Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Anfaal

Al Anfaal (Harta rampasan perang) surah 8 ayat 48


وَ اِذۡ زَیَّنَ لَہُمُ الشَّیۡطٰنُ اَعۡمَالَہُمۡ وَ قَالَ لَا غَالِبَ لَکُمُ الۡیَوۡمَ مِنَ النَّاسِ وَ اِنِّیۡ جَارٌ لَّکُمۡ ۚ فَلَمَّا تَرَآءَتِ الۡفِئَتٰنِ نَکَصَ عَلٰی عَقِبَیۡہِ وَ قَالَ اِنِّیۡ بَرِیۡٓءٌ مِّنۡکُمۡ اِنِّیۡۤ اَرٰی مَا لَا تَرَوۡنَ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اللّٰہَ ؕ وَ اللّٰہُ شَدِیۡدُ الۡعِقَابِ
Wa-idz zai-yana lahumusy-syaithaanu a’maalahum waqaala laa ghaaliba lakumul yauma minannaasi wa-innii jaarun lakum falammaa taraa-atil fi-ataani nakasha ‘ala ‘aqibaihi waqaala innii bariyun minkum innii ara maa laa tarauna innii akhaafullaha wallahu syadiidul ‘iqaab(i);

Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan:
“Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”.
Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata:
“Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguhnya saya takut kepada Allah”.
Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
―QS. 8:48
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Rezeki manusia dijamin Allah
8:48, 8 48, 8-48, Al Anfaal 48, AlAnfaal 48, Al Anfal 48, AlAnfal 48, Al-Anfal 48
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menyuruh kaum Muslimin supaya memperhatikan peristiwa yang dialami oleh kaum musyrikin dengan setan pada waktu perang Badar, yaitu ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dengan mengatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan saya pun tetap akan memberikan bantuan yang diperlukan.
Setan membayangkan kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka pasti menang, tidak ada suatu golongan yang dapat mengalahkan mereka, karena jumlah tentaranya yang banyak dan perlengkapannya yang sempurna.
Setan itu meniup kewas-wasan hati kepada pengikut-pengikutnya bahwa perjuangan mereka itu betul-betul suatu perjuangan yang suci dan setan sendiri akan tetap berdampingan dengan mereka sebagai kawan yang setia, sehingga orang-orang Quraisy itu berdoa yaitu: "Ya Tuhan berilah pertolongan kepada salah satu daripada keduanya."

Ketika pasukan-pasukan itu sudah berhadap-hadapan sehingga masing-masing melihat keadaan lawannya dengan jelas, maka sebelum terjadi peperangan setan itu berbalik ke belakang seraya berkata: "Aku berlepas diri dari kamu karena aku dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihatnya." Yang dilihat oleh setan itu ialah bala bantuan Allah Taala kepada kaum Muslimin, yaitu pasukan malaikat yang jumlahnya tidak kurang daripada 1.000 (seribu) malaikat.
Setan berkata selanjutnya: "Saya takut kepada Allah, dan Allah sangat keras siksaan-Nya."

Ketakutan setan itu ialah disebabkan dia melihat malaikat yang diturunkan dari langit untuk membantu perjuangan umat Islam.
Setan dan malaikat itu adalah dua golongan yang sangat bertentangan dan tidak dapat berkumpul.
Seandainya kedua-duanya berkumpul maka pastilah golongan yang kuat ialah malaikat akan membinasakan golongan yang lemah yaitu setan dan kawan-kawannya.
Ketakutan setan itu ialah kekhawatirannya jangan sampai kawan-kawannya binasa karena berhadapan dengan pasukan malaikat.

Al Anfaal (8) ayat 48 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anfaal (8) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anfaal (8) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah ketika setan menjadikan perbuatan orang-orang musyrik itu indah dalam pendangan mereka, melalui bisikan dan rayuannya.
Setan berkata kepada mereka, "Tidak ada yang akan mengalahkan kalian." Setan juga menegaskan kepada mereka bahwa dia adalah pelindung mereka, tapi ternyata, saat kedua pasukan saling berhadapan di medan perang, tampaklah kepalsuan janji, tipu daya dan bisikan setan itu.
Mereka pun melarikan diri dari pertempuran.
Setan takut Allah menghancurkannya.
Sesungguhnya, siksan Allah amat keras.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (ketika setan menjadikan mereka memandang baik) yakni iblis (pekerjaan mereka) iblis memberikan semangat kepada mereka untuk menghadapi kaum Muslimin, hal itu dilakukannya ketika mereka merasa takut untuk keluar berperang melawan musuh-musuh mereka Bani Bakar (dan mengatakan,) kepada mereka ("Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kalian pada hari ini, dan sesungguhnya aku ini adalah pelindung kalian.") iblis mendatangi mereka dalam bentuk seseorang dari kalangan kabilah Kinanah, yaitu berupa Suraqah bin Malik pemimpin dari orang-orang Kinanah.
(Maka tatkala saling lihat-melihat) saling berhadap-hadapan (kedua pasukan itu) pasukan kaum Muslimin dan pasukan kaum kafir dan iblis melihat malaikat berada pada pihak pasukan kaum Muslimin sedangkan pada saat itu tangannya diapit oleh tangan Harits bin Hisyam (setan itu berbalik) kembali (ke belakang) lari (seraya berkata,) tatkala mereka, yaitu pasukan kaum kafir berkata kepadanya, "Apakah engkau mau membuat kami terhina (kalah) dalam keadaan begini." ("Sesungguhnya saya berlepas diri dari kalian) dari melindungi kalian (sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat) yaitu para malaikat (sesungguhnya saya takut kepada Allah.") Dia akan membinasakan saya (Dan Allah sangat keras siksa-Nya).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah oleh kalian, ketika setan menjadikan orang-orang musyrik itu memandang bagus apa yang mereka datangi dan rencana yang mereka ingin lakukan.
Ia (setan) berkata kepada mereka :
Hari ini tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian.
Dan sungguh aku adalah penolong kalian :
Maka tatkala berhadapan kedua kelompok, orang-orang musyrik bersama setan dan orang-orang muslim bersama malaikat, setan itu malah melarikan diri, sambil berkata kepada orang-orang musyrik :
Aku melepaskan diri dari kalian, aku bisa melihat malaikat yang tidak bisa kalian lihat datang menolong orang-orang muslim itu.
Aku takut kepada Allah.
Maka setan itu meninggalkan orang-orang musyrik dan berlepas diri dari mereka.
Sesungguhnya siksa Allah sangat keras bagi orang yang berbuat maksiat kepada-Nya dan tidak bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan.

"Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindung kalian.", hingga akhir ayat.

Setan laknatullah menjadikan mereka memandang baik niat dan kedatangan mereka itu, dan memberikan semangat kepada mereka melalui bisikannya bahwa tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkan mereka pada hari itu.
Setan pun melenyapkan rasa takut dari mereka karena mereka merasa khawatir bila kampung halaman mereka yang ditinggalkan akan diserang oleh Bani Bakar, musuh mereka.
Maka setan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya saya ini adalah pelindung kalian."

Demikian itu terjadi setelah setan menyerupakan dirinya dengan rupa Suraqah ibnu Malik ibnu Ju'syum, pemimpin Bani Mudlaj.
orang yang disegani di kawasan itu.
Padahal semuanya itu adalah perbuatan setan belaka, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya:

Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkit­kan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
(An Nisaa:120)

Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, "Ketika Perang Badar terjadi, iblis bergerak dengan membawa panjinya berikut pasukannya bersama pasukan kaum musyrik.
Lalu iblis membisikkan ke dalam hati pasukan kaum musyrik bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan mereka, dan sesungguhnya ia adalah pelindung mereka." Ketika mereka bersua dengan pasukan kaum muslim dan setan melihat bala-bantuan para malaikat di pihak pasukan kaum muslim, setan itu berbalik ke belakang (mundur).
Yakni setan mundur melarikan diri seraya berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat..
hingga akhir ayat.

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa iblis datang pada hari Perang Badar bersama pasukan setan yang dibawanya, sedangkan panjinya dia sendiri yang memegang.
Iblis saat itu merupakan dirinya dalam bentuk seorang lelaki dari kalangan Bani Mudlaj, yaitu dalam rupa Suraqah ibnu Malik ibnu Ju'syum.
Lalu setan berkata kepada kaum musyrik, "Tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindung kalian." Tetapi ketika kedua belah pihak berhadap-hadapan, Rasulullah ﷺ mengambil segenggam pasir dan melemparkannya ke arah wajah orang-orang musyrik, maka mereka mundur ke belakang.
Dan Malaikat Jibril 'alaihis salam datang mengejar iblis.
Ketika iblis melihatnya—saat itu tangan iblis memegang tangan salah seorang dari pasukan kaum musyrik— maka dengan serta merta iblis menarik tangannya, lalu lari terbirit-birit bersama pasukannya.
Maka lelaki yang dipeganginya itu berkata.”Hai Suraqah, bukankah kamu tadi mengatakan bahwa kamu adalah pelindung saya?"
Iblis berkata yang disitir oleh firman-Nya: Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguhnya saya takut kepada Allah.
Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
(Al Anfaal:48) Demikian itu terjadi ketika setan melihat para malaikat.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Kalbi, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas.
bahwa iblis keluar bersama pasukan Quraisy dalam rupa Suraqah Ibnu Malik Ibnu Ju’syum.
Ketika iblis datang di medan perang dan melihat para malaikat, maka ia berbalik ke belakang dan lari seraya berkata.”Sesungguhnya saya berlepas diri dari kalian." Maka Al-Haris ibnu Hisyam memeganginya, tetapi iblis memukul wajah Al-Haris sehingga Al-Haris jatuh terjungkal dalam keadaan tak sadarkan diri.
Ketika dikatakan kepadanya, "Celakalah engkau, hai Suraqah! Dalam keadaan yang genting ini engkau membuat diri kami terhina (kalah) dan engkau terlepas diri dari kami." Iblis menjawab, "Sesungguhnya saya berlepas diri dari kalian karena saya dapat melihat apa yang tidak dapat kalian lihat.
Sesungguhnya saya takut kepada Allah.
Dan Allah itu sangat keras siksa-Nya."

Muhammad ibnu Umar Al-Waqidi mengatakan, telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Uqbah, dari Syu'bah maula Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas, bahwa ketika kedua belah pihak saling berhadapan, Rasulullah ﷺtidak sadarkan diri selama sesaat, lalu sadar kembali.
Maka beliau menyampaikan berita gembira kepada pasukan kaum muslim akan kedatangan Jibril bersama bala tentara yang terdiri atas para malaikat berada di sayap kanan, Malaikat Mikail bersama pasukan malaikat lainnya berada di sayap kiri, dan Malaikat Israfil bersama pasukan malaikatnya lagi sebanyak seribu malaikat.
Iblis saat itu menyerupakan dirinya dalam bentuk Suraqah ibnu Malik ibnu Jusyum Al-Mudlaji sedang mengatur pasukan kaum musyrik dan memberikan semangat kepada mereka, "Hari ini tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkan kalian.' Ketika musuh Allah —iblis— melihat para malaikat, maka ia berbalik ke belakang dan berkata, "Sesungguhnya saya berlepas diri dari kalian, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang tidak dapat kalian lihat." Begitu mendengar ucapannya itu Al-Haris memeganginya karena dia melihatnya dalam bentuk dan rupa Suraqah ibnu Malik ibnu Ju'syum.
Tetapi iblis memukul dada Al-Haris hingga jatuh, lalu iblis pergi, tak kelihatan lagi batang hidungnya.
Iblis jatuh ke laut, lalu menyingsingkan bajunya seraya berkata, "Wahai Tuhanku, inilah janji-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku."

Menurut yang ada pada Imam Tabrani dari Rifa'ah ibnu Rafi', disebutkan hal yang berdekatan dengan teks hadis ini.
Mengenai pembahasannya yang lebih luas lagi disebutkan di dalam kitab Sirah.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Ruman, dari Urwah ibnuz Zubair, bahwa ketika kaum musyrik telah sepakat untuk berangkat.
maka orang-orang Quraisy teringat akan permusuhan yang terjadi antara mereka dan Bani Bakar.
Maka hal itu hampir saja membuat mereka membatalkan niatnya.
Tetapi iblis datang menampakkan dirinya kepada mereka dalam rupa Suraqah ibnu Malik ibnu Ju'syum Al-Mudlaji, salah seorang pemimpin Bani Kinanah yang cukup disegani.
Lalu iblis berkata, "Saya ini adalah pelindung kalian bila Kinanah datang kepada kalian dengan sesuatu yang tidak kalian sukai (yakni menjamin keselamatan kampung halaman kalian yang kalian tinggalkan) " Maka pasukan Quraisy cepat-cepat berangkat.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, menurut kisah yang sampai kepadaku disebutkan bahwa mereka (pasukan kaum musyrik) melihat iblis dalam rupa Suraqah ibnu Malik di setiap rumah, hal itu tidak mereka ingkari lagi.
Ketika saat Perang Badar tiba dan kedua pasukan sudah saling berhadapan.
maka orang yang melihat iblis itu berbalik ke belakang adalah Al-Haris ibnu Hisyam atau Umair ibnu Wahb.
lalu ia bertanya, "Kemanakah Suraqah.
ke manakah Warnil —musuh Allah— pergi?"
Lalu ia pergi menangkapnya dan menyerahkannya kepada mereka.
Iblis —musuh Allah— melihat bala tentara Allah yang memperkuat Rasul-Nya dan pasukan kaum mukmin.
maka ia berbalik ke belakang dan mengatakan, "Sesungguhnya saya berlepas diri dari kalian, sesungguhnya saya berlepas diri dari kalian, sesungguhnya saya melihat apa yang tidak dapat kalian lihat." Kala itulah iblis mengatakan yang sebenarnya, yaitu, "Sesungguhnya saya takut kepada Allah.
Dan Allah amat keras siksa-Nya."

Hal yang sama telah diriwayatkan dari As-Saddi, Ad-Dahhak, Al-Hasan Al-Basri, Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, dan lain-Lainnya.

Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa ketika iblis melihat Malaikat Jibril 'alaihis salam turun bersama pasukan para malaikat, iblis mengakui bahwa dirinya tidak mempunyai kekuatan untuk melawan malaikat, maka ia berkata, "Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang tidak dapat kalian lihat.
sesungguhnya saya takut kepada Allah." Iblis dusta, demi Allah, sebenarnya iblis tidak mempunyai rasa takut kepada Allah, tetapi dia mengetahui bahwa dia tidak mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk melawan para malaikat.
Demikianlah kebiasaan musuh Allah kepada orang yang taat kepadanya dan menuruti apa yang dikatakannya.
Tetapi saat perkara yang hak bersua dengan perkara yang batil, maka iblis menyerahkan pasukan kaum musyrik kepada pasukan kaum muslim dan dia berlepas diri dari para pengikutnya saat itu.

Menurut kami pengertian kebiasaan ini ditujukan kepada orang-orang yang menurut kepadanya (iblis), seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat lain:

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu.” Maka tatkala manusia itu lelah kafir, ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (Al Hasyr:16)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala.
yang mengatakan:

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku.
Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolong­ku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
(Ibrahim:22)

Yunus ibnu Bukair telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ishaq, bahwa telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Amr ibnu Hazm, dari sebagian orang dari kalangan Bani Sa'idah yang mengatakan bahwa ia mendengar Abu Usaid Malik ibnu Rabi'ah sesudah kedua matanya tidak dapat melihat, Ia mengatakan.”Seandainya kalian sekarang bersamaku di Badar dan aku masih dapat melihat, niscaya aku akan menceritakan kepada kalian (yakni akan menunjukkan kepada kalian) lereng tempat para malaikat keluar, aku tidak ragu dan tidak dusta menceritakannya." Ketika malaikat turun dan iblis melihatnya, maka Allah menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.
(Al Anfaal:12) Orang-orang mukmin saat itu beroleh peneguh hati dari Allah.
yaitu melalui para malaikat yang saat itu datang berupa laki-laki yang dikenal oleh orang yang melihatnya, lalu malaikat berkata, "Bergembiralah kamu, karena sesungguhnya mereka (pasukan musuh) tidak mempunyai kekuatan apa pun, dan Allah selalu bersama kalian." Maka pasukan kaum muslim maju menyerang pasukan kaum musyrik.
Dan ketika iblis melihat malaikat, maka ia berbalik ke belakang dan berkata.” Sesangguhnya aku berlepas diri dari kalian, sesungguhnya aku dapat melihat apa yang tidak dapat kalian lihat." Saat itu iblis menyerupai Suraqah.
Kemudian Abu Jahal datang dan memberikan semangat kepada teman-temannya, ”Jangan sekali-kali kalian takut dengan penghinaan Suraqah terhadap kalian (sebab ia lari meninggalkan medan perang), karena sesungguhnya dia telah bersekongkol dengan Muhammad dan para sahabatnya." Abu Jahal mengatakan pula, "Demi Lata dan Uzza, kita tidak akan kembali sebelum kita mendesak Muhammad dan sahabat-sahabatnya ke bukit itu.
Kalian tidak usah perangi mereka, tetapi tangkaplah mereka dalam keadaan hidup-hidup."

Ungkapan Abu Jahal ini sama dengan yang dikatakan oleh Fir'aun kepada ahli sihirnya ketika mereka menyerah kepada Musa dan masuk Islam, yaitu seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya darinya.
(Al A'raf:123)

Sesungguhnya dia benar-benar pemimpin kalian Yang mengajar­kan sihir kepada kalian (Asy Syu'ara:49, Thaha: 71)

Ungkapan ini mengandung makna pendustaan dan buat-buatan, karena itulah dikatakan bahwa Abu Jahal adalah Fir'aunnya umat ini (umat Nabi Muhammad ﷺ).

Malik ibnu Anas telah meriwayatkan dari Ibrahim ibnu Abu Ulayah, dari Talhah ibnu Ubaidillah ibnu Kuraiz, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Tidaklah iblis melihat dirinya pada suatu hari dalam rupa yang paling kecil, paling hina, paling menjengkelkan dan paling mendongkolkan selain hari Arafah.
Demikian itu karena dia melihat turunnya rahmat dan ampunan dari dosa-dosa yang hanya disamai oleh hari Perang Badar.
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dilihat iblis dalam Perang Badar?
'Rasulullah menjawab.
"Karena sesungguhnya dia melihat Jibril memimpin para malaikat.”

Bila ditinjau dari jalur ini, maka hadis ini berpredikat mursal.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anfaal (8) Ayat 48

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani di dalam kitab al-Ausath, dengan sanad yang lemah, yang bersumber dari Abu Hurairah, bahwa pada waktu di Mekah Allah menurunkan kepada Nabi-Nya ayat, sayuhzamul jam’u wa yuwalluunad dubur (golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang) (al-Qamar: 45), bertanyalah ‘Umar bin al-Kaththab: “Persekutuan yang mana, ya Rasulullah?” pertanyaan tersebut diajukan sebelum terjadi perang Badr.
Pada waktu kaum Quraisy dihancurkan dalam perang Badr, ‘Umar melirik kepada Rasulullah sambil melihat, dengan pedang terhunus di tangan, kepada bekas-bekas pertempuran yang bergelimangan mayat.
Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Ayat, sayuhzamul jam’u wa yuwalluunad dubur (golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang) (al-Qamar: 45) itu berkenaan dengan peristiwa ini.” Dalam peristiwa Badr itu turun pula surah al-Mu’minuun ayat 64 berkenaan dengan mereka yang merintih-rintih minta tolong karena mendapat azab dari Allah subhanahu wa ta'ala; dan surat Ibrahim ayat 28 berkenaan dengan mereka yang menukarkan nikmat Allah dengan kekufuran.
Dalam perang Badr ini Rasulullah melempari mereka dengan batu dan pasir, sehingga musuh-musuh itu mati karena mata dan mulutnya penuh dengan pasir dan batu.
Maka turunlah surat al-Anfaal ayat 17 yang menegaskan bahwa kematian mereka bukan karena lemparan Muhammad, tapi karena lemparan Allah.
Dalam peristiwa Badr ini pula turun surah al-Anfaal ayat 48 yang menegaskan bahwa iblis membakar semangat kaum musyrikin, tapi kemudian berlepas diri karena ia melihat kaum Muslimin mendapat bantuan pasukan malaikat yang tidak terlihat oleh kaum musyrikin.
Dalam peristiwa itu pula ‘Utbah bin Rabi’ah dan orang-orang musyrikin lainnya berkata bahwa kaum Muslimin telah tertipu oleh agamanya.
Maka Allah menurunkan surah al-Anfaal ayat 49 sebagai peringatan kepada kaum Mukminin untuk tetap bertawakal kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Bijaksana.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anfaal (8) Ayat 48

A'MAAL
أَعْمَٰل

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari 'amal yang bermakna pekerjaan dan perbuatan.

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, 'amal adalah perbuatan yang disengaja atau dengan maksud.

A'maal mencakup perbuatan hati dan anggota badan, ia mengisyaratkan perbuatan yang berterusan, sebagaimana Allah menerangkan, ya'maluuna lahuu maa yasyaa.

Al Kafawi menyatakan, perbuatan itu dikatakan 'amaal apabila ia terbit dari fikiran dan renungan. Oleh karena itu, ia dikaitkan dengan 'ilm, sehingga sebagian sastrawan berkata,
lafaz 'amaal adalah perkataan terbalik dari lafaz 'ilm. Hal ini mengisyaratkan amal adalah sebahagian dari ilmu. 'Ilm juga adalah sumber af'al atau perbuatan.

Al 'amal (amalan) adalah natijah yang timbul dari al 'amil (orang yang melaksanakan amal itu), sama kedudukannya seperti Al Hukm (hukum) yaitu hasil dari 'illah (sebab timbulnya hukum itu)."

Lafaz a'maal disebut sebanyak 41 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah :
-Al Baqarah (2), ayat 139, 139, 167, 217;
-Ali Imran (3), ayat 22;
-Al Maa'idah (5), ayat 53;
-Al A'raaf (7), ayat 147;
-Al Anfaal (8), ayat 48;
-At Taubah (9), ayat 17, 37, 69;
-Hud (11), ayat 15, 111;
-Ibrahim (14), ayat 18;
-An Nahl (16), ayat 63,
-Al Kahfi (18), ayat 103, 105;
-Al Mu'minuun (23), ayat 63;
-An Nuur (24), ayat 39;
-An Naml (27), ayat 4, 24;
-Al Qashash (28), ayat 55;
-Al­ 'Ankaabut (29) ayat 38,
-Al Ahzab (33) ayat 19, 71;
-Asy Syuura (42) ayat 15;
-Al Ahqaaf (46) ayat 19;
-Muhammad (47) ayat 1, 4, 8, 9, 28, 30, 32, 33, 35;
-Al Hujurat (49) ayat 2, 14;
-Al Zalzalah (99) ayat 6.

