Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Anbiyaa

Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) surah 21 ayat 70


وَ اَرَادُوۡا بِہٖ کَیۡدًا فَجَعَلۡنٰہُمُ الۡاَخۡسَرِیۡنَ
Wa-araaduu bihi kaidan faja’alnaahumul akhsariin(a);

mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.
―QS. 21:70
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Rahmat Allah mendahului kemurkaanNya
21:70, 21 70, 21-70, Al Anbiyaa 70, AlAnbiyaa 70, Al-Anbya 70, Al Anbiya 70, Alanbiya 70, Al-Anbiya’ 70
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 70. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan dalam ayat ini bahwa makar yang dilaksanakan.
kaum musyrik terhadap yang dimaksud untuk membinasakannya, telah menimbulkan akibat yang sebaliknya, yaitu menyebabkan mereka itu menjadi orang-orang yang paling merugi.

Mereka itu dengan ucapan dan perbuatannya ingin memadamkan cahaya kebenaran yang disampaikan Ibrahim, dengan cara menyalakan api unggun untuk membinasakannya.
Tetapi akhirnya api yang mereka nyalakan itulah yang padam tanpa menimbulkan bekas apapun terhadap Ibrahim as, berkat perlindungan Allah Yang Maha Kuasa.
Dan hal ini menunjukkan dengan jelas batilnya kepercayaan yang mereka anut, dan jahatnya cara yang mereka tempuh untuk mencapai kemenangan.
Sebaliknya lbrahimlah yang berada pada pihak yang benar, karena ia menyampaikan petunjuk Allah untuk membasmi kebatilan dan kelaliman.

Al Anbiyaa (21) ayat 70 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anbiyaa (21) ayat 70 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anbiyaa (21) ayat 70 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan pembakaran itu, mereka sebetulnya ingin membuat Ibrahim mati.
Tetapi Kami menyelamatkannya.
Dengan demikian, mereka Kami jadikan sebagai sekelompok orang yang paling merugi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim) yaitu dengan membakarnya (maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi) di dalam tujuan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kaum itu bermaksud membinasakan Ibrahim, tapi Allah membatalkan tipu daya mereka, dan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang kalah lagi hina.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang merugi.

Yakni orang-orang yang terkalahkan lagi terhina, sebab mereka bermaksud membuat makar terhadap Nabi Allah (Ibrahim 'alaihis salam).
Maka Allah membalas makar mereka dan menyelamatkan Ibrahim dari api itu.
Saat itu kalahlah mereka.

Atiyyah Al-Aufi mengatakan bahwa ketika Ibrahim dilemparkan ke dalam nyala api, dan raja mereka datang untuk menyaksikannya, maka terjatuhlah percikan api mengenai jempolnya sehingga percikan api itu membakarnya habis, seperti bulu yang terbakar oleh api.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 70

AKHSARUUN
أَخْسَرُون

Lafaz ini berbentuk jamak, menurut Al­ Akhfasy mufradnya adalah al akhsar sama seperti al akbar. Ia berasal dari khasira, atau khusran yang berarti kurang, tidak bermanfaat sebagaimana makna kharrah khaasirah yang berarti rugi, sesat dan musnah.

Lafaz akhsaruun disebut empat kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Hud (11), ayat 22;
-Al Kahfi (18), ayat 103;
-Al Anbiyaa (21), ayat 70;
-An Naml (27), ayat 5.

Az Zamakhsyari ketika menafsirkan ayat dalam surah Hud, beliau berkata,
"Tidak ada yang lebih jelas dan terang khusraannya (kerugian dan kehancuran) dari mereka" Dan dalam surah An Naml, beliau berkata,
"Mereka adalah manusia yang paling khusran (rugi), karena sekiranya mereka beriman pasti mereka termasuk golongan syuhada atas seluruh umat. Maka mereka dalam kerugian, yaitu rugi dari sudut pertolongan dan ganjaran Allah"'

At Tabari berkata,
"Akhsaruun adalah mereka yang menjual rumah mereka di syurga yaitu tempat tinggal ahli syurga dan menggantikannya dengan api neraka."

Ibn Katsir menafsirkan akhsaruun dalam surah Al Kahfi dengan ayat berikutnya:

Alladziina dhalla sa'yuhum fil hayaatid dunyaa

Yaitu mereka yang melakukan amalan-­amalan yang ditolak dan tidak berjalan mengikuti syari'at yang disyari'atkan.

Dalam menafsirkan surah Al Anbiyaa beliau berkata,
"Akhsaruun adalah mereka yang kalah atau musnah dan hina karena mereka hendak memperdayakan Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Allah membalas tipu daya mereka dan menyelamatkannya dari api."

Sedangkan dalam surah An Naml, yang dimaksudkan dengan akhsaruun ialah yang rugi diri dan harta mereka dari ahli mahsyar.

Mus'ab bin Sa'ad berkata: "Makna akhsaruuna a'mala adalah orang-orang yang rugi dari golongan Yahudi dan Nasrani. Adapun Yahudi, mereka rugi karena mendustakan Muhammad, sedangkan Nasrani rugi karena mereka mengingkari syurga. Mereka berkata,
"Di dalamnya tidak ada makanan dan minuman."

Diriwayatkan oleh Al Mundzir, Ibn Abi Hatim dari Abi Humaysah Abdullah bin Qays, beliau berkata,
"Aku mendengar Ali bin Abi Thalib berkata,
"Mereka yang tergolong dalam orang yang rugi dalam ayat ini qul hal nunabbi'ukum bi akhsariina 'amala sesungguhnya mereka adalah rahib-rahib yang mengurung diri di sebalik dinding-dinding, dalam bilik- bilik atau mereka adalah orang fajir (jahat) dari kalangan suku Quraisy atau kelompok Khawarij.

Kesimpulannya, lafaz akhsaruun mengandung dua makna.

Pertama, orang yang rugi di akhirat di kalangan orang yang berbuat amalan yang tidak berlandaskan kepada syariat Islam.

Kedua, ia bermakna kalah dan hina sebagaimana pengertiannya yang terdapat pada surah Al Anbiyaa.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:40-41

Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa' yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur'an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu'jizat yang lain dari Al Qur'an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya'juj dan Ma'uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.


Gambar Kutipan Surah Al Anbiyaa Ayat 70 *beta

Surah Al Anbiyaa Ayat 70



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anbiyaa

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
4.6
Rating Pembaca: 4.2 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku