Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Anbiyaa

Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) surah 21 ayat 35


کُلُّ نَفۡسٍ ذَآئِقَۃُ الۡمَوۡتِ ؕ وَ نَبۡلُوۡکُمۡ بِالشَّرِّ وَ الۡخَیۡرِ فِتۡنَۃً ؕ وَ اِلَیۡنَا تُرۡجَعُوۡنَ
Kullu nafsin dzaa-iqatul mauti wanabluukum bisy-syarri wal khairi fitnatan wa-ilainaa turja’uun(a);

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
―QS. 21:35
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup ▪ Ketakutan pada kematian
21:35, 21 35, 21-35, Al Anbiyaa 35, AlAnbiyaa 35, Al-Anbya 35, Al Anbiya 35, Alanbiya 35, Al-Anbiya’ 35
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menyatakan lebih tegas lagi, bahwa setiap makhluk-Nya yang hidup atau bernyawa pasti akan merasakan mati.
Tidak satupun yang kekal, kecuali dia sendiri, dalam hubungan ini, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam ayat yang lain:

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.
(Q.S Al Qasas: 88)

Selanjutnya dalam ayat ini juga Allah menjelaskan cobaan yang ditimpakan Allah kepada manusia tidak hanya berupa hal-hal yang buruk, atau musibah yang tidak disenangi, bahkan juga ujian tersebut dapat pula berupa kebaikan atau keberuntungan.
Apabila ujian atau cobaan itu berupa musibah, maka tujuannya adalah untuk menguji sikap dan keimanan manusia, apakah ia sabar dan tawakal dalam menerima cobaan itu.
Dan apabila cobaan itu berupa suatu kebaikan, maka tujuannya adalah untuk menguji sikap mental manusia, apakah ia mau bersyukur atas segala rahmat yang dilimpahkan Allah kepadanya.

Jika seseorang bersikap sabar dan tawakal dalam menerima cobaan atau musibah, serta bersyukur kepada-Nya dalam menerima suatu kebaikan dan keberuntungan, maka dia adalah termasuk orang yang memperoleh kemenangan dan iman yang kuat serta mendapat keridaan-Nya.
Sebaliknya, bila keluh kesah dan rusak imannya dalam menerima cobaan Allah, atau lupa daratan ketika menerima rahmat-Nya sehingga ia tidak bersyukur kepada-Nya, maka orang tersebut adalah termasuk golongan manusia yang merugi dan jauh dari rida Allah.
Inilah yang dimaksudkan dalam firman-Nya pada ayat lain:

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah; dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat.

(Q.S Al Ma'raj: 19-22)

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan, bahwa bagaimanapun juga tingkah laku manusia dalam menghadapi cobaan atau dalam menerima rahmat-Nya, namun akhirnya segala persoalan kembali kepada-Nya juga.
Dialah yang memberikan balasan, baik pahala maupun siksa, atau memberikan ampunan kepada siapa yang dikehendaki-Nya

Al Anbiyaa (21) ayat 35 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anbiyaa (21) ayat 35 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anbiyaa (21) ayat 35 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setiap jiwa pasti akan merasakan mati.
Kami memperlakukan kalian sebagai orang yang diuji dengan berbagai kenikmatan dan bencana, agar nampak jelas siapa di antara kalian yang bersyukur atas kebaikan dan bersabar atas cobaan, dan siapa yang tidak bersyukur serta kecewa saat tertimpa musibah.
Kalian semua akan kembali kepada Kami, lalu Kami akan memperhitungkan segala perbuatan kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tiap-tiap yang berjiwa itu akan merasakan mati) di dunia (dan Kami akan menguji kalian) mencoba kalian (dengan keburukan dan kebaikan) seperti miskin, kaya, sakit dan sehat (sebagai cobaan) kalimat ini menjadi Maf'ul Lah, maksudnya supaya Kami melihat, apakah mereka bersabar dan bersyukur ataukah tidak.
(Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan) kemudian Kami akan membalas kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tiap-tiap jiwa sudah pasti akan merasakan mati, meskipun ia diberi umur panjang di dunia.
Keberadaannya dalam kehidupan ini hanyalah ujian dengan taklif, baik dengan perintah maupun larangan, dan keadaan yang berubah-ubah, baik kebaikan maupun keburukan, kemudian tempat kembalinya sete;ah itu ialah kepada Allah semata untuk dihisab dan diberi basalan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.

Telah diriwayatkan dari Imam Syafii, bahwa beliau mengemukakan dua bait syair berikut yang semakna dengan ayat ini, yaitu:

Banyak kalangan lelaki yang mengharapkan aku mati cepat, dan memang mati itu merupakan suatu akhir yang saya tidak menyendiri di dalamnya.

Maka katakanlah kepada orang yang menginginkan hal yang berbeda dengan pendahulunya, bersiap-siaplah untuk menghadapi masa hidupnya yang baru, kematian akan tetap menjadi suatu kepastian baginya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).

Artinya, Kami benar-benar akan menguji kalian —adakalanya dengan musibah dan adakalanya dengan nikmat— agar Kami dapat melihat siapakah yang bersyukur dan siapakah yang ingkar, siapakah yang bersabar serta siapakah yang berputus asa (di antara kalian).

Seperti yang telah diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami akan menguji kalian.
(Al Anbiyaa:35) Yakni memberikan cobaan kepada kalian.
dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
(Al Anbiyaa:35) Yaitu dengan kesengsaraan dan kemakmuran, dengan sehat dan sakit, dengan kaya dan miskin, dengan halal dan haram, dengan taat dan durhaka, serta dengan petunjuk dan kesesatan.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.

Maka Kami akan memberikan balasan kepada kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 35

DZAA IQAH
ذَآئِقَة

Lafaz dzaa iqah adalah ism fa'il mufradah, jamaknya dzaa 'iqat, mudzakkar bagi kata dzaa'iq dan jamaknya dzaa 'iqun. Berasal dari kata adz dzawq atau dzaaqa- yadzuqu yang berarti merasakan dan mencoba.

Raghib berkata,
adz dhawq bermakna wujudnya rasa di dalam mulut dan asal maknanya makan sedikit dari yang banyak. Apabila makan makanan yang banyak maka disebut al akl. Beliau berkata lagi, di dalam Al Qur'an penggunaan lafaz adz dhawq lebih banyak menyentuh masalah azab atau siksaan. Walaupun lafaz ini pada asalnya untuk hal yang sedikit, namun berkenaan dengan azab, ia bisa digunakan untuk perkara yang banyak dan sedikit. Oleh karena itu, kecenderungan penggunaannya pada siksaan di dalam Al­ Quran mengisyaratkan makna universal.

Adz dhawq juga bermakna ujian dan cobaan sebagaimana maksud firman Allah:

فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ

yang dikaitkan dengan lafaz libaas (pakaian).

Adz dhawq juga juga digunakan untuk rahmat sebagaimana firman Allah,

وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِنَّا رَحْمَةً

maksudnya, "Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami,"

Lafaz dzaa 'iqah di dalam Al Qur'an di­sebut tiga kali yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 185;
-Al Anbiyaa (21), ayat 35;
-Al Ankabut (29), ayat 57.

Lafaz jamaknya disebut dua kali yaitu dalam surah Ash Shaffaat ayat 31 dan 38. Kesemua lafaz dzaa 'iqah yang terdapat dalam ayat-ayat tadi disandarkan dengan lafaz an nafs (diri atau jiwa) dan maut (kematian). Allah berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِۗ

Dalam kitab Tafsir Al Misbah, M. Quraish Shihab mengungkapkan, ayat ini mengguna­kan kata dzaa 'iqah untuk kematian yang di­terjemahkan dengan merasakan kematian untuk mengisyaratkan ia adalah awal dari sesuatu. Bukankah sekiranya kita merasakan sesuatu, kita mengetahui se­kelumit rasanya dan setelah dirasakan, ia dimakan dalam kadar yang lebih banyak dari apa yang dirasakan. Sakit yang di­rasakan dalam kematian atau kenikmatannya adalah bahagian kecil dari kepedihan dan nikmat yang akan dirasakan kelak.

Al Qurtubi mengungkapkan, terdapat dua qiraat pada ayat tersebut. Kebanyakan para ulama membacanya dzaa iqatul mauuti.

Sedangkan Al A'masy, Yahya dan Ibn Abu Ishaq membacanya dengan dzaa iqatul mauuta. Hal ini karena ism fa'il terdiri dari dua bentuk makna yaitu al madhi (yang terdahulu) dan bermakna al istiqbaal (sekarang atau akan datang).

Qiraat pertama mengandung makna madhi (sudah berlaku atau pasti berlaku), maknanya setiap jiwa pasti mengalami ke­matian. Sekiranya ism fa'il itu bermakna istiqbal, boleh dibaca dengan dua qiraat itu. Maknanya setiap jiwa mengalami kematian karena jiwa itu belum lagi merasakan ke­ matian.

Kesimpulannya, lafaz dzaa 'iqah bisa memiliki dua makna yaitu yang pasti me­rasakan dan yang akan merasakan, makna­nya setiap jiwa pasti merasakan kematian atau setiap jiwa akan merasakan kematian.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:232-236

Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa' yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur'an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu'jizat yang lain dari Al Qur'an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya'juj dan Ma'uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.


Gambar Kutipan Surah Al Anbiyaa Ayat 35 *beta

Surah Al Anbiyaa Ayat 35



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anbiyaa

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (29 votes)
Sending







✔ surah an anbiya ayat 35

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku