Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 111 [QS. 21:111]

وَ اِنۡ اَدۡرِیۡ لَعَلَّہٗ فِتۡنَۃٌ لَّکُمۡ وَ مَتَاعٌ اِلٰی حِیۡنٍ
Wa-in adrii la’allahu fitnatun lakum wamataa’un ila hiinin;

Dan aku tiada mengetahui, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.
―QS. 21:111
Topik ▪ Segala sesuatu milik Allah
21:111, 21 111, 21-111, Al Anbiyaa 111, AlAnbiyaa 111, Al-Anbya 111, Al Anbiya 111, Alanbiya 111, Al-Anbiya’ 111

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 111

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 111. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan pula agar Muhammad memberi tahukan kepada orang-orang kafir bahwa ia tidak mengetahui sedikitpun kenapa azab itu dilambaikan datangnya.
Boleh jadi agar mereka menikmati segala kesenangan keduniaan sampai kepada waktu yang ditentukan Allah, maka Allah akan menimpakan azab secara tiba-tiba tanpa diketahui dari mana datangnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku juga tidak tahu, barangkali penundaan azab itu adalah ujian dari Allah.
Dia sengaja membiarkan kalian menikmati kesenangan hidup sampai suatu waktu yang telah ditentukan Allah menurut kebijaksanaan-Nya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tidaklah) (aku mengetahui, barangkali hal itu) apa yang telah aku beritahukan kepada kalian dan belum diketahui saatnya (sebagai cobaan) ujian (bagi kalian) supaya dapat dilihat, apakah yang diperbuat oleh kalian dan kesenangan) yakni bersenang-senang (sampai kepada suatu waktu) maksudnya sampai habisnya umur kalian.
Pengertian ayat ini hanya bersifat kebalikan daripada hal yang diharapkan dengan memakai ungkapan La’alla, akan tetapi bukan subjek daripada harapan tersebut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Aku tidak mengetahui boleh jadi penundaan adzab yang kalian minta disegerakan itu adalah penguluran dan cobaan bagi kalian, dan agar kalian bisa bersenang-senang di dunia hingga suatu waktu; agar kalian semakin bertambah kafir, kemudian hal itu akan menambah adzab kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan aku tidak mengetahui, boleh jadi hal itu cobaan bagi kalian dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.

Maksudnya, saya tidak mengetahui barangkali hal itu sebagai cobaan bagi kamu sekalian dan sebagai kesenangan hingga waktu yang tertentu.
Ibnu Jarir mengatakan, barangkali ditangguhkannya siksaan itu bagi kalian merupakan suatu cobaan dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Aun dari Ibnu Abbas.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 111

FITNAH
فِتْنَة

Arti asal kata fitnah adalah memasukkan emas ke dalam api untuk menguji kualitasnya. Kata ini biasa diartikan dengan ujian dan cobaan. Kadang-kadang fitnah ini datangnya dari Allah dan kadang-kadang pula dari manusia, seperti sakit, musibah, kematian, azab dan kejadian-kejadian yang tidak disukai lainnya.

Kata fitnah dalam Al Qur’an diulang tiga puluh empat kali, yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 191, 217, 102, 193;
-Ali Imran (3), ayat 7;
-An Nisaa (4), ayat 91;
-Al Maa’idah (5), ayat 41, 71;
-Al An’aam (6), ayat 23;
-Al A’raaf (7), ayat 155;
-Al Anfaal (8), ayat 25, 28, 38, 73;
-At Taubah (9), ayat 47, 48, 49;
-Yunus (10), ayat 85;
-Al Israa’ (17), ayat 60;
-Al Anbiyaa’ (21), ayat 35, 111;
-Al Hajj (22), ayat 11, 53;
-An Nuur (24), ayat 63;
-Al Furqaan (25), ayat 20;
-Al Ankabut (29), ayat 10;
-Al Ahzab (33), ayat 14;
-Ash Shaffaat (37), ayat 63;
-Az Zumar (39), ayat 49;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 14;
-Al Qamar (54), ayat 27;
-Al Mumtahanah (60), ayat 5;
-At Taghaabuun (64), ayat 15;
-Al Muddatstsir (74), ayat 31.

Sedangkan kata futunyang merupakan jamak dari fitnah diulang sekali surah Tha Ha (20), ayat 40. Begitu juga dengan kata faatiniin diulang sekali surah Ash Shaffaat (37), ayat 162. Dan kata maftuun juga diulang sekali surah Al Qalam (68), ayat 6.

Menurut Al Husayn bin Muhammad Ad Daamaghani, kata fitnah dan juga kata-kata yang seakar dengannya dalam Al Qur’an digunakan untuk sebelas pemakaian, yaitu:
(1). Kemusyrikan;
(2). Kekafiran;
(3). Azab; (4);
(4).Ujian dan cobaan;
(5). Dibakar dengan api;
(6). Pembunuhan;
(7). Dihalang-halangi dari jalan yang benar;
(8). Kesesatan dan kebingungan;
(9). Uzur;
(10). Kesukaran;
(11). Gila.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:439-440

Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur’an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu’jizat yang lain dari Al Qur’an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya’juj dan Ma’uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

Qari Internasional

Al Anbiyaa (21) ayat 111 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Anbiyaa (21) ayat 111 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Anbiyaa (21) ayat 111 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Anbiyaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 112 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
4.5
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/21-111









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta