Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 5 [QS. 8:5]

کَمَاۤ اَخۡرَجَکَ رَبُّکَ مِنۡۢ بَیۡتِکَ بِالۡحَقِّ ۪ وَ اِنَّ فَرِیۡقًا مِّنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ لَکٰرِہُوۡنَ ۙ
Kamaa akhrajaka rabbuka min baitika bil haqqi wa-inna fariiqan minal mu’miniina lakaarihuun(a);
Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,
―QS. Al Anfaal [8]: 5

Daftar isi

(It is) just as when your Lord brought you out of your home (for the battle of Badr) in truth, while indeed, a party among the believers were unwilling,
― Chapter 8. Surah Al Anfaal [verse 5]

كَمَآ sebagaimana

As
أَخْرَجَكَ mengeluarkan/menyuruh kamu pergi

brought you out
رَبُّكَ Tuhanmu

your Lord
مِنۢ dari

from
بَيْتِكَ rumahmu

your home
بِٱلْحَقِّ dengan kebenaran

in truth,
وَإِنَّ dan sesungguhnya

while indeed,
فَرِيقًا segolongan

a party
مِّنَ dari

among
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang yang beriman

the believers
لَكَٰرِهُونَ sungguh orang-orang yang tidak menyukai

certainly disliked.

Tafsir

Alquran

Surah Al Anfaal
8:5

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan bahwa Dia mengatur harta rampasan perang itu secara adil, sebagaimana juga Allah memerintahkan kepada mereka pergi bertempur untuk membela agama Allah secara adil pula.
Kemudian timbullah perselisihan pendapat mengenai harta rampasan perang sama halnya dengan perselisihan pendapat sewaktu mereka pergi untuk menghadapi kafilah yang dipimpin Abu Sufyan atau pasukan kafir Quraisy yang datang dari Mekah untuk membela kafilah Abu Sufyan itu.


Apabila ada sebagian orang yang tidak menyukai ketetapan Allah mengenai pembagian harta rampasan perang, maka hal itu adalah tanda bahwa iman mereka belum sempurna, sebagaimana juga halnya yang demikian itu terjadi pada saat menjelang Perang Badar.
Mereka tidak mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya enggan meninggalkan rumah untuk bertempur ke medan perang.

Karena mereka masih belum menjadi orang mukmin yang sempurna imannya.


Di akhir ayat Allah menjelaskan bahwa sebagian dari orang mukmin ada yang tidak senang akan keputusan Nabi Muhammad untuk menyerang musuh ke luar kota.

Hal ini disebabkan karena persiapan perang mereka belum lengkap.
Namun anggapan serupa ini tidak benar, karena betapapun juga kesulitan yang akan mereka hadapi, semestinya mereka tidak boleh mengelak lagi, karena hal itu telah menjadi keputusan yang harus ditaati.


Perselisihan yang terjadi di antara mereka disebutkan dalam riwayat di bawah ini:


"Setelah Rasulullah mendengar berita bahwa Abu Sufyan bin Harb membawa rombongan unta dari Muslimin untuk menghadangnya.
Nabi bersabda,
"Kafilah ini membawa harta benda (barang dagangan) maka pergilah kamu untuk menghadapinya boleh jadi Allah menjadikan harta benda itu sebagai rampasan perang bagi kamu.
"
Maka bergeraklah para sahabat.
Di antara kaum Muslimin itu ada yang tidak merasa keberatan, dan ada pula yang merasa keberatan, hal ini karena mereka tidak yakin bahwa Rasulullah ﷺ akan menghadapi peperangan, sedang Abu sufyan ketika mendekati Hijaz telah mengerahkan beberapa orang yang mematai-matai, untuk memperoleh keterangan dengan jalan menanyakan kepada orang-orang yang berkendaraan yang ditemuinya, sehingga ia memperoleh berita dari mereka bahwa Muhammad telah mengerahkan para sahabatnya untuk menghadang kafilahnya.

Maka Abu Sufyan mengupah amdham bin Amr al-Giffari untuk pergi ke Mekah dan menyuruhnya agar menemui orang-orang Quraisy agar mereka mengirim orang-orang yang akan melindungi harta mereka dan agar disampaikan berita bahwa Muhammad telah menghadang harta benda itu.
Maka pergilah amdham bin Amr dengan segera ke Mekah, dan rasul pun pergi bersama para sahabatnya sehingga sampai ke lembah, yang disebut Zafran.
Setelah beliau sampai di wadi itu, sampailah berita keberangkatan orang-orang Quraisy kepada beliau untuk melindungi kafilah mereka.
Karena itu Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya.
Lalu Abu Bakar bangkit dan berkata mengemukakan tanggapan yang baik pula.
Sesudah itu Miqdad bin Amir bangkit dan berkata,
"Ya Rasulullah! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan Allah, kami selalu menyertaimu.
Demi Allah, kami tidak akan berkata kepadamu seperti apa yang telah dikatakan Bani Israil kepada Musa pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanyalah duduk menanti di sini saja, tetapi pergilah engkau bersama-sama Tuhanmu, maka sungguh kami akan menyertaimu demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar.
Andaikata kamu pergi membawa kami ke Barkil Gimad (sebuah kota di Habasyah) niscaya kami tetap bersamamu menuju kota itu, sehingga engkau sampai ke sana."
Kemudian Rasulullah ﷺ mengucapkan perkataan yang baik dan berdoa untuknya dengan doa yang baik pula.
Sesudah itu Rasullah saw bersabda,
"Wahai manusia, berilah pertimbangan kepadaku.
Perkataan itu ditujukan kepada orang-orang Anshar.
Hal ini karena mereka telah membaiat Nabi di Aqabah.
Mereka berkata,
"Hai Rasulullah! Sebenarnya kami telah melindungi engkau sebagaimana kami melindungi anak-anak kami dan isteri-isteri kami."
Rasulullah ﷺ sebenarnya khawatir bahwa orang-orang Anshar tidak merasa perlu membantunya, terkecuali apabila musuh menyerang ke dalam kota, dan mereka tidak merasa berkewajiban membela Nabi apabila Nabi menyerang.
Maka setelah Rasulullah ﷺ mengatakan demikian, Saad bin Muadh berkata,
"Demi Allah! Rupanya yang engkau maksud ialah kami (para Anshar)."
Nabi menjawab,
"Ya".
Kemudian Saad berkata,
"Sebenarnya kami telah beriman kepadamu dan telah membenarkan agamamu, serta menyaksikan bahwa apa yang engkau bawa itu telah memberikan perjanjian untuk dipatuhi, maka laksanakanlah apa yang telah diperintahkan Allah.
Maka demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar, andaikata engkau mengajak kami menyeberang lautan, tentulah kami akan menyeberanginya, tidak ada seorangpun di antara kami yang berkeberatan dan tidak pula yang mengingkari, apabila engkau mengajak kami menghadap musuh esok pagi.
Sebenarnya kami ini adalah orang-orang yang tabah dalam peperangan serta ikhlas menghadapi musuh.



Semoga Allah menampakkan kepadamu apa yang menyenangkan hatimu."
Maka pergilah bersama kami di bawah lindungan Allah.
Rasulullah merasa gembira dengan pendapat Saad dan ketangkasannya menghadapi perang.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,
"Pergilah kamu di bawah lindungan Allah dan bergembiralah bahwa Allah telah menjanjikan kemenangan di antara dua barisan musuh.
Demi Allah seolah-olah kami melihat musuh dalam keadaan tersungkur."
(Riwayat Ibnu Ishak dari Ibnu Abbas)

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya kemenangan itu ada pada Allah, tempat bergantungnya segala urusan.
Dan sesungguhnya persengketaan orang-orang beriman menyangkut soal pembagian harta rampasan perang itu mirip keadaan mereka ketika Allah memberi perintah kepada mereka untuk memerangi orang-orang musyrik di Badar.


Padahal itu adalah kebenaran yang nyata, akan tetapi sebagian kalangan dari orang-orang Mukmin itu enggan berperang.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sebagaimana perselisihan tentang harta rampasan itu terjadi di antara kalian, lalu Allah mengambilnya dan memutuskan untuk membagi sebagian untuk-Nya dan sebagian yang lain untuk Rasul-Nya.
Demikianlah Rabb-mu memerintahkanmu (wahai nabi) untuk keluar dari Madinah menghadang kafilah dagang Quraisy berdasarkan wahyu yang di bawa oleh Jibril kepadamu.


Padahal sebagian dari kaum mukmin sangat keberatan untuk keluar.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran) jar dan majrur berta`alluq pada (padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya) yakni mereka tidak menyukai keluar bersama Nabi.
Jumlah kalimat maa akhrajaka dan seterusnya merupakan keterangan keadaan dari huruf kaf yang terdapat pada
Nabi ﷺ Maka Nabi ﷺ segera keluar bersama para sahabat guna mencegah kafilah tersebut.
Akan tetapi berita keberangkatannya diketahui oleh orang-orang Quraisy.
Maka keluarlah Abu Jahal beserta pasukan perang kota Mekah untuk melindungi kafilahnya itu, mereka bersenjata lengkap dan banyak pasukannya.
Abu Sofyan membawa kafilahnya mengikuti jalan tepi pantai sehingga selamatlah mereka dari cegatan kaum Muslimin.
Lalu ada yang berkata kepada Abu Jahal,
"Mari kita kembali."
Akan tetapi Abu Jahal menolak dan bahkan terus bermusyawarah dengan para sahabatnya, Nabi ﷺ bersabda kepada mereka,
"Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan kepadaku kemenangan atas salah satu dari dua rombongan,"
yaitu rombongan Abu Sofyan atau rombongan Abu Jahal.
Akhirnya mereka sepakat untuk memerangi pasukan yang bersenjata, tetapi sebagian dari kaum Mukminin tidak menyukai hal itu, mereka mengatakan,
"Kami masih belum siap untuk menghadapi hal itu,"
sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya berikut ini:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Imam Abu Ja’far At-Tabari mengatakan bahwa ulama tafsir berbeda pendapat tentang penyebab yang mendatangkan kebenaran huruf kaf dalam firman-Nya:

Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi.

Sebagian di antara mereka mengatakan bahwa keadaan orang-orang mukmin saat itu diserupakan dengan keadaan orang-orang mukmin di saat Allah menyuruh mereka pergi dari rumah mereka demi kemaslahatan mereka sendiri, yaitu untuk menguji ketaatan mereka kepada Tuhannya dan untuk memperbaiki hubungan di antara sesama mereka serta ketaatan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ikrimah.

Makna yang dimaksud ialah, Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman kepada mereka bahwasanya sebagaimana kalian di saat berselisih pendapat tentang ganimah dan kalian saling ngotot mengenainya, maka Allah mencabut­nya dari tangan kalian, dan menyerahkannya sebagai bagian dari milik Allah dan Rasul-Nya.
Kemudian Rasulullah ﷺ membagi-bagikannya di antara mereka dengan adil dan sama rata.
Dan ternyata hal tersebut merupakan hal yang terbaik bagi kalian.

Yakni demikian pula ketika kalian dipaksa keluar untuk menemui musuh-musuh kalian guna berperang melawan golongan yang ber­senjata.
Mereka adalah pasukan kaum muslim yang berangkat untuk membela agamanya dan merebut kafilah dagang orang-orang musyrik.
Dan ternyata akibat dari ketidaksukaan kalian untuk berperang, Allah membuat kalian mampu melakukannya dan mempertemukan kalian dengan musuh-musuh kalian, tanpa ada penentuan waktu sebelumnya, hal tersebut dimaksudkan sebagai bimbingan, petunjuk, pertolongan, dan kemenangan dari Allah buat kalian.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya yang lain:

Diwajibkan atas kalian berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kalian benci.
Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian, Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.
(QS. Al-Baqarah [2]: 216)

ibnu Jarir mengatakan bahwa ulama lainnya telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:


Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran.
Bahwa sekalipun sebagian orang mukmin tidak menyukainya, demikian pula keadaan mereka ketika disuruh berperang, mereka membantahmu dalam strategi tersebut, padahal perkaranya sudah jelas bagi mereka.


Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan hal yang semisal dari Mujahid, bahwa Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi.
Demikian pula mereka membantah kamu dalam perkara yang hak.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anfaal (8) Ayat 5

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Abu Ayyub al-Anshari.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa ketika Rasulullah mendengar bahwa kafilah yang dipimpin Abu Sufyan telah mendekati Madinah dalam perjalanan pulang menuju Mekah, beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian tentang kafilah itu, mudah-mudahan Allah menjadikan kafilah ini ghanimah bagi kita dan menyelamatkan kita.”

Maka berangkatlah mereka keluar kota Madinah menyongsong kafilah tersebut.
Setelah sehari atau dua hari dalam perjalanan, beliau bertanya lagi: “Bagaimana pendapat kalian tentang mereka?” Sebagian kaum Muslimin menjawab:
“Kita tidak akan kuat melawan mereka, karena kita tidak akan menyongsong kafilah Abu Sufyan saja.” Berkatalah al-Miqdad: “Janganlah kalian berkata seperti kaum Nabi Musa (maksudnya: berangkatlah kamu dengan Tuhanmu dan berperanglah, kami di sini akan duduk menunggu).” Ayat ini (al-Anfaal: 5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai sindiran kepada sebagian kaum Mukminin yang tidak suka mengikuti jejak Rasulullah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Anfaal (الأنفال)

Surat Al-Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang, berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat lbnu Abbas radhiyallahu ‘anhu surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka.
▪ Menentukan hukumhukum agama itu hanyalah hak Allah.
▪ Jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman.
▪ ‘Inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal.
▪ Hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman.
▪ Tindakan-tindakan dan hukumhukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia.
▪ Adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar.
▪ Adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin.
Syirik adalah dosa besar.

Hukum:

▪ Aturan pembagian harta rampasan perang.
▪ Kebolehan memakan harta rampasan perang.
▪ Larangan lari/mundur dalam peperangan.
Hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam.
▪ Kewajiban ta’at kepada pimpinan dalam perang.
▪ Keharusan mengusahakan perdamaian.
▪ Kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang.
▪ Ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan.
▪ Tujuan perang dalam Islam.
▪ Larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat.
▪ Larangan mengkhianati perjanjian.

Kisah:

▪ Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar.
▪ Suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung.
▪ Keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah, serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau.
▪ Orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab, serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

▪ Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman.
▪ Sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.

Audio

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anfaal ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Anfaal ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 8:5
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anfaal.

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, “Jarahan”) adalah surah ke-8 pada Alquran.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
Sending
User Review
4.6 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

8:5, 8 5, 8-5, Surah Al Anfaal 5, Tafsir surat AlAnfaal 5, Quran Al Anfal 5, AlAnfal 5, Al-Anfal 5, Surah Al Anfal ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Anfaal

۞ QS. 8:2 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 8:4 Ar Rabb (Tuhan) • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 8:5 Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:6 • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:7 Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir

۞ QS. 8:9 Ar Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 8:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:11 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 8:12 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:13 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:14 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:16 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 8:17 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:18 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 8:19 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:21 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:22 • Kebodohan orang kafir • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 8:23 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:24 • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:25 • Siksaan Allah sangat pedih • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:26 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 8:28 • Macam-macam fitnah • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 8:29 • Ampunan Allah yang luas • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:30 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 8:31 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:33 • Ampunan Allah yang luas • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 8:34 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:35 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia •

۞ QS. 8:37 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:38 • Ajakan masuk IslamIslam menghapus dosa masa lalu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:39 Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 8:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Maula (Maha Penolong) • An-Nashir (Maha Penolong) •

۞ QS. 8:41 Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 8:42 Dalil Allah atas hambaNya • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 8:43 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 8:44 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 8:47 Al Muhith (Maha Mengetahui) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 8:48 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 8:49 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:50 • Siksaan Allah sangat pedih • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:51 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 8:52 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:53 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 8:54 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:57 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 8:59 • Kekuasaan Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:60 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Melihat sebab akibat

۞ QS. 8:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 8:63 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:64 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 8:65 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:66 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 8:67 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 8:68 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 8:69 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:70 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ajakan masuk IslamIslam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 8:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:72 Al Bashir (Maha Melihat) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 8:73 • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Orang kafir menjadi penolong sesamanya

۞ QS. 8:74 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 8:75 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

Ayat Pilihan

Dan barang siapa bertawakkal pada Allah niscaya Allah mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap sesuatu.
QS. At-Talaq [65]: 3

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang ingkar & mereka pandang hina orang beriman. Padahal orang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas
QS. Al-Baqarah [2]: 212

Orang yang lampaui batas & lebih utamakan kehidupan dunia, maka sungguh nerakalah tempat tinggalnya. Dan yang takut kepada kebesaran Tuhannya & menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya
QS. An-Nazi’at [79]: 37-41

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Benar! Kurang tepat!

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus

islamis

Apa itu islamis? is.la.mis bersifat Islam; pemimpin yang islamis … •

Hadits Qudsi

Apa itu Hadits Qudsi? Hadits Qudsi (bahasa Arab: الحديث القدسي, al-ḥadīṡ al-qudsī‎. Secara sederhana dikatakan hadits qudsi adalah perkataan Nabi Muhammad, tentang wahyu Allah yang...

Ahmad al-Khurasany

Siapa itu Ahmad al-Khurasany? Imam Nasa`i dengan nama lengkapnya Ahmad bin Syu’aib Al Khurasany, terkenal dengan nama An Nasa`i karena dinisbahkan dengan kota Nasa’i salah satu kota di Khu...