Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 10 [QS. 8:10]

وَ مَا جَعَلَہُ اللّٰہُ اِلَّا بُشۡرٰی وَ لِتَطۡمَئِنَّ بِہٖ قُلُوۡبُکُمۡ ۚ وَ مَا النَّصۡرُ اِلَّا مِنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَزِیۡزٌ حَکِیۡمٌ
Wamaa ja’alahullahu ilaa busyra walitathma-inna bihi quluubukum wamaannashru ilaa min ‘indillahi innallaha ‘aziizun hakiimun;
Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya.
Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.
Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
―QS. Al Anfaal [8]: 10

Daftar isi

And Allah made it not but good tidings and so that your hearts would be assured thereby.
And victory is not but from Allah.
Indeed, Allah is Exalted in Might and Wise.
― Chapter 8. Surah Al Anfaal [verse 10]

وَمَا dan tidak

And not
جَعَلَهُ menjadikannya

(it was) made
ٱللَّهُ Allah

(by) Allah
إِلَّا kecuali/melainkan

but
بُشْرَىٰ kabar gembira

good tidings
وَلِتَطْمَئِنَّ dan agar menetapkan

and so that might be at rest
بِهِۦ dengannya

with it
قُلُوبُكُمْ hatimu

your hearts.
وَمَا dan tidak

And (there is) no
ٱلنَّصْرُ pertolongan/kemenangan

[the] victory
إِلَّا kecuali

except
مِنْ dari

from
عِندِ sisi

[of]
ٱللَّهِ Allah

Allah.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
عَزِيزٌ Maha Perkasa

(is) All-Mighty,
حَكِيمٌ Maha Bijaksana

All-Wise.

Tafsir Quran

Surah Al Anfaal
8:10

Tafsir QS. Al-Anfal (8) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini memberikan penjelasan bahwa Allah tidak mengirimkan bala bantuan kecuali sebagai kabar gembira, yaitu agar kaum Muslimin menjadi tenteram karenanya, dan mempunyai semangat tempur yang tinggi serta mempunyai keyakinan yang kuat bahwa kemenangan akan diperoleh mereka seperti yang telah dijanjikan Allah, juga agar terhindar dari kegoncangan jiwa, terlepas dari rasa takut karena melihat jumlah kekuatan dari daya tahan dan keyakinan yang kuat dalam mencapai kemenangan yang gemilang.

Di dalam ayat ini dijelaskan pula bahwa kemenangan yang mereka peroleh, bukanlah karena kekuatan dan persenjataan, tetapi semata-mata karena bantuan Allah, dan hanya Allah sajalah yang dapat memberikan pertolongan dengan jalan mengirimkan bala tentara dari malaikat.

Pernyataan Allah ini amat penting artinya bagi kaum Muslimin, agar mereka tidak merasa congkak dan takabur pada saat menghadapi musuh.
Karena kedua sifat ini dapat menghilangkan kehati-hatian dan kontrol terhadap diri pribadi dalam peperangan.

Di akhir ayat ini Allah menandaskan bahwa sesungguhnya Allah Maha kuasa lagi Mahabijaksana.
Mahakuasa berarti kuasa memberikan kemenangan kepada umat Muhammad menurut yang Dia kehendaki.

Sedangkan Mahabijaksana berarti memberikan kemenangan kepada hamba-Nya yang beragama tauhid dan menghancurkan hamba-Nya yang terjerumus ke dalam kemusyrikan.

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bantuan yang didatangkan oleh Allah berupa malaikat itu untuk membawa berita kemenangan agar kalian berbesar hati dan terus maju.
Sungguh pertolongan itu tidak datang selain dari Allah yang Mahakuat dan Mahamenang, yang menetapkan segala urusan sebagaimana mestinya sesuai dengan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Allah tidak menjadikan pengiriman bala bantuan itu, kecuali sebagai berita gembira bagi kalian akan pertolongan-Nya, dan agar hati kalian menjadi tenteram dan yakin bahwa pertolongan Allah akan datang.
Tidak ada pertolongan, kecuali yang datang dari Allah, bukan karena kekuatan atau kebengisan kalian.


Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya lagi Maha Bijaksana dalam pengaturan dan syariat-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Allah tidak menjadikannya) bala bantuan tersebut


(melainkan sebagian berita gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya.
Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira., hingga akhir ayat.

Artinya, tidak sekali-kali Allah mengirim para malaikat dan kalian diberi tahu oleh-Nya tentang bantuan mereka buat kalian, melainkan sebagai berita gembira buat kalian.

…dan agar hati kalian menjadi tenteram karenanya.

Tetapi pada prinsipnya Allah subhanahu wa ta’ala, mampu menjadikan kalian menang atas musuh-musuh kalian tanpa bantuan para malaikat, melainkan hanya dengan kekuasaan Allah semata.

Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.

Yakni sekalipun tanpa hal tersebut.
Karena itulah dalam ayat ini disebutkan melalui firman-Nya

Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.

Pengertiannya sama dengan apa yang difirmankan-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka pancunglah batang leher mereka.
Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka dan sesudah itu kalian boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti.
Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain.
Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.
(QS. Muhammad [47]: 4-6)

Dan masa (kejadian dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kalian dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada.
Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 140-141)

Hal ini merupakan suatu ketentuan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yaitu berjihad melawan orang-orang kafir dibebankan kepada orang-orang mukmin.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala, menghukum umat-umat terdahulu yang mendustakan nabi-nabi mereka hanyalah dengan azab-azab yang menimpa keseluruhan umat yang mendustakanNya.
Sebagaimana Dia membinasakan kaum Nabi Nuh dengan banjir besar, kaum ‘ Ad yang pertama dengan angin kencang yang sangat dingin, kaum Samud dengan pekikan yang sangat keras, kaum Nabi Lut dengan gempa besar yang membalikkan tempat tinggal mereka serta dengan hujan batu dari Sijjil, dan kaum Nabi Syu’aib dengan awan.
Ketika Allah mengutus Nabi Musa, maka Allah membinasakan musuhnya —yaitu Fir’aun— dengan ditenggelamkan bersama para pendukungnya di dalam laut.

Kemudian Allah menurunkan kitab Taurat kepada Musa yang di dalamnya disyariatkan memerangi orang-orang kafir.
Kemudian hukum ini tetap berlangsung sampai kepada syariat-syariat lainnya yang datang sesudah Nabi Musa, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita.
(QS. Al-Qashash [28]: 43)

Bila orang-orang kafir dibunuh oleh orang-orang mukmin, maka hal itu terasa lebih menghinakan orang-orang kafir, dan sekaligus menjadi penawar bagi hati orang-orang mukmin dan melegakannya.
Seperti yang diungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam perintahnya kepada umat ini, yaitu:

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
(QS. At-Taubah [9]: 14)

Karena itulah terbunuhnya para pemimpin kaum Quraisy di tangan musuh mereka yang mereka pandang dengan pandangan yang hina lagi meremehkan merupakan suatu azab yang lebih menyakitkan bagi mereka dan melegakan hati golongan kaum mukmin.
Abu Jahal terbunuh dalam peperangan, yaitu dalam perang Badar, hal tersebut lebih menghinakannya daripada dia mati di atas tempat tidurnya karena azab atau halilintar atau sejenisnya, seperti yang dialami oleh Abu Lahab la’natullahi ‘alaihi yang ditimpa penyakit adasah, sehingga tidak ada seorang pun dari keluarganya yang berani mendekatinya.
Dan sesungguhnya mereka memandikannya hanya dari jarak jauh, yaitu dengan menyiramkan air padanya dari kejauhan, lalu mereka menguburnya dengan cara merajaminya dengan batu hingga tubuhnya tertutup oleh batu.
Karena itulah dalam ayat berikutnya disebutkan:

Sesungguhnya Allah Mahaperkasa.

Maksudnya, kemenangan itu hanyalah milik Dia, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman kepada keduanya di dunia dan akhirat.
Seperti yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain:

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).
(QS. Al-Mu’min [40]: 51)

…lagi Mahabijaksana.

Yakni dalam syariat-Nya yang memerintahkan
"untuk memerangi orang-orang kafir, sekalipun Dia sendiri mampu menghancurkan dan membinasakan mereka dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya.
Mahasuci lagi Mahatinggi Allah.

Unsur Pokok Surah Al Anfaal (الأنفال)

Surat Al-Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang, berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat lbnu Abbas radhiyallahu ‘anhu surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka.
▪ Menentukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah.
▪ Jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman.
▪ ‘Inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal.
▪ Hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman.
▪ Tindakan-tindakan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia.
▪ Adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar.
▪ Adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin.
▪ Syirik adalah dosa besar.

Hukum:

▪ Aturan pembagian harta rampasan perang.
▪ Kebolehan memakan harta rampasan perang.
▪ Larangan lari/mundur dalam peperangan.
▪ Hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam.
▪ Kewajiban ta’at kepada pimpinan dalam perang.
▪ Keharusan mengusahakan perdamaian.
▪ Kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang.
▪ Ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan.
▪ Tujuan perang dalam Islam.
▪ Larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat.
▪ Larangan mengkhianati perjanjian.

Kisah:

▪ Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar.
▪ Suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung.
▪ Keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah, serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau.
▪ Orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab, serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

▪ Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman.
▪ Sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.

Audio Murottal

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anfaal ayat 10 - Gambar 1 Surah Al Anfaal ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 8:10
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anfaal.

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, “Jarahan”) adalah surah ke-8 pada Alquran.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
Sending
User Review
4.3 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

8:10, 8 10, 8-10, Surah Al Anfaal 10, Tafsir surat AlAnfaal 10, Quran Al Anfal 10, AlAnfal 10, Al-Anfal 10, Surah Al Anfal ayat 10

Video Surah

8:10


Load More

Kandungan Surah Al Anfaal

۞ QS. 8:2 • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 8:4 • Ar Rabb (Tuhan) • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 8:5 • Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:6 • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:7 • Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir

۞ QS. 8:9 • Ar Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 8:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:11 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 8:12 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Ar Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:13 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:14 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:16 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 8:17 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:18 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 8:19 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:21 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:22 • Kebodohan orang kafir • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 8:23 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:24 • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:25 • Siksaan Allah sangat pedih • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:26 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 8:28 • Macam-macam fitnah • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 8:29 • Ampunan Allah yang luas • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:30 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 8:31 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:33 • Ampunan Allah yang luas • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 8:34 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:35 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia •

۞ QS. 8:37 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir •

۞ QS. 8:38 • Ajakan masuk Islam • Islam menghapus dosa masa lalu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:39 • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 8:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Maula (Maha Penolong) • An-Nashir (Maha Penolong) •

۞ QS. 8:41 • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 8:42 • Dalil Allah atas hambaNya • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 8:43 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 8:44 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 8:47 • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 8:48 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 8:49 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:50 • Siksaan Allah sangat pedih • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:51 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 8:52 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:53 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 8:54 • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir •

۞ QS. 8:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:57 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 8:59 • Kekuasaan Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:60 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Melihat sebab akibat

۞ QS. 8:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 8:63 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:64 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 8:65 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:66 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 8:67 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 8:68 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 8:69 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:70 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ajakan masuk Islam • Islam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 8:71 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:72 • Al Bashir (Maha Melihat) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 8:73 • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Orang kafir menjadi penolong sesamanya

۞ QS. 8:74 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 8:75 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

Ayat Pilihan

Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan
QS. An-Nahl [16]: 69

dan kerjakanlah amalan yang saleh.
Sesungguhnya Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
QS. Saba’ [34]: 11

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah,
dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS. At-Tagabun [64]: 11

dan hendaklah mereka memaafkan & berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?
Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
QS. An-Nur [24]: 22

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Lawan kata dari jujur adalah ...

Correct! Wrong!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Correct! Wrong!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

Al-‘Adiyat

Apa itu Al-‘Adiyat? Surah Al-‘Adiyat terdiri atas 11 ayat dan tergolong surah makkiyah, surat ini diturunkan setelah surah Al-‘Asr. Nama Al ‘Aadiyat diambil dari kata Al ‘Aadiyaat yang artinya berlari kencang yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pokok-pokok isinya: Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia yang ingkar dan yang sangat mencintai harta benda … • Al-‘Adiyat, Al ‘Adiyat , Al Adiyat

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Siapa itu Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Muhammad bin Abi Bakr , bin Ayyub bin Sa’d al-Zar’i, al-Dimashqi , bergelar Abu Abdullah Syamsuddin , atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dinamakan karena ayahnya berada / menjadi penjaga di sebuah sekolah lokal yang bernama Al-Jauziyyah. Dalam Bahasa Arab namanya tertu … • Ibnul Qayyim

mujahadat

Apa itu mujahadat? mu.ja.ha.dat perang membela agama Islam; usaha menahan hawa nafsu … •