QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 64 [QS. 8:64]

یٰۤاَیُّہَا النَّبِیُّ حَسۡبُکَ اللّٰہُ وَ مَنِ اتَّبَعَکَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Yaa ai-yuhaannabii-yu hasbukallahu wamaniittaba’aka minal mu’miniin(a);

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
―QS. 8:64
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Sikap orang munafik dalam perang Tabuk
8:64, 8 64, 8-64, Al Anfaal 64, AlAnfaal 64, Al Anfal 64, AlAnfal 64, Al-Anfal 64

Tafsir surah Al Anfaal (8) ayat 64

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah mengulangi lagi jaminan-Nya kepada Nabi Muhammad ﷺ.
bahwa Dia akan menolongnya dengan bantuan kaum muslimin yang benar-benar beriman dan yakin sepenuhnya bahwa Allah bersama mereka.
Dengan keimanan dan keyakinan itu tekad mereka tak akan digoyahkan oleh kejadian atau ancaman apa pun.
Keimanan dan keyakinan itu digambarkan Allah dalam firman-Nya:

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.” Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Pelindung.”
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 173)

Maka dengan keyakinan dan tekad yang bulat yang ditimbulkan oleh keimanan dan jaminan Allah itu, kaum muslimin telah siap untuk menerima perintah Allah, bagaimanapun berat dan sulitnya, meskipun dengan perintah itu mereka akan menghadapi musuh yang banyak atau bahaya yang besar.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Nabi, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung bagi dirimumu, dan bagi pengikut- pengikutmu yang beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai Nabi, cukuplah Allah dan) cukup untuk menjadi penolongmu (orang-orang mukmin yang mengikutimu).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai Nabi!! Cukuplah Allah sebagai pelindung bagimu dan bagi orang-orang mukmin pengikutmu dari kejahatan musuh-musuhmu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
mengobarkan semangat Nabi ﷺ dan orang-orang mukmin untuk berperang melawan musuh dan menghadapi mereka dalam medan-medan perang.
Dan Allah memberitahukan kepada mereka bahwa Dialah Yang akan memberikan kecukupan kepada mereka.
Yang akan menolong mereka dan mendukung mereka dalam menghadapi musuh, sekalipun jumlah musuh mereka lebih banyak bilangannya dan bala bantuannya berlipat ganda, sedangkan jumlah pasukan kaum mukmin sedikit.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Usman ibnu Hakim, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnu Syauzab, dari Asy-Sya’bi yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Hai Nabi cukuplah Allah dan orang-orang mukmin yang mengikutimu (menjadi penolong) mu
Bahwa cukuplah Allah dan orang-orang yang mengikutimu sebagai penolongmu.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anfaal (8) Ayat 64

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dengan sanad yang dhaif, dari ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Hadits ini mempunyai beberapa syaahid (penguat) bahwa ketika ‘Umar masuk Islam, kaum musyrikin berkata: “Sekarang kekuatan kita telah seimbang dengan kekuatan kaum Muslimin.” Maka turunlah ayat ini (Al-Anfaal: 64) sebagai penambah semangat bagi Rasulullah dalam menghadapi kaum musyrikin.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan lain-lain, dari Sa’id bin Jubair yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika kaum Muslimin telah mencapai jumlah 39 orang (laki-laki dan perempuan), dan menjadi 40 orang dengan masuknya ‘Umar, maka turunlah ayat ini (al-Anfaal: 64) yang menegaskan bahwa Allah dan orang-orang yang telah beriman cukup bagi Rasulullah untuk melawan kaum musyrikin.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad yang sahih, yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa setelah 33 orang laki-laki dan 6 orang wanita masuk Islam (bergabung) bersama Nabi ﷺ, serta ditambah dengan masuknya ‘Umar, turunlah ayat ini (al-Anfaal: 64) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dari Sa’id bin al-Musayyab bahwa turunnya ayat ini (al-Anfaal: 64) berkenaan dengan masuknya Islamnya ‘Umar bin al-Khaththab.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Anfaal (الأنفال)
Surat Al Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperang­an pada umumnya.
Menurut riwayat lbnu Abbas r.a.
surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang ber­jumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka
menen­tukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah
jaminan Allah terhadap keme­nangan umat yang beriman
‘inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal
hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman
tindakan-tinda­kan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia
adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar
adanya gang­guan-gangguan syaitan pada orang-orang mu’min dan tipu daya mereka pada orang­ orang musyrikin
syirik adalah dosa besar.

Hukum:

Aturan pembagian harta rampasan perang
kebolehan memakan harta rampasan perang
larangan lari/mundur dalam peperangan
hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam
kewajiban ta’at kepada pimpinan dalam perang
keharusan mengusahakan perdamaian
kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat per­lengkapan perang
ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan
tujuan perang dalam Islam
larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat
larangan mengkhianati perjanjian

Kisah:

Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar
suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung
keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyri­kin terhadap beliau
orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad s.a.w .
kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman
sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Anfaal (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Anfaal (8) ayat 64 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Anfaal (8) ayat 64 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Anfaal (8) ayat 64 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Anfaal - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 8:64
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anfaal.

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, "Jarahan") adalah surah ke-8 pada al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah8
Nama SurahAl Anfaal
Arabالأنفال
ArtiHarta rampasan perang
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu88
JuzJuz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat75
Jumlah kata1244
Jumlah huruf5388
Surah sebelumnyaSurah Al-A’raf
Surah selanjutnyaSurah At-Taubah
4.9
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 8 ayat 64

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta