Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 19 [QS. 8:19]

اِنۡ تَسۡتَفۡتِحُوۡا فَقَدۡ جَآءَکُمُ الۡفَتۡحُ ۚ وَ اِنۡ تَنۡتَہُوۡا فَہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ اِنۡ تَعُوۡدُوۡا نَعُدۡ ۚ وَ لَنۡ تُغۡنِیَ عَنۡکُمۡ فِئَتُکُمۡ شَیۡئًا وَّ لَوۡ کَثُرَتۡ ۙ وَ اَنَّ اللّٰہَ مَعَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
In tastaftihuu faqad jaa-akumul fathu wa-in tantahuu fahuwa khairun lakum wa-in ta’uuduu na’ud walan tughniya ‘ankum fi-atukum syai-an walau katsurat wa-annallaha ma’al mu’miniin(a);
Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu;
dan jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu;
dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan);
dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun dia jumlahnya (pasukan) banyak.
Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman.
―QS. Al Anfaal [8]: 19

Daftar isi

If you (disbelievers) seek the victory – the defeat has come to you.
And if you desist (from hostilities), it is best for you;
but if you return (to war), We will return, and never will you be availed by your (large) company at all, even if it should increase;
and (that is) because Allah is with the believers.
― Chapter 8. Surah Al Anfaal [verse 19]

إِن jika

If
تَسْتَفْتِحُوا۟ kamu minta keputusan

you ask for victory
فَقَدْ maka sesungguhnya

then certainly
جَآءَكُمُ telah datang kepadamu

has come to you
ٱلْفَتْحُ keputusan/kemenangan

the victory.
وَإِن dan jika

And if
تَنتَهُوا۟ kamu berhenti

you desist,
فَهُوَ maka itu

then it (is)
خَيْرٌ lebih baik

good
لَّكُمْ bagi kalian

for you,
وَإِن dan jika

but if
تَعُودُوا۟ kamu berhenti

you return,
نَعُدْ Kami kembali

We will return (too).
وَلَن dan tidak

And never
تُغْنِىَ mencukupi/mampu

will avail
عَنكُمْ dari kalian

you
فِئَتُكُمْ golonganmu/pasukanmu

your forces
شَيْـًٔا sedikitpun/sesuatu

anything,
وَلَوْ dan sekalipun

even if
كَثُرَتْ dia banyak

(they are) numerous.
وَأَنَّ dan sesungguhnya

And that
ٱللَّهَ Allah

Allah
مَعَ beserta

(is) with
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang yang beriman

the believers.

Tafsir

Alquran

Surah Al Anfaal
8:19

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 19. Oleh Kementrian Agama RI


Sesudah itu Allah memberikan pernyataan yang ditujukan kepada orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka ingin mencari keputusan mana di antara kedua bala tentara yang paling unggul dan paling mendapat petunjuk sehingga memperoleh kemenangan, maka jelaslah yang mendapat kemenangan gilang-gemilang itulah pasukan yang paling unggul dan paling mendapat petunjuk.


Pernyataan ini adalah merupakan ejekan terhadap orang-orang musyrikin karena pada akhir pertempuran Perang Badar kemenangan jelas diperoleh oleh kaum Muslimin, sedangkan mereka kaum musyrikin mengalami kehancuran dan kekalahan.


Pernyataan ini berlaku pada setiap waktu dan tempat, di mana saja dan kapan saja terjadi pergolakan di antara dua golongan maka kemenangan tentu akan diperoleh oleh golongan yang berdiri atas prinsip-prinsip yang benar.


Kemudian Allah menyeru orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka setelah menderita kekalahan dalam Perang Badar itu berhenti dari memusuhi Muhammad ﷺ dan pengikut-pengikutnya, maka sebenarnya hal itu lebih baik buat mereka.


Tawaran itu dikemukakan Allah kepada mereka karena mereka telah mengalami pahit getirnya peperangan.
Dari pengalaman itu mereka telah melihat kenyataan bahwa betapa pun kuatnya dan betapa pun banyaknya jumlah pasukan yang mereka kerahkan serta perlengkapan perang yang mereka andalkan, namun akhirnya mereka mengalami kekalahan juga.


Apabila mereka itu membangkang seruan ini dan kembali memusuhi serta memerangi Rasul dan pengikut-pengikutnya, maka kenyataan yang mereka alami itu akan terulang kembali, yaitu Allah kembali memberi pertolongan-Nya kepada Rasulullah ﷺ.


Allah menegaskan bahwa angkatan perang kaum musyrikin betapa pun kuatnya, tidak akan dapat menolak bencana malapetaka yang akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tentara yang banyak tidak selalu menentukan jalannya peperangan, terkecuali jumlah yang banyak itu disertai dengan kekuatan jiwa dan kepercayaan kepada Allah Azza wa Jalla.


Betapa pun gigihnya Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya untuk mengalahkan kaum Muslimin dalam Perang Badar mereka tidak juga berhasil sebagaimana diterangkan oleh Hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan an-Nasai:


"Ya Allah siapa di antara kami yang telah memutuskan tali persaudaraan dan membawa sesuatu agama yang tidak dikenal, maka hancurkanlah ia sebelum terbitnya fajar, maka yang demikian itu adalah sebagai permintaan kemenangan dari padanya (untuk Rasulullah).

(Riwayat Ahmad dan an-Nasai).


Menurut riwayat as-Suddi yang berasal dari Mujahid, diceritakan bahwa sebelum pasukan Quraisy berangkat ke medan perang mereka berdoa :


Orang-orang musyrikin pada waktu keluar dari kota Mekah menuju Badar, telah memegang tirai Kabah kemudian mereka memohon kemenangan kepada Allah dan berkata:
"Aduhai Tuhan berilah kemenangan kepada pasukan yang paling tinggi (derajatnya) kepada golongan yang paling mulia dan kepada kiblat yang paling baik.
"
Maka turunlah ayat:
Jika kamu (orang musyrikin) mencari keputusan.

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang menyekutukan Allah, jika kalian memohon kepada Allah dengan cara bergelantungan pada kain penutup Ka’bah, agar Dia memutuskan perkara antara kalian dengan orang-orang beriman, maka telah datang kepada kalian hukum yang tegas, bahwa kemenangan akan berpihak pada orang-orang Mukmin, bukan pada kalian.
Apabila kalian mengulang lagi penyerangan itu maka Kami akan menjanjikan kekalahan yang lain pada kalian.


Pasukan kalian yang bergelimang dosa, meskipun berjumlah banyak, tidak akan dapat melindungi kalian dari bahaya.
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang percaya dan tunduk pada kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang kafir, jika kalian meminta kepada Allah untuk menimpakan siksa dan azab-Nya kepada orang-orang yang melampaui batas lagi zalim, sungguh Dia telah mengabulkan permintaan kalian itu, yaitu ketika Allah menimpakan azab-Nya atas kalian sebagai hukuman bagi kalian dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Jika kalian (wahai orang-orang kafir) berhenti dari kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berhenti memerangi Nabi-Nya, Muhammad maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat.


Tetapi jika kalian kembali memerangi Muhammad dan para pengikutnya (orang-orang mukmin), maka Kami akan mengalahkan kalian seperti pada perang Badar.
Jama’ah kalian (jumlah kalian yang banyak) tidak akan mampu melindungi kalian sedikit pun, sebagaimana mereka tidak mampu menolong kalian pada saat perang Badar, walaupun jumlah kalian jauh lebih banyak dan peralatan perang kalian lebih hebat, sementara kaum mukmin hanya sedikit dan peralatan perang mereka sangat terbatas.


Allah bersama orang-orang yang beriman dengan memberikan pertolongan dan kekuatan kepada mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Jika kalian mencari keputusan) hai orang-orang kafir, yakni kamu sekalian meminta keputusan, di mana salah seorang dari kamu yaitu Abu Jahal mengatakan,
"Ya Allah! Siapakah dari kami yang paling memutuskan silaturahmi dan yang paling banyak melakukan hal-hal yang tidak dikenal pada kalangan kami, maka semoga Engkau membinasakannya


(maka telah datang kepadamu keputusan) ketentuan binasanya orang-orang yang melakukan hal itu, mereka adalah Abu Jahal dan orang-orang yang terbunuh bersamanya, bukannya Nabi ﷺ dan kaum mukminin


(dan jika kalian berhenti) dari perbuatan kafir dan memerangi Nabi ﷺ


(maka itulah yang lebih baik bagi kalian, dan jika kalian kembali) untuk memerangi Nabi ﷺ


(niscaya Kami kembali) untuk memberikan pertolongan kepada Nabi ﷺ atas kalian


(dan tidak akan dapat mencukupi) menolak


(angkatan perang kalian dari kalian) yakni golongan kalian


(sesuatu bahaya pun biar pun angkatan perang itu banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman) huruf inna dibaca kasrah sebagai jumlah isti`naf, dan dibaca anna dengan memperkirakan adanya huruf lam, bentuk lengkapnya ialah lama`al mu`miina.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman kepada orang-orang kafir:

Jika kalian mencari keputusan.

Yakni meminta pertolongan, meminta peradilan kepada Allah, dan meminta keputusan dari-Nya untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara kalian dan musuh-musuh kalian dari kalangan orang-orang mukmin, maka sesungguhnya telah datang apa yang kalian minta itu.
Menurut riwayat Muhammad ibnu Ishaq dan lain-lainnya, dari Az-Zuhri, dari Abdullah ibnu Sa’labah ibnu Sa’ir, dalam Perang Badar Abu Jahal mengatakan,
"Ya Allah, siapakah di antara kami yang memutuskan silaturahmi dan mendatangkan hal-hal yang tidak kami kenal, maka putuskanlah esok hari!"
Maka hal tersebut dianggap sebagai permintaan keputusan darinya.
Lalu turunlah firman-Nya:


Jika kalian (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan itu kepada kalian., hingga akhir ayat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid (yakni Ibnu Harun), telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Az-Zuhri, dari Abdullah ibnu Sa’labah, bahwa Abu Jahal ketika menghadapi Perang Badar mengatakan,
"Ya Allah, dia memutuskan silaturahmi kami dan mendatangkan perkara yang tidak kami kenal, maka putuskanlah besok paginya."
Maka dialah yang meminta keputusan itu.

Imam Nasai mengetengahkannya di dalam kitab tafsirnya melalui hadis Saleh ibnu Kaisan, dari Az-Zuhri, dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-ny&melalui jalur Az-Zuhri dengan sanad yang sama.
Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Syaikhain, tetapi keduanya tidak mengetengahkannya.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, Yazid ibnu Ruman, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

As-Saddi mengatakan bahwa ketika pasukan kaum musyrik berangkat dari Mekah menuju medan Perang Badar, terlebih dahulu mereka memegang kain kelambu Ka’bah dan meminta pertolongan kepada Allah seraya mengatakan,
"Ya Allah, tolonglah salah satu di antara kedua pasukan yang paling tinggi, salah satu di antara dua golongan yang paling mulia, dan salah satu dari dua kabilah yang terbaik."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menjawab dengan firman-Nya yang mengatakan:

Jika kalian (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepada kalian.
Allah bermaksud bahwa Dia telah memutuskan apa yang mereka minta, yaitu kemenangan bagi Muhammad ﷺ

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala, berikut menceritakan permintaan mereka, yaitu:
Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata,
"Ya Allah, jika betul (Al Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau."
(QS. Al-Anfal [8]: 32), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan jika kalian berhenti.

Maksudnya, dari kekufuran kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya yang selama ini kalian kerjakan.

…maka itulahyang-lebih baik bagi kalian.Yakni untuk kebaikan dunia dan akhirat kalian.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan jika kalian kembali, niscaya Kami kembali pula.

Perihalnya sama dengan firman-Nya:

Dan sekiranya kalian kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazab kalian) (QS. Al Israa [17]: 8)

Makna yang dimaksud ialah, jika kalian kembali mengerjakan kekufuran dan kesesatan, niscaya Kami akan kembali menimpakan kejadian seperti ini kepada kalian.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
jika kalian kembali.
(QS. Al-Anfal [8]: 19)
Yaitu kembali meminta keputusan.
niscaya Kami kembali (pula).
(QS. Al-Anfal [8]: 19)
Maksudnya, kembali memberikan keputusan buat kemenangan Muhammad ﷺ dan menolongnya dalam menghadapi musuh-musuhnya hingga beroleh kemenangan.
Tetapi pendapat yang pertama lebih kuat.

…dan angkatan perang kalian tidak akan dapat menolak dari kalian suatu bahaya pun, biarpun jumlahnya banyak

Yakni seandainya kalian himpunkan semua pasukan yang ada pada kalian, maka yang menang tetaplah pihak yang didukung oleh Allah, tiada seorang pun yang dapat mengalahkannya.

…dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.

Mereka adalah golongan yang bersama Nabi dan berada di sisinya

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anfaal (8) Ayat 19

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari ‘Abdullah bin Tsa’labah bin Sha’ir.
Bahwa Abu Jahl pernah meminta kemenangan kepada Allah ketika pasukannya bertemu dengan pasukan kaum Muslimin.
Ia berdoa: “Ya Allah, siapa sebenarnya yang memutuskan silaturahim dan datang membawa ajaran yang tidak dikenal.
Buktikanlah kemusnahannya besok.” Itulah permintaan kemenangan yang disebut Allah dalam ayat ini (al-Anfaal: 19).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Athiyyah bahwa Abu Jahl pernah berdoa: “Ya Allah, tolonglah yang paling mulia diantara dua golongan ini, yang paling terhormat diantara dua pasukan ini.” Maka turunlah ayat ini (al-Anfaal: 19) sebagai penegasan bahwa kemenangan ada di pihak kaum Muslimin yang paling mulia dan terhormat.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Anfaal (الأنفال)

Surat Al-Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang, berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat lbnu Abbas radhiyallahu ‘anhu surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka.
▪ Menentukan hukumhukum agama itu hanyalah hak Allah.
▪ Jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman.
▪ ‘Inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal.
▪ Hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman.
▪ Tindakan-tindakan dan hukumhukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia.
▪ Adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar.
▪ Adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin.
Syirik adalah dosa besar.

Hukum:

▪ Aturan pembagian harta rampasan perang.
▪ Kebolehan memakan harta rampasan perang.
▪ Larangan lari/mundur dalam peperangan.
Hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam.
▪ Kewajiban ta’at kepada pimpinan dalam perang.
▪ Keharusan mengusahakan perdamaian.
▪ Kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang.
▪ Ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan.
▪ Tujuan perang dalam Islam.
▪ Larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat.
▪ Larangan mengkhianati perjanjian.

Kisah:

▪ Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar.
▪ Suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung.
▪ Keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah, serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau.
▪ Orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab, serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

▪ Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman.
▪ Sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.

Audio

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anfaal ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Anfaal ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 8:19
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anfaal.

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, “Jarahan”) adalah surah ke-8 pada Alquran.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
Sending
User Review
4.4 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

8:19, 8 19, 8-19, Surah Al Anfaal 19, Tafsir surat AlAnfaal 19, Quran Al Anfal 19, AlAnfal 19, Al-Anfal 19, Surah Al Anfal ayat 19

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Anfaal

۞ QS. 8:2 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 8:4 Ar Rabb (Tuhan) • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 8:5 Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:6 • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:7 Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir

۞ QS. 8:9 Ar Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 8:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:11 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 8:12 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:13 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:14 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:16 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 8:17 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:18 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 8:19 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:21 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:22 • Kebodohan orang kafir • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 8:23 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:24 • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:25 • Siksaan Allah sangat pedih • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:26 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 8:28 • Macam-macam fitnah • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 8:29 • Ampunan Allah yang luas • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:30 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 8:31 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:33 • Ampunan Allah yang luas • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 8:34 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:35 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia •

۞ QS. 8:37 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:38 • Ajakan masuk IslamIslam menghapus dosa masa lalu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:39 Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 8:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Maula (Maha Penolong) • An-Nashir (Maha Penolong) •

۞ QS. 8:41 Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 8:42 Dalil Allah atas hambaNya • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 8:43 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 8:44 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 8:47 Al Muhith (Maha Mengetahui) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 8:48 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 8:49 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:50 • Siksaan Allah sangat pedih • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:51 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 8:52 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:53 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 8:54 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:57 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 8:59 • Kekuasaan Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:60 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Melihat sebab akibat

۞ QS. 8:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 8:63 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:64 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 8:65 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:66 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 8:67 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 8:68 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 8:69 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:70 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ajakan masuk IslamIslam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 8:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:72 Al Bashir (Maha Melihat) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 8:73 • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Orang kafir menjadi penolong sesamanya

۞ QS. 8:74 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 8:75 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

Ayat Pilihan

Kami perlakukan kalian sebagai orang yang diuji dengan berbagai kenikmatan & bencana, agar nampak jelas siapa di antara kalian yang bersyukur atas kebaikan & bersabar atas cobaan, dan siapa yang tak bersyukur serta kecewa saat tertimpa musibah
QS. Al-Anbiya [21]: 35

Tetapi jika mereka (musuh-musuhmu) condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah.
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
QS. Al-Anfal [8]: 61

Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air,
maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
QS. Al-Qamar [54]: 12

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu,
dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa & orang yang kafir dia antara mereka.
QS. Al-Insan [76]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Benar! Kurang tepat!

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus

‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah

Siapa itu ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah? Namanya adalah Ayyasy bin Abu Rabai’ah bin Mughirah. Ayyasy bin Abu Rabi’ah masih kerabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketika akan hijrah ke Ma...

Mirza Ghulam Ahmad

Siapa itu Mirza Ghulam Ahmad? Beberapa waktu lalu, marak pemberitaan di media massa tentang Jemaat Ahmadiyah. Berbagai polemik muncul. Banyak media memberikan pembelaan terhadap Jemaat Ahmadiyah yang ...

Mujahadah An-Nafs

Apa itu Mujahadah An-Nafs? Mujahadah An-Nafs diartikan sebagai pengendalian atau kontrol terhadap diri. Mujahadah An-Nafs terdiri atas dua kata yakni Mujahadah yang berarti bersungguh-sungguh sementar...