Al Qurtubi ketika menafsirkan ayat 217 surah Al Baqarah:

"Dan siapa yang murtad di antara kamu, maka mereka itu sia-sia amalan­ amalannya di dunia dan di akhirat."

Beliau mengutip penjelasan Ar Rabi' "Perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan, neraka adalah wajib bagi mereka"

Ibn Mas'ud dan As Suddi pula berkata,
"Perbuatan-perbuatan baik yang mereka tinggalkan akan menjauhkan mereka dari syurga. Amalan-amalan baik disandarkan kepada mereka karena mereka disuruh melakukannya, sedangkan amalan­ amalan jahat disandarkan kepada mereka karena mereka melakukannya'"

At Tabari ketika menjelaskan tafsir surah Al Zalzalah, beliau berkata,
"Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan berkelompok-kelompok dan terpisah di sebelah kiri dan di sebelah kanan bagi diperlihatkan amalan-amalan mereka. Bagi mereka yang berbuat baik di dunia dan taat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya pada hari itu karamah dan kemuliaan sebagai balasan bagi ketaatannya kepada Nya di dunia. Dan bagi yang berbuat jahat dan melakukan maksiat kepada Allah, maka Allah menyediakan bagi­nya kesengsaraan dan kehinaan di neraka, sebagai balasan bagi perbuatannya dan kekufurannya di dunia."

Kesimpulannya, lafaz a'maal pada ayat­ ayat di atas lebih banyak dikaitkan dengan al­ ihbat (penghapusan) amalan orang musyrik, kafir, munafik dan sebagainya, dan juga bersifat lebih cenderung kepada perkara keduniaan yang dihiasi oleh syaitan. Tetapi penggunaan sebenarnya lafaz ini bersifat umum, yaitu bagi amalan kejahatan dan kebaikan, seperti yang terdapat dalam surah Al Qashash, Asy Syuura, Al Ahqaaf, Muhammad (ayat 30), Al Zalzalah, dan sedikit sekali disandarkan kepada orang beriman, yaitu pada surah Al­ Ahzab, Muhammad (ayat 35), dan Al Hujurat (ayat 14).

Walau bagaimanapun, a'maal adalah perbuatan yang berterusan dan bersifat umum yang didasari oleh fikiran dan renungan. Oleh karena itu, orang menjadi kafir karena ia tahu akan sebuah kebenaran, tetapi mengingkarinya. Sedangkan orang menjadi beriman karena ia tahu akan kebenaran dan berusaha mengikutinya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:5

Informasi Surah Al Anfaal (الأنفال)
Surat Al Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperang­an pada umumnya.
Menurut riwayat lbnu Abbas r.a.
surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang ber­jumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka
menen­tukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah
jaminan Allah terhadap keme­nangan umat yang beriman
'inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal
hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman
tindakan-tinda­kan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia
adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar
adanya gang­guan-gangguan syaitan pada orang-orang mu'min dan tipu daya mereka pada orang­ orang musyrikin
syirik adalah dosa besar.

Hukum:

Aturan pembagian harta rampasan perang
kebolehan memakan harta rampasan perang
larangan lari/mundur dalam peperangan
hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam
kewajiban ta'at kepada pimpinan dalam perang
keharusan mengusahakan perdamaian
kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat per­lengkapan perang
ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan
tujuan perang dalam Islam
larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat
larangan mengkhianati perjanjian

Kisah:

Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar
suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung
keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyri­kin terhadap beliau
orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad s.a.w .
kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman
sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.


Gambar Kutipan Surah Al Anfaal Ayat 48 *beta

Surah Al Anfaal Ayat 48



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anfaal

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, "Jarahan") adalah surah ke-8 pada al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku