QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 51 [QS. 29:51]

اَوَ لَمۡ یَکۡفِہِمۡ اَنَّاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَیۡکَ الۡکِتٰبَ یُتۡلٰی عَلَیۡہِمۡ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَرَحۡمَۃً وَّ ذِکۡرٰی لِقَوۡمٍ یُّؤۡمِنُوۡنَ
Awalam yakfihim annaa anzalnaa ‘alaikal kitaaba yutla ‘alaihim inna fii dzalika larahmatan wadzikra liqaumin yu’minuun(a);

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka?
Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
―QS. 29:51
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir
29:51, 29 51, 29-51, Al Ankabut 51, AlAnkabut 51, Al-Ankabut 51

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 51

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 51. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini merupakan jawaban yang lain terhadap permintaan orang-orang musyrik Mekah kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang nyata.
Jawaban ini menolak tuntutan mereka yang meminta mukjizat yang nyata.
Padahal Alquran telah dibacakan kepada mereka.
Apakah tidak cukup bagi mereka dalil-dalil yang menerangkan bukti-bukti kerasulannya, memberitahukan yang.
termuat dalam kitab-kitab suci yang terdahulu, sedang mereka sendiri tidak mengetahuinya dengan pasti.
Dalam pada itu apakah tidak terpikir oleh mereka bahwa seorang yang tidak pandai tulis baca, tidak pernab bergaul rapat apalagi belajar kepada Ahli Kitab sanggup menyampaikan -Alquran kepada mereka dengan isi yang demikian itu.
Seandainya mereka mau berpikir dan menginginkan kebenaran, sebenarnya telah cukup Alquran itu saja bagi mereka untuk membenarkan kerasulanmu.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan keutamaan dan kelebihan Alquran dengan mengatakan bahwa ayat-ayatnya merupakan rahmat bagi mereka, karena di dalamnya tidak terdapat ancaman-ancaman kehancuran itu, seperti ancaman yang pernah diberikan kepada orang-orang yang terdahulu, mereka pasti mengingkari juga, dan tentu mereka akan mengalami pula apa yang pernah dialami oleh orang-orang dahulu yang pernah mengingkari Rasul Nya, seperti yang pernah dialami oleh kaum `Ad, Samud, Firaun dan kaumnya yang lain.
Tidak adanya ancaman kemusnahan bagi kaum musyrikin di dalam Alquran merupakan suatu rahmat Allah yang besar bagi umat Muhammad yang datang kemudian.

Diterangkan pula bahwa ayat-ayat Alquran itu adalah pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
Maksudnya ialah ayat-ayat Alquran-itu menerangkan peristiwa yang dialami umat-umat dahulu karena sikap mereka terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka, menerangkan bukti-bukti yang kuat dan lengkap, menerangkan akhlak yang mulia yang harus dipunyai oleh seorang manusia yang baik, menerangkan hukum-hukum dan petunjuk mencapai kebahagiaan hidup, memuat pengetahuan yang sangat berguna bagi manusia, dan sebagainya.
Seandainya orang-orang musyrik dan manusia yang lain mau menjadikan ayat-ayat tersebut sebagai pelajaran, memikirkan serta mengamalkannya, tentulah mereka akan memperoleh jalan yang benar, mereka akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.
Tetapi jika mereka tidak mau dan tidak berniat untuk menghilangkan penyakit yang ada dalam hati mereka, tentulah mereka akan menjadi orang yang merugi di dunia dan di akhirat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah mereka mengusulkan ayat-ayat ini dan tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kitab kepadamu, yang dibacakan atas mereka–yaitu ayat-ayat yang abadi sepanjang zaman.
Sesungguhnya diturunkannya kitab ini kepadamu merupakan rahmat bagi mereka dan generasi setelah mereka serta peringatan yang terus-menerus dan bermanfaat untuk kaum yang semestinya beriman jika telah jelas jalan- jalan petunjuk bagi mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apakah tidak cukup bagi mereka) apa yang mereka minta itu (bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab) Alquran (sedangkan dia dibacakan kepada mereka?) Alquran adalah mukjizat yang terus-menerus dan tiada habis-habisnya, berbeda dengan mukjizat-mukjizat lainnya yang telah disebutkan tadi.

(Sesungguhnya dalam hal ini) yakni Alquran (terdapat rahmat dan pelajaran) nasihat (bagi orang-orang yang beriman).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah tidak cukup bagi orang-orang musyrikin tersebut dalam pengetahuan mereka tentang kebenaranmu (wahai Rasul), bahwa Kami menurunkan al-Qur’an kepadamu yang dibacakan kepada mereka??
Sesungguhnya di dalam al-Qur’an ini benar-benar terdapat rahmat Allah bagi orang-orang Mukmin di dunia dan di akhirat, sekaligus peringatan di mana mereka mengingat pelajaran dan nasihat di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 51)

Sesungguhnya di dalam Al-Qur’an ini terkandung rahmat, yaitu penjelasan terhadap perkara yang hak dan melenyapkan kebatilan, mengandung pelajaran bagi orang-orang mukmin melalui kisah-kisah yang menceritakan tentang turunnya pembalasan dan azab Allah atas orang-orang yang mendustakan dan para pendurhaka.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Ankabut (29) Ayat 51

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan ad-Darimi di dalam Musnad-nya, dari ‘Amr bin Dinar, yang bersumber dari Yahya bin Ja’dah.
Bahwa orang-orang Muslim menghadap kepada Rasulullah ﷺ dengan membawa kitab berisi tulisan yang mereka dengar dari kaum Yahudi.
Bersabdalah Nabi ﷺ: “Cukuplah kesesatan pada kaum itu, yang tidak menyukai kitab yang diturunkan kepada Nabinya dan mengajak orang lain untuk mengikuti apa yang dibawa selain Nabinya.” Ayat ini (al-Ankabuut: 51) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai teguran kepada kaum Muslimin agar tidak meniru mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 51 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 51 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 51 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:51
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.4
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim