QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 109 [QS. 21:109]

فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَقُلۡ اٰذَنۡتُکُمۡ عَلٰی سَوَآءٍ ؕ وَ اِنۡ اَدۡرِیۡۤ اَقَرِیۡبٌ اَمۡ بَعِیۡدٌ مَّا تُوۡعَدُوۡنَ
Fa-in tawallau faqul aadzantukum ‘ala sawaa-in wa-in adrii aqariibun am ba’iidun maa tuu’aduun(a);

Jika mereka berpaling, maka katakanlah:
“Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?”.
―QS. 21:109
Topik ▪ Ampunan Allah yang luas
21:109, 21 109, 21-109, Al Anbiyaa 109, AlAnbiyaa 109, Al-Anbya 109, Al Anbiya 109, Alanbiya 109, Al-Anbiya’ 109

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 109

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 109. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan Nabi Muhammad ﷺ, akan tugasnya sebagai seorang Rasul, yaitu hanya menyampaikan agama Allah kepada manusia.
Karena itu jika mereka tidak mengindahkan seruanmu, tidak mengikuti wahyu yang disampaikan kepada mereka, maka janganlah kamu berhati sedih, dan katakanlah kepada mereka bahwa kamu telah menunjukkan mereka jalan yang lurus yang dibentangkan Allah, menuju kebahagiaan yang sempurna.
Jika mereka tidak mau mengikuti dan menempuh jalan yang telah dibentangkan itu berarti mereka ingin mendapat azab dan Allah.
Pada ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Jika mereka mendustakan kamu.
maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.
Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.

(Q.S. Yunus [10]: 41)

Jika orang-orang kafir menanyakan kepada kamu hai Muhammad tentang kapan azab yang dijanjikan itu akan ditimpakan, maka katakanlah kepada mereka bahwa engkau tidak tahu menahu tentang waktu ditimpakan azab itu, karena wewenang menimpakan azab itu sepenuhnya berada di tangan Allah tidak seorangpun yang mengetahuinya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika mereka perpaling dari ajakanmu, katakanlah kepada mereka, “Aku telah memberitahu kalian semua hal yang telah diperintahkan Allah kepadaku.
Dengan demikian, pengetahuan kita semua menjadi sama.
Aku tidak tahu apakah janji tentang pembangkitan dan pembalasan itu telah dekat atau masih jauh.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika mereka berpaling) dari hal tersebut (maka katakanlah, “Aku telah menyerukan kepada kalian) maksudnya telah memberitahukan kepada kalian untuk berperang (dalam keadaan sama) lafal ‘Alaa Sawaa-in ini menjadi Hal dari Fa’il dan Maf’ul.

Maksudnya, antara kami dan kalian sama-sama mengetahui maklumat ini, aku tidak memaksakan kalian untuk berperang, tetapi kalian sendirilah yang mengajaknya, maka bersiap-siaplah kalian (dan tidaklah) yakni tiadalah (aku mengetahui, apakah yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat atau masih jauh”) maksudnya azab atau kiamat yang juga di dalamnya mengandung azab, akan tetapi sesungguhnya yang mengetahui hal itu hanyalah Allah semata.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jika mereka berpaling dari Islam, maka katakanlah kepada mereka :
Aku menyampaikan kepada kalian semua apa yang diwahyukan Allah kepadaku.
Karena aku dan kalian sama dalam pengetahuan, tatkala aku memberikan peringatan terhadap kalian.
Aku tidak lebih tahu (setelah itu) kapankah adzab yang diancamkan terhadap kalian itu akan menimpa kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika mereka berpaling.

Yakni meninggalkan apa yang kamu serukan kepada mereka.

Maka katakanlah, “Aku telah menyampaikan kepada kalian (ajaran) yang sama (antara kita).

Maksudnya, aku permaklumatkan kepada kalian jika kalian tidak menuruti aku bahwa aku adalah musuh kalian sebagaimana kalian adalah musuhku, dan aku berlepas diri dari kalian sebagaimana kalian berlepas diri dariku.
Ayat ini sama maknanya dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku, dan bagi kalian pekerjaan kalian.
Kalian berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan, dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan.” (Q.S. Yunus [10]: 41)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Dan jika kamu mengetahui pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur.
(Q.S. Al-Anfal [8]: 58)

Yakni agar pengetahuanmu dan pengetahuan mereka sehubungan dengan pembatalan perjanjian itu sama.
Demikian pula makna yang dimaksud dalam ayat ini, yaitu firman-Nya:

Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian hal yang sama.

Artinya, aku beri tahukan kepada kalian bahwa aku berlepas diri dari kalian dan kalian pun berlepas diri dariku, karena aku mengetahui hal itu.


Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur’an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu’jizat yang lain dari Al Qur’an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya’juj dan Ma’uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 109 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 109 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 109 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Anbiyaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 112 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 21:109
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
4.9
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim