QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 55 [QS. 29:55]

یَوۡمَ یَغۡشٰہُمُ الۡعَذَابُ مِنۡ فَوۡقِہِمۡ وَ مِنۡ تَحۡتِ اَرۡجُلِہِمۡ وَ یَقُوۡلُ ذُوۡقُوۡا مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ
Yauma yaghsyaahumul ‘adzaabu min fauqihim wamin tahti arjulihim wayaquulu dzuuquu maa kuntum ta’maluun(a);

pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka):
“Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan”.
―QS. 29:55
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kedahsyatan hari kiamat ▪ Manusia keras kepala
29:55, 29 55, 29-55, Al Ankabut 55, AlAnkabut 55, Al-Ankabut 55

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 55

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 55. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bagaimana api neraka itu meliputi orang-orang kafir di akhirat nanti.
Pada hari seluruh bagian tubuh mereka akan merasakan azab, sejak dari ubun-ubun di.
kepala, sampai kepada ujung-ujung jari kaki, sejak dari bagian-bagian tubuh yang kelihatan sampai ke bagian tubuh mereka yang tidak kelihatan, mereka akan diselubungi oleh azab dari segala penjuru, dari atas dan dari bawah, dari samping kanan dan dari samping kiri mereka.
Dalam keadaan demikian, dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah olehmu pada hari ini azab yang dijanjikan itu, sebagai akibat perbuatan-perbuatanmu dahulu”.

Pada ayat-ayat yang lain dijelaskan bagaimana api neraka itu meliputi orang-orang kafir.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).
(Q.S.
Al A’raf: 41)

Dan firman-Nya:

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dan api).
(Q.S.
Az Zumar: 16)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu ketika mereka dikelilingi oleh siksaan, baik dari atas maupun dari bawah mereka.
[1] Malaikat yang ditugaskan menyiksa mereka berkata, “Rasakanlah balasan keburukan yang dahulu kalian lakukan.”

[1] Pada edisi bahasa Arab terdapat kesalahan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata) dapat dibaca naquulu, artinya Kami berkata, yaquulu artinya berkatalah malaikat yang diserahi tugas mengazab:

(“Rasakanlah apa yang telah kalian kerjakan.”) Yakni pembalasan dari apa yang telah kalian kerjakan, kalian tidak akan dapat meloloskan diri daripadanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di Hari Kiamat orang-orang kafir dikelilingi adzab Jahanam, dari atas kepala mereka dan dari bawah kaki mereka.
Api neraka mengelilingi mereka dari segala arah.
Pada saat itu Allah berfirman kepada mereka :
Rasakanlah balasan dari apa yang kalian kerjakan di dunia.
Yaitu kesyirikan kepada Allah dan melakukan kejahatan dan dosa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam firman berikutnya disebutkan:

pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.
(Al-‘Ankabut: 55)

Sama dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Mereka mempunyai tikar-tikar dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).
(Al A’raf:41)

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api).
(Az Zumar:16)

Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka.
(Al Anbiyaa:39), hingga akhir ayat.

Kesimpulannya, api neraka menutupi mereka dari segala penjuru.
Ungkapan ini menggambarkan tentang hebatnya siksaan yang mereka alami.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Allah berkata (kepada mereka), “Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan.” (Al-‘Ankabut: 55)

Ini merupakan ancaman, kecaman, dan cemoohan, yang juga merupakan siksaan dalam bentuk lain.
Sebagaimana pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka dengan muka di bawah, (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.” Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
(Al Qamar:48-49)

pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.
(Dikatakan kepada mereka), “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya.” Maka apakah ini sihir?
Ataukah kamu tidak melihat?
Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya), maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu, kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
(At-Tur: 13-16)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 55

ARJUL
أَرْجُل

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah ar rijl, artinya al qadam (telapak kaki), dan makna asalnya ialah mulai dari paha hingga telapak kaki. Ia juga bermakna zaman, seluar, dan sebagainya. Rijl al-bahr artinya teluk, rijl al-sahm maknanya kedua­dua uujung panah.

Lafaz ini disebut sebanyak 13 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Maa’idah (5), ayat 6, 33, 66;
-Al An’aam (6), ayat 65;
-Al A’raaf (7), ayat 195, 124;
-Tha Ha (20), ayat 71;
-An Nuur (24), ayat 24, 31;
-Asy Syu’araa (26), ayat 49;
-Al Ankaabut (29), ayat 55;
-Yaa Siin (36), ayat 65;
-Al Mumtahanah (60), ayat 12.

Lafaz arjul dalam surah Al Maa’idah, ayat 66 dikaitkan dengan tahta.

Ibn Qutaibah berkata,
“Ia bermakna tumbuh­tumbuhan di bumi karena ia berada di bawah kaki mereka”

Dalam surah Al A’raaf, ayat 124, Ibn Katsir menafsirkannya dengan memotong tangan kanan seorang lelaki dan kaki kirinya atau sebaliknya.

Begitu juga dalam ayat 159 beliau berkata,
”Allah mengkhabarkan pengingkarannya pada sembahan orang musyrik dari berhala, patung dan tuhan-tuhan lain, karena mereka adalah makhluk bagi Allah yang dibuat, tidak memiliki kemudaratan atau manfaat, tidak melihat dan tidak dapat menolong penyembahnya, malah tidak bergerak (karena tidak mempunyai kaki), tidak mendengar dan tidak pula melihat, sedangkan penyembahnya lebih sempurna darinya dari aspek melihat, mendengar dan berbuat.”

Dalam surah Al Mumtahanah, ayat 12, lafaz arjul dikaitkan dengan bain dan mempunyai hubungan dengan buhtan, makna baina arjulihinn ialah faraj-faraj mereka. Ada yang berpendapat ia bermakna jimak. Ayat ini adalah kinayah bagi anak karena perut yang mengandungkan di dalamnya anak berada di antara kedua-dua tangannya dan farajnya yang melahirkan anak adalah di antara kedua-dua kakinya. Jumhur ulama mengatakan makna lafaz buhtan ialah anak dan makna bagi ayat adalah apa yang dilahirkannya dari perbuatan zina.

Lafaz-lafaz arjul juga dikaitkan dengan al mash (membasuh atau mencuci), tahta (dibawah), al qath’ (memotong), asy syahaadah (sebagai saksi), ad darb (menghentakkan). Semua ini mengisyaratkan lafaz arjul bermakna kaki yang bermula dari paha hingga ke telapak kaki.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:66-67

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 55 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 55 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 55 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:55
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah29
Nama SurahAl Ankabut
Arabالعنكبوت
ArtiLaba-laba
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu85
JuzJuz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat69
Jumlah kata983
Jumlah huruf4321
Surah sebelumnyaSurah Al-Qasas
Surah selanjutnyaSurah Ar-Rum
4.8
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta