Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 36 [QS. 8:36]

اِنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا یُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَہُمۡ لِیَصُدُّوۡا عَنۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ؕفَسَیُنۡفِقُوۡنَہَا ثُمَّ تَکُوۡنُ عَلَیۡہِمۡ حَسۡرَۃً ثُمَّ یُغۡلَبُوۡنَ ۬ؕ وَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡۤا اِلٰی جَہَنَّمَ یُحۡشَرُوۡنَ
Innal-ladziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyashudduu ‘an sabiilillahi fasayunfiquunahaa tsumma takuunu ‘alaihim hasratan tsumma yughlabuuna waal-ladziina kafaruu ila jahannama yuhsyaruun(a);
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah.
Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan.
Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,
―QS. Al Anfaal [8]: 36

Daftar isi

Indeed, those who disbelieve spend their wealth to avert (people) from the way of Allah.
So they will spend it;
then it will be for them a (source of) regret;
then they will be overcome.
And those who have disbelieved – unto Hell they will be gathered.
― Chapter 8. Surah Al Anfaal [verse 36]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieve,
يُنفِقُونَ mereka akan menafkahkan

they spend
أَمْوَٰلَهُمْ harta mereka

their wealth
لِيَصُدُّوا۟ untuk mereka menghalangi

to hinder (people)
عَن dari

from
سَبِيلِ jalan

(the) way
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
فَسَيُنفِقُونَهَا maka mereka menafkahkannya

So they will spend it,
ثُمَّ kemudian

then
تَكُونُ jadilah

it will be
عَلَيْهِمْ atas mereka

for them
حَسْرَةً sesalan

a regret,
ثُمَّ kemudian

then
يُغْلَبُونَ mereka akan dikalahkan

they will be overcome.
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

And those who
كَفَرُوٓا۟ kafir/ingkar

disbelieve,
إِلَىٰ ke dalam

to
جَهَنَّمَ neraka jahanam

Hell
يُحْشَرُونَ mereka dikumpulkan

they will be gathered.

Tafsir

Alquran

Surah Al Anfaal
8:36

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 36. Oleh Kementrian Agama RI


Para mufassir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Said bin Jubair, dan lain-lainnya sebagai berikut,
"Ayat ini turun mengenai diri Abu Sufyan dan harta bendanya yang diserahkan untuk membiayai orang-orang musyrikin pada waktu Perang Badar, serta bantuannya terhadap mereka pada waktu perang Uhud dan lainnya."



Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, Setelah Abu Sufyan dapat menyelamatkan kafilahnya (dalam Perang Badar) dengan menempuh jalan pantai menuju Mekah ia berjalan dengan disertai satu regu dari tentara kaum musyrikin menghasut orang-orang agar tidak memerangi mereka.

Maka datanglah mereka kepada orang-orang yang mempunyai barang dagangan dalam kafilah seraya berkata,
"Wahai orang-orang Quraisy, ketahuilah:
Bahwa Muhammad telah mengucilkan kamu dan membunuh pemimpin-pemimpinmu.
Maka bantulah kami dengan mengorbankan harta bendamu untuk memerangi Muhammad.

Barangkali kami dapat mencapai kemenangan dari padanya."
Kemudian mereka melaksanakan anjuran itu.

Said bin Jubir berkata,
"Bahwasanya Abu Sufyan pada waktu perang Uhud menyewa 2.000 orang dari suku Rasulullah selain orang Arab yang memang sudah menjadi tentara.
"
(Riwayat Ath-thasti dari Nafi bin Azraq)


Dalam ayat ini Allah menjelaskan persiapan-persiapan orang-orang kafir Quraisy pada saat menjelang terjadinya Perang Badar, yaitu mereka mengerahkan tenaga dan harta benda mereka untuk menghalang-halangi tersiarnya agama Islam dan perjuangan Rasulullah.


Betapa banyak kekuatan bala tentara yang mereka miliki dan harta benda yang mereka pergunakan, namun mereka akan mengalami kegagalan dalam menafkahkan harta benda itu, tidak lain karena perbuatan mereka seperti perbuatan setan yang tidak disandarkan pada pendirian yang benar.

Akibatnya ialah penyesalan belaka, karena kekuatan jiwa dan harta mereka hilang tanpa faedah dan perjuangan mereka sia-sia.
Kemudian perjuangan mereka secara berturut-turut akan dipatahkan, sehingga akhirnya yang menjulang tinggi hanyalah kalimat Allah semata.

Allah mengancam orang-orang kafir dengan ancaman yang keras, bahwa pada hari Kiamat nanti mereka akan digiring ke dalam api neraka.

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 36. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat dan menyekutukan Allah itu membelanjakan harta dan kekayaan mereka untuk merintangi manusia agar tidak percaya pada kebenaran dan mereka bersikeras melakukan hal itu.
Harta itu akan musnah dan sia-sia serta hanya akan melahirkan penyesalan dan rasa sakit.


Kemudian mereka akan dihancurkan dalam perang dan kelak akan dikumpulkan di neraka jahanam, selama mereka masih mempertahankan kekufuran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendustakan Rasul-Nya itu mengeluarkan harta mereka dan memberikannya kepada orang-orang semisal mereka dari kalangan musyrik dan orang-orang sesat untuk menghalangi orang lain dari jalan Allah dan mencegah kaum mukmin percaya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka akan mengeluarkan hartanya untuk tujuan itu.


Akan tetapi, yang mereka dapatkan hanyalah penyesalan dan kerugian karena harta mereka lenyap, sedangkan cita-cita mereka untuk memadamkan cahaya Allah dan mencegah orang-orang dari jalan-Nya tidak tercapai.
Pada akhirnya, mereka akan dikalahkan oleh kaum mukmin dan orang-orang kafir itu akan dikumpulkan di Neraka Jahanam dan disiksa di dalamnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka) di dalam memerangi Nabi ﷺ


(untuk menghalangi orang dari jalan Allah.
Mereka akan menafkahkan harta itu kemudian hal itu) pada akhirnya


(menjadi sesalan bagi mereka sendiri) mereka akan merasa menyesal karena harta mereka terbuang secara percuma dan tujuan mereka tidak berhasil


(kemudian mereka dikalahkan) di dunia.


(Dan orang-orang yang kafir itu) dari kalangan orang-orang Quraisy


(ke neraka Jahanam) kelak di akhirat


(akan dikumpulkan) mereka digiring ke dalamnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Az-Zuhri dan Muhammad ibnu Yahya ibnu Hibban, Asim ibnu Umar ibnu Qatadah dan Al-Husain ibnu Abdur Rahman ibnu Amr ibnu Sa’id ibnu Mu’az.
Semuanya mengatakan,
"Ketika kabilah Quraisy mengalami kekalahan dalam perang Badar dan sisa-sisa laskar mereka kembali ke Mekah, dan kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan telah kembali pula, maka Abdullah ibnu Abu Rabi’ah, Ikrimah ibnu Abu Jahal, dan Safwan ibnu Umayyah berkumpul bersama sejumlah lelaki dari kalangan Quraisy yang orang-orang tua dan saudara-saudara mereka terbunuh dalam Perang Badar.
Kemudian mereka berbicara kepada Abu Sufyan ibnu Harb dan orang-orang yang bersamanya yang tergabung dalam kafilah niaga itu, semuanya dari kalangan Quraisy pula.
Mereka yang berbelasungkawa berkata, ‘Hai golongan orang-orang Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah membuat kalian menyendiri karena dia telah membunuh orang-orang terpilih di antara kalian.
Maka bantulah kami dengan harta hasil niaga ini sebagai bekal untuk memeranginya.
Mudah-mudahan kita dapat membalas kematian orang-orang kita yang telah terbunuh olehnya.* Akhirnya mereka melakukan rencana tersebut."


Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, menurut riwayat yang bersumberkan dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa berkenaan dengan mereka itulah Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka sampai dengan firman-Nya:
Mereka itulah orang-orang yang merugi.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Al-Hakam ibnu Uyaynah, Qatadah, As-Saddi, dan Ibnu Abza, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Sufyan dan dana bantuan yang dibelanjakannya untuk keperluan memerangi Rasulullah ﷺ dalam Perang Uhud.

Ad-Dahhak mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang terlibat dalam Perang Badar (dari kalangan kaum Quraisy).
Pada garis besarnya ayat ini mengandung makna yang umum, sekalipun penurunannya dilatarbelakangi oleh penyebab yang khusus.
Allah subhanahu wa ta’ala, memberitahukan bahwa orang-orang kafir membelanjakan hartanya untuk menghalang-halangi (manusia) dari mengikuti jalan yang benar, mereka pasti melakukan hal tersebut.
Kemudian lenyaplah harta benda mereka, dan pada akhirnya hal itu menjadi kekecewaan dan penyesalan bagi mereka karena mereka tidak dapat menemukan sesuatu pun dari upayanya.
Mereka bermaksud memadamkan cahaya Allah dan bermaksud agar kalimah mereka menang di atas kalimah kebenaran, tetapi Allah menyempurnakan cahaya-Nya, sekalipun orang-orang kafir tidak suka.
Dan Allah tetap menolong agama-Nya, menyerukan kalimah-Nya, dan memenangkan agama-Nya di atas agama lainnya.

Hal tersebut merupakan kehinaan bagi mereka di dunia, sedangkan di akhirat nanti mereka mendapat siksa neraka.
Barang siapa yang masih hidup dari kalangan mereka (kaum musyrik Quraisy), dia melihat dengan mata kepalanya sendiri dan mendengar dengan telinganya hal-hal yang menyakitkannya.
Dan barang siapa dari kalangan mereka yang terbunuh dalam perang atau mati, maka tempat kembalinya adalah kehinaan yang abadi dan siksaan yang kekal.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Mereka akan menafkahkan harta itu.
kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.
Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anfaal (8) Ayat 36

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari az-Zuhri, Muhammad bin Yahya bin Hibban, ‘Ashim bin ‘Umair bin Qatadah, dan al-Hushain bin ‘Abdirrahman.
Hadits ini bersesuaian pula dengan hadits yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika orang-orang Quraisy ditimpa kekalahan dalam perang Badr dan pulang ke Mekah, ‘Abdullah bin Abi Rabi’ah, ‘Ikrimah bin Abi Jahl, dan Shafwan bin Umayyah, tokoh-tokoh Quraisy yang bapak-bapak dan anak-anaknya terbunuh dalam perang Badr, mengadakan pembicaraan denga Abu Sufyan dan rombongannya.
Rombongan Abu Sufyan itu terdiri atas kaum saudagar yang selamat dari malapetaka perang Badr.

Mereka berkata: “Hai golongan Quraisy.
Sesungguhnya Muhammad telah menggentarkan kalian dan membunuh orang-orang yang paling baik diantara kalian.
Bantulah kami dengan harta benda kalian untuk memeranginya.
Mudah-mudahan kita bisa menebus kekalahan kita dan membalas dendam.” Merekapun menyetujui permintaan ini.
Ayat ini (al-Anfaal: 36) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Yang menjanjikan bahwa Allah akan mengalahkan orang-orang yang menghambat jalan Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hakam bin ‘Utaibah bahwa turunnya ayat ini (al-Anfaal: 36) berkenaan dengan Abu Sufyan yang membiayai perang kaum musyrikin, sebanyak empat puluh uuqiyyah (ons) emas.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abazi dan Sa’id bin Jubair, bahwa turunnya ayat ini (al-Anfaal: 36) berkenaan dengan Abu Sufyan yang mengongkosi dua ribu orang tentara Habasyah dalam Perang Uhud untuk memerangi Rasulullah ﷺ

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Anfaal (الأنفال)

Surat Al-Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang, berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat lbnu Abbas radhiyallahu ‘anhu surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka.
▪ Menentukan hukumhukum agama itu hanyalah hak Allah.
▪ Jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman.
▪ ‘Inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal.
▪ Hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman.
▪ Tindakan-tindakan dan hukumhukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia.
▪ Adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar.
▪ Adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin.
Syirik adalah dosa besar.

Hukum:

▪ Aturan pembagian harta rampasan perang.
▪ Kebolehan memakan harta rampasan perang.
▪ Larangan lari/mundur dalam peperangan.
Hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam.
▪ Kewajiban ta’at kepada pimpinan dalam perang.
▪ Keharusan mengusahakan perdamaian.
▪ Kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang.
▪ Ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan.
▪ Tujuan perang dalam Islam.
▪ Larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat.
▪ Larangan mengkhianati perjanjian.

Kisah:

▪ Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar.
▪ Suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung.
▪ Keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah, serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau.
▪ Orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab, serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

▪ Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman.
▪ Sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.

Audio

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anfaal ayat 36 - Gambar 1 Surah Al Anfaal ayat 36 - Gambar 2
Statistik QS. 8:36
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anfaal.

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, “Jarahan”) adalah surah ke-8 pada Alquran.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
Sending
User Review
4.5 (13 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

8:36, 8 36, 8-36, Surah Al Anfaal 36, Tafsir surat AlAnfaal 36, Quran Al Anfal 36, AlAnfal 36, Al-Anfal 36, Surah Al Anfal ayat 36

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Anfaal

۞ QS. 8:2 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 8:4 Ar Rabb (Tuhan) • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 8:5 Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:6 • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:7 Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir

۞ QS. 8:9 Ar Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 8:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:11 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 8:12 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:13 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:14 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:16 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 8:17 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:18 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 8:19 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:21 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:22 • Kebodohan orang kafir • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 8:23 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:24 • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:25 • Siksaan Allah sangat pedih • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:26 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 8:28 • Macam-macam fitnah • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 8:29 • Ampunan Allah yang luas • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:30 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 8:31 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:33 • Ampunan Allah yang luas • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 8:34 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:35 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia •

۞ QS. 8:37 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:38 • Ajakan masuk IslamIslam menghapus dosa masa lalu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:39 Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 8:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Maula (Maha Penolong) • An-Nashir (Maha Penolong) •

۞ QS. 8:41 Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 8:42 Dalil Allah atas hambaNya • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 8:43 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 8:44 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 8:47 Al Muhith (Maha Mengetahui) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 8:48 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 8:49 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:50 • Siksaan Allah sangat pedih • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:51 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 8:52 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:53 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 8:54 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:57 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 8:59 • Kekuasaan Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:60 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Melihat sebab akibat

۞ QS. 8:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 8:63 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:64 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 8:65 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:66 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 8:67 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 8:68 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 8:69 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:70 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ajakan masuk IslamIslam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 8:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:72 Al Bashir (Maha Melihat) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 8:73 • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Orang kafir menjadi penolong sesamanya

۞ QS. 8:74 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 8:75 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

Ayat Pilihan

Wahai kaumku, tetaplah pada sikap ingkar & dusta kalian itu. Aku pun akan tetap laksanakan apa yang diperintah Tuhanku. Kalian kelak akan tahu siapa di antara kita yang akan mendapatkan azab yang sangat hina & abadi yang tak ada akhirnya
QS. Az-Zumar [39]: 39

Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Anfal [8]: 10

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
Maka lihatlah berulang-ulang,
adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
QS. Al-Mulk [67]: 3

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Yang berarti ''menggabungkan sesuatu dengan yang lain'' adalah lafaz ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus

Al Qahhaar

Apa itu Al Qahhaar? Allah itu Al-Qahhar. Allah itu Al-Qahhar, yang memiliki makna Maha Penakluk. Allah itu Maha Penakluk atau Maha Menaklukkan segalanya, termasuk alam semesta ini. Kita bisa menelada...

zuhur

Apa itu zuhur? zu.hur (1) waktu tengah hari; (2) waktu salat wajib setelah matahari tergelincir sampai menjelang petang; (3) (huruf awal ditulis dengan kapital) salat wajib sebanyak empat rakaat pad...

penghulu

Apa itu penghulu? peng.hu.lu (1) kepala; ketua; penghulu kampung; penghulu negeri; penghulu kawal; (2) kepala adat; (3) kepala urusan agama Islam di kabupaten atau kota madya; (4) penasihat urusan ag...