QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 4 [QS. 29:4]

اَمۡ حَسِبَ الَّذِیۡنَ یَعۡمَلُوۡنَ السَّیِّاٰتِ اَنۡ یَّسۡبِقُوۡنَا ؕ سَآءَ مَا یَحۡکُمُوۡنَ
Am hasibal-ladziina ya’maluunassai-yi-aati an yasbiquunaa saa-a maa yahkumuun(a);

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami?
Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.
―QS. 29:4
Topik ▪ Allah memiliki kunci alam ghaib
29:4, 29 4, 29-4, Al Ankabut 4, AlAnkabut 4, Al-Ankabut 4

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Seterusnya Allah memperingatkan pula, apakah masih ada segolongan manusia yang berprasangka bahwa orang-orang yang masih mengerjakan perbuatan jahat itu akan sanggup melemahkan Allah, sehingga Dia tak kuasa mendatangkan balasan yang sebanding dengan perbuatannya.
Apakah belum berlaku lagi ketetapan Tuhan bagi orang-orang zalim sebelumnya, di mana mereka telah disiksa dengan siksaan yang setimpal dengan kesalahan mereka?
Kata Ibnu Abbas yang meriwayatkan latar belakang turunnya ayat tersebut, bahwa firman Allah ditujukan sebagai kecaman terhadap sejumlah tokoh musyrikin Quraisy yang menganggap bahwa apa saja yang mereka kerjakan, namun tidak ada yang sanggup membalasnya.
Mereka itu adalah Al Walid Ibnu Al Mugirah, Abu Jahal, Al Aswad, Al As, lbnu Hisyam Utbah lbnu Rabi’ah.
Walid lbnu Utbah.
Utbah lbnu Abi Mu’it, Hanzalah lbnu Abi Sofyan, dan `As lbnu Wail.
Sesungguhnya pikiran yang demikian adalah keliru dan tidak benar.
Allah tidak menjadikan sesuatu itu sia-sia.
Dia menguji dan mendidik manusia dengan berbagai macam pengajaran, dengan maksud agar mereka memperoleh Nur Ilahi yang terang benderang.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah orang-orang yang menyekutukan Allah dan mendurhakai-Nya itu mengira akan dapat mendahului Kami dalam usaha mereka untuk lari dari azab dan hukuman Kami?
Alangkah buruknya ketentuan mereka ini!

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira) berupa perbuatan musyrik dan perbuatan maksiat (bahwa mereka akan luput dari Kami) maksudnya mereka dapat selamat sehingga Kami tidak membalas mereka (Amat buruklah) alangkah jeleknya (apa) yang (mereka putuskan) itu, seburuk-buruk keputusan adalah keputusan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang yang melakukan kemaksiatan-kemaksiatan berupa syirik dan lainnya mengira bisa menghalangi Kami, sehingga mereka bisa luput dari Kami sehingga Kami tidak kuasa atas mereka??
Seburuk-buruk ketetapan yang mereka ambil bila memang demikian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni jangan sekali-kali orang-orang yang belum beriman mengira bahwa mereka luput dari cobaan dan ujian ini, karena sesungguhnya di belakang mereka terdapat siksaan dan pembalasan yang jauh lebih berat dan lebih pedih daripada apa yang mereka alami di dunia.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 4) Maksudnya, selamat dari siksa Kami.

Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 4)

Yakni amatlah buruk dugaan mereka itu.


Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 1-7 - Dimas Habibie (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 1-7 - Dimas Habibie (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.5
Ratingmu: 4.9 (29 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/29-4









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta