Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Anbiyaa

Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) surah 21 ayat 5


بَلۡ قَالُوۡۤا اَضۡغَاثُ اَحۡلَامٍۭ بَلِ افۡتَرٰىہُ بَلۡ ہُوَ شَاعِرٌ ۚۖ فَلۡیَاۡتِنَا بِاٰیَۃٍ کَمَاۤ اُرۡسِلَ الۡاَوَّلُوۡنَ
Bal qaaluuu adhghaatsu ahlaamin baliiftaraahu bal huwa syaa’irun falya’tinaa biaayatin kamaa ursilal au-waluun(a);

Bahkan mereka berkata (pula):
“(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus”.
―QS. 21:5
Topik ▪ Azab orang kafir
21:5, 21 5, 21-5, Al Anbiyaa 5, AlAnbiyaa 5, Al-Anbya 5, Al Anbiya 5, Alanbiya 5, Al-Anbiya’ 5
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan, bahwa kejahatan kaum musyrikin itu tidak hanya sekadar mengatakan bahwa Muhammad bukan Rasul dan Alquran itu adalah sihir, bahkan lebih dari itu, mereka mengatakan bahwa Alquran adalah merupakan mimpi-mimpi yang kalut.
Bahkan yang lain berkata bahwa Alquran hanyalah sesuatu yang diada-adakan oleh Muhammad sendiri.
Bahkan di antara mereka ada pula yang mengatakan, bahwa Muhammad adalah seorang penyair.
Di samping itu mereka menuntut dari Muhammad ﷺ.
suatu mukjizat yang lain daripada Alquran, seperti yang diperlihatkan oleh Rasul-rasul yang terdahulu.
Padahal Alquran itulah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad.

Pendek kata mereka tidak mengetahui bahwa Alquran adalah wahyu Allah kepada Muhammad ﷺ.
Dan mereka tidak mengakui bahwa Alquran adalah mukjizat yang dikaruniakan Allah kepadanya sebagai bukti dari kenabian dan kerasulannya.

Barang siapa yang berhati jujur serta mempunyai pengetahuan tentang bahasa Arab dan sastranya yang tinggi, niscaya akan mengakui bahwa bahasa dan isi ayat-ayat Alquran adalah suatu yang sangat menakjubkan.
Akan tetapi, kaum musyrikin telah memutar balikkan kenyataan ini.
Mereka mengatakan bahwa Alquran adalah merupakan isi mimpi-mimpi yang kalut, kemudian mereka katakan pula bahwa Muhammad adalah penyair.
Padahal sebelumnya mereka telah mengatakan bahwa Alquran mempunyai daya tarik yang luar bisa, seperti sihir.
Dengan demikian nyatalah, bahwa yang sebenarnya kalut adalah pikiran mereka sendiri, bukan Alquran.

Al Anbiyaa (21) ayat 5 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anbiyaa (21) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anbiyaa (21) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bahkan mereka mengatakan bahwa Al Quran merupakan mimpi-mimpi yang kalut yang pernah mereka lihat di dalam tidur.
Malah mereka mengada-ada, menisbatkan kebohongan kepada Allah.
Kemudian mereka menentangnya dan berkata bahwa Muhammad adalah seorang penyair yang menguasai jiwa para pendengarnya.
"Hendaknya ia mendatangkan kepada kita satu mukjizat inderawi yang membuktikan kebenarannya, seperti halnya nabi-nabi terdahulu yang dikuatkan dengan mukjizat," kata mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bahkan) lafal Bal menunjukkan makna Intiqal atau memindahkan suatu pembicaraan kepada pembicaraan yang lain.
Hal ini bersifat tetap di dalam ketiga tempat I'rab (mereka berkata pula:) dalam menanggapi Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, bahwa Alquran itu adalah ("Mimpi-mimpi yang kalut) mimpi yang tidak menentu yang dilihat dalam tidurnya (malah diada-adakannya) dialah yang membuat-buatnya (bahkan dia sendiri seorang penyair) maka jelas yang disampaikannya itu adalah syair (maka hendaklah ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana Rasul-rasul yang telah lalu diutus") yaitu semacam mukjizat unta Nabi Shaleh, tongkat dan tangan Nabi Musa, maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bahkan orang-orang kafir mengingkari al-Qur’an.
Di antara mereka ada yang mengatakan :
Al-Qur’an itu adalah mimpi-mimpi yang tidak mengandung arti, tidak ada kenyataannya.
Ada yang mengatakan :
Al-Qur’an itu hanya diada-adakan dan dusta, bukan wahyu.
Ada pula yang mengatakan :
Sesungguhnya Muhammad itu penyair, dan al-Qur’an yang dibawanya itu adalah syair.
Jika ia ingin supaya kami membenarkannya, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kami suatu mukjizat yang nyata, seperti unta nabi Shalih, mukjizat-mukjizat Musa dan Isa, serta mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Rasul-rasul sebelumnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Bahkan mereka berkata (pula), "(Al-Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya"

Ayat ini menceritakan tentang pembangkangan orang-orang kafir, keingkaran dan penentangan mereka terhadap materi yang dikandung oleh Al-Qur'an, juga tentang kebimbangan dan kesesatan mereka terhadapnya.
Kadang kala mereka menganggap Al-Qur'an sebagai perbuatan sihir, adakalanya mereka mengatakannya sebagai syair gubahan, adakala menganggapnya sebagai mimpi-mimpi yang kalut, adakalanya pula menganggapnya sebagai buat-buatan.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh ayat lain, yaitu:

Lihatlah, bagaimana mereka membuatperumpamaan-perumpamaan terhadapmu, karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).
(Al Israa':48)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus.

Mereka bermaksud bahwa mukjizat itu seperti unta Nabi Saleh, mukjizatnya Musa dan Isa.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman sehubungan dengan hal ini:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
(Al Israa':59), hingga akhir ayat.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 5

ADHGHAATS
أَضْغَٰث

Lafaz jamak ini mufradnya ialah dhaghts atau dhaghats. Dhaghts dalam percakapan maknanya adalah percakapan yang bercampur aduk (tidak jelas) dan tidak ada kebaikan di dalamnya.

Dalam kamus Al Munjid, dikatakan ia juga bermakna mengumpulkan dimana mufradnya adalah ad dhights yang berarti segenggam rumput yang bercampur antara yang kering dan basah.

Apabila dikaitkan dengan berita atau perkara, ia bermakna berita atau perkara yang bercampur aduk (antara yang benar dan tidak) yang tidak ada realita dan hakikat di dalamnya.

Ibn Syumail berkata,
"Datang kepada kami berita yang dhights yaitu beberapa berita yang bercampur aduk."

Lafaz adhghaats disebut di dalam Al Qur'an sebanyak dua kali yaitu dalam surah :
-Yusuf (12), ayat 44;
-Al Anbiyaa (21), ayat 5.

Lafaz adhghaats pada ayat itu dikaitkan dengan mimpi.

Mujahid berkata,
"Ia adalah kerumitan-kerumitan yang ada dalam menafsirkan mimpi" Ulama lainnya berkata,
"Dinamakan ia adhghaatsul ahlaam karena ia adalah mimpi yang bercampur aduk, sebahagiannya masuk kepada yang lain, dan tidak ada tafsiran baginya."

Ibn Abbas berkata,
makna ayat di atas adalah mimpi yang samar dan tidak jelas.

Al Farra juga berkata,
"Adhghaatsul ahlaam pada ayat itu adalah seperti ayat ashaathiirul awwaliin yaitu cerita-cerita dongeng.

Asy Syawkani berpendapat, makna adhghaatsul ahlaam dalam surah Yusuf ialah kebohongan-kebohongan mimpi yang tidak ada kenyataannya, sebagaimana mimpi yang terjadi dan datang dari gangguan jiwa dan bisikan syaitan.

Sedangkan adhghaatsul ahlaam dalam surah Al Anbiyaa, Ibn Qutaibah berpendapat ia adalah "igauan­ igauan atau mimpi yang dusta." Tetapi Al­ Yazidi berpendapat, maknanya ialah mimpi yang tidak ada takwilannya.

Kesimpulannya, maksud dari adhghaatsul ahlaam dalam surah Yusuf adalah kebohongan-kebohongan mimpi yang samar dan tidak jelas serta tidak ada takwilannya.

Sedangkan dalam surah Al Anbiyaa bermakna igauan dan mimpi yang dusta serta percakapan yang datang dari gangguan jiwa dan bisikan syaitan.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:18-19

Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa' yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur'an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu'jizat yang lain dari Al Qur'an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya'juj dan Ma'uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.


Gambar Kutipan Surah Al Anbiyaa Ayat 5 *beta

Surah Al Anbiyaa Ayat 5



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anbiyaa

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (27 votes)
Sending







✔ isi Surah 21:4-5 dalam bahasa indonesia

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku