Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 53 [QS. 29:53]

وَ یَسۡتَعۡجِلُوۡنَکَ بِالۡعَذَابِ ؕ وَ لَوۡ لَاۤ اَجَلٌ مُّسَمًّی لَّجَآءَہُمُ الۡعَذَابُ ؕ وَ لَیَاۡتِیَنَّہُمۡ بَغۡتَۃً وَّ ہُمۡ لَا یَشۡعُرُوۡنَ
Wayasta’jiluunaka bil ‘adzaabi walaulaa ajalun musamman lajaa-ahumul ‘adzaabu walaya’tiyannahum baghtatan wahum laa yasy’uruun(a);

Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab.
Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.
―QS. 29:53
Topik ▪ Takdir ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
29:53, 29 53, 29-53, Al Ankabut 53, AlAnkabut 53, Al-Ankabut 53

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 53

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa kaum musyrikin telah mengetahui ancaman Tuhan berupa azab yang akan ditimpakan kepada mereka, tetapi mereka tidak percaya akan kedatangan azab itu, sehingga mereka menantang; kalau benar azab itu ada, maka hendaklah segera ditimpakan kepada mereka, seperti perkataan mereka dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.
(Q.S.
Al anfal: 32)

dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka mengatakan: “Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar”.
(Q.S.
Yunus: 48)

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa ketentuan datangnya azab itu seluruhnya berada di tangan-Nya, tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya.
Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan untuk menangguhkan azab itu sampai kepada waktu yang telah ditentukan-Nya Seandainya Allah subhanahu wa ta’ala tidak menetapkan waktu akan mendatangkan azab itu, tentu telah ditentukannya azab itu kepada orang-orang musyrik secara tiba-tiba, pada saat-saat mereka lengah dan tidak menyadarinya.

Pengunduran datangnya azab kepada orang-orang kafir itu tentu ada hikmah dan tujuannya.
Di antara hikmah pengunduran azab itu ialah sebagai ujian bagi manusia, siapa di antara mereka yang sabar dan siapa yang tidak.
Orang yang sabar, maka ujian itu akan menambah kuat keimanannya, sedang orang yang tidak sabar, maka dengan ujian itu ia akan kembali kafir atau bertambah kekafirannya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal-ikhwalmu.
(Q.S.
Muhammad: 31)

Adakalanya penangguhan azab itu ialah agar orang yang ingkar itu semakin bertambah keingkarannya, sehingga mereka akan ditimpa azab yang berlipat ganda.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan yang disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.
(Q.S.
An Nahl: 88)

Dalam pada itu ada semacam azab yang telah menimpa orang-orang musyrik Mekah, tetapi mereka tidak menyadari bahwa yang mereka alami itu adalah semacam azab Tuhan kepada mereka, yakni kekalahan mereka pada peperangan Badar.
Dalam perang Badar itu mereka melihat dan merasakan bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala telah menimpakan azab kepada mereka.
Namun demikian Allah subhanahu wa ta’ala tidak menghancurkan semua orang-orang kafir dalam peperangan itu, sebagaimana terjadi pada umat-umat yang dahulu.
Bagi orang yang berpikir, maka mereka akan menemukan pula kenapa Allah subhanahu wa ta’ala tidak memusnahkan seluruh orang-orang kafir dalam perang Badar.
Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sengaja tidak menghancurkan mereka semuanya itu, karena di antara mereka masih ada orang-orang yang masih diharapkan keimanannya, sesudah peperangan itu, dan agar mereka nanti menjadi tentara Islam yang berpengalaman yang akan membawa panji-panji Islam, kemudian dilanjutkan keturunan-keturunan mereka dari suatu generasi ke generasi yang akan datang kemudian, sampai kepada waktu yang ditentukan Allah.
Semuanya itu adalah sesuai dengan rencana dan kebijaksanaan Allah yang tidak diketahui oleh seorangpun, selain dari Dia sendiri.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang kafir itu menantangmu untuk menyegerakan siksaan yang kamu peringatkan kepada mereka.
Kalau bukan karena waktu yang telah Kami tentukan sesuai dengan kebijaksanaan Kami, tentu Kami pun menyegerakan siksa yang mereka minta itu.
Aku bersumpah, akan datang suatu bencana secara tiba-tiba tanpa mereka sadari.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab.
Kalau tidak karena waktu yang telah ditetapkan) bagi turunnya azab itu (benar-benar telah datang azab kepada mereka) dengan segera (dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba sedangkan mereka tidak menyadarinya) tentang waktu datangnya azab itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrik dari kaummu itu (wahai Rasul) meminta disegerakannya adzab sebagai sebuah ejekan.
Seandainya Allah menetapkan waktu untuk adzab mereka di dunia di mana ia tidak maju dan tidak mundur, niscaya adzab akan datang kepada mereka saat mereka memintanya.
Dan adzab itu pasti akan datang kepada mereka secara tiba-tiba tanpa mereka sadari dan rasakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal kebodohan orang-orang musyrik karena mereka meminta agar azab Allah disegerakan menimpa mereka sebagai pembalasan dari perbuatan mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika betul (Al-Qur’an) ini dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (Al Anfaal:32)

Dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab.
Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka.
(Al-’Ankabut: 53)

Yakni seandainya tiada ketetapan dari Allah yang telah memutuskan bahwa Dia menangguhkan azab-Nya sampai hari kiamat nanti, tentulah akan menimpa mereka azab dari-Nya dalam waktu yang dekat dan cepat seperti apa yang mereka minta.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam firman selanjutnya:

dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba.
(Al-’Ankabut: 53)

Yaitu dengan sekonyong-konyong.


Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Al Ankabut (29) ayat 53 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Ankabut (29) ayat 53 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Ankabut (29) ayat 53 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 69 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah29
Nama SurahAl Ankabut
Arabالعنكبوت
ArtiLaba-laba
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu85
JuzJuz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat69
Jumlah kata983
Jumlah huruf4321
Surah sebelumnyaSurah Al-Qasas
Surah selanjutnyaSurah Ar-Rum
4.6
Ratingmu: 4.2 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/29-53









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta