Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Anfaal

Al Anfaal (Harta rampasan perang) surah 8 ayat 36


اِنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا یُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَہُمۡ لِیَصُدُّوۡا عَنۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ؕفَسَیُنۡفِقُوۡنَہَا ثُمَّ تَکُوۡنُ عَلَیۡہِمۡ حَسۡرَۃً ثُمَّ یُغۡلَبُوۡنَ ۬ؕ وَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡۤا اِلٰی جَہَنَّمَ یُحۡشَرُوۡنَ
Innal-ladziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyashudduu ‘an sabiilillahi fasayunfiquunahaa tsumma takuunu ‘alaihim hasratan tsumma yughlabuuna waal-ladziina kafaruu ila jahannama yuhsyaruun(a);

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah.
Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.
Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,
―QS. 8:36
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Dunia merupakan tempat ujian
8:36, 8 36, 8-36, Al Anfaal 36, AlAnfaal 36, Al Anfal 36, AlAnfal 36, Al-Anfal 36
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Para mufassirin meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair dan lain-lainnya sebagai berikut:

"Ayat ini turun mengenai diri Abu Sufyan dan harta bendanya yang diserahkan untuk membiayai orang-orang musyrikin pada waktu perang 8adar serta bantuannya terhadap mereka pada waktu perang Uhud dan lainnya.
Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa: "Setelah Abu Sufyan dapat menyelamatkan kafilahnya (dalam perang Badar) dengan menempuh jalan pantai menuju Mekah ia berjalan dengan disertai satu regu dari tentara kaum musyrikin menghasung orang-orang agar tidak memerangi mereka.
Maka datanglah mereka kepada orang-orang yang mempunyai barang dagangan dalam kafilah seraya berkata: "Wahai orang-orang Quraisy, ketahuilah bahwa Muhammad telah mengucilkan kamu dan membunuh pemimpin-pemimpinmu.
Maka bantulah kami dengan mengorbankan harta bendamu untuk memerangi Muhammad.
Barangkali kami dapat mencapai kemenangan daripadanya.
Kemudian mereka melaksanakan anjuran itu.
Sa'id bin Jubair berkata: "Bahwasanya Abu Sufyan pada waktu perang Uhud menyewa 2.000 oran dari suku Bani Kinanah untuk memerangi Rasulullah ﷺ selain orang Arab yang sudah menjadi tentara.

Betapa kekuatan bala tentara yang mereka miliki dan harta benda yang mereka pergunakan namun mereka akan mengalami kegagalan dalam menafkahkan harta benda itu tiada lain hanyalah seperti perbuatan setan yang tidak disandarkan pada pendirian yang benar yang akibatnya ialah penyesalan belaka karena kekuatan jiwa dan harta mereka hilang tanpa faedah dan perjuangan mereka sia-sia.
Kemudian perjuangan mereka secara berturut-turut akan dipatahkan sehingga akhirnya yang menjulang tinggi hanyalah kalimat Allah semata.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala mengancam orang-orang kafir dengan ancaman yang keras, bahwa pada hari kiamat nanti mereka akan digiring ke dalam api neraka.

