Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Anfaal

Al Anfaal (Harta rampasan perang) surah 8 ayat 19


اِنۡ تَسۡتَفۡتِحُوۡا فَقَدۡ جَآءَکُمُ الۡفَتۡحُ ۚ وَ اِنۡ تَنۡتَہُوۡا فَہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ اِنۡ تَعُوۡدُوۡا نَعُدۡ ۚ وَ لَنۡ تُغۡنِیَ عَنۡکُمۡ فِئَتُکُمۡ شَیۡئًا وَّ لَوۡ کَثُرَتۡ ۙ وَ اَنَّ اللّٰہَ مَعَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
In tastaftihuu faqad jaa-akumul fathu wa-in tantahuu fahuwa khairun lakum wa-in ta’uuduu na’ud walan tughniya ‘ankum fi-atukum syai-an walau katsurat wa-annallaha ma’al mu’miniin(a);

Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu, dan jika kamu berhenti, maka itulah yang lehih baik bagimu, dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula), dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
―QS. 8:19
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Kewajiban saling setia antar sesama muslim
8:19, 8 19, 8-19, Al Anfaal 19, AlAnfaal 19, Al Anfal 19, AlAnfal 19, Al-Anfal 19
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta'ala memberikan pernyataan yang ditujukan kepada orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka ingin mencari keputusan mana di antara kedua bala tentara yang paling unggul dan paling mendapat petunjuk sehingga memperoleh kemenangan, maka jelaslah yang mendapat kemenangan gilang-gemilang itulah pasukan yang paling unggul dan paling mendapat petunjuk.

Pernyataan ini adalah merupakan ejekan terhadap orang-orang musyrikin karena pada akhir pertempuran perang Badar kemenangan jelas diperoleh oleh kaum Muslimin, sedangkan mereka kaum musyrikin mengalami kehancuran dan kekalahan.
Pernyataan ini berlaku pada setiap waktu dan tempat, di mana saja dan kapan saja terjadi pergolakan di antara dua golongan maka kemenangan tentu akan diperoleh oleh golongan yang berdiri atas prinsip-prinsip yang benar.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menyeru orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka setelah menderita kekalahan dalam perang Badar itu berhenti dari memusuhi Muhammad ﷺ.
dan pengikut-pengikutnya, maka sebenarnya hal itu lebih baik buat mereka.
Tawaran itu dikemukakan Allah kepada mereka karena mereka telah mengalami pahit getirnya peperangan.
Dan pengalaman itu mereka telah melihat kenyataan bahwa betapa pun kuatnya dan betapa pun megahnya pasukan yang mereka kerahkan serta perlengkapan perang yang mereka andalkan namun akhirnya mereka mengalami kekalahan juga.

Tetapi apabila mereka itu membangkang seruan ini dan kembali memusuhi serta memerangi Rasul dan pengikut-pengikutnya, maka kenyataan yang mereka alami itu akan terulang kembali, yaitu Allah kembali memberi pertolongan-Nya kepada Rasulullah ﷺ

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa angkatan perang kaum musyrikin betapa pun kuatnya, tidak akan dapat menolak bencana malapetaka yang akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tentara yang banyak tidak selalu menentukan jalannya peperangan, terkecuali jumlah yang banyak itu disertai dengan kekuatan jiwa dan kepercayaan kepada Allah Azza Wa Jalla.
Betapa pun gigihnya Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya untuk mengalahkan kaum Muslimin dalam peperangan Badar mereka tidak juga berhasil sebagaimana diterangkan oleh hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasai dan Az-Zuhri:

Wahai Tuhan, siapa di antara kami yang telah memutuskan tali persaudaraan dan membawa sesuatu agama yang tidak dikenal, maka hancurkanlah ia sebelum terbitnya fajar, maka yang demikian itu adalah sebagai permintaan kemenangan daripadanya (untuk Rasulullah).
(H.R Ahmad dan Nasa'i)

As-Suddi berkata:
Orang-orang musyrikin pada waktu keluar dari kota Mekah menuju Badar, telah memegang tirai Kakbah kemudian mereka memohon kemenangan kepada Allah dan berkata: "Wahai Tuhan, berilah kemenangan kepada pasukan yang paling tinggi (derajatnya) kepada golongan yang paling mulia dan kepada kiblat yang paling baik." Maka turunlah ayat: Jika kamu (orang musyrikin) mencari keputusan.

Al Anfaal (8) ayat 19 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anfaal (8) ayat 19 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anfaal (8) ayat 19 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai orang-orang yang menyekutukan Allah, jika kalian memohon kepada Allah dengan cara bergelantungan pada kain penutup Ka'bah, agar Dia memutuskan perkara antara kalian dengan orang-orang beriman, maka telah datang kepada kalian hukum yang tegas, bahwa kemenangan akan berpihak pada orang-orang Mukmin, bukan pada kalian.
Apabila kalian mengulang lagi penyerangan itu maka Kami akan menjanjikan kekalahan yang lain pada kalian.
Pasukan kalian yang bergelimang dosa, meskipun berjumlah banyak, tidak akan dapat melindungi kalian dari bahaya.
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang percaya dan tunduk pada kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika kalian mencari keputusan) hai orang-orang kafir, yakni kamu sekalian meminta keputusan, di mana salah seorang dari kamu yaitu Abu Jahal mengatakan, "Ya Allah! Siapakah dari kami yang paling memutuskan silaturahmi dan yang paling banyak melakukan hal-hal yang tidak dikenal pada kalangan kami, maka semoga Engkau membinasakannya (maka telah datang kepadamu keputusan) ketentuan binasanya orang-orang yang melakukan hal itu, mereka adalah Abu Jahal dan orang-orang yang terbunuh bersamanya, bukannya Nabi ﷺ dan kaum mukminin (dan jika kalian berhenti) dari perbuatan kafir dan memerangi Nabi ﷺ (maka itulah yang lebih baik bagi kalian, dan jika kalian kembali) untuk memerangi Nabi ﷺ (niscaya Kami kembali) untuk memberikan pertolongan kepada Nabi ﷺ atas kalian (dan tidak akan dapat mencukupi) menolak (angkatan perang kalian dari kalian) yakni golongan kalian (sesuatu bahaya pun biar pun angkatan perang itu banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman) huruf inna dibaca kasrah sebagai jumlah isti`naf, dan dibaca anna dengan memperkirakan adanya huruf lam, bentuk lengkapnya ialah lama`al mu`miina.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai orang-orang kafir, jika kalian meminta kepada Allah untuk menimpakan siksa dan adzab-Nya kepada orang-orang yang melampaui batas lagi zhalim, sungguh Dia telah mengabulkan permintaan kalian itu, yaitu ketika Allah menimpakan adzab-Nya atas kalian sebagai hukuman bagi kalian dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Jika kalian (wahai orang-orang kafir) berhenti dari kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berhenti memerangi Nabi-Nya, Muhammad maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat.
Tetapi jika kalian kembali memerangi Muhammad dan para pengikutnya (orang-orang mukmin), maka Kami akan mengalahkan kalian seperti pada Perang Badar.
Jamaah kalian (jumlah kalian yang banyak) tidak akan mampu melindungi kalian sedikit pun, sebagaimana mereka tidak mampu menolong kalian pada saat Perang Badar, walaupun jumlah kalian jauh lebih banyak dan peralatan perang kalian lebih hebat, sementara kaum mukmin hanya sedikit dan peralatan perang mereka sangat terbatas.
Allah bersama orang-orang yang beriman dengan memberikan pertolongan dan kekuatan kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman kepada orang-orang kafir:

Jika kalian mencari keputusan.

Yakni meminta pertolongan, meminta peradilan kepada Allah, dan meminta keputusan dari-Nya untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara kalian dan musuh-musuh kalian dari kalangan orang-orang mukmin, maka sesungguhnya telah datang apa yang kalian minta itu.
Menurut riwayat Muhammad ibnu Ishaq dan lain-lainnya, dari Az-Zuhri, dari Abdullah ibnu Sa'labah ibnu Sa'ir, dalam Perang Badar Abu Jahal mengatakan, "Ya Allah, siapakah di antara kami yang memutuskan silaturahmi dan mendatangkan hal-hal yang tidak kami kenal, maka putuskanlah esok hari!" Maka hal tersebut dianggap sebagai permintaan keputusan darinya.
Lalu turunlah firman-Nya:

Jika kalian (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan itu kepada kalian., hingga akhir ayat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid (yakni Ibnu Harun), telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Az-Zuhri, dari Abdullah ibnu Sa'labah, bahwa Abu Jahal ketika menghadapi Perang Badar mengatakan, "Ya Allah, dia memutuskan silaturahmi kami dan mendatangkan perkara yang tidak kami kenal, maka putuskanlah besok paginya." Maka dialah yang meminta keputusan itu.

Imam Nasai mengetengahkannya di dalam kitab tafsirnya melalui hadis Saleh ibnu Kaisan, dari Az-Zuhri, dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-ny&melalui jalur Az-Zuhri dengan sanad yang sama.
Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Syaikhain, tetapi keduanya tidak mengetengahkannya.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, Yazid ibnu Ruman, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

As-Saddi mengatakan bahwa ketika pasukan kaum musyrik berangkat dari Mekah menuju medan Perang Badar, terlebih dahulu mereka memegang kain kelambu Ka'bah dan meminta pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Ya Allah, tolonglah salah satu di antara kedua pasukan yang paling tinggi, salah satu di antara dua golongan yang paling mulia, dan salah satu dari dua kabilah yang terbaik." Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
menjawab dengan firman-Nya yang mengatakan:

Jika kalian (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepada kalian.
Allah bermaksud bahwa Dia telah memutuskan apa yang mereka minta, yaitu kemenangan bagi Muhammad ﷺ

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta'ala.
berikut menceritakan permintaan mereka, yaitu: Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau.” (Al Anfaal:32), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan jika kalian berhenti.

Maksudnya, dari kekufuran kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya yang selama ini kalian kerjakan.

...maka itulahyang-lebih baik bagi kalian.Yakni untuk kebaikan dunia dan akhirat kalian.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan jika kalian kembali, niscaya Kami kembali pula.

Perihalnya sama dengan firman-Nya:

Dan sekiranya kalian kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazab kalian) (Al Israa':8)

Makna yang dimaksud ialah, jika kalian kembali mengerjakan kekufuran dan kesesatan, niscaya Kami akan kembali menimpakan kejadian seperti ini kepada kalian.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: jika kalian kembali.
(Al Anfaal:19) Yaitu kembali meminta keputusan.
niscaya Kami kembali (pula).
(Al Anfaal:19) Maksudnya, kembali memberikan keputusan buat kemenangan Muhammad ﷺ dan menolongnya dalam menghadapi musuh-musuhnya hingga beroleh kemenangan.
Tetapi pendapat yang pertama lebih kuat.

...dan angkatan perang kalian tidak akan dapat menolak dari kalian suatu bahaya pun, biarpun jumlahnya banyak

Yakni seandainya kalian himpunkan semua pasukan yang ada pada kalian, maka yang menang tetaplah pihak yang didukung oleh Allah, tiada seorang pun yang dapat mengalahkannya.

...dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.

Mereka adalah golongan yang bersama Nabi dan berada di sisinya

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anfaal (8) Ayat 19

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari ‘Abdullah bin Tsa’labah bin Sha’ir.
Bahwa Abu Jahl pernah meminta kemenangan kepada Allah ketika pasukannya bertemu dengan pasukan kaum Muslimin.
Ia berdoa: “Ya Allah, siapa sebenarnya yang memutuskan silaturahim dan datang membawa ajaran yang tidak dikenal.
Buktikanlah kemusnahannya besok.” Itulah permintaan kemenangan yang disebut Allah dalam ayat ini (al-Anfaal: 19).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Athiyyah bahwa Abu Jahl pernah berdoa: “Ya Allah, tolonglah yang paling mulia diantara dua golongan ini, yang paling terhormat diantara dua pasukan ini.” Maka turunlah ayat ini (al-Anfaal: 19) sebagai penegasan bahwa kemenangan ada di pihak kaum Muslimin yang paling mulia dan terhormat.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Anfaal (الأنفال)
Surat Al Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperang­an pada umumnya.
Menurut riwayat lbnu Abbas r.a.
surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang ber­jumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka
menen­tukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah
jaminan Allah terhadap keme­nangan umat yang beriman
'inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal
hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman
tindakan-tinda­kan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia
adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar
adanya gang­guan-gangguan syaitan pada orang-orang mu'min dan tipu daya mereka pada orang­ orang musyrikin
syirik adalah dosa besar.

Hukum:

Aturan pembagian harta rampasan perang
kebolehan memakan harta rampasan perang
larangan lari/mundur dalam peperangan
hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam
kewajiban ta'at kepada pimpinan dalam perang
keharusan mengusahakan perdamaian
kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat per­lengkapan perang
ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan
tujuan perang dalam Islam
larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat
larangan mengkhianati perjanjian

Kisah:

Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar
suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung
keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyri­kin terhadap beliau
orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad s.a.w .
kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman
sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.


Gambar Kutipan Surah Al Anfaal Ayat 19 *beta

Surah Al Anfaal Ayat 19



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anfaal

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, "Jarahan") adalah surah ke-8 pada al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (10 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku