Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ankabut (Laba-laba) - surah 29 ayat 60 [QS. 29:60]

وَ کَاَیِّنۡ مِّنۡ دَآبَّۃٍ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَہَا ٭ۖ اَللّٰہُ یَرۡزُقُہَا وَ اِیَّاکُمۡ ۫ۖ وَ ہُوَ السَّمِیۡعُ الۡعَلِیۡمُ
Waka-ai-yin min daabbatin laa tahmilu rizqahaallahu yarzuquhaa wa-ii-yaakum wahuwassamii’ul ‘aliim(u);
Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri.
Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu.
Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

―QS. Al Ankabut [29]: 60

Daftar isi

And how many a creature carries not its (own) provision.
Allah provides for it and for you.
And He is the Hearing, the Knowing.
― Chapter 29. Surah Al Ankabut [verse 60]

وَكَأَيِّن dan berapa banyak

And how many
مِّن dari

of
دَآبَّةٍ binatang

a creature
لَّا tidak

(does) not
تَحْمِلُ ia membawa/mengurus

carry
رِزْقَهَا rezekinya

its provision.
ٱللَّهُ Allah

Allah
يَرْزُقُهَا memberi rezeki kepadanya

provides (for) it
وَإِيَّاكُمْ dan kepadamu

and (for) you.
وَهُوَ dan Dia

And He
ٱلسَّمِيعُ Maha Mendengar

(is) the All-Hearer,
ٱلْعَلِيمُ Maha Mengetahui

the All-Knower.

Tafsir Quran

Surah Al Ankabut
29:60

Tafsir QS. Al-‘Ankabut (29) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Sabab nuzul ayat ini berdasarkan riwayat dari Ibnu ‘Abbas yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad berkata kepada orang-orang yang beriman di Mekah, ketika orang-orang musyrik menyiksa mereka,
"Keluarlah kamu sekalian dan hijrahlah.
Jangan bertetangga dengan orang yang zalim itu."
Orang-orang mukmin menjawab,
"Ya Rasulullah, di sana kami tidak mempunyai rumah, tidak mempunyai harta, tidak ada orang yang akan memberi makan, dan tidak ada orang yang akan memberi minum."
Maka turunlah ayat ini sebagai jawaban terhadap kekhawatiran orang-orang mukmin itu.

Ayat ini turun untuk menenteramkan hati orang-orang yang beriman yang memenuhi seruan Rasulullah ﷺ untuk hijrah, baik mereka yang telah hijrah, maupun kaum Muslimin yang sedang bersiap-siap untuk hijrah, seakan-akan Allah mengatakan,
"Hai orang-orang yang beriman, tantanglah musuh-musuh Allah itu.
Janganlah sekali-kali kamu takut kepada kepapaan dan kemiskinan karena betapa banyaknya binatang melata yang tidak sanggup mengumpulkan makanan setiap hari untuk keperluannya, tetapi Allah tetap memberinya rezeki.

Kamu wahai orang-orang yang beriman, jauh lebih baik dari binatang dan lebih pandai mencari makan, kenapa kamu khawatir tidak akan mendapat makanan.
Walaupun kamu hijrah tanpa membawa sesuatu, tetapi Allah pasti memberimu rezeki.

Allah Maha Mendengar segala macam doa, mengetahui segala keadaan hamba-hamba-Nya."

Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan makhluk-Nya sedikit pun.

Dia mengemukakan suatu perumpamaan mudah dipahami pengertiannya oleh kaum Muslimin, seperti anak-anak binatang yang tidak sanggup mencari makan sendiri.
Allah menjadikan induknya sayang kepadanya, sehingga mereka mau berusaha dan bersusah payah mencarikan makanan bagi anaknya.

Kemudian induk itu menyuapkan makanan yang didapat ke dalam mulut anak-anaknya, sebagaimana kita saksikan pada burung dan sebagainya.
Ada pula binatang yang memberi makan anaknya dengan air susu dari induknya, sebagaimana yang terdapat pada binatang menyusui.
Semuanya itu merupakan ketentuan Allah, sehingga dengan demikian setiap makhluk bisa mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.

Demikian pula halnya manusia, ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang kecil, ada yang besar, ada yang tinggal di tempat yang subur, dan ada pula yang tinggal di tempat yang tandus, semuanya diberi rezeki oleh Allah, sesuai dengan kebutuhan mereka.
Inilah yang dimaksud dengan ayat ini.
Allah memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya, termasuk kaum Muhajirin, sekalipun harta benda mereka tertinggal di Mekah, dan mata pencahariannya terputus.
Allah ﷻ berfirman:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semua-nya dijamin Allah rezekinya.
Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.
Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(Hud [11]: 6)

Kemudian ayat ini ditutup dengan menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar apa yang diminta hamba-Nya dan Maha Mengetahui semua keperluannya.

Dari ayat-ayat di atas dipahami bahwa manusia tidak mengetahui dengan pasti apa-apa yang dilakukannya.
Ia hanya mengetahui keperluan dan kebutuhan lahir saja, sedangkan keperluan-keperluan yang bersifat rohani, dan yang lainnya, banyak yang tidak diketahuinya, seperti keperluan akan udara yang harus ia hirup sepanjang hari, air, dan sebagainya.
Meskipun begitu, setiap mukmin diwajibkan berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya.
Allah telah memberikan potensi untuk berkehendak dan berusaha sehingga kita tetap wajib berusaha, sebagaimana firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (Ar-Ra’d [13]: 11)

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 60. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di antara hewan melata yang hidup di bumi bersama kalian banyak yang, karena lemahnya, tidak mampu membawa dan memindahkan rezekinya sendiri untuk dimakan atau disimpan.
Allah menyediakan sarana rezeki dan kehidupan hewan-hewan seperti itu, juga menyediakan sarana rezeki dan kehidupan kalian.


Dialah yang meliputi segala makhluk ciptaan-Nya dengan ilmu dan pendengaran-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Berapa banyak hewan melata yang tidak menyimpan makanannya untuk besok seperti yang dilakukan oleh Bani Adam.
Allah memberi rizki kepadanya sebagaimana Dia merizkikan kepada kalian.


Dan Dia Maha Mendengar ucapan-ucapan kalian, Dia juga Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan kalian dan apa yang terlintas dalam hati kalian.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan berapa banyak) alangkah banyaknya


(binatang yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri) karena lemah.


(Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian) hai orang-orang Muhajirin, sekalipun kalian tidak membawa bekal dan pula tidak membawa nafkah


(dan Dia Maha Mendengar) perkataan-perkataan kalian


(lagi Maha Mengetahui) apa yang terpendam di dalam hati kalian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 60)

Maksudnya, tidak mampu mengumpulkannya, tidak mampu menghasilkannya, serta tidak mampu menyimpan sesuatu pun dari rezeki itu untuk besok.

Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 60)

Allah-lah yang menetapkan rezekinya, sekalipun ia lemah dan Allah memudahkan baginya jalan rezekinya.
Untuk itu Allah mengirimkan bagi setiap makhluk sejumlah rezeki yang diperlukannya, hingga bibit-bibit yang ditanam di dalam tanah, juga burung-burung yang ada di udara serta ikan-ikan yang ada di laut.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.
Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Manfuz).
(QS. Hud [11]: 6)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahman Al-Harawi, telah menceritakan kepada kami Yazid (yakni Ibnu Harun), telah menceritakan kepada kami Al-Jarrah ibnu Minhal Al-Jazari alias Abul Atuf, dari Az-Zuhri, dari seorang lelaki, dari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa ia keluar bersama Rasulullah ﷺ hingga masuk ke salah satu kebun kurma Madinah.
Nabi ﷺ memunguti kurma yang terjatuh dan memakannya, lalu bersabda kepadaku,
"Hai Ibnu Umar, mengapa kamu tidak makan?"
Aku menjawab,
"Saya tidak berselera, wahai Rasulullah."
Nabi ﷺ bersabda,
"Tetapi aku menginginkannya, dan hari ini adalah hari keempat sejak aku tidak pernah menjumpai makanan barang sesuap pun.
Seandainya aku suka benar-benar aku akan mendoa kepada Tuhanku, dan Dia pasti akan memberiku kekayaan yang semisal dengan apa yang dimiliki oleh Kisra dan Kaisar.
Bagaimanakah denganmu, hai Ibnu Umar, bila kamu tinggal di antara kaum yang menyimpan rezeki mereka untuk satu tahun, sedangkan keyakinan mereka lemah?"
Ibnu Umar melanjutkan kisahnya,
"Demi Allah, belum lagi kami meninggalkan tempat itu, turunlah firman-Nya:
‘Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’ (QS. Al-‘Ankabut [29]: 60)"
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tidak memerintahkan aku untuk menimbun kekayaan dan tidak pula mengikuti hawa nafsu.
Maka barang siapa yang menimbun kekayaannya dengan tujuan agar hidup kekal, sesungguhnya kehidupan itu berada di tangan kekuasaan Allah.
Ingatlah, sesungguhnya aku tidak menimbun dinar, tidak pula dirham, serta tidak pula menyimpan rezeki untuk hari esok.

Tetapi predikat hadis ini gharib karena Abul Atuf Al-Jazari orangnya daif.

Mereka (para ahli ilmu hewan) mengatakan bahwa apabila burung gagak telah menetaskan telurnya, maka kedua induknya (jantan dan betina) terbang meninggalkan anak-anaknya.
Dan apabila keduanya melihat mereka masih dalam keadaan seperti itu, keduanya terbang lagi selama berhari-hari hingga anak-anak mereka bulunya mulai tampak menghitam.
Sedangkan anak-anak mereka yang masih kecil-kecil itu selalu membuka mulut mereka mencari-cari kedua induknya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada serangga seperti nyamuk untuk menutupi tubuh mereka, dan anak-anak burung gagak itu memakan nyamuk-nyamuk tersebut sebagai makanannya selama mereka ditinggalkan oleh kedua induknya hingga bulu mereka mulai tampak menghitam.
Sedangkan kedua induk mereka selalu memantau mereka setiap waktunya, bila keduanya melihat mereka masih berbulu putih, keduanya meninggalkan mereka.
Dan bila keduanya melihat anak-anaknya mulai berwarna hitam bulu-bulunya, maka barulah keduanya mengasuh anak-anaknya dan memberinya makanan.
Karena itulah ada seorang penyair yang mengatakan dalam bait syairnya:.

Wahai (Tuhan) Yang memberi rezeki kepada anak-anak burung gagak di sarangnya, (wahai Tuhan) Yang Menyembuhkan tulang yang patah.

Imam Safii dalam sejumlah hadisnya yang menyangkut perintah telah mengatakan, antara lain sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Bepergianlah kalian, niscaya kalian sehat dan mendapat rezeki.

Imam Baihaqi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Imla Abul Hasan alias Ali ibnu Ahmad ibnu Idan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ubaid, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Galib, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Yazdad (seorang syekh penduduk Madinah), telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Bepergianlah, niscaya kalian sehat dan beroleh keberuntungan.

Imam Baihaqi mengatakan, ia telah meriwayatkannya pula melalui Ibnu Abbas.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qubaisah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Darij, dari Abdur Rahman ibnu Hujairah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Bepergianlah, niscaya kalian beroleh keuntungan, berpuasalah, niscaya kalian sehat, dan berperanglah, niscaya kalian beroleh ganimah.

Hal yang semisal dengan hadis Ibnu Umar telah diriwayatkan pula melalui Ibnu Abbas secara marfu, dan dari Mu’az ibnu Jabal secara mauquf.


Menurut riwayat lain disebutkan:

Bepergianlah kalian bersama orang-orang yang mempunyai keahlian dan kemudahan.

Imam Ahmad mengatakan bahwa hal yang semisal telah kami riwayatkan melalui Ibnu Abbas.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 60)

Yakni Maha Mendengar semua ucapan hamba-hamba-Nya, lagi Maha Mengetahui semua gerakan dan diamnya mereka.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Ankabut (29) Ayat 60

Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid, Ibnu Abi Hatim, al-Baihaqi, dan Ibnu ‘Asakir dengan sanad yang daif, yang bersumber dari ibnu ‘Umar bahwa Rasulullah ﷺ berjalan bersama Ibnu ‘Umar hingga sampai di daerah perkebunan Madinah.

Rasulullah ﷺ memungut kurma yang jatuh dan memakannya sambil bersabda: “Mengapai hai Ibnu ‘Umar, engkau tidak mau makan kurma ini?” Ibnu ‘Umar menjawab:
“Saya tidak menginginkannya.” Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku sangat menginginkannya karena sudah empat hari aku tidak merasakan makanan dan tidak mendapatkannya.
Padahal sekiranya aku berdoa kepada Rabb-ku, pasti Ia akan memberikan kepadaku sebanyak yang dimiliki kerajaan Kisra (Persia) dan Kaisar (Romawi).
Bagaimana pendapatmu hai Ibnu ‘Umar, tentang kaum yang menyimpan makanan untuk satu tahun tapi menyebabkan lemah keyakinannya?”

Ibnu ‘Umar berkata: “Demi Allah, aku tidak menginginkannya.” Maka turunlah ayat ini (al-Ankabuut: 60) yang menegaskan bahwa Allah –lah yang memberi rizki kepada makhluk-Nya.
Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Allah tidak memerintahkan kepadamu untuk menimbun harta dan tidak pula untuk menuruti syahwat.
Aku tidak akan menimbun harta dinar dan dirham, serta tidak menyimpan rizki untuk esok hari.”

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 60

DAABBAH
دَآبَّة

Lafaz ini berasal dari lafaz dabba, jamaknya adalah dawaabb digunakan untuk mudzakkar dan mu’annats dan al-taa’ adalah isyarat untuk menunjukkan mufrad (satu). Maknanya setiap apa yang berjalan dengan perlahan di atas muka bumi dan mayoritasnya ditujukan kepada hewan yang digunakan sebagai tunggangan.

Al Kafawi berkata,
"Ia (dabbah) bermakna setiap yang berjalan di muka bumi secara umumnya dan kuda, baghal dan keledai khususnya."

Lafaz daabbah disebut sebanyak 14 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 164;
• Al An’aam (6), ayat 38;
Hud (11), ayat 6, 56;
• An Nahl (16), ayat 49, 61;
An Nur (24), ayat 45;
• An Naml (27), ayat 82;
Al Ankaabut (29), ayat 60;
Luqman (31), ayat 10;
Saba’ (34), ayat 14;
Faathir (35), ayat 45;
• Asy Syuura (42), ayat 29;
• Al Jaatsiyah (45) ayat 4.
Al Qurtubi berkata daabbah bermakna merangkum keseluruhan hewan," sedangkan Asy Syawkani berkata,
"Ia bermakna setiap hewan yang berjalan di muka bumi.

Dalam Tafsir Al Manar, makna lafaz daabbah adalah semua benda yang hidup yang merayap dan merangkak di muka bumi yang tidak terhitung bilangannya.

At Tabari berpendapat, lafaz daabbah bermakna nama bagi setiap yang memiliki roh yang berjalan atau merangkak di atas bumi selain burung.
Hal ini dikuatkan pemisahan antara lafaz daabbah dan at tayr (burung) dalam surah Al An’aam yang bermaksud, "Dan tidak seekor pun binatang yang melata di muka bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan (mereka ialah) umat seperti kamu"

Muhammad Ali As Sabbuni berkata,
"Ad daabbah dalam ayat ini bermakna hewan yang melata di muka bumi dan burung yang terbang di udara." Namun, Al Qurtubi menerangkan sebahagian pakar ada yang mengeluarkan burung dari termasuk ke dalam makna daabbah adalah ditolak.
Allah berkata dalam surah Hud yang berrnaksud, "Dan tiadalah sesuatu pun dari makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jua yang menanggung rezekinya" Sesungguhnya burung dalam beberapa keadaan melata dan berjalan dengan kedua kakinya.

Kesimpulannya, lafaz daabbah apabila disebut dengan sendirinya termasuk hewan yang melata, bergerak di muka bumi dan bila disebut dengan hewan yang lain seperti burung ia bermakna hewan yang mayorisanya hanya melata di muka bumi.

Dawaabb disebut sebanyak empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Anafal (8), ayat 22, 55;
• Al Hajj (22), ayat 18;
Faathir (35), ayat 28.
Lafaz dalam bentuk jamak ini mengandung dua makna:

Pertama, lafaz ini adalah kiasan bagi orang kafir dan makna itu terdapat dalam surah Al Anfaal.

Ibnu Katsir berkata,
"Sesungguhnya sehina-hina hewan di muka bumi adalah mereka yang kufur dan tidak beriman di mana setiap kali mereka membuat perjanjian, mereka mengingkarinya dan setiap kali mereka diyakinkan dengan keimanan, mereka melanggar dan merusakkannya.
Mereka adalah makhluk yang paling jahat dan hina karana setiap binatang dan lainnya tunduk dan taat kepada Allah padahal Dia menciptakannya bagi mereka sedangkan mereka dicipta untuk beribadah kepada Nya namun mereka kufur.

Oleh karena itu, mereka disamakan dengan binatang.

Allah berfirman, "Dan bandingan (orang yang menyeru) orang kafir (yang tidak mau beriman itu) samalah seperti orang yang berteriak memanggil binatang yang tidak dapat memahami selain dari hanya mendengar suara panggilan saja."

Dalam ayat yang lain yang berarti, "Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih hina; mereka itulah orang yang lalai".

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid dan Ibnu Jarir, yang dimaksudkan dalam ayat di atas adalah golongan Bani ‘Abd Ad Dar dari suku Quraisy.

Muhammad bin Ishaq berpendapat mereka ialah orang munafik.

Ibnu Katsir berkata,
"Keduanya tidaklah bertentangan."

Kedua, lafaz dawaabb bermakna binatang yang melata di muka bumi seperti jamak dari pengertian di atas yang mencakup semua hewan.

Ibnu Zaid berkata,
lafaz dawaab bermakna al khalq ialah makhluk.
Namun, lafaz jamak yang disebutkan di dalam Al Qur’an kebanyakannya bermakna hewan secara umumnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:216-218

Unsur Pokok Surah Al Ankabut (العنكبوت)

Surat Al-‘Ankabut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al ‘Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al-‘Ankabuut yang berarti "laba-laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhalaberhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.

Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya.
▪ Tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali.
▪ Allah akan menjamin rezeki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

▪ Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapak.
▪ Kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar.
▪ Kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datangnya dari ibu bapak.

Kisah:

▪ Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh `alaihis salam, Nabi Ibrahim `alaihis salam, Nabi Luth `alaihis salam, Nabi Syua’ib `alaihis salam, Nabi Daud `alaihis salam, Nabi Shaleh `alaihis salam, Nabi Musa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang.
▪ Usaha manusia itu manfa’at nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah.
▪ Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Audio Murottal

QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 69 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 69

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ankabut ayat 60 - Gambar 1 Surah Al Ankabut ayat 60 - Gambar 2
Statistik QS. 29:60
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-‘Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-‘Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- ‘Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu’aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
Sending
User Review
4.9 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

29:60, 29 60, 29-60, Surah Al Ankabut 60, Tafsir surat AlAnkabut 60, Quran Al-Ankabut 60, Surah Al Ankabut ayat 60

Video Surah

29:60


More Videos

Kandungan Surah Al Ankabut

۞ QS. 29:3 • Keluasan ilmu Allah • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 29:4 • Kebodohan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:5 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kiamat telah dekat • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 29:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 29:7 • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 29:8 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 29:9 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 29:10 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam •

۞ QS. 29:11 • Keluasan ilmu Allah • Siksa orang munafik

۞ QS. 29:12 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 29:13 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 29:14 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:15 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 29:16 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:17 • Kebenaran hari penghimpunan • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 29:18 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 29:20 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 29:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kebenaran hari penghimpunan • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 29:22 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:23 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:24 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:25 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kebodohan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 29:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 29:27 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 29:29 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:30 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:31 • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:32 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir

۞ QS. 29:33 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:34 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:36 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:37 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:38 • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Istidraj (memperdaya)

۞ QS. 29:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:40 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:41 Wali Allah dan wali syetan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 29:42 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 29:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 29:45 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 29:46 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Islam agama para nabi • Islam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 29:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:50 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:51 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 29:52 • Keluasan ilmu Allah • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:53 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:54 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:55 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 29:56 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:57 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 29:58 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 29:59 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:60 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 29:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:62 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 29:63 Tauhid Uluhiyyah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:64 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 29:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:68 • Mendustai Allah • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:69 • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

Ayat Pilihan

Allah bentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan jadikannya bergumpal-gumpal,
lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya,
bila hujan turun mengenai hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira
QS. Ar-Rum [30]: 48

Siapa beriman kepada Allah & kerjakan amal saleh niscaya Allah akan masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.
QS. At-Talaq [65]: 11

Musa berkata
“Mohonlah pertolongan kepada Allah & bersabarlah, sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah,
dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”
QS. Al-A’raf [7]: 128

Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
QS. Az-Zukhruf [43]: 78

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Correct! Wrong!

Arti hadits maudhu' adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: u0627u0644u0645u062cu062au0647u062f) atau fakih (u0627u0644u0641u0642u064au0647) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

+

Array

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Correct! Wrong!

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kamus Istilah Islam

Mirza Ghulam Ahmad

Siapa itu Mirza Ghulam Ahmad? Pernah marak pemberitaan di media massa tentang Jemaat Ahmadiyah. Berbagai polemik muncul. Banyak media memberikan pembelaan terhadap Jemaat Ahmadiyah yang berpusat di Lo...

Abdurrahman bin Auf

Siapa itu Abdurrahman bin Auf? Abdurrahman bin Auf adalah salah seorang dari sahabat Nabi Muhammad yang terkenal. Ia adalah salah seorang dari delapan orang pertama yang menerima agama Islam, yaitu ...

Al-'Adiyat

Apa itu Al-‘Adiyat? Surah Al-‘Adiyat terdiri atas 11 ayat dan tergolong surah makkiyah, surat ini diturunkan setelah surah Al-‘Asr. Nama Al ‘Aadiyat diambil dari kata Al ‘...