Al Anfaal (8) ayat 36 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anfaal (8) ayat 36 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anfaal (8) ayat 36 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat dan menyekutukan Allah itu membelanjakan harta dan kekayaan mereka untuk merintangi manusia agar tidak percaya pada kebenaran dan mereka bersikeras melakukan hal itu.
Harta itu akan musnah dan sia-sia serta hanya akan melahirkan penyesalan dan rasa sakit.
Kemudian mereka akan dihancurkan dalam perang dan kelak akan dikumpulkan di neraka jahanam, selama mereka masih mempertahankan kekufuran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka) di dalam memerangi Nabi ﷺ (untuk menghalangi orang dari jalan Allah.
Mereka akan menafkahkan harta itu kemudian hal itu) pada akhirnya (menjadi sesalan bagi mereka sendiri) mereka akan merasa menyesal karena harta mereka terbuang secara percuma dan tujuan mereka tidak berhasil (kemudian mereka dikalahkan) di dunia.
(Dan orang-orang yang kafir itu) dari kalangan orang-orang Quraisy (ke neraka Jahanam) kelak di akhirat (akan dikumpulkan) mereka digiring ke dalamnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendustakan Rasul-Nya itu mengeluarkan harta mereka dan memberikannya kepada orang-orang semisal mereka dari kalangan musyrik dan orang-orang sesat untuk menghalangi orang lain dari jalan Allah dan mencegah kaum mukmin percaya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka akan mengeluarkan hartanya untuk tujuan itu.
Akan tetapi, yang mereka dapatkan hanyalah penyesalan dan kerugian karena harta mereka lenyap, sedangkan cita-cita mereka untuk memadamkan cahaya Allah dan mencegah orang-orang dari jalan-Nya tidak tercapai.
Pada akhirnya, mereka akan dikalahkan oleh kaum mukmin dan orang-orang kafir itu akan dikumpulkan di Neraka Jahanam dan disiksa di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Az-Zuhri dan Muhammad ibnu Yahya ibnu Hibban, Asim ibnu Umar ibnu Qatadah dan Al-Husain ibnu Abdur Rahman ibnu Amr ibnu Sa'id ibnu Mu'az.
Semuanya mengatakan, "Ketika kabilah Quraisy mengalami kekalahan dalam perang Badar dan sisa-sisa laskar mereka kembali ke Mekah, dan kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan telah kembali pula, maka Abdullah ibnu Abu Rabi'ah, Ikrimah ibnu Abu Jahal, dan Safwan ibnu Umayyah berkumpul bersama sejumlah lelaki dari kalangan Quraisy yang orang-orang tua dan saudara-saudara mereka terbunuh dalam Perang Badar.
Kemudian mereka berbicara kepada Abu Sufyan ibnu Harb dan orang-orang yang bersamanya yang tergabung dalam kafilah niaga itu, semuanya dari kalangan Quraisy pula.
Mereka yang berbelasungkawa berkata, 'Hai golongan orang-orang Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah membuat kalian menyendiri karena dia telah membunuh orang-orang terpilih di antara kalian.
Maka bantulah kami dengan harta hasil niaga ini sebagai bekal untuk memeranginya.
Mudah-mudahan kita dapat membalas kematian orang-orang kita yang telah terbunuh olehnya.* Akhirnya mereka melakukan rencana tersebut."

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, menurut riwayat yang bersumberkan dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa berkenaan dengan mereka itulah Allah subhanahu wa ta'ala.
menurunkan firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka sampai dengan firman-Nya:
Mereka itulah orang-orang yang merugi.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Al-Hakam ibnu Uyaynah, Qatadah, As-Saddi, dan Ibnu Abza, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Sufyan dan dana bantuan yang dibelanjakannya untuk keperluan memerangi Rasulullah ﷺ dalam Perang Uhud.

Ad-Dahhak mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang terlibat dalam Perang Badar (dari kalangan kaum Quraisy).
Pada garis besarnya ayat ini mengandung makna yang umum, sekalipun penurunannya dilatarbelakangi oleh penyebab yang khusus.
Allah subhanahu wa ta'ala.
memberitahukan bahwa orang-orang kafir membelanjakan hartanya untuk menghalang-halangi (manusia) dari mengikuti jalan yang benar, mereka pasti melakukan hal tersebut.
Kemudian lenyaplah harta benda mereka, dan pada akhirnya hal itu menjadi kekecewaan dan penyesalan bagi mereka karena mereka tidak dapat menemukan sesuatu pun dari upayanya.
Mereka bermaksud memadamkan cahaya Allah dan bermaksud agar kalimah mereka menang di atas kalimah kebenaran, tetapi Allah menyempurnakan cahaya-Nya, sekalipun orang-orang kafir tidak suka.
Dan Allah tetap menolong agama-Nya, menyerukan kalimah-Nya, dan memenangkan agama-Nya di atas agama lainnya.

Hal tersebut merupakan kehinaan bagi mereka di dunia, sedangkan di akhirat nanti mereka mendapat siksa neraka.
Barang siapa yang masih hidup dari kalangan mereka (kaum musyrik Quraisy), dia melihat dengan mata kepalanya sendiri dan mendengar dengan telinganya hal-hal yang menyakitkannya.
Dan barang siapa dari kalangan mereka yang terbunuh dalam perang atau mati, maka tempat kembalinya adalah kehinaan yang abadi dan siksaan yang kekal.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Mereka akan menafkahkan harta itu.
kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.
Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anfaal (8) Ayat 36

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari az-Zuhri, Muhammad bin Yahya bin Hibban, ‘Ashim bin ‘Umair bin Qatadah, dan al-Hushain bin ‘Abdirrahman.
Hadits ini bersesuaian pula dengan hadits yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika orang-orang Quraisy ditimpa kekalahan dalam perang Badr dan pulang ke Mekah, ‘Abdullah bin Abi Rabi’ah, ‘Ikrimah bin Abi Jahl, dan Shafwan bin Umayyah, tokoh-tokoh Quraisy yang bapak-bapak dan anak-anaknya terbunuh dalam perang Badr, mengadakan pembicaraan denga Abu Sufyan dan rombongannya.
Rombongan Abu Sufyan itu terdiri atas kaum saudagar yang selamat dari malapetaka perang Badr.
Mereka berkata: “Hai golongan Quraisy.
Sesungguhnya Muhammad telah menggentarkan kalian dan membunuh orang-orang yang paling baik diantara kalian.
Bantulah kami dengan harta benda kalian untuk memeranginya.
Mudah-mudahan kita bisa menebus kekalahan kita dan membalas dendam.” Merekapun menyetujui permintaan ini.
Ayat ini (al-Anfaal: 36) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Yang menjanjikan bahwa Allah akan mengalahkan orang-orang yang menghambat jalan Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hakam bin ‘Utaibah bahwa turunnya ayat ini (al-Anfaal: 36) berkenaan dengan Abu Sufyan yang membiayai perang kaum musyrikin, sebanyak empat puluh uuqiyyah (ons) emas.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abazi dan Sa’id bin Jubair, bahwa turunnya ayat ini (al-Anfaal: 36) berkenaan dengan Abu Sufyan yang mengongkosi dua ribu orang tentara Habasyah dalam Perang Uhud untuk memerangi Rasulullah ﷺ

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Anfaal (الأنفال)
Surat Al Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperang­an pada umumnya.
Menurut riwayat lbnu Abbas r.a.
surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang ber­jumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka
menen­tukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah
jaminan Allah terhadap keme­nangan umat yang beriman
'inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal
hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman
tindakan-tinda­kan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia
adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar
adanya gang­guan-gangguan syaitan pada orang-orang mu'min dan tipu daya mereka pada orang­ orang musyrikin
syirik adalah dosa besar.

Hukum:

Aturan pembagian harta rampasan perang
kebolehan memakan harta rampasan perang
larangan lari/mundur dalam peperangan
hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam
kewajiban ta'at kepada pimpinan dalam perang
keharusan mengusahakan perdamaian
kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat per­lengkapan perang
ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan
tujuan perang dalam Islam
larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat
larangan mengkhianati perjanjian

Kisah:

Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar
suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung
keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyri­kin terhadap beliau
orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad s.a.w .
kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman
sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.


Gambar Kutipan Surah Al Anfaal Ayat 36 *beta

Surah Al Anfaal Ayat 36



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anfaal

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, "Jarahan") adalah surah ke-8 pada al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (13 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku