QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 37 [QS. 29:37]

فَکَذَّبُوۡہُ فَاَخَذَتۡہُمُ الرَّجۡفَۃُ فَاَصۡبَحُوۡا فِیۡ دَارِہِمۡ جٰثِمِیۡنَ
Fakadz-dzabuuhu fa-akhadzathumur-rajfatu fa-ashbahuu fii daarihim jaatsimiin(a);

Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.
―QS. 29:37
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Azab orang kafir
29:37, 29 37, 29-37, Al Ankabut 37, AlAnkabut 37, Al-Ankabut 37

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 37

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Akan tetapi sebagaimana halnya kaum Nabi Lut, umat Nabi Syuaib pun durhaka dan tidak mau menerima nasihat Nabi Syuaib.
Mereka malah mendustakannya.
Oleh karena itu berlakulah Sunah Tuhan.
Ketika mereka dengan terang-terangan mendustai Syuaib setelah diberi peringatan berulang-ulang, maka tibalah waktunya Allah mengazab mereka.
Bumi tempat kediaman mereka diguncangkan oleh gempa yang menggetarkan dan menghancurkan tanah kediaman mereka.
Mereka mati jungkir balik dan ditelan bumi, tanpa bergerak lagi.
Cerita lebih lengkap tentang Nabi Syuaib telah disebutkan pula oleh Tuhan dalam ayat-ayat lain, yaitu surat Al A’raf ayat 88 s/d 93, surat Hud ayat 87 s/d 94, dan surat Asy Syu’ara’ ayat 176 s/d 190.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu mereka mendustakan dan mendurhakainya.
Maka Allah menghancurkan mereka dengan gempa sangat keras yang meruntuhkan rumah-rumah mereka dan menimpa diri mereka sehingga mereka mati bergelimpangan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat) gempa yang sangat kuat goncangannya (dan jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka) yakni mereka mati dalam keadaan terduduk di atas lutut mereka di tempat tinggal masing-masing.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Penduduk Madyan mendustakan risalah Syu’aib yang dia bawa dari Allah, maka mereka ditimpa gempa bumi yang sangat dahsyat, sehingga mereka bertumbangan mati di negeri mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 37)

Qatadah mengatakan bahwa makna jasimin ialah menjadi mayat.
Menurut pendapat yang lain, sebagian dari mereka ditimpakan kepada sebagian yang lain, yakni bertumpang tindih.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 37

JAATSIM
جَٰثِمِين

Kata kerja (jatsima-yajtsumu) berarti diam di suatu tempat, terikat di tanah dan tidak bergerak. Orang yang diam di suatu tempat dan tidak bergerak disebut jaatsim dan bentuk jamaknya adalah jaatsimuun atau jaatsimiin

Lafaz ini di dalam Al Qur’an hanya di­ sebut dalam bentuk jamaknya yaitu jaatsimiin. Ia diulang lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al A’raaf (7), ayat 78, 91;
-Hud (11), ayat 67, 94;
-Al Ankaabut (29), ayat 37.

Dalam kesemua ayat itu, lafaz jaatsimiin berada dalam rangkaian kalimat yang berbentuk

فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

atau

فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِي

yang maksudnya ialah, “Dan jadilah mereka mayat-mayat yang ber­gelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka” Keadaan seperti itu dialami oleh kaum-kaum yang mendustakan para nabi setelah mereka ditimpa bencana yang dahsyat. Kaum yang digambarkan di dalam Al Qur’an mengalami keadaan itu ada­lah kaum Madyan dan kaum Tsamud.

Kaum Madyan adalah kaum yang me­nentang dakwah Nabi Syu’aib yang me­nyembah Allah, memenuhi hak orang lain dengan menetapkan takaran dan timbangan secara tepat, tidak membuat kerusakan di muka bumi, tidak merampas harta orang lain secara batil dan sebagainya. Oleh karena mereka durhaka dan menentang Nabi Syu’aib, akhirnya Allah menimpakan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang hebat sehingga mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka. Inilah yang diceritakan dalam surah Al A’raaf (7), ayat 91; surah Hud (11), ayat 94 dan surah Al Ankaabut (29), ayat 37.

Kaum kedua yang mengalami keadaan yang sama adalah kaum Tsamud. Mereka ada­lah kaum yang menentang ajakan Nabi Salih menyembah Allah. Malah ketika Nabi Salih melarang mereka menyembelih unta yang me­rupakan mukjizatnya mereka melanggarnya dan berani menyembelih unta itu dan akhir­ nya Allah mengazab mereka dengan mengirim suara yang penuh dengan guntur seperti guruh. Akhirnya, mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka. Inilah yang dikisahkan dalam surah Al A’raaf (7), ayat 78 dan surah Hud (11), ayat 67.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:148-149

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 37 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 37 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 37 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:37
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.8
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Arti gempa dari alquran

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim