensyukurinya.

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian menghinggakannya.
Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
(QS. Ibrahim [14]: 34)

Seluruh ulama qiraat membaca ma’ayisy tanpa memakai hamzah, kecuali Abdur Rahman ibnu Hurmuz Al-A’raj, karena sesungguhnya dia meng-hamzah-kannya.
Tetapi pendapat yang benar ialah yang dianut oleh kebanyakan ulama qiraat, yaitu yang tidak memakai hamzah.
Karena lafaz ma’ayisy adalah bentuk jamak dari lafaz maisyah, diambil dari kata ‘asyayalsyu ‘aisyan.
Lafaz maisyah bentuk asalnya adalah mayisyah, karena harakat kasrah pada ya dinilai berat, maka kasrah dipindahkan ke lain sehingga jadilah ma’isyah.
Tetapi setelah dijamakkan, maka harakat-nya kembali lagi kepada ya, mengingat sudah tidak ada lagi hambatan bacaan berat, maka dikatakanlah ma’ayisy, wazan-nya.
ialah mafa’il, karena huruf ya merupakan huruf asal pada lafaz.
Lain halnya dengan lafaz madain, sahajf’dan basair yang merupa­kan bentuk jamak dari madinah,sahlfah, dan basirah, juga bentuk jamak dari mudun, suhuf, dan absur, karena sesungguhnya huruf ya pada lafazlafaz tersebut merupakan huruf zaidah (tambahan).
Karena itulah maka ia dijamakkan dengan memakai wazan fa’ail seraya di-hamzah-kan (memakai hamzah).

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
Adab orang mukmin.
Adab mendengar pembacaan Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 10 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 7:10
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A’raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An’am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
Sending
User Review
4.5 (29 votes)
Tags:

7:10, 7 10, 7-10, Surah Al A'raaf 10, Tafsir surat AlAraaf 10, Quran Al Araf 10, Al-A'raf 10, Surah Al Araf ayat 10

▪ Alwasi Awan ▪ Qs al arof 10
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. At Tin (Buah Tin) – surah 95 ayat 2 [QS. 95:2]

1-3. Demi buah Tin dan Zaitun, demi gunung Sinai, dan demi negeri Mekah yang aman ini. Buah Tin dan Zaitun banyak tumbuh di Syam dan Baitul makdis, tempat para nabi diutus, antara lain Nabi Isa. Gunun … 95:2, 95 2, 95-2, Surah At Tin 2, Tafsir surat AtTin 2, Quran At-Tin 2, Surah At Tin ayat 2

QS. Al Qiyaamah (Kiamat) – surah 75 ayat 33 [QS. 75:33]

31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru d … 75:33, 75 33, 75-33, Surah Al Qiyaamah 33, Tafsir surat AlQiyaamah 33, Quran Al Qiyamah 33, Al-Qiyamah 33, Surah Al Qiyamah ayat 33

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

+

Array

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … fikih sosial kemasyarakatan tauhid akhlak muamalah Benar! Kurang tepat! Nama lain dari surah

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … amaliyah fiqih jinayah khuluqiyah i’tiqadiyah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … hadits fatwa para ulama ijma ‘ulama UUD 1945 ijtihad Benar!

Instagram